Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 31


__ADS_3

Keesokan paginya Diana tau-tau sudah di dalam kamar nya, Dia menatap dengan bingung, mencoba mengingat kembali, kemudian ia teringat kalau dia semalam minum bir bersama Fred, dia hanya mengingat beberapa bagian saat minum Dengan fred, tapi terakhir..... Ia tak dapat mengingat yang lain.


Diana bangun dari ranjang untuk meminum segelas air, terasa lebih baik, ia kaget ketika melirik jam di dinding.


Sudah jam sembilan pagi, sebenarnya ia ingin menyuruh pelayan hotel untuk mengantar sarapan kepada Fred, tetapi karena semalam ia mabuk, dia juga tidak memberitahu pelayanan.


Dengan cemas, Diana terbangun, setelah bersiap-siap sebentar, ia langsung menuju kamar sebelah.


Dia mengetuk pintu kamar Fred, hatinya terasa gelisah.


Tak begitu lama, pintu kamar terbuka, begitu terbuka ia melihat sesosok pria sedang berdiri di depan pintu, dengan cemas dia berkata, "Pak Fred, maaf semalam aku tertidur, tidak menyiapkan sarapan pagi untukmu...."


"Aku sudah sarapan", belum selesai ia berbicara, Fred menyela


Diana merasa bersalah lalu ia memaksakan diri untuk tersenyum, ketika ingin meminta maaf, terdengar suara laki-laki itu berkata, "Masuk".


Diana menggertakan gigi, lalu mengikuti nya masuk ke dalam kamar, dia melewati kamar tidur Fred dan langsung menuju balkon, disana sudah ada meja berisi sarapan.


Sambil melihat tablet ditangannya, Diana berdiri tanpa bergerak di samping Fred.


Fred berhenti sejenak, melihat Diana tidak bergerak, dia melirik sarapan di meja dan kembali melihat wanita Diana lalu bertanya, "kenapa? Apakah tak sesuai seleramu?"


Diana tersadar, melirik sarapan di meja, dengan nada terkejut ia berkata, "Aku tak menyangka kau sudah menyiapkan sarapan untukku juga".


Fred mengangkat alisnya, "Diana kemarin malam kamu tak seperti ini".


Kemari malam? Apa yang terjadi dengan kemarin malam?


Diana menyadari tatapan dari mata Fred, dia mencoba untuk mengingat, namun otaknya masih kosong....


Fred yang sedang duduk di depannya dapat melihat ekspresi bingung Diana, Sambil tertawa dia berkata, "apakah kau lupa? Seperti yang kau katakan, aku semalam sedikit pun tidak mabuk, jika kau tak keberatan, aku boleh mengembalikan ingatanmu".


Apa yang dia katakan membuat Diana tiba tiba memikirkan sesuatu, gambar-gambar tadi malam tiba-tiba datang, seperti bingkai film yang di putar di benaknya.


Ternyata semalam dia bertindak terlalu berlebihan.


Diana mengigit bibirnya, mukanya memanas, dia melirik piring di atas meja, tau pria itu sedang menatapnya, dia berpura-pura menikmati makanannya.


Sarapan ini bisa di bilang adalah sarapan paling mengertikan sepanjang hidupnya.


Setelah selesai sarapan, Diana keluar dari kamar Fred, meskipun dirinya dan Fred memiliki ketertarikan satu sama lain, namun kemarin malam dengan memanggil Fredyy sambil menarik dasinya, cukup membuatnya malu berhari-hari.


Setelah beberapa jam kemudian, Diana menerima pesan dari Fred, yang memberitahu nya bahwa nanti malam ada sebuah pesta dan dia disuruh bersiap-siap.


Diana tidak membawa beberapa baju, untuk menghadiri acara-acara seperti ini, dia hanya mempersiapkan sebuah gaun hitam, tidak termasuk Sangat elegan, tapi baginya sudah cukup, karena hanya menghadiri pesta di kota B dan menemani Fred sebagai sekretaris.


Dua jam sebelum acara, Diana bersiap-siap untuk merias wajahnya, tiba-tiba bel berbunyi, saat membuka pintu terlihat supir Fred berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Supir Fred, Rudi sudah bekerja bertahun-tahun dengannya, orangnya jujur dan sangat ahli dalam bekerja, ia bisa menjadi bodyguard dan juga supir.


