Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 02 " Pengakuan yang mengejutkan "


__ADS_3

Last~


"sebagai ucapan terimakasih saya, saya tidak akan mempermalukan mu di depan publik, tetapi setelah upacara selesai temui saya di ruangan kepala sekolah." Kata Ibu Kepala sekolah



•Back To Story•


|.Setelah upacara selesai.|


Setelah upacara selesai, Ricko langsung menuju ke ruangan kepala sekolah.


Dan akhirnya Ricko pun sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah.


"permisi Bu Aisyah." Ucap Ricko sambil membuka pintu dengan sopan


"iya silahkan duduk, tunggu dulu sebentar Ricko~kun, akan saya panggilkan ibu kepala sekolah." Kata seorang guru yang di sana


|.Setelah beberapa menit kemudian.|


"maaf telah membuatmu menunggu Ricko~kun." Ucap Ibu Aisyah dari jauh


"tidak masalah bu." Balas Ricko sambil berdiri dengan sopan


"silahkan duduk kembali Ricko~kun." Kata Ibu Aisyah


"baik bu." Kata Ricko


"begini Ricko~kun, saya berencana untuk mengundang orang tua mu ke sekolah mengenai kasus ini, jadi berikan surat ini kepada orang tua mu ya." Ucap Ibu Aisyah


"maaf jika saya lancang bu, saya tahu saya pasti akan dikeluarkan dari sekolah dan bahkan ibu berhak melaporkan saya ke pihak berwajib mengenai kasus ini."


"tapi bisa kah tidak perlu mengundang mereka, saya yakin mereka tidak akan datang, mereka pun sibuk dengan urusan masing - masing."


"jika soal memberitahu kan biar saya sendiri yang beritahu mereka bu, kalau saya akan dikeluarkan dari sekolah ini." Kata Ricko yang meyakinkan


"tetapi orang tuamu harus....." Kata Ibu Aisyah yang terpotong


"yang tau orang tua saya ya saya sendiri bu.


mohon dimengerti, saya tidak akan membohongi anda." Ucap Ricko menyela dengan tatapan memohon


•Ibu Aisyah POV•


apa benar dia putera Wijaya~senpai?! tatapannya, sikapnya, perilakunya, dan cara bicaranya sangat berbeda dengan Wijaya~senpai.


meski dia nakal tapi ucapannya tulus.


dan tatapannya itu sama seperti waktu upacara tadi.


~seperti menyesali~

__ADS_1


•Ibu Aisyah POV end•


"baiklah Ricko~kun saya akan pegang perkataan dan janjimu."


"asal kamu tahu, saya tidak punya hak melaporkanmu ke pihak berwajib karena kamu masih dalam bimbingan sekolah."


"mungkin kamu hanya akan dikeluarkan atau dipindahkan ke sekolah lain."


"dan saya sendiri yang akan buatkan surat untuk kepindahan sekolah mu nanti." Kata Ibu Aisyah


"terimakasih banyak bu." Ucap Ricko


"iya sama - sama, oh iya Ricko~kun bolehkan saya bertanya satu hal?." Tanya Ibu Aisyah


"silahkan bu" Jawab Ricko


"apa alasanmu menjadi pemicu demo kemarin?!." "kenapa kamu melakukan demo tersebut?!."


"apa kurangnya saya?!".


"kenapa kamu begitu membenci saya?!." Tanya Ibu Aisyah yang kecewa


"sebelumnya saya minta maaf kepada ibu kepala sekolah karena tindakan saya, anda harus mundur dari jabatan anda." Jawab Ricko


"tetapi alasan saya menjadi pemimpin demo tersebut itu bukan karena keinginan atau pun saya membenci anda."


"tidak, saya tidak punya rasa benci atau dendam terhadap ibu, saya melakukan ini karena dipaksa pihak murid - murid dan ini demi teman - teman saya juga." Kata Ricko membenarkan


"iya saya terpaksa melakukan hal tersebut karena yang mereka semua tahu, saya dari keturunan mana? anda tahu kan? ayah saya itu bos yakuza, nama itu selalu jadi bayang - bayang saya,


kemanapun saya berada."


"mereka semua akan menghormati saya karena nama ayah saya, dan mereka pun (teman - teman Ricko) percaya demo itu akan berhasil bila saya yang memimpin."


