
Last~
Ketika semua orang berpikir perang ini sudah berakhir, akan tetapi...
Bam!!!! Bam!!!! Bam!!!!
×
Tembakan jarak jauh di tembakkan ke arah para Yakuza.
“hey Arashi~san! apa yang terjadi? Arashi~san! jawab aku!.” Teriak Ricko yang mencoba menghubungi Arashi melalui walkie talkienya akan tetapi tidak ada jawaban.
×
Tidak lama setelah itu, terdengarlah suara wanita di walkie talkie Ricko dan yang lain.
“konbanwa, tuan muda Shirich~kun , kamu pria yang tangguh ya, selamat atas keberhasilan mu malam ini.” Ucap wanita tersebut melalui walkie talkie nya Arashi
“siapa kau?!!” Tanya Ricko yang tersulut emosinya karena bukan Arashi yang menjawab panggilannya
“Siapa aku?...” Ucap wanita tersebut
×
Bam!!!! Bam!!!!
Tembakan kembali di layangkan ke arah para anak buah Ricko.
~Dan akhirnya~
Bam!!!!
~Arima tertembak~
“yang jelas aku adalah musuh mu Shirich~kun, hiyak bukan, Ricko~kun.....”
“waktunya serangan balasan.” Ucap wanita tersebut.
•Back to story•
Arima yang tertembak karena ingin melindungi Shilla, langsung jatuh tersungkur, dan Shilla pun menghampiri Arima yang sedang terluka.
“Arima~san?” Panggil Shilla yang merasa bersalah kepada Arima
“kanojo~san....larilah dari sini....di sini sangat berbahaya.” Ucap Arima yang tergeletak di dekat Shilla
“Arima~san, tapi kau....” Ucap Shilla yang merasa terbebani
“jangan khawatir, saya tidak akan mati semudah ini.” Ucap Arima yang mencoba menenangkan Shilla dan mencoba bangkit berdiri
“daripada mengkhawatirkan saya, lebih baik anda mengkhawatirkan diri anda sendiri kanojo~san.” Ucap Arima yang memberi saran Shilla
“semuanya!!, bawa kanojo~san sampai ke tempat aman segera!! Ini perintah!.” Teriak Arima memerintahkan seluruh pasukan yang ada didekatnya
“haaa!!!”
“haaa!!!”
“haaa!!!” Teriak beberapa anak buah Yakuza yang berada di dekat Arima dan Shilla
“kanojo~san kemari lah, Kami akan melindungi anda.” Ucap salah satu anak buah Yakuza yang mengajak Shilla untuk pergi
“tapi....” Ucap Shilla yang masih ragu
“pergilah kanojo~san....” Ucap Arima yang sudah berdiri di hadapan Shilla
×
~Sementara itu~
“jangan memaksakan diri dan berlagak jagoan kau Arima~san!!.” Teriak Ricko melalui walkie talkienya
“astaga tuan muda, jangan bercanda di saat sekarang ini, yang bertugas melindunginya itu harusnya anda tuan....” Ucap Arima dengan tenang.
“tidak semudah itu...” Ucap wanita yang menyaut pembicaraan Arima dan Ricko
×
Beriringan dengan bangkitnya Kirishima dan para anak buah mafianya, Dan Arima berjalan didepan Shilla yang masih terduduk.
“karena tugas saya, hanya melindungi masa depan anda.” Batin Arima yang sudah bersiap bertarung
“lari lah ke tempat tuan muda!!.” Perintah Arima ke pasukannya dan Shilla
×
Shilla pun berdiri dan lari menjauh dari Arima yang bersiap untuk bertarung dengan Kirishima.
“orang itu, bagaimana dia bisa bangkit setelah menerima luka sebanyak itu?." Ucap salah satu anak buah Yakuza
“harusnya kalian mendengarkan apa perintah dari ketua kalian.” Ucap Kirishima yang melihat ke arah Shilla yang berlari dengan beberapa Yakuza yang mengikutinya
“pergi lindungi kanojo~san!!.” Teriak Arima kepada beberapa anak buahnya yang ada di sampingnya
“tapi Arima~san, mereka.....” Ucap salah satu anak buah Yakuza
“pergilah!! Biar saya sendiri yang menghadapi para cecenguk ini.” Ucap Arima langsung memotong
“yokai, jangan memaksakan diri Arima~san!.” Ucap salah satu anak buah Yakuza yang masih mengkhawatirkan Arima
×
Akhirnya para anak buah Yakuza yang bersama Arima mengikuti Shilla dan hanya menyisakan Arima sendirian menghadapi Kirishima dengan pasukannya yang masih bertahan.
