Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 43 " Teman Masa Kecil "


__ADS_3

Last


“tidak terjadi sesuatu kok kak, sudah ya, permisi.” Ucap Shilla yang pamit


×


Shilla pergi meninggalkan Rio bersama teman - temannya.


Shilla pun berjalan menuju ke supermarket tempat Ricko bekerja, Shilla menyempatkan mampir membeli bakso bakar untuk dirinya dan satu lagi untuk Ricko.


Setelah membeli dua bungkus bakso bakar, Shilla lanjut berjalan, dan sesampainya Shilla di tempat kerjanya Ricko.


Shilla terkejut dengan apa yang ia saksikan dengan bola matanya sendiri.


“Ricko~kun.”



•Back to story•


Shilla diam mematung dan menjatuhkan bakso bakar yang ia bawa setelah melihat Ricko yang sangat dekat dengan wanita lain.


Ricko yang menyadari keberadaan Shilla, ia langsung menghampirinya dan menjelaskan apa yang telah terjadi.


“Shilla...”


“dia cuma seniorku di tempat kerja, ga lebih.” Ucap Ricko yang meraih tangan Shilla dan mencoba menjelaskan


“ohh... senior.” Ucap Shilla yang mencoba dewasa dan mencoba tersenyum


“kenapa ga cerita?.” Batin Shilla dibalik senyum palsunya


×


Setelah melihat Shilla, Vania bertanya - tanya pada dirinya sendiri.


“siapa cewek itu? apa dia pacarnya chubby?.” Batin Vania


“chubby kemari...” Panggil Vania yang berusaha untuk tetap tenang


“chubby?.” Batin Shilla setelah mendengar panggilan senior pacarnya tersebut


×


Ricko pun menggandeng Shilla untuk memperkenalkannya dengan vania.


“maaf meninggalkanmu tiba - tiba senpai, kenalin ini pacarku....” Ucap Ricko terlihat ingin memperkenalkan Shilla ke Vania


“Ashilla nurusyifa kak.” Ucap Shilla yang langsung menyerobot dan mengulurkan tangannya


×


Vania hanya melihat saja uluran tangan dari Shilla, tanpa menyalaminya balik.


“benerkan, dia ini pacarnya.” Batin Vania yang sangat terkejut


“maaf ya dek Shilla....”


“Ricko tadi itu sedang training, dan saya di sini mengajarkan semua yang saya tahu dan apa yang harus Ricko lakukan.”


“jika tidak ada kepentingan lebih dengan Ricko, jangan mengganggunya....” Ucap Vani yang memarahi Shilla


“maaf kak, saya tidak tahu, saya....” Ucap Shilla yang kena semprot Vania


“mentang - mentang kamu pacarnya kamu jadi.....” potong Vania yang belum selesai menceramahi Shilla


“senpai! tolong jangan salahin Shilla~chan.” Potong Ricko yang membela Shilla


“mentang - mentang dia pacarmu, terus seenaknya dia masuk ganggu kamu di sini bekerja gitu?.” “harusnya kamu bilangin ke dia, kalau kamu disini kerja.” Ucap Vania yang malah menyudutkan Ricko


“maaf atas kecerobohan saya kak, saya janji ga akan ganggu Ricko~kun di jam kerja, jangan marahi dia lagi.” Ucap Shilla yang meminta maaf


“hah.....” Kata Vania yang menghela nafas


“ya sudah, saya beri waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan masalah kalian, saya tinggal dulu.” Ucap Vania yang ingin meninggalkan kedua pasangan tersebut


“celaka, aku kelepasan....”


“harusnya aku tidak terlalu.....” Batin Vania yang memalingkan pandangan ke arah pasangan tersebut


“terimakasih kak.” Ucap Shilla yang berhasil membuat Vania melihat ke arahnya


“Vani....”


“Vania Christy.” Kata Vania yang menyebutkan namanya


“makasih kak Vani.” Ucap Shilla dengan senyuman


×


Vania pun berjalan menjauh dari kedua pasangan tersebut.


“tidak, ini sudah benar.”


“tidak ada yang boleh memilikinya....”


“kecuali aku.....”


“seperti dulu.”


×Flashback Vania on×



Waktu masih sekolah dasar, Vania sedang berjalan bersama temannya, dan bertemu dengan Ricko yang sedang makan sendirian.


“hey penyendiri!.” Panggil Vania kecil


“ikut kami sebentar.” Ucap teman Vania yang mengajak Ricko kecil


“kemana?.” Tanya Ricko kecil


“ayo ikut aja dek daripada kamu sendirian di sini.” Ucap temannya Vania

__ADS_1


×


Ricko pun mengikuti Vania bersama temannya itu ke gedung belakang sekolah.


