Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 70


__ADS_3

Diana sudah mengisikan kopinya, lalu kembali ke ruangan Fred, melihat Bella juga disitu, dan Bella membawa papanya.


Hati Diana agak terkejut, melangkah ke depan, meletakkan kopinya pelan pelan, lalu melihat Bella, dan bertanya, "Sekretaris Bella, daftar jadwalku apakah ada yang tidak betul?"


Bella melihat Diana sekilas, sama sekali belum menjawab maksud Diana, dan berpaling melihat ke Fred, berbicara dengan santai, "Pak Fred, aku lihat daftar jadwal sekretaris Diana terlalu rumit, orang orang yang tidak perlu ditemui dimasukkan jadwal, ia juga menjadwalkan besok sore akan bertemu dengan kepala Mark dari perusahaan angin ribut, perusahaan angin ribut adalah tanggung jawab kerja samanya wakil tuan Fred, bukannya dia mengacaukan jadwalnya?"


Alis Diana mengerut, melihat Fred, saat akan menjelaskan, siapa tau Fred mengulurkan tangan, menginginkan papan yang ada di tangan Bella.


Fred melihat sekilas, matanya memancarkan dingin, membuang papan ke arah lain, mengangkat tangan dan menekan di tengah kedua alisnya.


Melihat respons Fred, Diana semakin merasa bersalah.


Maksudnya dia sudah melakukan Kesalahan apa?


Diana memberanikan diri, dan bertanya, "Pak Fred, apakah ada yang tidak betul?"


Fred melihat Bella sekilas, "Kamu saja yang jawab."


Bella melihat Diana, matanya menunjukkan senang, "Tingkat atas dalam perusahaan adalah pak Fred, wakilnya dan wakil kepala direktur Wanfu yang bertanggung jawab terhadap proyek yang berbeda beda, tidak ada kejelasan dalam pemberian tugas proyek, biasanya tidak mudah kalau campur tangan dengan proyeknya, kamu menjadwalkan pertemuan proyek kerja samanya wakil pak Fred, kalau tiba tiba terjadi suatu masalah, siapa yang akan bertanggung jawab? Pak Fred, wakilnya atau kamu?"


Diana mengepalkan tangannya, tetap memasang muka yang tenang, "Asisten pak direktur Liu dari perusahaan angin ribut bilang ke aku kalau wakil pak Fred sana sudah menyapa secara privat dengan pak Fred, jadi aku baru--"


Bella dengan tidak segan-segan memotong pembicaraan Diana, "Sekretaris Diana, kamu bekerja untuk perusahaan angin ribut atau bekerja untuk Pratama Jaya? Tidak bertanya kepada Pak Fred, kamu langsung menjadwalkan pertemuannya, siapa yang memberikanmu hak ini?"


Kedua tangan Diana memegang erat, telapak tangannya berkeringat, ia mengangkat pandangannya, melihat Fred, raut wajahnya seperti biasa, juga tidak ada maksud untuk berbicara.


Diana menghela nafas dalam-dalam, jalan ke depan, membungkuk ke Fred, "Maaf pak Fred, aku yang tidak terlalu memperhatikan itu."


Diana bukan yang langsung memutuskan sendiri, tapi ia belum sempat menanyakan pendapat Fred, siapa tau malah ketahuan Bella.

__ADS_1


Bella yang disebelahnya tertawa dingin dan berkata, "Peraturan paling dasar seperti ini tidak tau, sepertinya sekretaris Diana belum melihat baik baik regulasi kantor yang kuberikan kepadamu."


Regulasi kantor?


Kapan Bella memberikannya regulasi Kantor?


"Apakah sekretaris Bella pernah memberikan aku? Kenapa aku tidak ingat itu?"


Mata Bella menunjukkan ejekan, "Aku sudah taruh di mejamu, hanya saja kamu sama sekali tidak memperhatikan."


Diana masih bertanya lagi, siapa tau Fred yang di sebelahnya tiba tiba berbicara, "Sudahlah, kamu pergi turun."


Diana tertegun, melihat Fred, kebetulan bertemu dengan pandangannya, hatinya dingin, dan baru mengerti, perkataan Fred ini untuk Diana.


"Baik."


Bibir Diana menutup, mundur setengah langkah, lalu membalikkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan.


