Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 26 " Teknik Tarian Bulan "


__ADS_3

Last~


"jika saya membantai mereka, tembak lah saya ken~san." Ucap Ricko yang membuat sebuah permintaan


"anda kira saya berani melakukan hal tersebut tuan?!" Ucap Ken yang membentak Ricko


"saya tau kau akan berkata begitu, akan tetapi setahu saya kau juga selalu taat akan namanya perintah bukan? dan untuk sekarang, ini adalah perintah, jadi kumohon laksanakan wakil ketua!." Ucap Ricko yang bersiap maju membawa katana nya


"baiklah tuan muda! saya tidak akan segan kepada tuan!" Ucap Ken yang akhirnya menuruti keegoisannya Ricko


"good job, sudah sewajarnya wakil ketua seperti itu." Ucap Ricko yang tersenyum dan mulai berdiri


×


Ricko berjalan melewati Ken yang masih tertunduk, dan Ricko pun melewatinya.


Setelah melewatinya Ken memanggil Ricko.


"Shirich!!" Teriak Ken dengan keras yang terdengar jelas di telinga Ricko


"berhati - hatilah, saya akan menjaga anda dari sini, semoga anda mendapat kemenangan." Ucap Ken yang memberi pesan ke Ricko


"ku mohon tahan hasrat membunuh anda tuan" Batin Ken yang melihat Ricko berjalan maju dan menyiapkan senjatanya


×


Ricko berjalan bersiap menyerang para mafia tersebut.


"yokai" Ucap Ricko yang berjalan dan mencabut katana nya dan tersenyum


"sudah lama sekali ya, richdai mikadzuki." Ucap Ricko yang mulai bersiap untuk menyerang


~


"aku akan menikmatinya..."



•Back to story•


Ricko langsung berlari menerobos masuk sendirian daerah musuh dengan richdai mikadzuki.


Melihat Ricko yang maju sendirian, para mafia tersebut langsung menghujani Ricko dengan peluru tembakan.


Akan tetapi, semua itu sia - sia saja, karena Ricko mampu menghindari serangan itu semua.


Sementara Ricko yang lihai menari - nari sendirian di tengah - tengah serbuan para mafia, hal lain terjadi di sisi Ken.


"sugoii... tuan muda Ricko~sama jika sudah mode shirich sangat hebat, ku kira beliau itu cuma anak manja yang berlindung di balik nama ayahnya." Ucap seorang anak buah Yakuza yang baru masuk Yakuza keluarga Wijaya


"ini masih belum seberapa kozo." Ucap Ken yang kebetulan di dekat si anak baru yang bicara tersebut


"eh Ken~sama, maaf atas ucapan saya...." Ucap si anak baru yang takut karena kepergok Ken si wakil ketua Yakuza


"kau anak baru ya?" Tanya Ken yang melihat si anak baru tersebut


"dia itu calon pemimpin Yakuza, dia sangat kuat seperti ayahnya." Ucap Ken memberitahu anak buahnya yang masih terdiam


"tidak, di usianya yang sekarang beliau mampu melawan puluhan orang sendirian dengan mudahnya, kurasa di masa yang akan datang beliau akan melewati ayahnya, sang iblis Wijaya." Batin Ken yang melihat ke arah Ricko yang sedang bertarung


"lagi pula sekarang ini tuan muda masih menahan diri" Ucap Ken yang menyiapkan senapannya


"menahan diri?" Tanya si anak baru tersebut yang tidak mengerti


"untuk sementara ini, tapi sebentar lagi dia akan serius, jadi...." Ucap Ken yang langsung berdiri


"semuanya bersiap untuk menyerang!!! formasi A!" Teriak Ken mengomando seluruh pasukan barat


"haaa!!!" Teriak seluruh pasukan barat


"formasi A?" Tanya si anak baru yang belum pernah mendengar formasi ini sebelumnya


"formasi A atau bisa kita sebut pertunjukan tarian bulan." Ucap pemimpin pasukan barat yang datang menyela obrolan Ken dan si anak baru tersebut


"akhirnya kau muncul juga, dari tadi saya mencari mu Mitsumoto Arima~kun" Ucap Ken yang menyebutkan nama pemimpin pasukan barat malam ini


"hahaha maaf merepotkan anda Ken~san, dan untuk misi malam ini mohon kerja samanya." Ucap Arima si pemimpin pasukan barat tersenyum ramah


