
Diana melihat ke arah Fred dengan muka Penuh kecurigaan. Pria itu juga melihat ke arahnya, mereka saling bertatapan. Diana langsung dengan cepat mengalihkan pandangannya.
Tidak mungkin! Jangan-jangan dia suka sama Diana?
Detak jantung diana menjadi lebih cepat. Pemikiran itu terlintas cepat di kepalanya. Dia juga merasa sedikit malu.
Fred yang duduk di seberang juga kebingungan, dia hanya menelpon untuk memesan meja saja. dia tidak tau kenapa bisa menjadi paket makan pasangan.
Dia menoleh ke atas, dan melihat wanita yang duduk di seberangnya tersipu malu. pipinya sedikit memerah. Jangan-jangan si Diana salah paham kalau Fred yang menyiapkannya.
Dia mulai merasa lucu, Fred menegakkan badannya, dan melihat ke arah Diana yang duduk di seberangnya.
Diana mengambil gelas di samping dan meminumnya, sambil meredakan kagetnya. sewaktu dia mengangkat kepalanya, dia melihat Fred sedang menatapinya.
Emosi yang baru saja tenang jadi bergejolak lagi, diana mengalihkan pandangannya karena sedikit canggung. Karena tidak bisa menahannya Diana langsung bertanya,
"Pak Fred, kita berdua makan paket ini kayaknya kurang cocok ya?"
Fred tertawa, "Kamu juga merasa tidak cocok?"
Setelah mendengarnya, Diana merasa aneh dan menatap ke arah Fred, dia juga tidak mengerti apa maksudnya.
Paket ini kan dia yang pesan, kenapa dia juga yang bilang tidak cocok?
Fred tetap tersenyum, dan terus menatapnya, tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Diana semakin kebingungan, belum sempat bertanya, dia melihat dari samping ada orang yang berjalan ke arah mereka, saat Diana Menoleh, dia melihat seorang pria yang memakai jas rapi membungkuk ke arah mereka sambil tersenyum.
"Maaf ya, tadi pelayanannya salah sangka, kalian berdua masih belum memesan?"
"Iya", Fred sedikit mengangguk.
__ADS_1
Diana yang di seberang langsung bengong, dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini, padahal dia mengira kalau Fred memesan paket makan pasangan. Ternyata pelayanannya yang salah, dia tadi malah memikirkan banyak hal yang membuatnya tersipu malu.
Diana diam-diam mengigit bibirnya, saat mengangkat kepalanya, tatapan mereka kembali bertemu, dan semakin malu lah Diana.
Tapi Fred malah sengaja menanyakannya, "Diana, apa yang tadi kamu pikirkan?"
Muka Diana tiba-tiba memanas, dia segera membolak-balikkan menu makanan, pura-pura melihat daftar menunya, untuk menutupi kepanikannya.
Tatapannya terhenti di menu makanannya, dia kemudian memilih beberapa makanan, kemudian menutup menu nya, "sudah, ini saja cukup. Terimakasih."
Diana sengaja pura-pura tidak mendengar pertanyaan dari Fred.
Fred tidak marah, justru ia malah tertawa, kemudian mengalihkan pandangannya, dan dia memilih beberapa menu dan memberikan menunya ke pelayannya.
Ketika pelayannya pergi, Fred meminum airnya, dan melihat ke arah Diana, "Malam ini ada acara apa?"
"Sepertinya akan istirahat lebih awal". Diana tidak pikir panjang, dia hanya spontan menjawabnya.
Fred yang mendengar ucapan Diana, dia merasa aneh.
Tidak lama kemudian, makanan nya sudah mulai disajikan, setelah Fred memakan sepotong steak daging sapi, dia langsung berkata, "Kita sepertinya akan tinggal beberapa hari lagi di kota B. Kita harus manfaatkan beberapa hari ini untuk mendapatkan lahannya".
Walaupun Handoko sudah mengiyakan mereka, tapi bagaimanapun dia hanya ngomong saja. Fred harus menunggu sudah disetujui oleh semua bagian, dan menandatangani kontrak dengan Real Estate kota B, barulah bisa dibilang lahannya sudah pasti di dapatkan.
"Besok putrinya Handoko, Linda akan datang bertemu dengan kita. Beberapa hari ini sepertinya kita harus bersama dengannya".
