Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 23 " Ajaran Dan Pedoman "


__ADS_3

Last~


Ricko yang sedang bersiap - siap untuk berangkat ke lokasi, akan tetapi Ricko bertemu ayahnya di koridor rumah.


"sudah lengkap semuanya kan?" Tanya Wijaya dengan santai


"ya begitulah" Jawab Ricko dengan santai pula


"apa yang lain berangkat duluan?" Tanya Wijaya sang ayah


"iya tadi sudah Ricko perintahkan untuk berangkat duluan untuk observasi tempat lokasi." Jawab Ricko dengan detail


"bunda mu?" Tanya lagi sang ayah


"masih di kamar mungkin, nanti berangkat bareng Ricko pake mobil, supaya tidak ada yang curiga." Jawab Ricko dengan santai


"jika begitu yasudah, jaga lah bunda mu itu ya" Ucap Wijaya memberikan amanah ke anaknya


"haa, otou~sama" Ucap Ricko yang tertunduk dengan sopan memberi hormat kepada ayahnya


"ayah tak ingin kau salah paham lagi seperti di masa lalu, cuma mengingatkan misi mu kali ini cuma mengawal, meski musuh kita akan datang untuk menantang kita di depan umum, kumohon kurangilah kekuatanmu. ayah tau kau semakin kuat sejak kejadian itu, untuk kali ini tahanlah iblis mu itu, lakukan semau mu, tebas lah semua musuh kita."


"tapi jangan lah kau membunuh seorang pun di antara mereka, cari tahu saja siapa nama pemimpin mereka. setelah itu kita siap menyerang markas mereka." Ucap Wijaya dengan tegas memperjelas misi yang ia berikan kepada anaknya


"yokai otou~sama" Ucap Ricko yang menurut apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut


"ayah serahkan padamu Rick... hiyak bukan! tetapi..."


~


"Shirich."



•Back to story•


|.Di kamarnya Ricko.|


Ricko yang sedang menunggu ibunya sambil melihat rembulan yang bersinar cerah di malam ini.


•Ricko POV•


Ibaratkan seperti bulan. aku adalah satu - satunya cahaya di keluarga ini. yang hanya muncul ketika gelapnya malam. tugasku adalah menerangi jalan mereka. karena sudah sewajarnya tugas bulan untuk menyinari dunia di malam hari.


•Ricko POV end•


Ricko yang duduk memandangi bulan sendirian, tiba - tiba Bunda Rita menghampiri dan menyapa Ricko yang sedang melamun.



"Rick~kun sayang sudah siap? ayok berangkat" Ucap Bunda Rita mengajak anaknya untuk segera berangkat


"bunda sudah siap semuanya? ga ada yang ketinggalan kan?" Tanya Ricko memastikan Bundanya sudah siap atau belum


"iya anakku, ayok berangkat." Jawab bunda dengan keyakinan yang mantap


"oke kalau gitu, ayok berangkat." Ucap Ricko yang langsung berdiri dan mulai bersiap - siap untuk pergi


×


Ketika melihat anaknya yang sedang bersiap - siap untuk berangkat, Bunda Rita memperhatikan gerak - gerik anaknya dari belakang, dan mulai bertanya.


"kenapa kau mewarnai rambut seperti yang dulu nak? bukannya malah mengingatkanmu pada masa lalu?" Tanya Bunda Rita yang berada di belakang Ricko


"ini cuma penyamaran kok Bun, Ricko ga mau jika teman - teman Ricko sampai tahu bahwa Ricko itu Yakuza." Jawab Ricko tanpa menoleh kebelakang


"jika kau ragu, ga perlu kau terima misi ini nak, Bunda ngerti kok kalau Rick~kun masih trauma sekarang...." Ucap Bunda Rita yang terpotong


"trauma?, Ricko ngga trauma kok Bun, lagi pula sudah sewajarnya kan seorang anak membantu kedua orang tuanya." Jawab Ricko yang berjalan melewati Bundanya


"oh begitu..." Ucap Bunda Rita yang masih ragu


"tak usah khawatir Bun, Ricko akan tetap menjadi putera mu yang kau kenal kok." Ucap Ricko yang memberikan senyuman untuk meyakinkan bundanya


"ayok berangkat" Ucap Ricko menarik tangan Bundanya


×


Ricko dan bundanya berangkat ke lokasi menggunakan mobil pribadi dengan Ricko yang mengemudikan mobil tersebut, hingga akhirnya mereka pun sampai.