“kita mau ngapain kesini?.” Tanya Ricko yang mengikuti kedua gadis tersebut


“begini, kami mau minta tolong....”


“angkatin kursi di gudang ke kelas kita dong.” Ucap Vania dan temannya meminta bantuan


“hah, tapi kan....” Kata Ricko yang ingin menolaknya


“kami mohon.....” Ucap Vania dan temannya memasang muka ter imut mereka


“baiklah, tapi temani aku masuk ke sana.” Ucap Ricko yang akhirnya ingin membantu kedua gadis tersebut


“oke.” Kata kedua gadis tersebut


×


Ricko masuk ke gudang duluan, tapi tiba - tiba Vania dan temannya tersebut menutup pintu gudang dari luar, Ricko yang sudah di dalam gudang, langsung menggedor - gedor pintu gudang.


“hey ini tidak lucu!!!.” Teriak Ricko


“yeay!.”


“hahaha kita berhasil.” Ucap kedua gadis tersebut


“ayo kita tinggalkan saja dia disini.” Ucap temannya Vania


“jangan ditinggal! aku takut kegelapan!.” Teriak Ricko yang panik


“dia takut, gapapa nih kita tinggal?.” Tanya Vani yang malah khawatir


“mana ada anak cowok takut gelap vani, dah lah yok pergi, nanti juga dia di lepasin orang yang lewat.” Ucap teman Vania yang menghadang Vania lewat


×


Setelah sepuluh menit berdebat, Ricko yang di dalam gudang tidak mengeluarkan suara lagi, itu pun membuat Vania semakin panik.


“dia berhenti teriak, kalau dia pingsan bagaimana?!.” Teriak Vania yang langsung menyuruh temannya untuk menyingkir


×


Vania pun membuka pintu gudang dan tiba - tiba langsung di terjang oleh Ricko yang langsung memeluknya karena ketakutan.


“hey tunggu!!.” Teriak Vania yang terkejut dengan pelukan dari Ricko


“a-aku takut....” Ucap Ricko yang sembari menangis


“jangan nangis di bajuku, nanti.....” Ucap Vania


“dia gemeteran, saking takutnya ya....” Batin Vania yang akhirnya membiarkan Ricko dalam posisi ini untuk beberapa saat


“udah gapapa, maafkan kami yang mengerjai mu, kami tidak tahu kalau kamu takut gelap.” Ucap Vania sambil mengelus kepala Ricko yang masih memeluknya


“lagian kamu cengeng sekali sih, cowok kok takut gelap....” Ucap temannya Vania yang terhenti karena Vania mencubitnya


“ittaa iya - iya maaf.” Ucap temannya Vania


×


“hey, namaku Vania Christy dari kelas lima B, nama kamu siapa?.” Tanya Vania yang mencoba mencairkan suasana


“R-Ricko Putera Wijaya, dari kelas empat B.” Ucap Ricko yang masih memeluknya


“mau sampai kapan kamu memeluknya?.” Tanya teman Vania yang dari tadi memperhatikan Ricko tidak mau lepas dari Vania


“eh, ma-maaf senpai!.” Ucap Ricko yang gelagapan


“senpai?.” Tanya Vania yang tidak paham


“karena Vania~san kakak kelasku, jadi aku manggilnya Vania~senpai.” Ucap Ricko yang menjelaskan lalu ia tersenyum


×


|.Dan keesokan harinya.|


Ketika Vania sedang berjalan ke sekolahnya sendirian, ia di cegat tiga cowok SMP yang berniat menggodanya.


“hey adek, ikut kakak yok.” Ucap salah satu siswa SMP tersebut


×


Vania melewati mereka, tapi anak - anak SMP tersebut menghadang jalan Vania.


“sombong banget.....”


“ayok ikut kakak.” Ucap siswa yang menggenggam tangan Vania


“lepasin!.” Bentak Vania


“hahaha coba saja lepasin sendiri.” Ucap siswa SMP tersebut yang menekan pipi Vania


“hey!!! Lepasin senpai!.” Teriak Ricko dari jauh yang langsung menjadi pusat perhatian anak - anak SMP tersebut


“Ricko! Jangan kemari!.” Teriak Vania yang mencegah Ricko ikut campur


“kamu mau apa bocah tengil?.” Ucap salah satu siswa SMP tersebut


“aku akan menghajar kalian.” Ucap Ricko yang berjalan mendekat


“candaan yang lucu....” Ucap salah satu siswa SMP tersebut


“ayoo serang!!” Teriak salah satu siswa SMP tersebut yang langsung menyerang Ricko dan diikuti kedua temannya tersebut


×


Meskipun dia menerima luka lebam di bagian pipinya, Ricko berhasil menang dengan mudah dan membuat anak - anak smp tersebut kabur melarikan diri, Vania yang terlepas dari mereka pun berlari menghampiri Ricko karena mengkhawatirkannya.


