
Fred mengangguk, dan tatapannya tertuju kepadanya pada sesaat. "Aktivitas ini harus di temani seorang partner, yaitu kamu."
Diana tidak memiliki alasan untuk menolak, di tambah lagi, ini adalah usaha untuk kita H, dan itu bahkan bukalah hal yang sangat penting.
Dia disini dengan Fred, tidak disebutkan dia kebebasan sepenuhnya telah hilang. Pada faktanya, ini hampir sama.
Walaupun dia memiliki perjanjian kepadanya, dia masih belum mencapai langkah untuk tinggal bersama....
Fred melangkah dan mengerutkan dahinya, "Kamu tidak mau pergi?"
"Aku...." Diana berhenti berbicara, melihat mata Fred, dan memuat suara diwaktu itu.
Fred berputar dan melihat Diana di kasur, dengan pelan berbaring membungkuk, kedua tangannya beristirahat di sisi Diana, melihat matanya, perasaan di matanya tidak diketahui.
"Kamu bisa beristirahat dengan tenang, aku akan menjagamu dengan baik." Ucap Fred sambil tersenyum
Diana terbingungkan untuk sementara waktu, tapi kata katanya sangat jelas kalau dia tidak bisa ditolak saat ini, dan dia mengangguk, "Baiklah."
Melihat ekspresinya, bibir Fred memancarkan sedikit lengkungan, dan dia mendapat kembali pandangannya dengan rasa puas. Saat dia sedang mau berdiri, matanya tiba tiba melihat selimut yang berada disampingnya.
Dengan lirikan matanya, Fred tidak sengaja melihat kartu bisnis yang ada di bawah selimut itu. Wajahnya tiba-tiba berubah, dan itu adalah kartu bisnis yang manager Felix berikan.
"Apa yang akan kamu lakukan untuk menyelidiki hal ini?" Tanya Fred.
Fred melihat kearah diana dan melihat dengan sedikit serius. Ini "Chestbon" dia tau siapa yang terkenal dijalanan.
Misterius, dan ada beberapa cara untuk menggali berita, tapi sembilan dari sepuluh dari orang ini sangat berbahaya.
Diana berpikir bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada Fred. Tapi sebelum dia memikirkan tentang itu, Fred sudah menebaknya.
Selain untuk mencari kabar ayahnya, tidak ada yang dia perlukan untuk menghiraukan hal itu.
Fred mengerutkan dahinya, "Kenapa kamu tidak bertanya saja kepada ku tentang ayahmu?"
Setelah dia melihatnya, Diana tidak punya apa-apa untuk disembunyikan, "Aku takut ini akan menyebabkan masalah untukmu."
Fred bisa membantunya membayar utang bank, tetap memegang villa keluarga Tanoe, dan memberikannya pekerjaan.
Sejujurnya, Diana sudah merasa sangat berterima kasih.
__ADS_1
Fred melihat ekspresi Diana, hatinya berdetak, dan dia berkata dengan suara yang sangat dalam, "Diana, alasannya kenapa aku tidak pernah mengatur waktu untukmu bertemu dengan ayahnya, karena menunggu waktu yang tepat. Apa kamu tau kenapa ayahmu ditangkap dalam waktu yang panjang? Karena orang-orang di atas menunggu, pada waktu seperti ini, siapapun yang pergi menangkapnya untuk di investigasi, apa kamu mengerti?"
Diana menggenggam tangan disudut bajunya, lalu dia langsung menyadarinya, kalau kejahatan ekonomi itu tidak simple. Berapa banyak transaksi gelap dan persetujuan rahasia dari uang dalam privasi sangat tidak memungkinkan untuk dihitung.
Fred berkata, "Tapi sekarang aku sudah bisa membantu kamu untuk mengatur pertemuannya untukmu."
Diana melihat ke atas dan menatap Fred dengan terkejut.
Suaranya lebih santai, "Tunggu luka di kakimu itu sembuh, aku akan mengurusnya."
Setelah selesai berbicara, Fred melihat Diana yang tidak merespon dalam waktu yang lama. Ia berputar dan saat sedang mau beranjak pergi, tiba tiba punggungnya terasa hangat.
Diana tanpa sadar menggapai dan memegangnya, "Akankah ini membuat malu?"
