Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 12 " Martabak Manis "


__ADS_3

Last~


"seandainya Ricko~kun ada disini." Batin Shilla yang berkhayal


×


Dan tiba lah Ricko yang kebetulan belum pulang sekolah dan langsung mendatangi Shilla dengan sepeda motornya.


"Shilla kamu belum pulang?." Tanya Ricko


"loh Ricko kenapa kamu disini?!." Tanya Shilla yang terkejut khayalannya menjadi kenyataan


"harusnya aku yang nanya kenapa kau disitu?." Tanya balik Ricko


"tadi ngurus kegiatan OSIS dulu, eh tau tau udah petang, hape mati pula." Ucap Shilla yang kesal sendiri


"kalo begitu....gimana kalau ku antar kamu pulang?."



•Back to story'•


"pulang bareng lagi?!!." Teriak Shilla yang panik dengan ajakan Ricko


"lagi? kan baru dua kali sih." Ucap Ricko dengan santai


"ehhh!...." Teriak Shilla yang kelepasan


"mau sampai kapan kau menunggu disini? ayok!." Ajak Ricko yang menarik tangan Shilla untuk naik sepeda motornya


"ehh tunggu!!!..." Ucap Shilla yang menolak


×


Dan akhirnya Shilla menerima ajakan Ricko untuk mengantarkan ia pulang.


Di perjalanan suasana di antara mereka sangat hening dan pada akhirnya.


"anoo...."


"anoo...."


Ucap mereka secara bersamaan


"eh kamu duluan deh." Ucap Ricko yang mengalah


"tidak kamu aja ngomong dulu Ricko." Ucap Shilla yang salah tingkah


"nggak, kamu aja ngomong duluan Shilla." Ucap Ricko yang fokus ke depan


"ya udah, begini hmm kamu tadi pulang terlambat kenapa?" Tanya Shilla


"ehh!! hehehe anu itu, tadi aku males pulang ke rumah, jadinya ya tadi aku ke perpustakaan aja dulu baca - baca eh malah ke sorean hehehe." Ucap Ricko yang berbohong mencari alasan


×Flashback on×


•Ricko POV•


Ricko khawatir dengan sikap Shilla tadi dan sepulang sekolah ia memutuskan untuk mengajaknya pulang bareng sebagai permintaan maaf.


"Shilla tadi kenapa ya? biasanya dia selalu tersenyum, apa tadi dia nungguin aku kelamaan ya? jadi dia ngambek begitu." Batin Ricko yang bertanya pada dirinya sendiri


×


Ricko yang sedang dalam perjalanan menuju ke kelasnya Shilla, tetapi di kelasnya sudah kosong dan hanya menyisakan empat siswi itupun tidak ada Shilla di sana.


"permisi, Shilla nya masih di kelas ga ya?." Tanya Ricko ke teman sekelasnya Shilla


"eh ada cowok ganteng banget ih, kayanya anak baru deh."


"kakak kelas berapa?."


"kamu ga liat itu kelas dua?."


"wah senpai keren banget, kenalan dong."


"senpai sudah punya pacar belom?."


"senpai minta nomer line mu dong."


Ucap beberapa siswi yang menggoda Ricko


"anu aku kesini mencari Shilla, apa dia masih di sini?." Ucap Ricko yang bertanya sekali lagi


"oh Shilla sekarang ke ruangan OSIS kak, biasa dia kan wakil ketua OSIS, jadi dia sibuk gitu kak." Ucap salah satu siswi yang memberi tahu Ricko

__ADS_1


"jam berapa biasanya ia pulang?" Tanya Ricko lagi


"ga tau juga sih, petang mungkin."


"eh senpai siapanya Shilla kak?."


"dia kakaknya Shilla mungkin."


"setahu ku Shilla belum tertarik pacaran."


"daripada nungguin Shilla mending sama kita aja kak."


"jangan gitu, tadi kamu ga liat Shilla tadi kelihatan murung di kantin."


Ucap para siswi yang masih saja menggoda Ricko


"kalau begitu, terimakasih banyak infonya, permisi." Ucap Ricko yang lari serangan pertanyaan dari teman - temannya Shilla


×


Ricko memutuskan berjalan menuju ke ruangan OSIS, tetapi di sana ada banyak orang.


Jadi Ricko memutuskan untuk menunggunya di kantin sekolah sampai Shilla keluar dari ruangan OSIS tersebut.


×Flashback off×


•Ricko POV end•


"oh jadi begitu, lalu kamu tadi mau tanya apa?" Ucap Shilla yang bertanya


"aku tadi, hmm gimana ya ngomongnya? kamu tadi kenapa?." Tanya Ricko yang bingung mengatakannya bagaimana


"aku kenapa?." Tanya Shilla yang tidak mengerti


"tadi lo, waktu aku bawa buku paket bersama Ratna." Ucap Ricko menjelaskan


"oh itu........ emang nya aku kenapa?." Ucap Shilla memberi pertanyaan menjebak


"lo, aku kan ga tau, makanya aku nanya kamu kenapa?." Tanya Ricko yang tidak mengerti


"gapapa." Jawab Shilla mengelak


"sabar Ricko sabar." Batin Author


"biasanya kan kalau setiap bertemu, kamu selalu tersenyum. tapi waktu itu kamu beda, apa kamu marah gara - gara kelamaan nunggu di kantin?, maaf ya kamu pasti kecewa, apa kamu udah bosen berteman denganku...." Ucap Ricko yang tetap fokus ke depan


"hai!!!" Ucap Ricko yang merinding seketika karena panggilan Shilla


"aku ga marah kok, ini buktinya aku sudah bersamamu kan, dan aku ga akan bosen ketika bersamamu. penyelamatku." Ucap Shilla seiring dengan tangan Shilla yang berpegangan pada Ricko dan kepalanya yang bersandar di bahu Ricko


"ah dasar tidak peka ih, tapi syukurlah dia belum menyadarinya." Batin Shilla yang lega sekaligus kesal


"syukurlah dia ga marah, eh dia pegangannya kok gini ya, eh tenang - tenang tuan muda, dalam pertemanan gini tu biasa." Batin Ricko yang deg deg an


×


Suasana di antara mereka kembali menjadi hening hingga akhirnya ada suara yang terdengar.