“oh... tidak ku sangka kau masih mampu bangkit.” Ucap Kirishima yang melihat keadaan Arima
__ADS_1
“hahaha terlalu dini untuk kau berpikir saya akan mati semudah itu.” Ucap Arima yang tersenyum
“kau mungkin akan segera menjemput ajal mu Arima~san, menyingkir lah, Kau sudah sekarat.” Ucap Kirishima yang tersenyum sinis
“kau pun sama, Hitto~kun.” Ucap Arima yang membalasnya dengan sinis juga
“maaf saja, jika kami akan mengirim mu ke neraka, Arima~san.” Ucap Kirishima yang bersiap untuk menyerang
“hah aku mengerti, majulah Hitto~kun.” Ucap Arima yang juga bersiap menyerang
“hikkeh!!!” Teriak Kirishima mengerahkan para pasukannya untuk maju
×
Ketika para mafia ingin menyerang Arima yang sendirian, tiba – tiba.
Bam!!
Tembakan tepat mengenai dada kanan Arima.
“Arima~san!!!” Teriak semua orang yang berada di sana
“hahhh..... dasar licik....sialan.” Ucap Arima yang tergeletak di tanah dan nafas terengah - engah
×
Shilla terduduk setelah melihat Arima tertembak lagi.
Kirishima yang melihat Shilla berhenti berlari, langsung memberi perintah.
“tangkap wanita itu!!!.” Teriak Kirishima memberi perintah
×
Seluruh pasukan mafia berusaha mengejar Shilla yang masih terdiam.
~Sementara itu~
“kanojo~san, lari lah ke arah tuan muda, kami akan melindungi anda semampu kami, cepat berdirilah!.” Perintah salah satu anak buah yakuza Wijaya yang menyuruh Shilla untuk segera pergi ke tempat Ricko
“cepatlah kemari Ricko~kun.” Batin Shilla yang sudah ketakutan
×
Sementara itu di sisi Ricko.
Ia sedang di hadang beberapa pasukan mafia untuk memperlambat pergerakannya.
“semuanya, halangi dia dengan cara apapun!!!.” Teriak salah satu anak buah mafia memberi arahan
“menyingkirlah!!!.” Teriak Ricko yang akan melakukan serangan
×
Slashh!!!!!
“Kyahh!!!!!” Sebuah teriakan dari para mafia yang terkena serangan Ricko
“tuan muda, Arima~san sekarang ini sudah terkapar karena serangan musuh yang licik, sekarang di sana situasinya sangat darurat.” Ucap salah satu anak buah Yakuza yang melaporkan pengamatannya kepada Ricko
“saya sudah melihatnya, ini buruk.” Ucap Ricko menjawab laporan anak buahnya
“maaf Arima~san, ku mohon bertahanlah sebentar lagi, aku akan segera ke sana.” Batin Ricko yang sambil bertarung
×
Sementara itu Shilla yang kembali berlari, kini di kejar Kirishima dan para anak buahnya.
Tapi Kirishima tiba tiba berhenti mengejar, karena walkie talkienya berbunyi.
“oy Kirishima~kun, jangan kau mengejarnya. Biar saya yang mengurusnya.” Ucap seorang wanita yang terdengar sama dengan yang menyerang tim snipper Yakuza
“ojou~sama, seharusnya anda tak perlu repot - repot mengotori tangan anda, kami mampu menyelesaikan ini.” Ucap Kirishima kepada wanita yang ternyata tuan puteri para mafia tersebut
“urusai!!! Ini dendam pribadiku, aku akan membidik wanita itu!.” Teriak tuan puteri mafia
“tunggu dulu ojou! Dendam pribadi? Anda mengenal perempuan itu?.” Tanya Kirishima
“urusai!!! Ini bukan urusanmu!.” Teriak puteri mafia tersebut dan langsung memutus sambungan walkie talkienya
“tunggu ojou~sama!!....” Ucap Kirishima yang terhenti
“semuanya!! Tangkap wanita itu! Dia dalam bahaya!!” Teriak Kirishima memberi arahan anak buahnya
“bukannya dia target dari ojou~sama ya shima~taichou?.” Tanya salah satu anak buah mafia kepada Kirishima
“jangan banyak nanya!! Ini juga demi keselamatan ojou!.” Teriak Kirishima
"hai!! Taichou!!” Teriak para anak buah mafia
“wanita egois itu, ini akan membahayakan dirinya sendiri bodoh cih.” Batin Kirishima yang kesal dengan keputusan tuan puteri nya tersebut
×
Bam!!!
Tembakan di arahkan ke arah Shilla tapi meleset karena mengenai salah satu anak buah Yakuza Wijaya yang melindungi Shilla dengan tubuhnya sendiri sebagai tameng, Shilla sangat terkejut dan sempat berhenti lagi, akan tetapi....
“jangan melihatnya!!! Pergi saja ke arah tuan muda! Kami akan melindungi anda kanojo~san!” Teriak salah satu anak buah Yakuza Wijaya
“cih, meleset.” Ucap puteri mafia yang membajak pos snipper Yakuza
×
Shilla pun kembali berlari dengan isak tangis yang ia tahan karena banyak korban berjatuhan akibat melindungi dirinya yang menjadi incaran utama musuh mereka.