"Sekretaris Diana, Tuan mempersiapkan ini untukmu, dia menyuruhku untuk mengantarnya".


Rudi berkata sambil mengulurkan sebuah kotak yang berisi baju, Diana tampak ragu-ragu sejenak, namun ia tetap menerima nya dan berkata terima kasih.


Saat kembali ke kamar, ia membuka kotak tersebut, dia melihat gaun tersebut dan sangat terpesona dengan keindahan nya.


Gaun ini adalah gaun dari designer terkenal, hanya melihat nya sebentar dia pun bisa mengetahuinya, gaun panjang sutra berwarna abu-abu, sungguh mewah.


Diana merasa terkejut, ia tak pernah menyangka Fred begitu perhatian dan pengertian mempersiapkan gaun malam untuk nya, dia mengganti baju yang dia pakai dan mencoba gaun tersebut, tenyata ukurannya sangat pas.


Diana memandang dirinya yang berdiri di depan cermin, seketika ia melihat dirinya yang dulu sudah kembali, hanya saja ia sadar, dia sudah bukan nona besar keluarga Tanoe, melainkan hanya seorang asisten Fred.


Diana kembali mengenakan riasan wajahnya, bersiap-siap dan keluar kamar.


Supir Rudi sudah menunggu Fred, tidak menunggu beberapa lama, Fred pun keluar.


Dia menggunakan setelan abu-abu dan celana pensil, terlihat sangat serasi sekali, saat mendongak ia melihat Diana, seketika ia terpesona.


Fred dengan nada acuh tak acuh, "Mari kita jalan".


Diana mengikuti nya dari belakang, melihat jas warna abu-abunya, perasaannya menjadi sedikit kacau, warna baju meraka ini sangat sepadan, apakah kebetulan atau di sengaja?.


Tidak lama kemudian mereka tiba di hotel tempat acara tersebut, di dalam ruangan sudah penuh dengan orang, setelah masuk Diana mengikuti instruksi dari Fred dengan cermat.


Saat tadi siang, Fred memberikannya dokumen, dia mengerti bahwa akan ada tokoh-tokoh penting muncul di acara ini, bukan hanya itu juga, tapi akan ada penjabat- penjabat pemerintahan yang memegang peran penting.


Belum sampai ke ruang istirahat, mereka bertemu dengan seorang yang cukup familiar, yaitu chirst yang mereka jumpai semalam, begitu melihat mereka, dia langsung menyapa.


"Pak Fred, kau juga datang ke acara ini ternyata, sungguh kebetulan sekali".


Fred tersenyum, dengan sopan ia menjawab, "Mr. chirst, sungguh kebetulan, jika hari ini ada kesempatan, aku ingin berbincang-bincang denganmu".


"Tentu saja boleh".


Chirst mempunyai penilaian yang cukup baik terhadap Fred, dia segera mengundang Fred dan diana untuk ke ruang istirahat, semua orang disana adalah pembisnis, sangat mengerti apa yang ingin mereka bicarakan.


"Kemarin saya dengar pak Fred secara singkat memperkenalkan proyek perencanaan anda, saya tidak memiliki pendapat, tetapi masih ada beberapa perselisihan di tanah yang anda minati, jika penjabat kota B tidak berpendapat, sudah jelas tanah ini tidak dapat di jual, kita harus tetap mengikuti izin dari pemerintah B."


Christ mengatakan nya dengan jelas, tanah ini butuh persetujuan dari kepala dinas setempat, jika tidak diijinkan maka tidak bisa di jual.


Fred menegakkan punggung nya, lalu berkata, "tentu saja kami mengerti, saya akan mencoba berkomunikasi dengan kepala dinas, jika semuanya sudah di tanganni, aku akan menghubungi anda lagi".


"Baiklah, jika kau sudah mengerti, malam ini kepala dinas juga akan datang, kau boleh mencoba untuk berkomunikasi dengannya".


Setelah mengobrol sebentar, chirst pergi, dan Fred bersandar di belakang kursinya, tatapannya menyapu kerumunan di tengah aula.

