
Last~
Akhirnya mereka berdua pun sampai di depan gang yang dekat dengan rumah Shilla.
“kalau begitu, aku anterin aja sampe rumah, biar aku yang jelasin semuanya.” Kata Ricko yang memberikan pendapatnya
“jangan!!!.” Teriak Shilla yang langsung turun dari sepeda motornya Ricko
“kenapa?.” Tanya Ricko
“a-aku belum siap jelasin semuanya, maaf.”
“udah gapapa, aku bisa beri alasanku sendiri kok.” Ucap Shilla
“ya sudah, kalau begitu mah.” Kata Ricko yang nampak kecewa
“jangan kamu pikirin ya.” Ucap Shilla yang menenangkan Ricko yang nampak kecewa
“hmm iya, kalau begitu aku pamit ya.” Ucap Ricko yang ingin berpamitan
“iya!.” Jawab Shilla
×
Ricko yang menghidupkan mesin sepeda motornya, akan tetapi dari arah belakang mereka berdua, ada seseorang memanggil.
“Syifa.”
•Back to story•
|.Keesokan harinya pukul 13.00.|
Ricko yang sedang pertama kali bekerja di supermarket.
“terimakasih sudah berbelanja, datang lagi ya.” Ucap Ricko dengan senyuman
×
Wajah Ricko kembali menadi semula setelah pelanggan itu pergi.
Ricko yang masih memikirkan kejadian kemarin malam, setelah mengantarkan Shilla pulang.
×Flashback Ricko on×
“itu kamu kan Syifa?.” Tanya sesosok perempuan tepat di belakang Shilla dan Ricko
×
Shilla dan Ricko menoleh ke belakang dan terlhat itu adalah ummi nya Shilla yang baru pulang jamaah shalat maghrib.
“ummi!!.” Kata Shilla yang terkejut dengan kemunculan ummi nya tersebut
“darimana aja kamu? kok baru pulang jam segini?.” Tanya ummi yang siap menyemprot Shilla
“anu ummi anu....” Kata Shilla yang kebingungan mencari alasan
“dan siapa cowok itu?.” Tanya ummi nya Shilla yang langsung menyosor perkataan Shilla
“ini.....” Kata Shilla yang masih tidak bisa berbicara
“saya Ricko ummi, Ricko putera wijaya.” Ucap Ricko yang mantap memperkenalkan diri di depan ummi nya Shilla
“saya tidak nanya itu! yang saya tanya, kamu itu siapanya Syifa? lagi pula siapa yang kamu panggil ummi hah?!.” Ucap ummi nya Shilla yang sedikit meninggikan nada bicaranya dan berhasil menciutkan keberanian Ricko
“aku......” Kata Ricko yang mulai gugup
“dia cuma temen kok ummi, hehehe.” Ucap Shilla yang membuat Ricko terkejut dan menatap ke arah Shilla
__ADS_1
“yakin cuma temen?.” Tanya ummi yang masih tidak percaya dengan perkataannya Shilla
“iya ummi, ayok kita pulang.” Ucap Shilla yang menarik tangan ummi nya
“eh tunggu, ummi belum selesai bicara Syifa....” Ucap ummi Shilla yang di tarik tangan oleh anaknya
“kenapa Shilla berkata seperti itu?”
“kenapa dia berbohong?.” Batin Ricko yang terdiam kecewa
×Flashback Ricko off end×
Ricko yang masih memikirkan Shilla yang tega berbohong mengenai status hubungan mereka di depan ummi nya.
“kenapa dia berbohong?.” Batin Ricko yang mengepalkan tangannya karena kesal dan kecewa
×
Ricko yang suasana hatinya sedang panas, akan tetapi ia harus tetap profesional dalam bekerja.
Dan tiba - tiba ia kedatangan pembeli, Ricko pun dengan sigap menyambutnya.
“selamat datang, sel......” Ucap Ricko yang terhenti karena melihat siapa yang menjadi pembelinya tersebut
×
Ternyata seorang pembeli yang datang ke supermarket tempat Ricko bekerja ialah Shilla.