Dan sesampainya di sana Ricko pun terkesan.


"wah ramainya, ini baru pertama kali Ricko mengunjungi acara seperti ini." Ucap Ricko yang dengan polosnya terkesan dengan suasana di tempat tersebut


"dasar anak rumahan, ayok kita masuk" Ucap Bunda Rita yang langsung menarik tangan Ricko


"Bunda duluan aja, Ricko mau menghubungi Ken~san dulu, Ricko ingin membahas survei lokasi dan strategi nanti." Ucap Ricko menolak ajakan Bundanya


"dasar ayah sama anak sama aja, bawaannya serius mulu, ya beginilah para cowokku." Batin Bunda Rita


"ya sudah, hati - hati ya, pokoknya nanti kamu harus masuk, meski sebentar." Ucap Bunda Rita yang menuntut anaknya


"iya Bunda, Bunda juga hati - hati, jangan banyak ngobrol sama orang yang tak di kenal." Ucap Ricko yang berjalan meninggalkan Bundanya tersebut


"astaga, mana bisa aku, diam saja di tempat seperti ini, hah tapi ya sudahlah, mungkin aku juga harus berhati - hati." Batin Bunda Rita yang masuk ke lokasi acara sendirian


×

__ADS_1


Sementara itu Ricko pergi menjauh dari pusat keramaian dan mencari tempat yang sepi.


Dan Ricko pun menelpon Ken untuk mendapatkan informasi yang sudah di siapkan oleh wakil kepercayaan keluarga Wijaya tersebut.


"laporan?" Tanya Ricko melalui telepon ponselnya


"lapor tuan muda, persediaan senjata enam M40A3, setengah pasukan pengguna katana, setiap pasukan sudah di bekali senapan biasa, dan pasukan kita berjumlah enam puluh orang sudah siap menerima perintah dari anda." Ucap Ken yang melaporkan informasi ke Ricko dengan tegas


"lokasinya?" Tanya lagi Ricko


"lokasi acara di pusat kota berbentuk persegi, di arah utara pusat acara terdapat gedung paling tertinggi di kota...." Ucap Ken yang melaporkan


"cukup, saya sudah mengerti." Ucap Ricko memotong laporan Ken


"baik tuan! apa rencana anda?" Tanya Ken dengan tegas



"lokasi berbentuk persegi kan?, di arah utara terdapat gedung tinggi, kita pasang enam penembak jitu kita di sana, di operasikan tiga dan tiga lagi untuk berjaga di tempat.


Lalu tugaskan lima orang untuk masuk di dalam acara untuk mengawal bunda di sana.


Lalu tugaskan sembilan orang untuk mengawal jarak terdekat pada daerah luar lokasi acara, di bagi menjadi tiga bagian.


Lalu supaya keadaan terlihat kondusif, kita beri jarak pasukan kita dari pusat acara, tugaskan masing - masing lima belas orang untuk berjaga di bagian timur dan barat, dan juga sepuluh orang di bagian utara." Ucap Ricko yang menjelaskan strategi misinya pada Ken


"bagaimana menurutmu Ken~san? jika ada yang kurang paham, tanyakanlah." Ucap Ricko yang meminta pendapat dari Ken


"strategi anda sudah sangat bagus dan sederhana, kita juga di untungkan dengan lokasi acara ini, menurut saya itu sudah pas tuan, mungkin ya anda harus menjelaskan langsung tentang strategi anda pada pasukan kita." Ucap Ken memberi pendapat


"hah, saya itu ngga pandai ngomong di depan banyak orang, Ken~san." Ucap Ricko yang pesimis


"ya sudah, saya mengerti, nanti biar saya sendiri yang mengarahkan pasukan kita sesuai perintah anda." Ucap Ken yang setuju dengan apa yang Ricko rencanakan


"bagus deh kalau gitu." Ucap Ricko



"sebaiknya anda tetap kesini tuan, kami akan membagi persenjataan dan walkie talkie, dan juga di sini sudah saya bawa kan katana anda tuan." Ucap Ken meminta Ricko untuk menemuinya


"ya sudah nanti saya ke sana" Ucap Ricko


"hey anak muda!" Panggil seseorang


×


Ada seorang pria paruh baya menggunakan pakaian rapi dan memakai sorban memanggil Ricko yang membuat Ricko sedikit terkejut dengan kemunculannya, dan Ricko pun sedikit melirik ke arah yang memanggilnya tersebut.


