Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 32


__ADS_3

Kepercayaan diri Diana sangat tinggi, hal itu dikarenakan memang ia sudah di latih dari kecil, terlahir dari keluarga kaya, meskipun kini keluarga Tanoe bangkrut, tapi ia tetap adalah orang yang sama, dan wanita seperti itu adalah lawan yang sepadan dengan nya.


Yolana mengigit bibirnya, memikirkan bagaimana membalasnya, namun Fred lebih dulu berkata, "Yolana, aku masih punya pekerjaan yang harus aku selesaikan, aku permisi dulu."


Setelah selesai berbicara, dia masih memegang pinggang Diana lalu pergi, pandangan nya tidak pernah lepas dari Diana.


Yolana berbalik dan menatap bayangan mereka berdua, matanya menjadi gelap, dia tidak percaya bahwa hubungan dia dan Fred yang sudah saling mengenal bertahun tahun terkalahkan oleh Diana yang baru di kenalnya beberapa hari.


Setelah berjalan beberapa saat, Fred menarik tangannya, tanpa penjelasan, semua seperti tidak terjadi apa-apa.


Diana melihat pria yang berada di sampingnya itu, diam-diam mengigit bibirnya, perutnya terasa sakit, tadi Fred sangat lembut dengannya, namun dalam sekejap berubah menjadi begitu dingin.


Merasakan sedang di tatap oleh wanita itu, Fred berbalik, tak sengaja ia menangkap senyum di sudut mulut Diana, sebelum dia bisa menyimpan nya, Fred berhenti sejenak kemudian berkata, "Ada apa?"


"Tidak apa-apa". Diana mengalihkan pandangannya, meskipun mulutnya mengucapkan kata-kata seperti itu, namun ekspresi nya menunjukkan maksud lain.


Fred mengangkat alisnya dan menyaksikan wanita itu sedang meraih koktail di atas meja sebelah nya.


Fred mengulurkan tangan lalu menangkap tangan wanita itu, "Diana, apakah ada hal yang kamu sembunyikan?"


Sebelum ke kota B dia sudah berjanji dengannya, baru hari ke dua, namun dia sudah mulai menyembunyikannya, nyalinya sungguh besar.


Diana melihat Fred, ingin sekali menarik tangannya dari tangan Fred, namun di samping mereka terlalu banyak orang, dia juga tidak berani terlalu kelihatan, mencoba beberapa kali namun gagal, dengan nada rendah dia berkata, "mana berani aku menyembunyikan sesuatu dari pak Fred?".


Diana sengaja mengunakan nada biasanya untuk bicara, terlihat wajah pria itu muram, tetapi hati nya lega.


Fred menatap Diana selama beberapa detik, dan tiba-tiba pegangannya menjadi sedikit lebih kencang, menariknya lebih dekat, kemudian berkata di telinganya dengan suara dingin, "Diana, aku akan menghukummu waktu kita pulang nanti".


Ketika dia akan pergi dan selesai berbicara, Fred melihat koktail yang ada di atas meja disebelah nya, dengan wajah muram berkata, "Tidak boleh minum bir, jika kau mabuk di depan wajahku, aku akan membuangmu keluar".


Sebuah kalimat yang tampaknya mengancam, namun secara tidak sengaja mengingatkan kenangan malam sebelumnya, hati Diana tegang, dan seketika dia terdiam.


Fred melepaskan tangannya, kemudian mengambil segelas sampanye dari meja, kemudian tatapannya menuju ke kerumunan orang-orang.


Fred mengangkat gelasnya lalu minum, dan tiba-tiba matanya terpaku, seberkas cahaya terbesit di matanya.


Tiba-tiba juga wajahnya menjadi serius, sambil memalingkan wajahnya ke samping, Fred menatap Diana dengan suara dingin berkata, "Target muncul, ikuti aku".


Diana malu dengan kejadian tadi malam, ketika dia mendengar kata-kata Fred, di tersadar.


Diana menghela nafas lalu mengikuti Fred, saat berjalan beberapa langkah, ia melihat target yang dikatakan oleh Fred.


Kepala dinas penjabat Real Estate kota B yang di sebutkan oleh chirst, sebenarnya Diana sudah melihat informasi mengenai penjabat itu saat membaca file-file terkait proyek tersebut.


Michael Kepala dinas penjabat Real Estate kota B, adalah orang penting untuk memenangkan proyek ini, semua tanah komersial dan lahan industri di kota B jika ingin diperjual belikan perlu di setujui olehnya.


Jika orang itu tidak setuju, walaupun chirst setuju, mereka tidak akan bisa mendapatkan tanah itu.


Sebelum datang Diana telah membaca informasi yang sebenarnya, dan mengingat nya dalam hati, jika mereka berhasil meyakinkan Michael, maka hubungan pasti akan lancar.