“Ricko~kun.” Kata Shilla yang terkejut dengan kehadiran Shilla
“ohh kamu, silahkan berbelanja.” Ucap Ricko yang nampak cuek lalu meninggalkan Shilla
“kamu kenapa?.” Tanya Shilla yang merasa di abaikan oleh Ricko
“gapapa.” Ucap Ricko yang berjalan ke kasir
“masalah kemarin kan? aku bisa jelasin....” Ucap Shilla yang tau topik permasalahannya dimana
“Rick~chan jaga bicaramu!!!.” Bentak pak manajer supermarket dari jauh
“tenang saja manajer, dia cuma teman.” Ucap Ricko yang melangkah meninggalkan Shilla
“Ricko~kun!!” Panggil Shilla yang berhasil menghentikan langkah kaki Ricko
“aku akan menunggumu di luar, sampai kamu pulang.” Ucap Shilla yang lalu keluar dari supermarket
×
Shilla berdiri di luar supermarket dan akan menunggu kepulangan Ricko.
Ricko yang melihat Shilla keras kepala menunggunya sendiri di luar sana dengan panasnya terik matahari itu, membuatnya sangat iba dan khawatir.
Dan benar saja, belum ada lima belas menit Ricko sudah keluar dan menghampiri Shilla.
“ijin sebentar manajer.” Ucap Ricko dengan cepat keluar dari supermarket
“iya - iya saya mengerti.” Ucap pak manajer yang sedari tadi memperhatikan tingkah karyawannya tersebut
×
Ricko pun keluar dan menghampiri Shilla yang berdiri sambil memainkan ponselnya.
“aku masih lama, kamu pulang aja.” Ucap Ricko yang sembari mendekati Shilla
“aku akan menunggumu sampai kamu selesai bekerja.....” Ucap Shilla yang masih keras kepala
“aku masih tiga jam di sini! kamu bisa pingsan nanti.” Ucap Ricko yang terlihat khawatir
“sudah kuduga dia bakal khawatir.” Batin Shilla yang menahan senyumnya
__ADS_1
“kalau kamu mau aku pulang, dengerin dulu penjelasan ku, supaya masalah ini cepet kelar, tak ada masalah di antara kita.” Ucap Shilla yang mendekati Ricko
“baiklah aku akan mendengarkan.” Ucap Ricko
×
Sebelum Shilla mulai meluruskan masalahnya, tiba - tiba pak manajer tempat Ricko bekerja berteriak memanggil nama Ricko.
“Rick~chan, cepat kemari!!! kita kedatangan banyak pembeli, saya tidak dapat melayaninya sendirian.” Teriak pak manajer supermarket
“iya! saya akan segera ke sana!.” Teriak Ricko yang menjawab panggilan pak manajer
“kamu sibuk ya Ricko~kun.” Batin Shilla
“aku harus kembali, kamu masih mau menungguku.” Ucap Ricko yang berbalik ke arah Shilla
“meskipun kamu marah karena egoku, kamu lelah dengan sikapku......”
“dan juga rumitnya hidupmu bahkan lelahnya harimu.....”
“kamu tak pernah menunjukkannya di depanku.” Batin Shilla yang melihat wajah Ricko
“iya, aku akan menunggumu sampai selesai.” Ucap Shilla
“tunggulah aku di tempat teduh, aku takut kamu jatuh pingsan.” Ucap Ricko yang khawatir
“yang selalu kamu tunjukkan ya rasa khawatir mu ini, dan selalu mencoba melindungi ku.” Batin Shilla
“iya, nanti aku kabarin kamu, aku menunggu dimana, oke.” Ucap Shilla yang menenangkan rasa kekhawatiran Ricko
“justru itu yang membuatku jatuh hati kepadamu.” Batin Shilla
“kalau begitu aku ke sana dulu ya.” Ucap Ricko yang pamit meninggalkan shilla
“iya.” Jawab Shilla
“tidak, bukan hanya karena itu.......”
“aku sebetulnya sudah menduga hubungan ini akan berjalan berat untukmu, bukan......”
“untuk kita berdua.” Batin Shilla
×
Ricko pun beranjak pergi meninggalkan Shilla, akan tetapi belum seberapa jauh Ricko melangkah, Shilla memanggilnya.
“nee Ricko~kun.!!!” Panggil Shilla yang berhasil menghentikan langkah kakinya Ricko dan ia melihat ke arahnya
“aku yakin kamu juga serius menjalani hubungan ini......”
“maka dari itu, aku ingin memperjuangkan mu....”
“dan meluruskan kesalahpahaman ini.” Batin Shilla
“ganbatte nee.....” Teriak Shilla yang mencoba memberi semangat Ricko
~
~
~
~
~“ya.” Kata Ricko yang memberi Shilla senyuman
~
__ADS_1
•semoga kamu mengerti ya•
~bersambung........