Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 66


__ADS_3

Segera, Jeff datang dan ketika melihat Diana di meja, raut wajahnya seketika berubah.


Dia berhenti di setiap langkah dan wajah ayah Fred pada saat itu belum menunjukkan ekspresi apa-apa.


Dia langsung pergi ke sebrang dari Fred dan Diana lalu duduk, pada saat yang sama dia menyapa mereka, "Ayah, kakak."


Ayah Fred meliriknya dan bertanya dengan suara berat, "Kamu kemana saja? Bukankah aku sudah bilang untuk pulang lebih awal hari ini?"


Wajah Jeff tanpa ekspresi, dan dia berkata dengan santai, "Aku bertemu dengan seorang teman dulu tadi."


"Teman? Kamu sudah berumur dua puluhan, kamu tidak memperhatikan pekerjaan perusahaan, dan setiap hari bergaul dengan teman temanmu diluar. Aku benar benar tidak ingin mengatakan kamu !"


Jeff menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. Dia mengambil segelas anggur dan menuangkannya untuk dirinya sendiri, setelah itu dia memandang ayah Fred dan berkata dengan lembut, "Ayah, jangan marah. Aku tidak bisa melakukannya tapi perusahaan kan masih ada kakak?"


Dia mengatakan kalimat ini dengan makna sarkas tertentu.


Ketika ayah Fred mendengarnya, dia bahkan lebih marah, "Jeff, kamu masih bisa mengatakan itu? Katakan padaku apa yang bisa kamu lakukan! Tugas yang diberikan padamu, kamu berikan pada kakakmu karena takut akan kesulitan. Kamu juga telah menyetujui beberapa proyek yang tidak menguntungkan. Apakah kamu tau apa yang orang luar katakan sekarang..."


Jeff mendengar kata kata itu, tangan yang memegang gelas anggur itu pun dikencangkan secara perlahan.


Setelah Fred kembali dari kota B, berita bahwa Pratama Jaya Group berencana untuk mempromosikan proyek pengembangan kota B telah tersebar luas di kota H.


Banyak orang yang mengetahui situasi bahwa pada awalnya Jeff ditunjuk oleh ayahnya untuk proyek ini, tetapi tidak terduga pada akhirnya Fred yang mengambilnya.


Jeff tidak hanya mengecewakan kepercayaan ayahnya, tetapi juga dicibir karena identitasnya sebagai anak yang tidak sah, pada awalnya, semua orang memanggilnya anak haram keluarga Pratama secara rahasia.


Sekarang Jeff, benar benar telah menjelaskan reputasinya sebagai putra tidak sah.


Jeff tentu tau ini, semakin dia memikirkannya, emosinya semakin naik.

__ADS_1


Dia melirik Fred dan Diana yang berada di seberangnya, suaranya dingin, dan nadanya penuh sindiran, "mau bagaimana pun lebih baik dari pada berkelahi untuk untuk proyek dengan cara yang tidak pantas!"


Kata kata kasar yang berisi banyak informasi, dan gerakan dari Diana menunjukkan dengan sangat jelas apa yang dia maksud.


Wajah ayahnya terasa berat, dan dia bertanya dengan suara yang dingin, "Cara apa yang tidak pantas? Jeff, jangan membuat orang lain malu jika Kamu sendiri tidak memiliki kemampuan!"


Jeff tersenyum sinis dan tidak mengatakan apapun.


Diana mengangkat matanya, melihat pria yang berada di posisi berlawanan, menekan amarah yang meningkat di dadanya.


Awalnya, dia berpikir bahwa setelah Fred membuat klarifikasi Jujur, dan terbuka dengan perusahaan, semua orang akan memiliki penilaian dasar mereka sendiri, tetapi tak disangka, Jeff bahkan berpikir bahwa dia menggunakan cara yang tidak pantas untuk memenangkan proyek, tetapi juga dengan sengaja mengatakannya di depan Ayahnya, bagaimana mungkin dia tidak marah?


Diana menarik nafas dalam-dalam, memalingkan matanya, melihat ke arah ayah Fred, tersenyum lalu berkata, "Ayah Fred, mungkin di mata Jeff, aku dan tuan Fred memiliki hubungan di kota B, dan adalah cara yang tidak pantas untuk memanfaatkan hubungan, tetapi pada hari-hari perjalanan bisnis itu, aku belajar banyak hal, dan menyadari bahwa jika aku ingin melakukan bisnis, orang tidak bisa terlalu kaku, atau tidak akan ada yang berjalan dengan baik."


