Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 82


__ADS_3

Begitu diana mendekat, Daniar berkata kepadanya, "Sekretaris Diana, Pak Fred menunggumu di dalam ruangannya."


"Baik." Wajah Diana terlihat serius. Dia pergi ke pintu dan mengetuk. Ketika dia mendengar jawaban dari dalam, dia mendorong pintu dan masuk.


Pintu terbuka dan Diana tertegun melihat ada wanita lain di dalam ruangan itu.


Fred sedang duduk di mejanya, di depannya ada tong pemanas, dan disampingnya ada seorang wanita, dia adalah Elly.


Mendengar suara pintu terbuka, pada saat yang bersamaan Fred dan Elly melihatnya, sementara waktu, Diana tidak tau harus dimana meletakkan kedua tangannya.


Dalam sekejap, Diana mengerti apa yang di maksud oleh Daniar tadi.


Ia berani menariknya untuk bermain akting di depan nona ini.


"Pak Fred, izinkan saya melaporkan keadaan departemen pemasaran."


"Okee." Fred menjawab dengan santai, matanya memandang Diana dengan tatapan penuh makna.


Diana baru berjalan dua langkah, tiba tiba Elly berkata, "Sekretaris Diana, tidakkah kau melihat Pak Fred sedang sibuk?"


Diana melihat tong yang ada di atas meja, tersenyum, dan sebelum dia berbicara, Elly menatap Fred lagi, dan berkata, "Fred, sup siput ini menggunakan racikan rahasia yang dibuat oleh koki dirumah. Ini bagus untuk diminum dan baik untuk kesehatan tubuh. Minum lebih banyak. Ayahku secara khusus memintaku untuk mengirimkannya kepadamu."


Fred berkata dengan suara rendah, "Oke."


Setelah Elly selesai berbicara, ia menoleh ke belakang dan melihat Diana masih berdiri di dalam ruangan, alisnya menegang.


Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, Diana melangkah maju, berjalan langsung melewati Elly, berhenti di samping Fred, melihat ke dalam tong itu, dan kemudian terkekeh, "Nona Elly, sup siput ini kelihatan begitu baik."


Saat dia berkata, dia menatap Fred sambil tersenyum, seolah dia mengejek diri sendiri dan berkata, "sip ayam yang aku masak untukmu terakhir kali perbedaannya sangat jauh dari buatan nona Elly."


Dia memasakkan sup ayam untuknya?


Mata Fred menjadi cerah, dan langsung mengerti bahwa tidak ada perubahan dalam ekspresinya yang jauh lebih santai, lalu dia berkata, "tapi aku suka itu."


Baik Diana dan Elly tertegun.


Kata kata Fred sangat jelas, Elly bukan orang bodoh, tentu saja dia bisa mengerti.


Wajahnya membiru, menatap Diana dan meremas tangannya secara diam diam.

__ADS_1


Fred meletakkan sendoknya dan menatap Diana, "malam ini aku masih ingin memakan sup ayam yang kamu buat, apakah bisa?"


Diana tidak berharap Fred melakukan ini. Dia terheran-heran, dan kemudian dia bereaksi dan mengangguk, "oke, aku akan membuatnya untukmu."


Di satu sisi, wajah Elly berwarna hijau dan merah. Dia tiba tiba bangkit dan menatap kedua orang didepannya, dalam waktu yang lama ia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.


"Fred!" Ucap Elly


Fred memalingkan wajahnya dari Diana dan menatap Elly. Wajahnya berubah kembali ke tidak pedulian, "Apa masalahnya?"


Mata Elly memerah dan dia tidak bisa bicara. Dia melihat Fred dan Diana, lalu berbalik dan pergi dengan cepat.


Ketika pintu terbanting dan tertutup, Diana menghela nafas lega.


Dia tahu ini masih jam kerja. Dia mundur selangkah. Ketika dia melihat ke atas, dia melihat Fred menatapnya dengan penuh arti.


"Pak Fred, saya sudah menyuruh Sarah dari departemen pemasaran pergi."


"Oke." Fred tidak banyak bicara. Setelah jeda beberapa saat, dia tiba-tiba bertanya, "Diana, bisakah kau membuat sup ayam?"