Michael sedang berbicara dengan dua orang laki-laki, seperti nya suasana hatinya sedang baik, Fred baru akan melangkah, mereka juga langsung memandang nya.


Mungkin Fred memang mempunyai aura, tersendiri, sekali melihat dia, dua pria yang berada di samping Michael langsung berhenti berbicara.


Seorang pria paruh baya menyipitkan matanya dan dengan cepat berkata, "Bukankah itu CEO Fred?" Dia melangkah maju dan mengulurkan tangannya ke Fred.


Fred mengangkat sudut bibirnya lalu berjabatan tangan dengannya, "Jangan begitu, pak Harrie".


Pak Harrie mengangguk, dan dengan hangat memperkenalkan Michael dan pria lain ke Fred.


Ketika pak Harrie berbalik dan ingin memperkenalkan Michael ke Fred, Fred tersenyum, "pak Harrie, sang ini tidak perlu di perkenalkan, semua orang pasti tau direktur Michael, penjabat dinas real estate kota B.


Michael sedikit terkejut, dia melihat tangan Fred yang ingin menjabatnya, ia pun langsung berjabat tangan dengannya, "Pak Fred, Saya juga mendengar bahwa anda adalah pemimpin komunitas bisnis kota B, banyak yang mengatakan anda masih muda tapi sudah sangat sukses, saat bertemu denganmu sekarang ini, tenyata memang anda memiliki pesonamu sendiri".

__ADS_1


"Direktur Michael anda terlalu berlebihan, di depan kalian para ketua, aku hanya seorang Junior yang tidak berpengalaman, aku masih harus banyak belajar darimu di masa depan".


Fred dengan berani memuji ketiga orang itu, begitu mereka mendengarnya, wajah mereka terpesona, dan jarak yang semula ada di antara mereka juga berkurang.


Setelah mengobrol sebentar, Fred melihat kesempatan itu datang, dan kemudian mengambil topik pembicaraan untuk proyek tersebut.


Dia pertama-tama bertanya kepada pengurus yang lama, yaitu pak Harrie, "pak Harrie, kali ini datang ke kota B apakah sedang ada proyek?"


"Saya tidak begitu sibuk, hanya punya satu proyek favorit, melihat apakah ada peluang untuk kerja sama, pak Fred pasti anda tidak akan pergi ke kota B tanpa alasan bukan?"


"Tidak menutupi mu, pak Harrie saya datang ke sini kali ini karena perusahaan menghadapi masalah yang sulit, saya memliki proyek pengembangan di kota B, dan semua rencana pendanaan sudah ada, tetapi hanya satu bagian yang belum di menangkan".


Harrie mendengar kata-kata itu tertawa kecil, kemudian mengulurkan tangan dan menepuk pundak Fred, "kalau begitu anda datang hari ini sungguh tepat, direktur Michael sekarang bersama kita, mengapa kau tidak berbicara dengannya".


Fred memandang Michael, sambil berbicara, "direktur Michael, mari kita berbincang-bincang?"


Dalam beberapa menit, mereka berbicara tentang topik proyek perbaikan kota B, mereka duduk di sofa di sebelah tempat istirahat, dan Harrie menyadari topik pembicaraan ini agak sensitif dan kemudian pergi.


Direktur Michael meskipun terlihat tenang, tetapi sebenarnya ia sedang menghindari topik tanah itu.


"Direktur Michael, anda seharusnya sudah mendengar tentang proyek pengembangan perusahaan Pratama ini, tiga bulan lalu, wakil dari kami Kusuma pergi ke kota B mencari anda untuk berbicara tentang tanah itu, tetapi anda menolaknya karena ada perselisihan atas tanah itu, apakah anda masih mengingat nya?".


Memang benar kalau tanah itu ada perselisihan, tetapi itu adalah retorika staf resmi mereka untuk menahan tanah, sampai hari ini, tiga bulan kemudian, tanah masih di tahan oleh mereka, menggunakan alasan yang sama.


Michael tersenyum, dengan ekspresi datar kemudian berkata, "tentu aku masih ingat, tetapi kalau boleh jujur, jika kau datang untuk berbicara tentang proyek ini, bisa aku katakan bahwa proyek ini masih tidak bisa dijalankan".


Michael tidak menjualnya, dan begitu Fred berbicara dia menolaknya, kemudian suasana berubah menjadi tegang.


Fred tiba-tiba tertawa lalu berkata, "mengapa direktur Michael menyimpulkan nya begitu cepat? Dalam hal harga, saya memiliki ke unggulan absolut, dan kami memiliki semua prosedur, sekarang perbedaannya adalah persetujuan anda".