"seperti yang dikatakan Arima~kun, teknik tarian bulan adalah salah satu teknik katana kelas tinggi di keluarga Wijaya, tidak sembarang mampu menguasai teknik tarian bulan tersebut." Ucap Ken yang menjelaskan


"saya pernah mendengar tentang teknik tersebut waktu pelatihan masuk Yakuza, baru dua orang yang mampu menguasainya, tapi sulit di percaya beliau juga mampu menguasai teknik tersebut." Ucap si anak baru yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar


"teknik katana yang dilakukan di tempat yang gelap gulita dan hanya mengandalkan cahaya rembulan..." Ucap Arima yang menjelaskan


"Yap benar, itu lah teknik tarian bulan." Ucap Ken yang bersiap untuk menembak


×


Berpindah ke sisi Ricko yang menyerang pasukan mafia seorang diri, sementara itu..


~Di posisi pasukan mafia yang sedang panik~


"sial, dia cepat sekali!."


"kenapa dia mampu menghindari semua tembakan dari kita?!."


"sial, tak ada satu pun tembakan ku yang mengenainya."


"kita harusnya membawa senjata berat untuk menghadapi nya." Kata beberapa pasukan mafia yang frustasi dengan apa yang mereka hadapi


×


Kembali lagi ke sisi Ken yang mengatur pasukannya.


"kita akan menembaki semua cahaya penerangan musuh" Ucap Ken menjelaskan strateginya


"Ken~sama, bagaimana jika tuan muda gagal dalam teknik tersebut?." Ucap si anak baru yang meragukan kemampuan shirich


"kenapa kau ragu kozo, jika gagal, kita di sini untuk melindunginya." Ucap Ken yang meyakinkan anak buahnya itu


"bagaimana kita melindunginya jika tidak ada cahaya yang menyinari dunia? jika kita menembak tuan muda bagaimana?!" Teriak si anak baru yang mengkhawatirkan Ricko


×


Tiba - tiba Ken menghampiri si anak baru tersebut dan memukulnya.


*plak!!!


"berhentilah menjadi pengecut dan percayalah dengannya!!!" Teriak Ken yang membentak si anak baru tersebut yang menjadi pusat perhatian seluruh pasukannya


"jika kau masih menjadi pengecut kembalilah pulang kozo!! kami tidak membutuhkan orang seperti mu di sini." Ucap Ken yang maju meninggalkan si anak baru tersebut dan bersiap untuk menyerang


"semuanya!! bersiap untuk menembak!!!" Teriak Arima memberi perintah pasukan barat


"haaaa!" Teriak seluruh pasukan barat


"tim snipper! tembak semua lampu yang di sana!" Ucap Ken memberi perintah melalui walkie talkie nya


"yokai" Ucap pemimpin snipper keluarga Wijaya


×


*bam!!! *pyaaar!!! *bam!!! *pyaarrr!!!


Semua pasukan keluarga Wijaya bagian barat melakukan tembakan ke arah semua bola lampu hingga pecah tak tersisa, dan di sana langsung menjadi gelap gulita.


"fokuslah ke tuan muda berada, karena hanya beliau cahaya satu - satunya yang bersinar malam ini." Ucap Arima menjelaskan ke anak baru yang belum bisa menerimanya


×


|. Sementara itu di sisi Ricko.|


"woy nyalakan lampu daruratnya!" Teriak salah satu mafia tersebut


Dan terjadilah....


*slashhhh


"cahaya apa itu?!"


"cepat sekali!!!"

__ADS_1


"hey semuanya waspada!"


"jangan takut!!" Teriak seluruh pasukan mafia yang panik tiba - tiba ada seliweran cahaya yang menyerang mereka


×


Ketika semua tempat tersebut sudah kembali bercahaya, semua senapan mereka menghilang, lenyap, hancur, dan di sana juga shirich atau Ricko yang sudah berada di tengah - tengah pasukan para mafia tersebut.


"dia yang melakukan semua ini sendirian?!"


"haa apa yang terjadi?!"


"kenapa dia tiba - tiba sudah di tengah kita?!"


"dimana senapanku?!"


"dia itu...."


"dasar sialan..." Kata beberapa pasukan mafia yang terkejut dan geram dengan apa yang Ricko lakukan


×


Sementara itu kembali ke sisi Ken yang bersiap memberi perintah untuk maju menyerang.