"Pak, ada ulang tahunnya guru di akhir pekan ini, kami beberapa murid sudah diskusi untuk mengunjunginya, kamu ingin ikut?"


Pintunya "Klak" tertutup, menghalangi sisi suara, Diana belum mendengar jawaban Fred.


Hati Diana tercekik, pikirannya sangat kacau, dan agak keget, tidak menduga kalau Bella dan Fred masih ada hubungan di tingkat ini.


Diana pergi ke depan meja kantor, tiba tiba teringat dengan kata kata tadi, yang dikatakan Bella di depan Fred, ia langsung menundukkan kepala mencari cari regulasi kantor di mejanya.


Membolak-balikkan lagi, dan akhirnya Diana menemukan ada satu dokumen terlapisi sampul biru di bawah tumpukan, tertulis beberapa huruf kapital, tertera empat belas huruf "Regulasi kantor"


Diana tidak tau sejak kapan Bella meletakkannya disini, tidak tau ini sengaja atau bagaimana, dokumen ini di taruh dipojok yang susah ditemukan, seperti takut terlihat oleh Diana.

__ADS_1


Bagaimanapun juga, kali ini Diana benar benar tidak memerhatikan, kesalahan ada di dia, ia tidak ada kata lagi, dan sehari sudah melakukan dua kesalahan, dan juga benar benar tidak masuk akal.


Diana membuka regulasi kantor, membaca dari artikel pertama, tenyata ia memang salah disini, lain kali tidak boleh melakukan Kesalahan yang sama, ia tidak akan tersandung batu untuk kedua kalinya.


**


Diana mengantarkan dokumen kepada Fred di hari luas, pintu ruangan belum tertutup rapat, masih membuka sedikit, saat masuk Diana mendengar suara diskusi dari dalam.


Itu suaranya Daniar, memang pantas menjadi asisten yang menguntungkan untuk fred, gerakannya termasuk suaranya seperti kembarannya Fred, berkarakter tegas, dingin dan kaku.


"Aku sudah janjian dengan asisten direktur Wu untuk bertemu, dan di tolak lagi, masalah kali ini direktur Wu sangat marah, takutnya ia tidak kembali dengan cepat."


Fred bersuara dingin, "Tetap lanjut telepon, sampai ia setuju untuk bertemu."


Gerakan Diana terhenti sejenak, tangan yang menggenggam kenop pintu langsung lepas tanpa sadar, direktur Wu yang mereka bicarakan, pasti pemimpin Wealth Finance yang ia temui waktu itu.


Perusahaan mereka yang begitu besar, amin dan finansial perusahaan terus mengalir, tidak bisa terhindarkan dengan datangnya beberapa perusahaan keuangan, sepertinya hari ini, kesalahan Diana membawakan banyak kesusahan kepada Fred.


Lubuk hati Diana merasa bersalah, dokumen yang digenggamnya tidak jadi diberikan, Diana memutuskan untuk pergi ke ruangannya lagi.


Kesalahan Diana sendiri, tidak bisa hanya duduk melihat saja, setelah berpikir terus menerus, ia memutuskan untuk bertemu dengan direktur Wu secara privat, memahami situasinya hari itu, kalau pun hasilnya tidak bisa terduga, ia juga perlu mencoba, bagaimana kalau berhasil?


Setelah memantapkan diri, Diana mencari waktu senggang, dan mengambil kesempatan untuk Fred keluar makan makan, ia menjadwalkan asisten magang untuk membantunya menerima telepon dan menerima dokumen, lalu ia meninggalkan perusahaan dan pergi ke gedung kantor perusahaan Wealth Finance.


Wealth finance juga terhitung dalam bisnis keuangan nomor satu di kota H, Diana sudah sampai di gedung kantornya, melewati lobi, ke resepsionis untuk menjelaskan tujuan kedatangannya.


Pelayan yang melayani Diana tertawa, "Mohon maaf, nona harus memesan dahulu untuk bertemu dengan direktur Wu kami, mohon kamu cari waktu untuk Janjian lalu bisa datang lagi."


"Tolong kamu bisa bantu aku untuk diutamakan? Aku ada masalah mendesak yang perlu dibicarakan dengan direktur Wu, tidak memerlukan waktu banyak kok."

__ADS_1


"Mohon maaf tidak bisa."


"..."


__ADS_2