Diana kaget dan menatap kosong, lalu menjawab, "Aku tidak bisa membuatnya, tadi aku hanya sembarangan berkata saja."


"Hah?"


Dia berakting dengannya, pada akhirnya mengapa ia harus belajar membuat sup ayam?


"Tidak mau belajar?" Fred mendongak matanya menatap dalam.


"Tidak." Kemudian Diana mengalihkan pembicaraan, "pak Fred, kali ini pergi ke departemen pemasaran, saya merasa ada banyak masalah di sana, pekerjaan yang terlalu santai, dan Masalah berpakaian juga ada."


Fred mendengar kata kata itu dan ia tampak serius, "oke, saya sudah tau."


**


Setelah selesai bekerja di malam hari, Diana pergi ke garasi bawah, saat dia menarik pintu mobil, dia melihat ada tong penghangat di dalam mobil, yang digunakan oleh Elly hari ini untuk mengantarkan sup.


Diana melihatnya beberapa kali dan merasa sedikit tidak nyaman.


Tadi di kantor dia menariknya untuk ber akting di depan nona Elly, dan dalam sekejap mata, Fred membawa tong penghangat tersebut.

__ADS_1


Fred memperhatikan tatapan Diana dan bertanya dengan santai, "apakah kau tau sudah berapa lama aku dan Elly saling kenal?"


Diana mengangkat alisnya, "Memang berapa lama?"


"Delepan tahun."


Mendengar ini, Diana merasa lebih tidak nyaman dari yang sebelumnya. Meski begitu, penampilannya masih terlihat tenang seperti biasanya, "kekasih masa kecil?"


"Tidak juga." Fred menjawab dengan santai, "dia adalah putri teman ayahku, kedua keluarga sering berhubungan baik, jadi kami saling kenal."


Diana berkata, "sepertinya kamu terhadapnya sangat datar, tidak seperti orang yang telah kenal selama 8 tahun."


Fred tertawa kecil dan tidak berbicara.


Fred dan Elly telah saling kenal selama delapan tahun, dan Elly telah mengejarnya secara diam diam selama empat tahun. Jika dia hanya menganggap nya teman, Fred tidak akan begitu dingin terhadap Elly, tetapi Elly terlalu gigih dan selama empat tahun dia belum menyerah.


Melihat Fred diam, Diana memandang tong penghangat di barisan depan, lalu berkata dengan ragu, "Apakah kau menyembunyikan perasaanmu padanya? Karena itulah kau menolaknya, tapi pada dasarnya kau masih menyimpan tong penghangat itu secara rahasia.


Ketika Fred mendengar kata-kata itu, dia tiba tiba mencibir dan menjawab, "Diana, imajinasimu sungguh luas. Aku tidak mengembalikan tong penghangat itu padanya, aku khawatir dia akan datang ke perusahaan lagi."


Fred tidak ingin menyia-nyiakan waktu kerjanya untuk berurusan dengan wanita itu.


"Oh." Diana menjawab dengan singkat, kemudian ia melihat keluar jendela.


Merasa bahwa mood Diana sedang tidak bagus, Fred tiba-tiba merespon. Dia meletakkan tablet ditangannya dan menatapnya.


Entah mengapa Fred ingin memeluknya.


Diana melihat Fred yang bertingkah aneh, lalu dia bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan?"


Saat ia mengatakan, tubuhnya telah di tarik oleh Fred, dan kemudian, dengan erat ia memeluk pinggangnya, dan Diana tidak bisa melepaskannya.


Melihat senyum di bawa matanya, Diana sedikit gugup.


Fred mengulurkan tangan dan ibu jarinya dengan lembut menyentuh ujung hidungnya, "Apakah kau cemburu?".


"Siapa yang cemburu?" Mendengar ini, Diana tanpa sadar menyangkalnya, tetapi telinganya sedikit panas.


"Seseorang." Senyum Fred mengembang.

__ADS_1


Dia suka melihat Diana seperti ini, tidak seperti dia yang tenang dan bijaksana ketika berurusan dengan hal hal di perusahaan, seperti anak kecil, semua jenis emosi muncul di matanya.


__ADS_2