"ada apa tuan?" Tanya Ken yang juga mendengar suara seseorang tersebut


"nanti ku hubungi kembali" Ucap Ricko yang langsung menutup teleponnya


"tidak, aku hanya ingin mengunjungi acara tersebut." Ucap Ricko dengan polosnya


"kau ingin mengunjungi Tabligh Akbar dengan pakaian seperti itu hahaha" Ucap pria tersebut meledek Ricko yang sedang berbohong


"hahaha kelihatannya kau polos sekali ya nak" Ucap pria tersebut yang mencoba mendekati Ricko


"begini nak..." Ucap pria tersebut yang mencoba merangkul Ricko


×


Di kira kebohongan Ricko sudah terbongkar, sebelum pria tersebut merangkul Ricko, Ricko yang sudah sedari awal sudah posisi waspada, ia langsung mengunci pria paruh baya tersebut hingga kesakitan.


"aww hey sakit!, kenapa kau ini?!" Teriak pria tersebut yang kesakitan tidak memberi perlawanan


|.Dan setelah itu.|


"maaf paman, ku kira anda...." Ucap Ricko yang meminta maaf


"sudah kuduga kau itu samurai atau sejenisnya lah, kau sedang menjalankan misi di sekitar sini ya? dan kau mengira saya musuh mu kan?" Ucap pria tersebut yang masih mengintrogasi Ricko


×


Dan Ricko hanya diam saja.


"saya tidak akan bertanya - tanya lagi tentang privasi mu, tapi jangan berbuat keributan di sini, karena di sini wilayah Yakuza." Ucap pria tersebut yang akhirnya mengerti


"maaf" Ucap Ricko yang menundukkan kepalanya dan meminta maaf dengan benar


"sudah - sudah, saya tidak apa - apa nak." Ucap pria tersebut yang berjalan melewati Ricko begitu saja


×


Karena Ricko yang masih merasa tidak enak pada pria tersebut, Ricko pun mengikuti pria tersebut entah berjalan kemana, dan suasana di antara mereka menjadi hening, hingga akhirnya pria tersebut memecahkan keheningan.


"hey nak, apa kau pernah pacaran?" Tanya pria tersebut untuk memecahkan keheningan


"ah hahaha belum pernah paman, memangnya kenapa?." Ucap Ricko yang salah tingkah dan berbalik bertanya


"oh jadi belum pernah ya, kalau begitu boleh tidak paman bercerita." Ucap pria tersebut yang masih menyusuri suatu tempat


"boleh kok paman, silahkan saja." Ucap Ricko yang mengikuti pria tersebut dari belakang


"begini, anak paman itu cewek, mungkin dia seusia mu, beberapa hari ini tingkahnya aneh, terkadang senyum - senyum sendiri, lebih sering di kamar, ketika di tanya pasti mengelak, kata Ummi nya dia itu sedang tertarik sama cowok seniornya." Ucap pria tersebut yang curhat ke Ricko


"Ummi??, senior??." Batin Ricko yang heran dan penasaran dengan cerita pria tersebut

__ADS_1


"mungkin dia takut jika paman sampai tahu." Ucap pria tersebut yang masih berjalan


"kenapa harus takut? " Ucap Ricko yang menanggapi cerita pria tersebut


"Tsuki(bulan)?" Batin Ricko yang melihat langit terlihat bulan bersinar terang di sini


"karena saya melarang anak saya untuk pacaran." Ucap pria tersebut yang tersenyum dan berhenti di taman yang memperlihatkan bulan yang malam ini bersinar terang


"alasannya?!" Tanya Ricko lagi


"di agama, seorang manusia yang bukan muhrimnya itu dilarang mendekati zina nak." Ucap pria tersebut sambil tersenyum


"cuma itu?" Ucap Ricko yang mulai kesal dengan apa yang pria tersebut ceritakan padanya


×


Ricko yang sejak lahir di besarkan di keluarga yang tidak berpendidikan agama, tidak bisa menerima metode ajaran yang diterapkan pria tersebut, dan Ricko berkata.