Ada beberapa makna dalam ucapan wanita itu, di satu sisi, menjelaskan tentang dirinya sendiri dan Fred di depan ayah Fred, disisi lain, diam diam menyindir pikiran kaku Jeff yang tidak menghasilkan apa-apa.


Tidak ada kata kata yang menyinggung, tetapi ini adalah sebuah serangan balik yang cerdas dan kuat kepada sisi yang lain.


"Jeff! Yang dikatakan Diana tidak salah! Aku sudah bilang kepadamu dari awal, Jangan terlalu kaku, dibutuhkan hubungan di pasar, kamu tidak mendengarkan!" Ayah Fred berbicara dengan wajah yang terlihat serius.


"Ayah! Dia jelas jelas mengejekku karena ketidak mampuanku!" Wajah Jeff sedingin es, bercampur dengan rasa marah karena malu, "Dia hanyalah seorang wanita biasa, di mengerti apa!"


"Jeff! Jangan lancang!" Wajah ayahnya tiba tiba berubah dan dia berteriak dengan dingin.


Ayahnya hendak mengatakan sesuatu lagi kepada Jeff, namun ketika Fred yang tidak berbicara dari awal, tiba tiba berkata, "ayah, makan dulu, sayur di atas meja semakin dingin."


Ayah Jeff hanya mendengarkan, mencoba mengendalikan raut mukanya, menarik kembali pandangannya, kata kata yang akan dilontarkan dari mulutnya ditarik kembali, "Baiklah, ayo makan."


Kebetulan bibi dapur datang menghidangkan sup ikan terakhir, saat memindahkan piring, Fred mengulurkan tangannya, menaikkan pangsit udang yang di dekatnya, lalu dipindahkan ke depan Diana.

__ADS_1


Fred tau Diana suka makan pangsit udang, tadi ia melihatnya seperti ada pandangan suka dari Diana saat bibi datang menghidangkan makanannya, hanya saja jarak Diana terlalu jauh, ia hanya melihat dan tidak enak untuk mengambilnya.


Diana melihat pangsit udang yang menggiurkan di depannya, mengangkat mata menatap ke arahnya, raut mukanya kembali normal, meskipun mengangkat dan minum segelas bir tanpa ada hal apa-apa, gerakan itu malah gerakan yang seperti biasanya.


Hati Diana merasakan kehangatan, suasana hatinya tiba tiba membaik.


Tidak terasa makan malam telah selesai, ayah Fred menyuruh pembantunya untuk menyiapkan makanan penutup yaitu buah buahan.


Ia memandang Diana dengan ramah dan berkata, "Diana, nanti makan buah ya, aku akan menyuruh pembantu untuk mempersiapkan kamar tamu kalau malam ini tidak nyaman untuk pulang."


Ayah Fred punya kesan yang baik terhadap Diana, Diana kira ia adalah orang tua yang keras, tapi tidak di duga kalau ia ramah, sangat mudah didekati orang.


Diana menunduk sedikit, menjawab dengan sopan, "Tidak usah, terima kasih atas perhatian anda."


"Baiklah, kalau begitu kamu makan buah ya, nanti aku suruh Fred mengantarmu pulang"


Diana hanya mengangguk dan tersenyum.


Ayah Fred tersenyum ke Diana, membalikkan badan, dan memandang Fred yang ada disisi lain, "Fred, ikut denganku."


Fred mengikuti ayahnya ke ruangan buku di lantai dua, lalu menutup pintu kamar, saat berbalik, ayahnya terlihat sudah duduk disofa sebelah, dan sedang menatap Fred.


Fred melangkah ke depan, dan bertanya, "Ayah, apakah ada yang ingin dibicarakan?"


"Duduk."


Fred duduk didepannya.


Ayahnya seperti berubah seperti menjadi orang lain, raut mukanya tidak ada sedikit senyuman, menjadi serius, "Kamu melakukan proyek fiesta kali ini dengan baik, tapi aku memanggilmu kemari, untuk hal yang lain."

__ADS_1


Fred terdiam sejenak, dia sudah menebak jawabannya dalam hatinya, matanya mengangkat, memandang ke ayahnya, "Karena Diana?"


Ayah Jeff menganggukkan kepalanya, dan langsung bertanya, "Kamu dengan Diana, sudah melangkah sampai mana?"


__ADS_2