Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 73


__ADS_3

Tidak di duga, ini belum selesai, Fred pergi diskusi dengan Kusuma, tiba-tiba melihat Diana dan Jeff seperti pasangan yang saling merayu, dan berpelukan.


Benar-benar kejutan yang beruntun, satu kejutan diikuti dengan kejutan lain.


Diana sampai di buat gemetaran dengan tatapannya Fred, melihat Fred yang tidak berkata apa-apa dalam waktu lama, Diana baru mengumpulkan keberanian, dan mencoba menjelaskan, "Pak Fred, soal tadi tidak seperti yang kamu lihat."


Fred megambil bolpoin dari mejanya dan menggerak-gerakkannya, tetap menatap Diana, "Kalau begitu apa?"


Diana ingin berbicara, tapi kata kata yang ingin dikeluarkan macet di tenggorokannya, ia berdiam tidak bisa berkata apa-apa.


Bagaimana Diana ingin menjelaskan? Memang perlu bilang kalau dia ingin mencari orang untuk memeriksa keadaan ayahnya lalu Jeff mendengarkan itu tanpa sengaja? Atau bilang kalau dia saat merebut ponselnya dengan tidak berhati hati langsung jatuh dan kebetulan masuk ke dalam rangkulannya Jeff?


Diana sendiri tidak percaya dengan kata kata ini kalau dikatakan, apalagi Fred, tapi ini kenyataan, dan Diana tidak ingin memberitahukan kenyataannya kepada Fred.


Melihat wajah Diana sangat merah, tidak mengeluarkan kata sedikit pun dalam waktu yang lama, raut wajah Fred menjadi lebih dingi, tangan satunya Fred menancapkan bolpoinnya ke lubang permukaan mejanya, mengeluarkan suara "jreng", pikiran Diana langsung kembali.


Diana mengigit bibirnya, melihat Fred, mengontrol dirinya, dan berbicara dengan lembut, "Pak Fred, aku tidak seharusnya terlibat dengan Jeff."


Alis Fred bergerak, mengangkat matanya menatap Diana, yang tanpa sadar mengepalkan tangannya dengan erat, ia menunggu lama Diana, dan Diana baru bicara satu kalimat ini saja?


"Ini penjelasan kamu?"


Diana melihat ke bawah, dan berkata, "Aku salah, tidak seharusnya aku mencari alasan."


Amarah Fred sudah di ambang batas, awalnya ia masih menunggu penjelasannya, tapi tak di sangka tidak ada penjelasan dari Diana! Dia yang begini, bukannya ini berarti ia mengaku ada sesuatu dengan Jeff!


Mata Fred bergerak, dengan marah, menatap Diana, dan bertanya sambil menahan emosinya, "Kalau begitu hari ini kamu melakukan apa di wealth finance?"

__ADS_1


Tangan Diana memegang erat sudut baju, mengangkat pandangannya ke Fred dengan cepat, ternyata Fred tau semuanya.


"Aku pergi minta maaf ke direktur Wu, dan menjelaskan masalah kemarin."


Fred hanya mendengarkan, dan semakin marah, terlihat urat-urat dekat alisnya seperti marah, mulutnya menutup, tetap menatap Diana terus, lalu berbicara dengan dingin, "Diana, apakah aku memperlakukanmu terlalu baik, dan membuatmu menjadi tidak peduli apapun, dan menentang semua peraturan?"


Memangnya Fred perlu Diana melakukan sendiri untuk pergi mencari Direktur Wu? Pratama Jaya dan Wealth Finance sudah bekerja sama berkali kali, memangnya Fred tidak paham dengan peranginya direktur Wu?


Direktur Wu mudah marah dan juga mudah reda, sesempit sempitnya pandangan dia dalam memikirkan masalah kecil ini, kenapa ia masih bisa mengoperasikan bisnis besarnya dengan lancar?


Dia hanya marah karena masalah sepele ini, sebenarnya ingin menggunakan alasan untuk bersandiwara, proyek yang mereka diskusikan berdua langsung diputuskan dengan cepat, direktur Wu agak tidak puas dengan poin poin keuntungannya, jadi ia sengaja membuat Pratama Jaya berhutang dengannya, dan mencari kesempatan untuk mengajukan permohonannya.


