Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 16 : " Salah Paham "


__ADS_3

Last~


"Ratna, ini bukunya sudah selesai semua, makasih." Ucap Ricko yang masih canggung


"iya sama - sama" Ucap Ratna


×


Lalu Ratna memasukkan semua bukunya, dan ia berdiri dan berbalik arah bersiap untuk pulang meninggalkan Ricko.


"eh tunggu na, besok jadi kan?" Tanya Ricko yang berhasil menghentikan langkahnya Ratna


"besok jam 8 kutunggu di perpustakaan Pendiknas" Ucap Ratna yang langsung pergi meninggalkan Ricko di kelas



•Back to story•


•Ricko POV•


Hari ini adalah hari Sabtu, ku pikir hari ini hari libur tetapi aku hari ini tetap belajar dan mengejar materi yang belum ku lengkapi, karena dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian kenaikan kelas dan untungnya Ratna dengan senang hati membantuku hari ini di perpustakaan.


•Ricko POV end•


|.Perpustakaan Pendiknas.|


"situasi macam apakah ini?!." Batin Ricko setelah melihat penampilan Ratna.


×


Ratna yang duduk di sebelahnya mengenakan kaos putih kombinasi biru, kaca mata yang biasa ia kenakan dan rambutnya yang terikat tidak seperti biasanya yang tertutup hijab.


"apa kamu selalu tampil begini kalau di luar sekolah ya?." Tanya Ricko


"memangnya kenapa?." Tanya balik Ratna yang melirik Ricko


"hahaha gapapa kok cuma beda aja dari yang sering kulihat, baru kali ini aku melihat penampilanmu begini hehehe." Jawab Ricko yang salah tingkah


"Tapi kamu suka kan?..." Ucap Ratna dengan senyuman di wajahnya



"ngomong apaan sih kamu hahaha." Ucap Ricko yang merona malu


"hehehe cuma bercanda, oke ini kamu tulis pelajaran umum saja dulu, ada empat mapel dan harus kamu selesaikan hari ini." Ucap Ratna memberi Ricko buku catatan yang harus ia salin


"baiklah." Ucap Ricko yang menurut


"oke, kalau gitu ku tinggal dulu." Ucap Ratna yang berdiri


"mau kemana na?." Tanya Ricko


"mau pinjam buku lah, masa aku disini liatin kamu sepanjang hari." Ucap Ratna yang mengulurkan lidahnya


"ya udah." Jawab Ricko


×


Dan Ratna pun meninggalkan Ricko yang duduk sendiri menyalin buku catatan yang ia pinjamkan kepada Ricko.


|.Setelah beberapa menit kemudian.|


"mooo lelahnya astaga!!." Teriak Ricko yang kelelahan

__ADS_1


"udahlah, jangan mengeluh, berisik tau!." Ucap Ratna yang duduk di sampingnya


×


Lalu Ricko memperhatikan Ratna yang sedang membaca buku, dan akhirnya Ricko pun bertanya.


"kamu baca apa sih na? serius amat." Tanya Ricko yang mendekati wajah Ratna untuk melihat isi bukunya


"ehh jangan dekat - dekat ihh!." Rengek Ratna yang terkejut tiba - tiba merasakan nafas Ricko yang menyentuh kulitnya


"dia dekat sekali!!! baru kali ini dia begini, aku harus memanfaatkan ini." Batin Ratna yang punya rencana bejad


"lihat dikit doang" Ucap Ricko yang ngotot ingin melihatnya


"nanti dulu..." Ucap Ratna yang menjauhkan buku dari mata Ricko


"dikit doang lo." Ucap Ricko yang tidak sengaja memeluk Ratna karena ingin mengambil buku yang Ratna baca


"Ricko~kun." Panggil seorang perempuan yang menyaksikan adegan berpelukan yang tidak disengaja ini


×


Datanglah seseorang yang kedatangannya tidak disangka - sangka bakal hadir di cerita ini lagi, muncullah teman sekelasnya Ricko yang di sekolahnya dulu, sang ketua kelas, Siska muncul di depan mereka berdua yang sedang berpelukan.


"loh taichou, eh Siska~chan kenapa kamu disini?" Tanya Ricko yang reflek melepaskan Ratna


"siapa dia? pacarmu kah Ricko~kun." Tanya Siska dengan sinis


"eh bukan! kita cuma temen kok, iya kan na." Ucap Ricko yang melihat ke sisi Ratna


"hahaha iya benar hahaha." Ucap Ratna yang terpaksa berbohong membela Ricko tapi didalamnya sakit


"sakitnya!!!, cuma dianggap teman, ngomong - ngomong siapa sih dia itu, ganggu orang mesra - mesra-an aja, padahal aku tadi udah hampir mendapatkannya." Batin Ratna yang kesal dengan rencananya yang gagal


"kalau begitu maaf atas ke tidak sopanan ku yang lancang menuduh kalian, perkenalkan namaku Siska, teman sekelasnya Ricko~kun waktu di SMAN 2 Kyoto" Ucap Siska yang meminta maaf sekaligus mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri


"ayo kita bersaing!"