"Minna!! dengarkan saya, sebagian maju garis depan membantu shirich, sebagian lagi memantau dari sini membantu serangan jarak jauh." Ucap Ken memberi perintah


"sekarang majulah!!!" Teriak Ken memberi perintah ke seluruh pasukan Yakuza bagian barat


"sekarang terserah padamu kozo" Ucap Arima yang maju barisan depan membantu shirich secara langsung meninggalkan si anak baru tersebut


"saya akan maju di garis depan bersama mu Arima~sama! dan melihat dari dekat cahaya shirich~sama!" Teriak si anak baru yang berlari melewati Arima


"menari lah sesuka hatimu kozo" Batin Ken yang tersenyum melihat semangatnya anak buahnya tersebut


×


Berpindah ke sisi Ricko lagi, yang sudah berada di tengah - tengah pasukan mafia, dan bersiap mengeluarkan suatu teknik pedang lagi.


"woy kozo, jika kau mau cari mati jangan di sini!"


"beraninya kau berbuat sejauh ini ya kozo!!"


"apa ada pesan - pesan terakhir nak?"


"akan ku kirim kau ke neraka!!"


"sinnehh!" Kata lima orang anak buah mafia yang mendekati dan bersiap menyerang Ricko


"haahh ...." Ricko yang bernafas


"intoryu ogi....." Ucap shirich yang bersiap menyerang


"Ken~san sudah berpesan jangan membantai, akan tetapi...." Ucap Ricko yang bicara sendiri


*slashhhh!!


"Hikari no tsuki"



"bersenang - senang boleh kan?" Batin Ricko sambil tersenyum menikmati pertarungannya


×


Tiba - tiba cahaya cerah bersinar dan setelah cahaya itu menghilang, shirich sudah berdiri sendirian dan lima orang yang melawannya sudah tumbang.


"cahaya apa tadi itu?!"


"bagaimana dia melakukannya?"


"i- ini bukan di level kita" Ucap beberapa pasukan yang sudah mulai ketakutan


"berhati - hatilah semuanya!!! dia itu samurai!!" Teriak salah satu seorang mafia yang kelihatannya dia pemimpin pasukan mafia ini


×


Dan secepat kilat, Ricko melesat ke orang yang berteriak tersebut.


"sebaiknya kalian semua bersiap, karena sebentar lagi bulannya akan tertutup awan..." Ucap Ricko yang memperingatkan musuhnya


"semuanya!!! lari dari sini!!!" Teriak si pemimpin pasukan dari mafia tersebut yang juga menjauh dari Ricko


"intoryu ogi..." Ucap Ricko yang bersiap menyerang


*slashhhh!!! *slashhhh!!!


*pyaarrr!!! *pyaarrr!!!



"Kaze no Tatsumaki"


×


Tebasan tersebut menghasilkan angin dengan tekanan tinggi yang sampai mengakibatkan pecahnya lampu darurat dari para mafia dan menghempaskan semua pasukan yang berusaha menjauh dari Ricko.


Dan akhirnya datanglah bala bantuan yang di pimpin si Arima untuk membantu Ricko.


"tuan muda! kami datang membantumu!!"


"anda sangat hebat tuan muda!! saya bangga dapat melihat langsung teknik tarian bulan"


"sudah cukup tuan muda, serahkan sisanya kepada kita." Ucap si anak baru dan beberapa anak buah yakuza lainnya


"haa saya serahkan pada kalian" Balas Ricko senang dengan kehadiran para anak buahnya


"anda hebat tuan muda, kemampuan anda tetap terjaga, dan teknik katana anda telah bertambah, saya terkesan dan bangga pada anda." Ucap Arima yang berdiri di belakang Ricko dan memuji kemampuan Ricko


"terimakasih pujiannya Arima~san, saya tersanjung mendengarnya." Ucap Ricko yang berterimakasih atas pujiannya


×


Setelah melihat kemampuan shirich, mafia yang masih bertahan lebih memilih menghadapi anak buahnya dari pada menghadapi monster seperti shirich.


Ricko yang melihat sikap musuhnya ketakutan dengan dirinya, Ricko kembali menyarungkan katana nya yaitu richdai mikadzuki.


Akan tetapi....


"sudah lama tidak bertemu, Arima~san..." Ucap si pemimpin pasukan mafia tadi yang tiba - tiba berada di tengah - tengah Ricko dan Arima


*Slashhhh!


×


Si pemimpin pasukan mafia tersebut mengayunkan katana nya ke arah Arima.


Akan tetapi Arima mampu menghindari dan menjauh dari si mafia yang masih muda tersebut.