Diana yang memegang pisau steaknya terdiam sejenak, lalu dia menoleh ke arah Fred, "Apakah wakil walikota ingin linda bekerja di Pratama jaya group?"
"Dia tidak berkata dengan jelas, tapi aku rasa maksudnya begitu". Fred sambil memotong steak nya.
Diana pikir lahan ini bisa didapatkan dengan mudah dan lancar, tapi sekarang malah muncul satu masalah baru lagi.
__ADS_1
Mau bagaimanapun, Linda adalah anaknya Handoko, tidak menganggap anaknya, juga harus menghormati papanya, walaupun Fred, juga harus menjaga hubungan ini, dia paling tidak harus menghargai Linda. Tapi dia tidak tau Linda orangnya seperti apa.
Diana sedikit mengerutkan alisnya, dihatinya merasa tidak aman. Sekarang di Pratama jaya group, ada Bella saja sudah membuatnya cukup tersiksa, kalau datang lagi satu anaknya boss bekerja dengan dia, dia tidak berani memikirkan kehidupan dia kedepannya akan seperti bagaimana.
Fred melihat jelas ekspresi Diana, dengan tersenyum ringan dia berkata, "Kenapa? Kamu takut dia merebut kerjaanmu?"
Di dalam hati kecil Diana, dia mempunyai pertimbangan tersendiri, tapi di depan Fred, tidak mungkin Diana dapat melontarkannya sesuka hati.
Diana menoleh, bertatapan dengan Fred, sambil tersenyum berkata, "Direbut? Aku tidak takut, kalau dia punya kemampuan yang lebih untuk membantu pak Fred, aku rela orang itu menggantikan posisiku".
Sebuah ucapan yang begitu bagus, tidak bisa di pungkiri sama sekali.
Fred menutup matanya, dia mengukur wanita yang duduk di depannya ini. Tidak bisa dipungkiri, kemampuan belajarnya sangatlah tinggi.
Baru datang beberapa hari di kota B, dia mengikutinya kemana-mana, melihat beberapa situasi berbeda, dia juga belajar tidak sedikit. Paling tidak sekarang dia bisa dengan tenang mengatakan kata-kata yang sedikit berbohong.
Fred tersenyum dan tidak berkata apa-apa, dia pun melanjutkan makan.
Waktu pun berlalu, makan malam ini juga berakhir. Fred dan Diana kembali ke kamarnya masing-masing.
Makanan di restoran tadi lumayan enak. Diana tidak sengaja makan terlalu banyak. Dia berjalan bolak-balik di kamarnya sambil menurunkan makanan yang ada diperutnya, tetapi perutnya tetap saja masih kenyang.
Ketika membereskan tasnya, dia melihat di dalamnya ada sebuah baju renang. Sepertinya ini dimasukkan sewaktu dulu dia pergi jalan-jalan dan lupa mengeluarkannya. Setelah berpikir, Diana teringat di hotel ada tempat GYM dan kolam renang indoor. Dia langsung membawa baju renangnya menuju ke lantai gym itu.
Sebelum keluarga Tanoe bangkrut. Diana masih punya banya waktu pribadi. Sering jalan-jalan dan berenang, tetapi sekarang, dia sibuk sampai hari libur pun tidak ada, hanya bisa mencuri-curi waktu untuk santai..
Setelah sampai di kolam renang, dia menyadari kalau kolamnya tidak besar, sekeliling ruangan dibatasi oleh kaca transparan, disebelahnya ada ruangan gym yang tidak terlalu besar.
Setelah Diana selesai bertukar baju renang, dia langsung menuju kolam dan berenang. Suhu airnya pas dan setelah berenang dua putaran, diana merasa tubuhnya langsung segar kembali.
Orang di kolam renang ini tidak banyak, semuanya tersebar di sudut kolamnya. Diana sebenarnya ingin mengubah gaya renangnya, tapi setelah berenang sampai tengah, tiba-tiba Diana merasa kakinya sedikit kaku.
__ADS_1
Ini merupakan gejala kram...
Diana segera mengganti gaya renangnya, dan berenang ke arah pinggir kolam. Dia hanya fokus ke kakinya yang sudah semakin kaku. Dia bahkan tidak menyadari kalau dari arah berlawanan ada seseorang yang juga berenang ke arahnya.