__ADS_1


Diana menatap Fred dengan ragu-ragu, kemudian dia bertanya dengan lembut, "jadi, direktur kepala dinas administrasi real estate kota B adalah target kita hari ini?"


Fred melirik ke arah kerumunan, dengan nada rendah dia berkata, "ya mungkin".


Tampaknya dia melihat target, dan ekspresi pria itu tiba-tiba menjadi sedikit serius.


Dia bangkit, memandang Diana, lalu berkata dengan serius, "ikut aku".


Mendengarkan suaranya, Diana menjadi gugup, tanpa berani menunda ia segera berdiri.


Dia mengikuti pria itu menuju lobby hotel, begitu dia mengambil beberapa langkah, dia memperhatikan bahwa pria di sebelahnya tiba-tiba melambat, dan kemudian pria itu mengulurkan tangannya untuk memegang pinggang nya.


Tindakan yang tak terduga itu membuat nya terkejut, dan sebelum dia bisa bertanya, seorang wanita sudah berdiri di hadapan Fred.


"Freddy, kebetulan sekali"


Suara itu terdengar seperti air, Diana melihat lebih dekat dan menyadari bahwa itu adalah Yolana yang menelpon kemarin, bagaimana mungkin dia tiba-tiba muncul di kota B dan di pesta ini.


Ketika Fred melihat orang itu, wajahnya pucat, dan tanpa melepas pegangan tangan di pinggang Diana, ia berkata, "mengapa kamu disini?"


Tatapan Yolana menyapu Diana dengan cepat, terlihat ketidak puasan melintas di matanya, dan itu berlalu dengan cepat, dia melangkah maju dan mendekati Fred setengah langkah, dan tersenyum.


"Aku datang untuk melihat tanteku, dan kata ayahmu kau sedang berada di kota B menghadiri acara ini, kebetulan aku sedang menganggur, jadi aku ikut acara ini."


Bisa terdengar dari kata-katanya, wanita ini sangat mengagumi Fred.


Diana memikirkan hal yang terjadi di lapangan basket waktu itu, tiba-tiba ia tersadar Fred sengaja memegang pinggang nya untuk mengusir wanita ini pergi.


Senyum Yolana hilang ketika dia melihat tangan Fred di pinggang Diana, dia menarik senyuman nya lalu dengan nada lembut berkata, "Fred, aku kira kau datang kemari untuk bekerja..."


Dia sengaja memperpanjang suara nya, sebenarnya ia sedang melirik Diana.


Fred berpura-pura tidak mengerti arti dari perkataan nya, "Aku memang datang bekerja, apakah ada masalah?"


"Tidak masalah", wajah Yolana sedikit memucat, dan dia memandang Dian dengan sedikit tatapan tajam, "Tapi Fred, dapatkah aku bertanya apa hubungan nona Diana denganmu?"


Bahkan ketika dia mengatakan ini, Yolana masih memiliki Suara lembut, seolah-olah dia tidak peduli, tetapi Diana jelas melihat tangan kanannya mengepal.


Fred menatap Diana yang ada dipelukan nya, suaranya sedikit lembut, "menurutmu, apa hubungan kita?"


Melihat bahwa Fred begitu lembut kepada wanita ini, raut yolana berubah pucat, ia mencoba mendapatkan informasi tentang fred dari ayahnya, dia datang dari kota H ke kota B untuk mencari Fred, namun ia tidak menyangka bahwa ia akan melihat Fred bersama dengan wanita lain.


Diana tidak menyangka fred akan menanyakan hal ini, senyum kaku terlihat dari wajahnya.


Sekarang, meskipun ia tak mau berpura-pura dia harus tetap memerankan peran ini.


Diana perlahan-lahan Menoleh, menatap Yolana, lalu tersenyum dan berbisik pelan, "Hubunganku dengan Fred memang seperti yang kau lihat ini".

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Diana, wajah Yolana tiba-tiba menjadi pucat, sambil menatap wanita di depannya ia mengepalkan tinjunya secara diam-diam.


Dia telah melihat banyak wanita bersama Fred, tetapi ia melihat cara Fred menatap Diana sangat berbeda dengan yang lain.


__ADS_2