Fred menyuruh Daniar menelepon untuk menyelidiki direktur Wu, melihatnya sampai kapan ia bisa mengulur-ulur waktu, dan sengaja tidak pergi menemuinya, tapi tak disangka, atasannya yang tidak begitu memedulikan soal ini malah bawahnya yang tergesa-gesa peduli seperti tidak ada perbedaan antara atasan dan bawahannya, Fred tidak panik, Diana malah pergi ke sana dahulu.


Diana ke sana, mewakilkan Pratama Jaya, dengan begini, direktur Wu melancarkan rencananya dengan memaafkan mereka, dapat diartikan juga membuat mereka sudah berutang dengannya.


Diana benar benar belum mengerti semua itu.


Diana mengangkat kepalanya pelan pelan, dan melihatnya.


Fred mengangkat tangan, jarinya yang panjang menyapu rambut Diana ke belakang telinganya, telapak tangannya bergerak memutar di belakang kepalanya dengan pelan, "Apakah aku memperlakukanmu terlalu baik?"


Mata Fred seperti dingin dan jaga jarak, kemudian, membuat Diana merasa asing dan tidak nyaman, ia setengah melangkah mundur, bersuara sangat lirih untuk didengar, "Pak Fred, maaf--"


Diana belum selesai berbicara, pinggulnya terjerat, langsung ditarik oleh Fred dengan tenaganya, sangat erat, tangan besarnya melingkar ke pinggul Diana, Fred memeluk Diana setengah lingkaran, belum sampai menunggu respons Diana, Diana langsung didorong olehnya, tubuhnya langsung jatuh ke meja kantor.


Bawah Diana terdapat tumpukan dokumen, setengah atas badannya miring ke atas, detik berikutnya, ia merasa mencium bau harum, semuanya menjadi kacau di depan matanya, bibirnya langsung tersumbat sesuatu.

__ADS_1


Tidak membiarkan Diana menjelaskan, tidak mendengarkan perkataannya, mencium dengan dalam dan panas.


Bukan gerakan yang lembut, sampai membuat Diana merasa sakit, Diana tetap dalam gerakan itu, merasakan napas Fred yang agresif di mulutnya, dan tidak berani bergerak.


"Diana, kenapa kamu selalu tidak patuh?"


Telapak tangan besar Fred menuju ke dadanya, perlahan-lahan membuka kemeja Diana, saat Diana menyadari dengan takut apa yang ia mau lakukan, Diana langsung menghentikan tangan Fred.


"Fred, jangan disini..."


Pintu ruangan belum terkunci, orang orang bisa masuk kapan pun, kalau ada orang yang melihat mereka disini, Diana harus bagaimana?


Keluarga Tanoe sudah tercemar jelek dengan banyaknya kritikan kejam, ia juga pernah dipermalukan, ia sangat memahami gosip itu adalah hal yang menakutkan, ia tidak ingin mengacaukan dia sendiri.


Fred melihat mata Diana, dadanya menjadi panas, bawah perutnya juga semakin hangat, Fred memeluk Diana, tanpa menjelaskan apa apa langsung berjalan ke arah sofa.


Fred tidak ingin Diana seperti ini, tapi dalam pikirannya selalu terlintas tentang Diana dengan Jeff tadi, gambaran itu seperti jarum, yang menusuk dadanya, sakit yang sangat menakutkan, Fred tidak bisa mengabaikan masalah ini.


"Fred..."


Diana amat ketakutan, ia menarik kerah baju Fred, menekan suaranya dan bersuara Memohon dengan lirih, tapi saat ini, Fred mana bisa mendengarnya.


Fred menutup telinga Diana, bernapas dengan agresif, cinta yang sampai di mulut, dari atas kepala sampai bawah ditelan oleh fred.


Semuanya, dalam sekejap bergerak dengan tenaga dan bernapas terengah-engah, Diana gemetaran di bawah tubuh Fred, dengan memerhatikan pintu yang belum terkunci, hatinya panik, tapi tubuhnya merasa ingin dan ingin.


Tiba tiba "Tok! Tok!" Ada orang mengetuk pintu.

__ADS_1


Diana panik, dan ketakutan, raut wajahnya Fred juga langsung berubah, matanya menyebarkan kegairahan tapi ditahan.


Bella yang ada di luar belum mendengar respon apa-apa, dan mulai bertanya, "Pak Fred, aku datang untuk mengantarkan dokumen."


__ADS_2