
Last~
Pukulan keras di layangkan Wijaya ke wajah Ricko hingga terjatuh, dan langsung di datangi para pemimpin pasukan Yakuza.
Wijaya yang di puncak amarahnya berusaha menyerang anaknya sendiri, akan tetapi berhasil di tahan oleh Ken dan para pemimpin pasukan Yakuza yang lain, dan Ricko pun berteriak menghentikan semua pertikaian itu.
“cukup!!!” Teriak Ricko
“sudah cukup, tak perlu membela saya dan menyalahkan diri kalian masing - masing.”
“dan oyaji, tenang saja, saya akan berhenti.”
•Back to story•
“saya akan berhenti menjadi Yakuza.”
“maaf mengecewakan amanah anda otou~sama.” Ucap Ricko menundukkan diri dan meminta maaf
“apa maksud anda tuan muda?.” Tanya Arashi pemimpin tim snipper
“Ken~san!!.” Panggil Ricko
×
Ricko berdiri, dan melemparkan katana nya ke arah Ken.
“saya titipkan richdai mikadsuki, dan....”
“terima kasih atas kerja sama kalian hari ini, saya pamit.” Ucap Ricko menunduk meminta maaf
“hey!! Mau kemana kau bocah?! Saya belum selesai bicara denganmu!!.” Teriak Wijaya yang masih murka tapi di abaikan oleh anaknya sendiri
×
Ricko pun berjalan pergi dari sana, dan menghampiri Shilla yang sedang duduk sendirian menunggunya.
“ayo pergi dari sini.” Ucap Ricko mengajak Shilla pergi
“ada apa? Terjadi sesuatu ya?.”
“dimana katana mu? Itu pipi mu kenapa?.” Tanya Shilla tapi Ricko melewatinya dengan menundukkan wajahnya
×
Ricko pun menarik nafas dan menoleh ke arah Shilla yang tidak tahu apa yang terjadi.
“daijobu, tidak terjadi apa - apa kok.”
“sekarang ini, yang ku butuhkan itu kamu, Shilla~chan.” Ucap Ricko dengan senyum palsu
“hah, kamu bohong kan? aku tau kamu sedang membohongiku....” Batin Shilla sambil melihat senyuman dari Ricko
“merayu! Kita baru beberapa jam jadian, kamu sudah berani ya.” Ucap Shilla yang pura - pura tidak tahu apa - apa
“kamu tidak lupa kan? Kita harus berobat dulu.” Ucap Shilla berjalan duluan
“ah iya, hampir lupa hahahaha.” Ucap Ricko yang menyusul Shilla
“yah mungkin itu tentang hubungan kita ini, sebaiknya aku tidak tanya - tanya tentang masalah itu dulu.” Batin shilla yang berjalan di koridor rumah sakit bersama Ricko
×
Setelah berobat, Ricko dan Shilla berjalan keluar dari rumah sakit.
Akan tetapi Shilla seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
×Flashback Shilla×
Shilla yang di tinggal Ricko di koridor rumah sakit sendirian, gelisah karena Ricko berjalan dengan tertatih - tatih tanpanya, sehingga dia memutuskan untuk melihatnya dari jauh.
Setelah Ricko sampai di depan ruangan Arima, Shilla melihat Ricko sedang berbicara dengan sosok pria yang berwajah paling sangar diantara pria yang ia temui hari ini.
Dan Shilla pun terkejut karena tiba - tiba pria tersebut menghajar Ricko sampai terjatuh ke lantai.
“Ricko~kun!." Batin Shilla yang terkejut
“apa pria itu ayahnya Ricko~kun? Apa yang mereka bicarakan?.” Batin Shilla yang melihat Ricko sedang di marahi ayahnya dan karena jauh ia tidak dapat mendengar apa yang Ricko dan ayahnya bicarakan
“apa ini karena aku ya?.” Batin Shilla yang berhenti melihat Ricko dan duduk di ruang tunggu koridor rumah sakit
×Flashback Shilla off end×
Shilla yang berjalan di samping Ricko melihat Ricko yang dari tadi terdiam, dan Shilla pun mencoba bicara.
“ada yang kamu pikirkan?.” Tanya Shilla yang mendekati Ricko
“eh tidak, tidak ada.” Ucap Ricko yang mencoba berbohong
“karena aku kan....” Ucap Shilla yang tiba - tiba berhenti berjalan
“eh apa?.” Tanya Ricko yang tidak dengar
“yang kamu pikirin itu aku kan?.” Ucap Shilla yang mencoba menghibur Ricko
“eh hahahaha mungkin.” Ucap Ricko yang tertawa
“kok mungkin? Berarti bukan dong.” Ucap Shilla yang berjalan di depan Ricko dan pura - pura merajuk
“mikirin kamu kok....” Ucap Ricko yang menyusul Shilla
“aku tau kok, kamu sedang mikirin apa yang di katakan ayahmu tadi, tentang hubungan kita kan?.”