"ayo kita bersaing!" Batin mereka secara bersamaan


"kalau begini kan enak, kalian sudah saling mengenal." Ucap Ricko yang bernafas lega


"nee Ricko~kun, jadi kau sudah mengenal wanita ****** ini sudah lama ya?." Tanya Siska yang memulai bendera perang dengan duduk di samping Ricko di sisi satunya dari Ratna


"kami sudah kenal dari SMP dan lebih akrab darimu, dan siapa yang kau panggil ****** hah dasar wanita penggoda!." Ucap Ratna yang membalas hinaan Siska dengan merangkul tangan Ricko


"hey kalian jangan bertengkar, ini..." Ucap Ricko yang tidak didengar oleh dua cewek yang bersamanya


"dasar Megane!!." Ucap Siska yang juga merangkul tangan Ricko yang satunya


"dasar shirogane!!." Ucap Ratna yang membalas hinaan Siska dengan mempererat rangkulannya


"hey kalian berdua!!!! udah hey!." Teriak Ricko yang tidak di respon


"bou~chan?." Panggil seseorang yang suaranya tidak asing di telinga Ricko


×


Dan datanglah wanita yang sekali lagi kedatangannya tidak di sangka akan hadir di momen yang tidak tepat ini.


"Shilla~chan?." Ucap Ricko yang terkejut melihat kehadirannya Shilla


"maaf sudah mengganggu." Ucap Shilla yang langsung pergi

__ADS_1


"tunggu Shilla!!." Teriak Ricko


×


Ricko langsung melepaskan rangkulan Ratna dan Siska, langsung mengejar Shilla yang telah pergi.


"lagi, lagi karena dia..." Batin Ratna yang kesal setelah di campakkan oleh Ricko


"bukankah dia ukhti yang di kedai waktu itu?.. jadi dia beneran..." Batin Siska yang bertanya dengan semua yang telah terjadi


"nee Megane, apa kau mengenal gadis tadi?" Tanya Siska yang masih di tempat duduknya tadi


"hahhh, dia itu Shilla gebetannya Ricko, dia adik kelasnya kita, tapi kata Ricko mereka belum jadian." Ucap Ratna menjelaskan


"baru gebetan, berarti Ricko~kun mengejarnya?." Batin Siska


"hey shirogane, apa kau juga menyukai Ricko?." Tanya Ratna


"apa matamu itu buta Megane, ga perlu kau tanyakan sudah terlihat jelas, aku saja sudah tau dari awal kalau kamu juga menyukai Ricko~kun." Jawab Siska dengan kesal


"haha benar juga, jujur setelah ku mendengar darinya bahwa ia belum jadian, di dalam hatiku berkata aku masih ada peluang merebutnya, tetapi setelah melihat dia mengejarnya seperti itu....." Ucap Ratna yang tiba - tiba pesimis


"aku heran kenapa ia tidak jatuh cinta kepadamu ya?." Tanya Siska


"apa kau ga liat tatapan matanya tadi, terlihat jelas bahwa Ricko ada perasaan dengan Shilla..." Ucap Ratna


"dan Shilla pun ada perasaan dengan Ricko~kun..." Ucap Siska yang meluruskan semua petunjuk dan muncullah kesimpulan


"jadi cuma masalah waktu."


"jadi cuma masalah waktu."


Batin mereka berdua secara bersamaan


×


Kembali ke sisi Ricko yang sedang mengejar Shilla yang keluar dari perpustakaan.


"Shilla tunggu!, ini tidak seperti yang kau lihat!." Teriak Ricko yang berada jauh di belakang Shilla


"berhentilah sebentar, kita bicarakan ini secara baik - baik." Teriak Ricko yang tetap lari mengejar Shilla


×


Dan akhirnya Shilla pun berhenti, dan ketika Ricko berusaha mendekati Shilla.


"berhentilah di situ!." Teriak Shilla


"jangan lari dulu Shilla~chan, aku bisa jelaskan semuanya..." Ucap Ricko yang ingin menjelaskan semua kebenaran yang terjadi


"ku bilang diam lah di situ!." Ucap Shilla yang tidak menatap wajah Ricko yang berada di belakangnya


"aku bukan siapa - siapa mu, aku hanyalah sebatas teman yang baru kau kenal, itupun tidaklah sengaja, kamu tak berhak mengejar ku hingga sejauh ini, dan aku pun juga tak berhak melarang mu untuk dekat dengan siapapun." Ucap Shilla hingga kehabisan nafas


"tetapi aku hanyalah sebatas wanita lugu yang baru mengenal pria, tak ku sangka aku kagum dengan semua kebaikan yang telah kau tujukan kepadaku, tak ku sangka aku mempercayai pria seperti dirimu, tak ku sangka aku berharap lebih padamu, dan tak ku sangka aku sudah mulai menyukai semua yang ada pada dirimu, tetapi ternyata aku sudah salah menilai mu!." Ucap Shilla sampai kehabisan nafas


"berhentilah mengejar ku dan terimakasih untuk semua waktu yang kita habiskan selama ini, dan maaf sudah merepotkan mu." Ucap Shilla yang terengah - engah


"dan satu lagi, apapun alasannya jangan pernah temui diriku lagi, aku tidak ingin berurusan lagi dengan dirimu, karena sekarang...." Ucap Shilla yang tiba - tiba berhenti mengambil nafas



"Aku sangat membencimu."

__ADS_1


~


~Bersambung


__ADS_2