
Diana menarik nafas nya dalam dalam, berusaha menenangkan diri, memelankan langkah nya, sambil menunggu Fred mendekat, dia berkata dengan suara ringan, "siang pak Fred"
Baru selesai berbicara, dia melihat ke arah pria itu, dia malah melihat pria itu diam dan menatap nya.
Diana baru menangis, matanya kelihatan jelas merah dan bengkak, Fred pasti bisa melihat nya.
Fred ragu setengah detik, baru berkata, "menangis tidak bisa menyelesaikan masalah apapun, masalah papamu aku akan bantu kamu mengurus nya, yang paling penting sekarang adalah kamu mulai melakukan persiapan untuk proyek fiesta, kalau kamu kerjanya bagus, aku akan aturkan kamu bertemu dengan Lesson Tanoe".
Setelah Diana mendengarnya, karena senang, dia langsung menarik ujung baju pria itu, "Benarkah?"
Fred menjawab pelan, "iya".
Sekarang Diana merasa batu yang menimpa hatinya itu sudah ringan beberapa kilo, "Terimakasih, proyek fiesta aku akan berusaha semaksimal mungkin!"
Fred melihat matanya yang merah dan pipinya yang merah juga, hatinya tidak tau kenapa jadi merasa kesal, dia merasa baju nya sedikit tertarik, dia melihat ke bawah, barulah dia sadar wanita ini lagi menarik ujung baju nya.
Diana menangkap tatapan nya Fred, dia pun sadar, dengan cepat melepaskan tangannya
Sedikit canggung dan tertawa ke arah Fred, "pak Fred, aku pergi kerja dulu".
Setelah selesai berbicara, dia dengan cepat berjalan keluar, mukanya gara gara tindakan tadi menjadi panas.
**
Tidak terasa sudah waktunya jam pulang kantor, Diana menyelesaikan kerjaannya, tiba-tiba kepikiran ada hal yang harus di kerjakan, yaitu pergi mencari Jeff, menyuruh nya untuk menghapus video tersebut.
Diana melihat waktu, baru lewat 10 menit dari jam pulang, jam segini rata rata karyawan pada belum pulang, kalau dia langsung pergi ke ruangan Jeff, pasti dilihat banyak orang dan nanti nya bakal muncul gosip tentang dia dan Jeff.
Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk menunggu 20 menit lagi baru kesana, Diana menggunakan waktu itu untuk melihat lihat proyek fiesta, belum lama tiba - tiba ada orang masuk, dia melihat Fred yang berdiri di depan pintu.
Diana segera berdiri, "pak Fred, ada perintah apa?"
__ADS_1
Fred melihat dokumen di mejanya sambil bertanya, "Tidak pulang?"
Diana ragu sejenak, dia melihat ke dokumen di mejanya, dengan cepat dia mencari alasan, "Aku ingin lihat-lihat dulu data tentang proyek fiesta, baru nanti aku akan pulang".
"Iya". Ekspresi Fred seperti biasa, juga tidak banyak Berbicara.
Mendengar Diana mau lembur, dia langsung berjalan pergi sekalian membawa kartu akses.
Diana menghela nafas, dalam hatinya senang karena hari ini Fred pulang lebih cepat, kalau tidak pasti bisa ketahuan kalau dia mau pergi mencari Jeff, nanti pasti akan salah paham lebih besar lagi.
Setelah lewat 20 menit dari jam pulang, Diana membereskan barang- barangnya, membawa tas langsung menuju ke ruangan Jeff.
Ruangan Jeff dan Kusuma di lantai yang sama, dulu waktu Diana melewati nya, dia tidak sengaja melihat nya, jadi dia tau letak persisnya dimana.
Lampu ruangan itu sepertinya masih terbuka, harusnya di dalam masih ada orang, Diana berjalan ke depan, dengan pelan dia mengetuk pintunya, mendengar ada jawaban dari dalam, barulah dia berani mendorong pintu nya dan masuk ke dalam.
Jeff sedang duduk di kursi kerja, tangannya terdapat segelas anggur merah, melihat pemandangan keluar jendela, keliatan sungguh santai.