"restu hubungan ini." Batin Shilla
×
Shilla yang berjalan bersama Ricko kembali ke tempat tabligh akbar, tiba - tiba Ricko menghentikan langkah kakinya.
“sudah sampai, kamu kembalilah ke acara, takutnya di cari.” Ucap Ricko menyuruh Shilla kembali dan mencari keluarganya
“kamu mau kemana?.” Tanya Shilla
“aku akan menunggu bunda di sini.” Jawab Ricko
“bunda? Bunda kamu di sini juga? Kalau begitu ayo kita cari bersama.” Ucap Shilla yang bersemangat menarik Ricko untuk masuk ke acara
“tidak aku tidak bisa masuk dengan keadaan baju seperti ini.” Ucap Ricko melepaskan tangan Shilla
“Benar juga, kalau begitu aku nunggu disini juga.” Ucap Shilla yang keras kepala
“tidak perlu, kamu masuk aja sana.” Ucap ricko menyuruh Shilla pergi
“nggak! Aku mau tetap di sini.” Ucap Shilla yang tetap kekeh ingin menemani Ricko
“Rick~kun!.” Panggil seseorang dari belakang Shilla
“bunda?.” Kata Ricko yang melihat bundanya
×
__ADS_1
Tibalah bunda Rita dari belakang Shilla, dan ia langsung menghampiri Ricko.
“kamu kenapa?! Wajahmu berantakan seperti itu, apa - apaan keadaanmu ini?! siapa yang membuatmu seperti ini hah?!.” Ucap bunda Rita yang sangat khawatir kepada anaknya tersebut
“sudah - sudah, Ricko gapapa kok, tak ada yang perlu dikhawatirkan.” Ucap Ricko menenangkan bundanya yang mengecek seluruh tubuhnya
×
Bunda Rita tenang Setelah tahu anaknya baik - baik saja, bunda Rita pun menoleh ke arah Shilla.
“ehh!!!.”
“ehh!!!.” Kata kedua wanita tersebut yang sama - sama terkejut
“bunda Rita!!.” Ucap Shilla yang terkejut
“Shilla~chan!!.” Ucap bunda Rita yang terkejut juga
“kalian sudah saling kenal?!.” Tanya Ricko yang juga terkejut melihat ulah kedua perempuan tersebut
“iya tadi.....” Ucap Shilla yang terpotong
×
Bunda Rita langsung pindah nyamperin Shilla dan menarik Ricko untuk menyingkir hingga terjatuh.
“oyy!! Anakmu itu disini!.” Teriak Ricko yang kesal
“kamu tak apa apa Shilla~chan?.” Tanya bunda Rita
“harusnya pertanyaan itu untukku bunda...” Ucap Ricko yang menggerutu sendiri
“tak ada yang terluka kan?.” Tanya bunda Rita yang mengabaikan ocehan anaknya
“terluka.” Ucap Ricko yang merasa di abaikan
“apa Rick~kun tidak bisa melindungi mu?.” Tanya bunda Rita lagi
“ehh!...” Kata Ricko yang mencoba membela diri
“diam kau anak muda!! Ini masalah perempuan.” Ucap bunda Rita yang dapat membungkam ocehan Ricko dari tadi
"aku ga nyangka si kalau bunda Rita itu bundanya Ricko." Batin Shilla melihat bunda Rita menceramahi anaknya
“hem....anu bunda, Shilla baik - baik saja kok, hanya baju sedikit berantakan ini, justru Ricko~kun yang telah menyelamatkan Shilla bunda, bunda jangan memarahinya ya.” Ucap Shilla memberitahu tentang keadaannya kepada bunda Rita
“baiklah, kamu lolos malam ini anak muda.” Ucap bunda Rita yang tetap mengintimidasi anaknya
"dengan begini, kita selangkah lebih maju, dan kami perlahan mendapatkan....." Batin Shilla
“ngomong - ngomong bunda, itu.....” Ucap Shilla yang malu - malu
×
Shilla pun mengisyaratkan bunda Rita untuk mendekat ke Shilla, karena Shilla ingin berkata.
“kami jadian.”
~
~
"restu akan hubungan ini."
~
~
__ADS_1
~Bersambung.....