Jika mengaturnya agar dapat bertemu dengan ayahnya bisa membuat Fred malu, lebih dia tidak usah bertemu dengan ayahnya dulu.
Fred menjawab, "Tidak akan."
Mendengar apa yang Fred katakan, Diana diam-diam merasa lega.
**
Dia memakai kaos kaki untuk menutupi lukanya, dan pakaian atasnya di gabung dengan kemeja teal, dimana menetralisir keseriusan dalam formalitas dari kemeja, disaat masih feminim.
Pada waktu itu dikantor, dia melirik ke dokumen yang penuh di meja, beberapa dari mereka lumayan besar.
Hal ini mengambil dua hari untuk mengakumulasikan pekerjaan yang sangat banyak.
Dia lalu memungut lebih banyak dokumen yang urgent dan terintegrasi secara langsung jalan pintas nya ke ruangan Fred.
Saat dia mendorong masuk pintunya, Fred sedang mendengarkan laporan dari pekerjaannya.
"Ini adalah ringkasan dari laporan departemenmu? Apa kamu pikir aku tidak melihat laporan kantor? Apa kamu pikir aku bisa puas dengan hasil seperti ini?"
Mata Fred sangat tajam dan dia langsung melihat dokumen yang ada di atas meja, "Jadi jangan memikirkan solusinya!"
Bawahnya langsung mengambil berkas dan pergi.
Fred cemberut, mengangkat matanya untuk melihat Diana yang tidak begitu jauh, alisnya mengerut lagi, "Bagaimana kamu bisa ke sini?"
__ADS_1
Fred secara khusus memberikan Diana waktu untuk membiarkan dia beristirahat untuk beberapa hari, dan itu untuk menyembuhkan lukanya.
Diana tersenyum, lalu berjalan kedepan dan memberikan dokumennya, "Aku berjalan cukup normal sekarang, dan aku bosan dirumah, jadi aku datang kesini."
Apa yang Fred ingin katakan? Matanya jatuh di bagian lehernya, dan matanya menggelap.
Melihat nafas dari Fred yang tiba-tiba menenang, Diana tidak tau kenapa, jadi dia mendengar suruhannya yang dingin, "Kemarilah."
Diana ragu untuk sementara waktu, lalu mendekatinya dua langkah lebih.
Wajah Fred sedikit kusam, "Bagaimana tampaknya jika kamu tidak punya baju di perusahaan ini?"
Apa dia memperkusut?
Diana ingin beradu untuk dirinya sendiri, tapi Kapan dia terpikirkan dengan nama Fred, kata kata Fred adalah perintah.
Fred menaikkan alis matanya saat itu dia sangat gelisah, "Punya pendapat lain?"
Diana menampakkan senyum dan tertawa, "tidak, jika tidak ada yang lain aku pergi."
"Tunggu sebentar" Fred mendorong kopi kosong itu kedepan, "Antar secangkir kopi."
"Baik." Diana mengambil gelas kopi yang kosong itu dan meninggalkan ruangan Fred.
Dia melewati ruangan Bella dan ia melihat rungan Bella yang kosong, dan sepertinya Bella tidak ada.
Setelah membuat kopi, Diana pergi ke ruangan Fred untuk mengantarkan kopinya, setelah itu sebelum dia pergi, Diana bertanya kepada Fred, "Tuan Fred, bukankah sekretaris Bella datang kerja hari ini?"
Fred menjawab, "aku sedang mengajaknya untuk pergi ke ruang arsip untuk beberapa hari."
Diana mendengar kata-kata itu, dan secara langsung mengerti kalau Fred sedang menghukum Bella karena kejadian dihari itu.
Diana berdiri di depan pintu, dan ia ragu untuk berbicara.
Fred yang melihat tingkah Diana yang aneh, langsung bertanya, "Apa yang terjadi?"
Diana menarik napas yang dalam dan berkata, "Akankah dia bisa masuk seperti biasa besok?"
Walaupun dia bekerja dengan Bella tidak lama ini, dia juga hampir melewati tabitnya. Kali ini Bella di hukum karena kesalahannya, dan tidak tau bagaimana mengatasinya.
__ADS_1
Apalagi, jika Bella tidak disini, rata rata pekerjaan dari kantor pasti jatuh kepadanya, dan tidak bisa mengaturnya Sendirian.