"Itu benar, tetapi masih ada perselisihan di tanah itu, sebelum masalah perselisihan di selesaikan, tidak mungkin di jual". Michael bersandar di sofa, tatapannya terlihat sangat dingin.


Fred tersenyum dan tidak berbicara. Suasananya sudah tidak enak, jika dilanjutkan berbicara, hanya bisa membuat kepala dinas marah.


Diana segera pergi dan membawa dua gelas anggur merah, Fred telah mengubah topik ketika dia kembali, dan suasananya jauh lebih santai dari sebelumnya.


Saat Diana memberikan anggur merah, tiba-tiba telepon seluler Fred berdering, Fred menyentuh telepon selulernya, lalu menatap Michael, "mohon maaf di rekrut Michel, aku mengangkat telepon dulu".


Michael mengangguk, lalu dia meneguk anggur merah nya seperti tak terjadi apapun, Fred berdiri dan pergi, hanya menyisakan Diana dan Michael.


Michael minum sendiri, tidak ada niat untuk memperdulikan Diana, dalam dua menit dia melihat ke arah dimana Fred pergi, kemudian memandang Diana.


"Sekretaris Diana saya masih ada urusan, tolong beritahu pak Fred, saya akan berbicara dengannya lagi ketika ada waktu".


Diana mendengar kata-kata itu, hatinya cemas, dan dengan cepat dia berdiri.


Michael mengatakan demikian, jelas hanya alasan untuk meninggalkan, namun jika dia pergi, bagaimana nasib tanah itu?


Diana harus menghentikan Michael untuk pergi, jika tidak maka Fred tidak akan ada kesempatan lagi.


Diana maju setengah langkah, lalu memberikan senyuman, "pak Michael, pak Fred baru saja mengatakan bahwa ia masih ingin minum dengan anda, segelas anggur ini masih belum di minum, apa tidak sebaiknya tunggu sebentar?"


Michael terlihat ragu-ragu, kemudian ia melirik anggur di atas meja sambil menaikkan alis, dan menatap wajah Diana yang tersenyum, jadi dia duduk kembali.


Diana melirik arlojinya, hatinya agak cemas, jika Fred tidak kembali dalam beberapa menit, mungkin Michael benar-benar akan pergi, diana harus menemukan cara untuk mengulur waktu agar Michael tidak pergi.


Tatapannya menyapu ke arah Michael dengan cepat, dan matanya berhenti ketika melihat lengan bajunya, Diana menarik napas dan memberanikan diri lalu bertanya.


"Pak Michael, di lengan kemejamu itu adalah sulaman Suzhou kan?"


Michael tertegun, kemudian menunduk untuk melihat lengan bajunya, lalu mengangguk, "kenapa kamu bisa tau?"


Diana tersenyum, "pola bajumu sangat unik, ketika anda minum, lengan bajumu terlihat, itu sangat indah, aku pernah melihat karya-karya Suzhou sebelumnya, aku hanya menebak saja".

__ADS_1


Michael terkejut di puji oleh diana, ekspresi nya kini berubah jadi santai, "aku kira kalian anak muda tidak tertarik dengan hal-hal seperti ini".


"Aku punya seorang Tante yang merupakan seniman pembuat sulaman, dia telah menjadi seniman selama puluhan tahun, sejak dia berusia delapan belas tahun, dia biasa memberiku beberapa kerajinan kecil seperti sapu tangan, sulama semacam ini sangat mengesankan, tetapi dalam dua tahun terakhir ini ia pergi beristirahat di pegunungan karena alasan fisik, dan saya belum pernah melihatnya lagi dalam waktu yang lama".


Mata Michael menjadi cerah, dia dengan cepat berkata, "maaf, kalau boleh tau apa nama keluarga seniman ini?"


Diana mendongak dan matanya menatap Michael, "Sherly, dia seorang seniman sulaman Suzhou".


Mata Michael seketika menjadi bersemangat, "master Sherly, aku memiliki segelintir koleksi karyanya".


Diana bertanya dengan cepat, "pak Michael anda kenal dengan Tante Sherly?"


"Tentu saja tau, saya sangat tertarik dengan budaya selama milik nya, hobi saya adalah mengumpulkan beberapa seni sulaman buatan tangan, saya mengagumi para seniman tua di Suzhou itu".


"Kebetulan sekali! Tapi sekarang Tante Sherly sedang memulihkan diri di pegunungan, aku tidak tau dimana dia berada, sebelum dia pergi dia memberikanku sebuah karya nya".


Lalu Diana mengeluarkan ponselnya dari tas nya, dan menunjukkan foto kepada di rektur Michael.


Begitu Michael melihat foto itu, matanya bersinar, satu foto, dia memperbesar, memperkecil, dan melihat bolak-balik beberapa kali.