“kenapa kau menolongku?! itu berbahaya tau!.” Bentak Vania yang memukul - mukuli bahunya Ricko yang terduduk


“karena kau berharga senpai.” Ucap Ricko dengan polosnya

__ADS_1


×


Di saat itu juga, Vania pun pertama kalinya kagum kepada sosok Ricko.


“ayok jalan.” Ucap Ricko yang akan mau berdiri


“tunggu, ku obati dulu lukamu.” Ucap Vania yang menarik tangan Ricko untuk duduk kembali


“ga perlu, ini luka biasa, nanti juga....aaaa!!!.” Ucap Ricko yang menolak tapi dipaksa Vania untuk diobati


“biasa apa, ini lebam tahu ga, diam lah sebentar.” Ucap Vania yang mengomel


“nanti kita terlambat senpai.” Ucap Ricko


“sssttt.” Kata Vania yang tidak mau tau alasan dari Ricko


×


Vania pun mengobati luka lebam Ricko dengan obat p3k yang ia bawa, dan setelah selesai.


“dah selesai.” Ucap Vania


“besar banget perbannya, keliatan kayak anak kecil tau.” Ucap Ricko yang mengomel


“kau kan emang masih kecil dongo!!.” Bentak Vania


“tapi kalau dilihat - lihat, kau keliatan chubby ya dengan luka itu.” Ucap Vania yang meledek Ricko


“hah masa? nggak ah! aku cowok senpai, cowok itu ga boleh imut.” Ucap Ricko yang malah gelisah


“iya chubby banget.” Ucap Vania yang menggoda Ricko


“lepas ajalah perbannya.” Ucap Ricko yang ingin melepaskan perban yang membungkus pipinya


“jangan, biarin aja chubby.” Ucap Vania yang menahan tangan Ricko


“lepasin!”


“nggak.”


“lepasin!”


“nggak.”


×Flashback vania off end×


Vania pov


Chubby adalah teman masa kecilku yang berharga......


Banyak waktu yang kita habiskan bersama....


Aku tidak mengerti, kenapa perasaan ini tiba - tiba muncul di saat seperti ini....


Yang jelas aku tidak ingin kehilangan dia.


Tidak akan kubiarkan ia pergi dariku lagi....


Tidak ada seorang pun yang boleh merebutnya dariku.


Termasuk kamu Ashilla.


Vania pov end



×


Sementara itu, Ricko dan Shilla berjalan keluar supermarket, Shilla yang merasa bersalah dari tadi pun hanya terdiam, Ricko pun mencoba memecah keheningan tersebut.


“maafin senpai ya, kamu jadi dimarahin.” Ucap Ricko yang membuka pembicaraan


“iya gapapa kok, maafin aku juga yang ganggu waktu kamu bekerja.” Ucap Shilla yang masih merasa bersalah


“gapapa kok, jangan pikirkan itu lagi ya.” Ucap Ricko


“ngomong - ngomong ini apa? kamu tadi jatuhin ini, jadi aku ambil aja.” Ucap Ricko yang mengganti topik pembicaraan


“ohh lupa bakso bakarnya!!.” Teriak Shilla yang baru teringat


“bakso bakar?.” Kata Ricko


“tadi inginnya ngajak kamu makan itu sih, tapi gara - gara dimarahin tadi malah kelupaan, eh tapi kamu ga dibolehin kak Vani.....” Ucap Shilla yang comat - camit bicara tidak jelas


“sst....” Kata Ricko sambil memberi jari telunjuk di depan bibir Shilla


“udah, ayo cari tempat duduk, kita makan ini sebentar.” Ucap Ricko


“iya!.” Kata Shilla yang sudah mulai bersemangat


×


Ricko dan Shilla mencari tempat duduk untuk makan bakso bakar dan Ricko mencoba menggoda Shilla.


“selain acara makan bakso bakar ini, kamu kesini ada alasan lain kah?.” Tanya Ricko sambil makan


“ga ada sih, emangnya mau ngapain, kamu kan kerja.” Ucap Shilla yang sambil makan


“apa ada perasaan gimana gitu, jadi kamu ingin menemui ku.” Ucap Ricko yang memberi sebuah kode


“kamu kangen kan sama aku?.” Batin Ricko


“hmm ngga a, ohhh iya aku mau nanya satu hal ke kamu Ricko~kun.” Ucap Shilla yang baru teringat


“apa?.” Tanya Ricko


~


~


~


~“kapan kamu berangkat sekolah?.”

__ADS_1


~Bersambung....


__ADS_2