"kkrrr... kkkrrrr..." Suara terdengar diantara mereka berdua


"suara apa itu eh? apa ban motor ya?." Tanya Ricko yang tidak tahu suara tersebut berasal dari mana


"maaf, itu tadi suara perut..." Ucap Shilla yang menjawabnya sangat malu


"oh kamu lapar ya, hahahaha kirain suara apaan, kalo gitu ayok cari makan dulu." Ucap Ricko yang menertawakan Shilla


"hihh jangan mengejekku ih!!." Ucap Shilla sambil mencubit Ricko karena jengkel dengan Ricko yang menertawainya


"aw iya!!! udah hey! kita ini dijalan, nanti jatuh lo." Ucap Ricko yang kesakitan di cubit Shilla


"dasar ga peka hih, menyebalkan." Batin Shilla yang jengkel


"ini kan sudah mau malam, kita jajan aja deh jangan makan, ga enak kamu nanti kemaleman." Ucap Shilla yang memberi saran


"terserah kamu sih, emang kamu mau apa?." Tanya Ricko


"martabak manis." Ucap Shilla yang sambil menempelkan dagu di bahunya Ricko


"emang di sini ada?." Tanya Ricko yang melihat spion ke arah Shilla


"ada kok, biasanya aku beli di situ, udah deket kamu pelan - pelan aja." Ucap Shilla mengarahkan


×


Dan mereka pun tiba di tempat toko martabak manis, Ricko pergi ke tempat duduk yang tersedia di sana dan Shilla pun ke tempat si penjual untuk memesan.

__ADS_1


"kakak mau pesan apa?." Tanya si penjual


"pesan martabak manis satu rasa cokelat keju ya mas." Ucap Shilla yang bersemangat memesan ke si penjual


"kamu rasa apa?." Tanya Shilla ke Ricko yang duduk di tempat duduk yang tersedia di toko tersebut.


"samain aja." Jawab Ricko sambil mengamati wajah cerianya Shilla


"dua jadinya ya mas." Ucap Shilla ke si penjual


"martabak manis cokelat keju dua ya kak?." Tanya si penjual sekali lagi


"Yap." Jawab Shilla


"baik, tunggu sebentar ya kak." Ucap si penjual


×


Shilla pun berjalan ke tempat Ricko dan duduk di sebelahnya.


"dia semangat sekali." Batin Ricko yang memandangi Shilla


"kamu lihatin apa?." Tanya Shilla yang jahil nyenggol Ricko


"nggak lihatin apa - apa hehehe, kamu kelihatannya suka banget martabak manis ya?." Tanya Ricko


"ehh! ga juga sih." Ucap Shilla yang berbohong


"terlihat jelas lo, kamu aja semangat gitu kok." Ucap Ricko


"kan manis? semua orang suka manis tauk." Ucap Shilla yang kembali bersandar di bahu Ricko


"ya kamu juga manis......" Ucap Ricko


Deg.. Deg.. Deg..


Suasana diantara mereka berdua kembali hening, tapi Ricko memecahkan suasana.


"kamu kelihatannya capek banget ya hari ini?." Tanya Ricko


"ga juga." Jawab Shilla yang masih bersandar


"la ini kenapa dari tadi gini?." Tanya Ricko lagi


"kalo ga boleh bilang?!." Ucap Shilla menaikkan nada ngomongnya


"boleh, jangan keseringan aja." Ucap Ricko yang malu


"kenapa? baper ya?...." Ucap Shilla yang menggoda Ricko


"ng- nggak!!!." Ucap Ricko yang salah tingkah


"tapi kamu suka kan." Ucap Shilla yang menggoda Ricko tetapi tidak ada jawaban


Deg.. Deg.. Deg..


×


Selagi menunggu pesanan mereka jadi, mereka berdua hanya terdiam melihat cara pembuatannya saja tanpa topik pembicaraan atau bisa di bilang hening.


Tetapi akhirnya Shilla memecah keheningan.


"anoo Ricko." Panggil Shilla yang masih bersandar


"iya ada apa?." Jawab Ricko yang sambil cek hapenya


"anu mengenai hubungan dengan Ratna... apa.... kembali seperti dulu?." Tanya Shilla yang terlarut suasana hening


"hahaha kenapa kamu bertanya gitu, aku dan Ratna cuma berteman, ya benar aku dulu menyukainya tetapi sekarang perasaanku telah berubah terhadapnya..." Ucap Ricko terpotong setelah melihat Shilla tidur di bahunya


"loh dia tidur, tuh kan kamu tu kecapekan Shilla~chan." Ucap Ricko yang memindahkan kepala Shilla di pangkuannya


"kamu cantik ya kalau lagi tidur, aku suka.. ehh" Batin Ricko yang memandangi wajah Shilla



"perasaanku yang berubah ini, mungkin karena kehadiranmu.."


~


~


"Shilla"


~

__ADS_1


~Bersambung..


__ADS_2