"jangan bergerak kalian semua! atau shirich~kun dalam bahaya!" Ucap si pemimpin pasukan mafia tersebut yang menodongkan katana nya ke arah belakang Ricko


"tuan muda!!!!!!" Teriak seluruh pasukan Yakuza yang terkejut melihat Ricko dalam posisi bahaya


"kenapa kau panik Arima~san, ada apa dengan dia? apa dia orang penting..." Ucap si pemimpin pasukan mafia tersebut yang melihat ekspresi wajah Arima


"lepaskan dia!! jika kau ingin duel, ayo sini majulah!" Teriak Arima menantang si pemimpin pasukan mafia tersebut


"lepaskan katamu...." Ucap si pemimpin pasukan mafia yang terpotong


"kau mengenalnya Arima~san?" Tanya Ricko yang menyela obrolan mereka


"dia adalah wakil kepercayaan pemimpin mafia, meskipun masih muda, mungkin kemampuannya setara dengan kami para komandan Yakuza, tapi saya masih ragu dia setara dengan Ken~san, yang tidak kusuka darinya adalah, dia ini sangat licik. haa benarkan, Kirishima Hitto." Ucap Arima menjelaskan siapa itu Kirishima Hitto


"kenapa kau menjelek - jelekan namaku di depan pria seumuran ku hah Arima~san, jahat sekali..." Ucap Kirishima yang kesal


×


Memanfaatkan Kirishima yang lengah, Ricko langsung menendangnya dan melompat menjauh darinya.


"kau lengah, kemampuanmu belum pantas di sebut wakil pemimpin." Ucap Ricko yang merendahkan Kirishima


"gerakan yang bagus tuan." Ucap Arima yang langsung melompat ke belakang Ricko

__ADS_1


"kau benar - benar sangat waspada ya shirich~kun, aku sangat mengidolakan dirimu, dan teknik tarian bulan mu itu, jarang sekali melihat teknik terkuat musuh kita secara langsung." Ucap Kirishima yang membalas perkataan Ricko


"aku menantang mu duel katana satu lawan satu, shirich~kun." Ucap Kirishima yang mencabut katana nya menantang Ricko duel


"ku terima... majulah!" Ucap Ricko yang menerima tantangan si Kirishima


"berhati - hatilah tuan muda, ingat dia itu orang yang licik." Ucap Arima mengingatkan Ricko untuk berhati - hati dan meninggalkan Ricko berduel satu lawan satu dengan Kirishima


"haaa terimakasih atas sarannya." Ucap Ricko yang melangkah maju


"sebelum berduel, bolehkah saya bertanya padamu satu hal." Ucap Kirishima yang meminta izin bertanya kepada Ricko


"silahkan..." Ucap Ricko yang memperbolehkan


"siapa kau sebenarnya?, kenapa mereka semua memanggilmu dengan sebutan tuan muda?." Tanya Kirishima yang penasaran


"shirich adalah nama samaran ku dalam menjalani misi Yakuza, namaku sebenarnya adalah Ricko Putra Wijaya, anak dari pemimpin keluarga Yakuza Wijaya." Ucap Ricko yang memperkenalkan diri lengkap dan rinci


"ohhh jadi kau pewaris tahta keluarga Wijaya ya?" Ucap Kirishima yang bersiap untuk menyerang


"haaa bisa di bilang begitu..." Ucap Ricko yang membenarkan dugaan Kirishima


"sebuah kehormatan bagiku untuk membunuhmu tuan muda Ricko."


"sinnehh!!" Teriak Kirishima yang langsung menyerang Ricko dengan brutal


×


Kirishima menyerang Ricko dengan sabetan katana nya secara spartan dan agresif.


Akan tetapi Ricko lagi - lagi mampu menghindari semua serangan tersebut dengan sangat gesit dan tenang.


Bukan tanpa perlawanan, Ricko yang memanfaatkan kesempatan yang ada, mampu menendang perut Kirishima sampai melesat jauh darinya.


"uhuk, kau sangat kuat tuan muda! saya semakin kagum padamu." Ucap Kirishima yang terengah - engah karena serangan balik dari Ricko


"ayo kita akhiri ini dengan segera tuan muda...." Ucap Kirishima yang bersiap melakukan teknik


"jangan memaksakan keberuntungan mu Hitto~kun." Ucap Ricko yang lagi - lagi merendahkan Kirishima


"aku akan membunuhmu !!" Teriak Kirishima yang berlari ke arah Ricko


"coba saja...." Ucap Ricko yang memegang katana dan bersiap untuk melakukan teknik katana


"intoryu ogi...."


"intoryu ogi...."