"saya tau tentang hukum agamanya, tapi jika itu saya, saya akan membantah keras peraturan tersebut, jika dia bahagia menjalaninya kenapa harus paman larang?." Ucap Ricko yang menentang keras tentang ajaran pria tersebut


"kau tak mengerti nak, di keluarga paman itu sangat menjunjung tinggi nilai - nilai agama, dan paman itu sangat mengamalkan apa yang di ajarkan agama kepada kita, jadi yang paman ingin terapkan pada anak paman itu tentang...." Ucap pria tersebut yang terpotong


"ini tentang kebahagiaan anak anda?!" Ucap Ricko memotong pria tersebut yang sedang berbicara


"mungkin di matamu, paman ini tipikal ayah yang kejam dan posesif kan? tapi saya begini juga demi kebaikannya, tidak ada yang bahagia jika itu bukan di jalannya, sebagai ayah dan orang tua, paman hanya ingin meluruskan jalannya." Ucap pria tersebut dengan senyuman


×


Tiba - tiba ada orang tak dikenal muncul menghampiri mereka dan memanggil seseorang.


"anda di sini ustadz Syauqi~san, ini sudah waktunya, ayo kita segera pergi." Ucap seorang yang rupanya mencari pria yang bersama Ricko dan pria tersebut yang ternyata seorang ustadz


"haa saya segera ke sana" Ucap pria tersebut berjalan melewati Ricko



"ku tinggal dulu nak, paman paham dengan pendapat mu, tapi suatu saat kau akan mengerti nak, semoga malam mu ini menyenangkan nak. assalamualaikum." Ucap ustadz Syauqi yang langsung meninggalkan Ricko sendirian


"waalaikum salam" Jawab salam dari Ricko


"mungkin dia itu benar, aku tidak mengerti tentang agama yang ia pegang ajarannya tapi aku tidak suka...." Batin Ricko yang melihat kepergian pria tersebut


"kenapa dia sangat memihak anakku ya?, apa cerita ini tidak asing baginya ya?, hah mungkin..." Batin ustadz Syauqi


"ayah seperti itu."


"anak zaman sekarang seperti itu." Batin mereka yang saling melirik satu sama lain


×


Setelah di tinggal oleh pria tersebut yang ternyata seorang ustadz, tiba - tiba Ricko mendapatkan telepon.


"ada apa Ken~san?" Tanya Ricko melalui telepon ponselnya


"anda dimana tuan? segeralah kemari tuan kita akan mulai diskusi." Ucap Ken yang langsung ke topik pembicaraan


"saya segera ke sana" Ucap Ricko yang langsung menutup teleponnya


×


Berpindah dari Ricko yang akan pergi ke tempat Ken untuk berdiskusi rencana misi pengawalan ini.


Ibundanya Ricko yaitu Bunda Mawarita berada di stand buku, ia sedang sibuk memilih buku sebelum ia masuk ke tempat Tabligh Akbar tersebut.


Tetapi Bunda Rita nampak kebingungan dengan buku yang ia cari itu tidak ada, dan tiba - tiba ia menyapa sosok perempuan yang kebetulan sedang mencari buku juga.


"bisa bantu saya cari buku ga nak? saya bingung nyarinya hehehe." Ucap Bunda Rita yang meminta tolong kepada perempuan tersebut


"buku tentang apa tante?" Tanya perempuan tersebut


"buku doa - doa gitu, sama buku cerita tentang suami yang bertanggung jawab, dan buku cara mendidik anak menjadi Soleh." Ucap Bunda Rita dengan polosnya


"kelihatannya ini masalah serius." Batin perempuan tersebut yang kasihan


"kalau kamu sendiri sedang cari buku apa nak? kelihatannya kau juga sedang kebingungan?" Tanya Bunda Rita ke perempuan tersebut


"ah hahaha bukan masalah penting kok tan, cuma mau nyari buku tentang memasak dan resep - resepnya." Jawab perempuan tersebut sambil mencari buku yang mereka cari


"wah asyiknya, mau jadi mantu idaman ya, hmm jadi teringat masa muda yak." Ucap Bunda Rita yang menggoda perempuan tersebut sambil mencari buku yang mereka cari


"ah tante bisa aja, masih lama tante, saya masih kelas satu SMA." Ucap perempuan tersebut


"jangan panggil tante dong, panggil aja bunda gitu, Bunda Rita." Ucap Bunda Rita yang kesal


"hahaha oke siap bunda" Ucap perempuan tersebut yang menurut


"eh ngomong - ngomong nama mu siapa nak?" Tanya Bunda Rita


"lo eh lupa memperkenalkan diri yak hahaha,"


~


~


"nama saya Shilla Bun"


~

__ADS_1


~Bersambung...


__ADS_2