"Barang antik, ras camar, barang yang original, sangat berharga, master Sherly sebelum pergi memberimu barang ini, pasti kalian mempunyai hubungan yang sangat dekat".


Diana tersenyum, mengambil teleponnya kembali, lalu berbisik, "Tante Sherly adalah teman ayahku, aku biasanya memiliki hubungan yang baik dan saling menjaga satu sama lain".


Michael mengangguk, dan tetap diam untuk waktu yang sedikit lama, sementara Diana mengangkat gelasnya, "direktur Michael, saya selalu merasa bahwa orang yang mengerti seni sulaman adalah orang yang sangat berselera tinggi, hari saya bertemu dengan anda dan saya merasa sangat senang, mari kita bersulang".


Michael tersenyum lalu mengangkat gelasnya, Diana meminum anggur dan menurunkan gelasnya dengan lembut.


Ketiak dia melihat keragu-raguan dari mata pria itu secara tidak sengaja, dia mengambil kesempatan itu, lalu berkata.


"Jika direktur Michael menyukai sulaman ini, aku dapat mengirimkan nya kepadamu".


Michael mendengar nya lalu menaikan alisnya, "tidak bisa begitu, aku tidak bisa menerima nya".


"Sebenarnya aku tidak tau banyak tentang seni sulaman, aku mengagumi Tante Sherly lebih dari yang aku tau, benda itu bagiku hanyalah sebuah kerajinan tangan, tapi benda itu mempunyai arti lain bagimu, bagaimana pun ini adalah budaya tradisional negara kita, jika anda dapat mengumpulkan lebih banyak karya seni sulaman dan mencari peluang untuk menunjukkan kepada orang lain mengenai pesona budaya-budaya ini, saya sangat rela untuk memberikan nya kepada anda".


Diana terdengar sangat meyakinkan, dia secara khusus membedakan antara Hadiah dan suap, dan dia tau sebelum nya bahwa Michael bukan seorang kolektor pribadi, jadi dia bersedia memberinya kerajinan itu.


Setelah Michael mendengar kata-kata nya itu, dia tidak bisa berkata kata, dan hanya diam saja.


Kemudian Diana berkata, "jika anda benar-benar menyukai kerajinan seni sulaman, anda pasti bisa melakukan lebih banyak dari pada seorang sekretaris kecil seperti saya dapat lakukan, jadi saya akan mengirim karya seni itu kepada anda jika anda bisa menyimpan karya ini dan mempromosikan budaya ini, maka itu adalah suatu kehormatan bagiku".


Michael akhirnya terguncang, dia memandang Diana dengan apresiasi.


"Itu benar, saya berencana untuk mengadakan pemeran budaya seni sulaman di museum kota B, Jika anda dapat mengirim karya seni ini tanpa pamrih, saya sangat berterima kasih."


"Di rektur Michael, anda terlalu sopan, ini yang harus kita lakukan sebagai penduduk yang baik untuk mewarisi budaya tradisional, dan anda adalah contoh yang sebenarnya", ucap Diana, ia menoleh dengan tidak sengaja, akhirnya ia melihat Fred melangkah ke arahnya.


Dia sudah menjawab panggilan telepon nya selama hampir 15 menit, wajahnya memucat, dan sepertinya ada sesuatu yang salah.


Diana menarik nafas dalam-dalam menatap kembali ke arah Michael, lalu berkata dengan lembut, "direktur Michael, beri aku kartu nama anda, dan aku akan menghubungi anda untuk mengirim kerajinan itu ke tempat anda".


"Terimakasih, kamu terlalu repot-repot", Michael tersenyum padanya dan mengeluarkan kartu nama lalu menyerahkan nya kepada Diana.


Secara kebetulan, Fred berjalan ke arahnya, dia melihat Diana yang mengambil kartu nama milik Michael, dan dia dengan cepat memandang Michael dan bertanya sambil tertawa kecil, "Direktur Michael, apa yang sedang kalian bicarakan?"


Michael jelas-jelas dalam suasana hati yang baik, Dia melambaikan tangannya dengan senyum memandang Diana, "Ini hanya percakapan tentang topik yang sangat kami minati".


Ketika Fred mendengar kata-kata itu, matanya dingin, dan ketika dia ingin melihat Diana, Michael tiba-tiba mengangkat gelas untuk bersulang padanya, Fred mengambil gelas dan mereka saling bersulang.


Michael minum secangkir dan terus berbicara dengannya tentang topik yang baru saja mereka bicarakan, tidak ada yang menyebutkan masalah tanah tersebut, tanpa sadar, 30 menit berlalu.


Kemudian datanglah seseorang untuk menyapa Michael dan memintanya untuk berbicara dengan pihak lain, setelah beberapa saat, Fred bangkit dan mempersilahkannya pergi.

__ADS_1


__ADS_2