Diana sengaja membuka pintu nya, dan dia melangkah ke depan, seperti tidak mendengar apa apa dari Jeff tadi, dia langsung berkata, "Jeff, tolong hapus video tadi".
Jeff melihat sekilas ke Diana yang bermuka serius, sedikit tersenyum, "Diana, minta tolong itu harus ada tindakannya, menurut kamu dengan muka begitu, aku akan menghapus nya?"
Diana diam diam mengepalkan tangannya, "Jeff, kamu apaan sih?"
Dia dan Jeff hanya memiliki sebuah hubungan yang tidak membuahkan hasil, seharusnya tidak perlu memegang erat kelemahan masing-masing dan tidak mau melepaskan, tapi pria ini justru tidak mau melepaskan nya..
Jeff menggoyang kan anggur merah yang ada di gelasnya, dengan pelan dia meminumnya, dan dia melihat ke arah Diana, "Diana, coba kamu senyum kepadaku".
Diana menggigit bibir bawahnya, kemudian langsung melangkah keluar, karena dia tidak mau basa basi.
"Diana!" Jeff meletakkan gelasnya dengan kencang dan langsung berlari, "kalau kamu berani keluar dari ruangan ini, aku akan segera mengirimkan Vidio ini ke semua media di kota H, besok akan ada headline, putri malang Diana meminta maaf Dengan rendah hati!"
__ADS_1
Diana segera menghentikan langkahnya, dia membalikkan kepalanya, matanya memerah, "jeff, apa yang kamu mau! Apakah kamu merasa aku masih kurang menderita!"
Mau bagaimana pun, dia itu dulu mantan pacarnya, dia mengira pria ini bisa lebih mengerti sedikit tentangnya, tapi tidak pernah terpikirkan kalau pria ini malah lebih membenci nya dari pada orang lain.
Jeff melihat mata Diana yang berlinang air mata, hatinya tiba-tiba sedih, "Kalau kamu mau pergi dari Pratama Jaya Group dan meninggalkan Fred, aku akan segera menghapus video nya".
"Tidak mungkin!", Diana tanpa berpikir panjang langsung menolak nya.
Hubungan dia dan Fred, bukan dengan meninggalkan Pratama jaya group sudah bisa selesai, sejak dia menyerahkan dirinya kepada Fred, dia dan Fred sudah tidak bisa dipisahkan.
Apalagi, Diana masih berharap kalau Fred bisa membantu urusan papanya, kondisinya sekarang, tidak menjadi lebih parah karena bantuan dari Fred.
Jeff semakin emosi, nadanya menjadi lebih tinggi, "Diana, kamu tidak mengerti Fred! Kamu berada di sampingnya saat ini, tapi suatu hari kamu akan sangat menderita karenanya!"
Diana tersenyum, "menderita? Paling tidak dua sekarang bisa menjaga keamananku, kalaupun sampai menderita aku juga tidak masalah!"
Diana melangkah ke depan, dengan tatapan tajam menatap Jeff, lalu berkata, "Jeff, aku tidak tau kamu punya niat apa, tapi permintaan ini aku tidak akan setuju, kalau kamu mau menyebarkan nya silahkan, tapi mulai sekarang kita berdua adalah orang asing, tidak saling mengenal!"
Diana selesai berbicara langsung berjalan keluar ruangan.
Jeff mendengar kata orang asing dari Diana, jantung nya tiba tiba menciut, hati nya kesal dan sangat galau, dia kemudian berlari mengejar Diana.
Diana baru mau masuk ke lift, menekan tombolnya, tapi Jeff berlari mengulurkan tangannya untuk menahan pintu lift yang pelan pelan tertutup.
Pintu lift nya otomatis segera terbuka, Jeff segera masuk ke dalam liff, menatap Diana, berusaha menekan emosinya, "Diana, video nya akan aku hapus".
Setelah berbicara begitu, dia mengeluarkan handphone dari jasnya, membuka galeri dan kemudian mencari video itu, lalu di depan Diana langsung dia menghapus nya.
Diana melihat nya, dalam hatinya ada sedikit rasa lega.
Tapi detik berikutnya, Jeff langsung berjalan ke depannya, "tapi hari ini kamu harus menemaniku makan malam!"
__ADS_1