Ucap Ricko dan Kirishima yang secara bersamaan mengeluarkan teknik katana mereka


"surasshu no shiroi akuma!" Teknik dari Kirishima


"surasshu no mikadzuki!" Teknik dari Ricko


*slashhhh!!


×


Teknik mereka berdua sudah mereka layangkan kepada musuhnya masing - masing, hingga akhirnya.


"jika kau mampu menebas ku Hitto~kun"


"aku kalah...."


×


Tebasan berbentuk bulan sabit disayatkan Ricko ke dada Kirishima dan membuatnya langsung terjatuh saat itu juga.


Dan seketika itu juga, semua para mafia sudah berhasil ditumbangkan oleh para anak buahnya Ricko.


Sementara itu Ricko sendiri sedang mengintrogasi Kirishima untuk bicara.



"dimana bos mu Hitto~kun?" Tanya Ricko dengan santai yang di belakangnya sudah ada Arima di sana


"Kau sudah kalah Kirishima, menyerah lah! dan jawab pertanyaan dari tuan muda!." Ucap Arima yang mendesak Kirishima


×


Akan tetapi Kirishima bersikeras memilih tutup mulut, dan dia pun tersenyum


"kenapa kau tersenyum sialan?!" Ucap Arima yang kesal dengan tingkah Kirishima akan tetapi di tenangkan oleh Ricko


"sulit di percaya, si iblis itu mempunyai seorang anak hahahaha, ini sangat lucu sekali." Ucap Kirishima yang menghina Ricko dan juga ayahnya


"dan sekarang kau, anaknya juga mengalir darah kotor si sialan Wijaya hahhhh!!" Teriak Kirishima yang frustasi


"jaga omongan mu brengsek!" Teriak Arima yang ingin menyepak tubuh Kirishima yang terkapar tersebut akan tetapi Ricko mencegah Arima untuk menyiksa Kirishima


"memangnya kau pikir, kau pantas hidup di dunia ini sebagai manusia normal hah!! hahaha." Teriak Kirishima yang sangat beringas


"ayahmu itu!...."


"Kirishima hentikan!!!" Teriak Arima menyegah tindakan Kirishima


"telah membunuh orang tuaku!!kisama!" Teriak Kirishima menceritakan tentang kejahatannya ayahnya dulu


×


*Deg!! *Deg!!


Ricko yang mendengar hal tersebut pertama kali, ia sangat terkejut dengan kejahatan ayahnya yang baru ia ketahui sekarang.


"Tuhan tidak akan menerima pengampunan mu sialan! hahahaha!"


"kau lebih baik mati, daripada menanggung beban berat dari ayahmu itu kisama!!!" Teriak Kirishima yang masih mengolok olok Ricko yang masih terdiam


×


Setelah Kirishima berteriak memberitahu dosa terbesar sang Wijaya kepada anaknya langsung, karena sang ayahlah yang merebut kebahagiaan hidupnya Kirishima, hingga Kirishima terengah - engah nafasnya.


Ricko yang sedari tadi hanya terdiam, akhirnya ia angkat bicara


"baiklah, aku akan mengakhiri semua penderitaan mu, kau sudah lama menanggung semua beban itu sendirian...." Ucap Ricko yang membalasnya dengan sangat dingin dan dengan tatapan menyeramkan


"tuan muda hentikan!!!!" Teriak Arima yang juga menahan pergerakan Ricko


×


Akan tetapi Arima mampu dilumpuhkan oleh Ricko dengan sekejap.


"hen- hentikan tuan!..." Ucap Arima yang terkapar dan jatuh pingsan


×


Kirishima sangat ketakutan dengan tatapannya Ricko yang sangat berbeda dengan sebelumnya yang sangat tenang, hingga ia terdiam pasrah tak berkutik bergerak.


"senang bisa mengenalmu, tapi sebentar lagi kau akan menyusul orang tuamu...." Ucap Ricko yang bersiap untuk menebas Kirishima


"sayonara Kirishima Hitto." Ucap Ricko yang mengucapkan selamat tinggal dan bersiap menebas Kirishima



"sinneh!!!!" Teriak Ricko yang melayangkan sabetan katanya mengarah Kirishima


×


Akan tetapi sebelum Ricko hendak melakukan tebasan, Ricko tiba - tiba berhenti, karena Ricko mendengar suara yang tak asing di telinganya.


"tolong hentikan!!!!!!" Teriak seorang wanita dari kejauhan yang terdengar tidak asing di telinga Ricko


~


~


"Ricko~kun!!!! hentikan!!!!"


~


~Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2