"saya melakukannya, tetapi dalam demo tersebut, saya cuma mengajak teman seangkatan saya saja bu." Ricko menjelaskan


"yang mengajak adik kelas dan kakak kelas untuk bergabung itu urusan teman sekelas saya, mereka pun menggunakan nama saya supaya yang lain (Kaka n adik kls Ricko) ikut bergabung." Imbuh Ricko


"ya saya mengerti maksudmu Ricko~kun, kamu dipaksa teman - temanmu melakukan ini kan?." Kata Ibu Aisyah menyimpulkan


"iya tapi tidak sepenuhnya memaksa bu, saya bisa saja menolak mereka, tapi fakta keadaan yang membuat saya bertindak seperti ini."


"maaf bu kumohon jangan keluarkan mereka semua juga."


"tentang masalah ini cukup saya yang disalahkan. cukup saya saja yang di keluarkan." Kata Ricko sambil memohon


"mereka punya alasan melakukan ini, peraturan yang ibu buat itu terlalu ketat untuk kami para murid sekolah sudah tidak tahan ya misalnya pulangnya sudah sore tapi tugas selalu menumpuk, tugas sekolah yang aneh dan deadline yang diluar nalar, dan satu lagi soal studi tour sekolah untuk kelas 2 tahun ini yang katanya tahun ini tidak ada kegiatan studi tour sekolah, itu juga membuat yang kelas 2 sekarang geram dan sabarnya sudah habis." Ceramahnya Ricko


"ya saya mengerti apa yang kamu maksud dan apa yang mereka inginkan. memang sulit menerima peraturan baru seperti ini." Kata Ibu Aisyah


"maaf sudah bicara lancang seperti ini kepada anda." Kata Ricko yang meminta maaf

__ADS_1


"tidak masalah Ricko~kun, justru saya berterimakasih, kamu sudah beritahu semuanya, saya jadi mengerti suara murid - murid lewat kamu." Ucap Ibu Aisyah


"jika saya boleh menyarankan, anda masih bisa tetap tinggal di sekolah ini dan hanya tinggal mengubah sedikit peraturan dalam pembelajaran." Saran Ricko


"tidak bisa...."


"tadi waktu upacara bendera sudah saya katakan saya akan keluar bila saya sudah mengetahui siapa dalang demo ini kan?." Kata Ibu Aisyah


"tapi bu......." Ucap Ricko yang menyesal


"tidak apa - apa Ricko~kun, ini semua bukan kesalahanmu, ini mungkin sudah takdir yang ia berikan kepada saya untuk mencoba tantangan baru." Kata Ibu Aisyah


"oh iya saya kepikiran, gimana kalau Ricko~kun ikut pindah bersama saya ke sekolah yang akan saya pimpin nanti."


"tapi itu tergantung kamu nya sih." Saran Ibu Aisyah


"hmm gimana ya bu, saya tidak enak tapi sebenarnya saya bersedia tapi..." Jawaban Ricko yang ragu


"kamu tak perlu bersalah atas masalah kemarin, kamu kan calon pemimpin."


"kamu harus dapat memutuskannya sendiri dan lagi pula kamu harusnya bertanggung jawab kan Ricko~kun." Goda Ibu Aisyah yang mencairkan suasana


"nanti akan saya pikirkan dan bicarakan dulu kepada orang tua saya dulu bu."


"dan secepatnya saya akan kabarin ibu." Kata Ricko


"secepatnya ya Ricko~kun, saya tidak mau dibuat menunggu dan repot - repot ngurusin surat kepindahan anak bandel kaya kamu." Goda Ibu Aisyah lagi


"hahaha tidak akan kok." Jawaban Ricko yang mantap


"oh iya, saya mau tanya satu hal lagi dong, boleh?." Tanya Ibu Aisyah


"apa itu bu?." Kata Ricko


"ibumu orangnya seperti apa?!."


"kok bisa dapetin hati ayah kamu?!."


"saya sadar sikapmu dan perilaku mu bahkan gaya bicara mu sangat berbeda dengan ayah mu dulu?!


pasti sifat mu ini nurun dari ibu mu kan? jadi....." Tanya Ibu Aisyah yang terpotong


"sebentar, maksud dari pertanyaan anda apa? anda kenal ayah saya dari....?." Tanya Ricko yang terpotong


"Dulu saya penggemar rahasia nya Wijaya~senpai."


~


~


~Bersambung.....

__ADS_1



__ADS_2