__ADS_1
“Ricko~kun!!!!” Teriak Shilla yang ketakutan
×
Shilla tetap berlari dan diikuti beberapa anak buah Yakuza keluarga Wijaya.
~Akan tetapi~
Bam!!! Bam!!! Bam!!! Bam!!! Bam!!!
Semua anak buah yakuza keluarga Wijaya yang mengikuti Shilla, di tembak dan tumbang satu persatu, sekarang hanya menyisakan Shilla yang berlari seorang diri.
“ku tembak habis dulu para tikus pengganggu ini.”
“sekarang tinggal dia sendirian.” Ucap puteri mafia yang tersenyum puas
×
Tuan puteri mafia tersebut berusaha membidik Shilla, akan tetapi sebelum pelatuknya ia tarik, tiba - tiba...
“yap cotto, mau kemana kau kanojo~san...” Ucap Kirishima yang berhasil menangkap Shilla dan menunda tembakan tuan puteri nya
“tahan tembakan anda ojou” Batin Kirishima sambil melihat ke arah gedung yang ditempati tuan puteri
“jangan sentuh saya!!! Ricko~kun!!!” Teriak Shilla yang ketakutan dan memberontak
“diam!!! Ayo sini.” Bentak Kirishima dan menarik Shilla
×
Ricko yang melihat kekasihnya di sandera oleh musuhnya, ia langsung membereskan semua orang yang menghalanginya, dan sudah berada di depan Kirishima dan Shilla yang di sandera.
“lepaskan dia!!!” Teriak Ricko yang geram
“oh....tuan muda,selamatkan aku, hahahaha bukankah begitu tuan muda! Hiyak, maksudku Ricko~kun.” Ucap Kirishima yang membungkam mulut Shilla untuk memancing kemarahan Ricko
“akan ku bunuh kau!!!.....” Teriak Ricko yang marah besar
“yosh lakukan tuan muda! majulah! tapi, jika anda berani melangkah satu langkah saja, saya dengan mudah menghilangkan nyawanya tuan muda hahahaha.” Ucap Kirishima mengancam
“musuh mu adalah aku, dia tidak ada hubungannya dengan ini.” Ucap Ricko yang meminta Shilla di lepaskan
“oh....memang benar musuh kami adalah anda,akan tetapi ojou kami punya urusan dengan wanita ini.”
“anda harusnya berterimakasih kepada kami karena telah menangkapnya, ojou menahan tembakannya.”
“jika saya melepaskannya dan kanojo~san berlari ke arah anda, kemungkinan ojou~sama akan menembaknya.” Ucap Kirishima yang tersenyum puas
“apa mau mu Hitto?.” Tanya Ricko yang tidak punya pilihan lain
“lempar katana mu, dan berlututlah.” Ucap Kirishima memutuskan pilihannya
×
Ricko pun melempar katana nya ke arah Kirishima Hitto, lalu ia berlutut di tanah.
“kalian semua, serang dia.” Ucap Kirishima memberi perintah
“yokai taichou!” Ucap para anak buah mafia
“tidak, jangan sakiti Ricko~kun” Ucap Shilla yang berusaha melarikan diri
“yak, jangan kabur, anda harus melihat ini dari sini.” Ucap Kirishima yang menarik tangan Shilla yang berusaha lari
×
Pasukan mafia yang tersisa menghampiri Ricko dan mulai menghajarnya.
Brag!! Brag!! Bug!!pak!!
Dari pukulan sampai tendangan telah mereka layangkan ke arah Ricko hingga batuk darah.
Uhuk!! Uhuk!!
“Ricko~kun, sudah cukup hentikan!! Jangan sakiti dia!! kumohon....” Teriak Shilla yang histeris melihat kekasihnya tersebut di siksa
“Kirishima!!” Teriak ojou melalui walkie talkienya
“hai ojou...” Jawab Kirishima
“jangan siksa dia....lepaskan dia.” Ucap puteri mafia tersebut
“tidak bisa ojou~sama, dia ini musuh utama kita.” Balas Kirishima menolak permintaan tuan Puteri nya
“lepaskan dia!! Atau ku tembak kau dengan wanita ****** itu.” Ucap puteri mafia yang mengancam Kirishima
“tidak peduli dengan cara apapun, misi ini harus tuntas.” Batin Kirishima yang bersiap mengambil pistol
“tembak saja kalau itu mau mu ojou!!!” Teriak Kirishima yang langsung melepaskan Shilla hingga terjatuh dan bersiap untuk menembak Ricko
“Kirishima!!!” Teriak puteri mafia
“tidak!!!” Teriak Shilla yang histeris
“Ricko Putera Wijaya!!!!”
“matilah kau!!!”
~
~
~
~Bersambung......
__ADS_1