
Last~
Terjadi kerusuhan dihalaman sekolah yang disebabkan oleh demonstrasi murid yang menuntut kepala sekolah untuk mundur dari jabatannya.
•Back To Story•
|•Keesokan harinya•|
Hari senin akan diadakan upacara bendera di halaman sekolah.
Inilah hari dimana pernyataan mundur dan pidato terakhir yang akan disampaikan ibu kepala sekolah SMAN 2 Kyoto yaitu Ibu Dra.Aisyah Bintari.
|.Dihalaman sekolah.|
"akhirnya dia mundur juga." Kata siswa laki - laki
"aku senang dia akhirnya mundur juga dari jabatannya." Jawab dari siswa lain
"aku tak bisa membayangkan nantinya, jika sekolah ini masih dipimpin oleh kepala sekolah seperti dia." Kata seorang siswi
"eh dia sudah mulai berpidato." Kata siswi lain sambil menunjuk ke depan.
"assalamualaikum wr. wb.
kepada bapak / ibu guru, dan para staff sekolah yang saya hormati."
"Dan kepada siswa - siswi SMAN 2 Kyoto yang saya cintai dan saya banggakan."
"pertama tama marilah kita mengucapkan syukur kepada kehadirat Tuhan atas nikmat yang ia berikan kepada kita hari ini sehingga kita dapat melaksanakan upacara perpisahan di pagi yang cerah ini." Pembukaan pidato Ibu kepala sekolah
"sebelum mengarah ke intinya.
sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang ia berikan kepada saya untuk memimpin sekolah SMAN 2 Kyoto."
"dan terima kasih atas semua kepercayaan yang kalian berikan, di waktu yang singkat ini."
"baik itu suka maupun duka, itu akan menjadi kenangan tersendiri bagi saya." Pidato Ibu kepala sekolah.
"tak perlu berlama-lama saya bercakap.
saya cuma mau menyampaikan curahan hati dan pertanyaan yang akan saya sampaikan kepada kalian."
"kenapa ini bisa terjadi?! apa salah saya?!." Isak Ibu kepala sekolah
"entah apa yang membuat kalian begitu tidak menyukai saya?!."
"sampai sampai kalian mendorong saya untuk mundur dari jabatan saya sebagai kepala sekolah SMAN 2 Kyoto ini."
"meski berat tetapi saya berusaha menerima dengan lapang dada."
"dan kejadian kemarin!! itu sangat..."
"sangat menyakitkan bagi saya pribadi."
__ADS_1
"saya tidak menyangka hal seperti itu bisa terjadi selama karir saya sebagai kepala sekolah."
Ucap Ibu kepala sekolah yang meneteskan air mata
"lihat dia menangis." Kata seorang siswi yang terkejut
"tetapi di pagi hari ini saya dengan tegas menerima keluhan kalian, pilihan kalian, dan keputusan kalian yang meminta saya untuk mundur dari jabatan saya sebagai kepala sekolah di SMAN 2 Kyoto ini." Kata Ibu kepala sekolah dengan tegas
"lihatlah Ricko~san kita berhasil." Kata teman Ricko
"diam lah, dengarkan dulu kata - kata terakhirnya." Kata Ricko dengan dingin
"saya Dra.Ibu Aisyah Bintari bersedia mundur dari jabatan saya, bila diantara kalian memberitahukan kepada saya, siapakah dalang yang membuat demo tersebut terjadi?!." Kata Bu Aisyah dengan tegas
"apa?!!." Semua orang terkejut kecuali Ricko.
×
Ricko tertunduk
"tenang saja Ricko~san, saya berani jamin tidak ada yang berani melaporkan kejadian ini karena....." Kata teman Ricko yang menenangkan Ricko. tetapi dipotong.
"diam lah, aku akan ke sana." Jawab Ricko sambil tersenyum tipis
"tunggu Ricko~san!!!." Teman nya mencegah
"siapa dalangnya??!!! serahkan kepada saya!!." Teriak Ibu Aisyah.
Ricko berjalan ke depan menuju tempat pemimpin upacara untuk mengambil mikrofon.
sambil berjalan ke depan Ricko bergerutu sendiri "ga ada gunanya berteriak seperti itu.
emang ada yang berani melaporkanku?!.
sekarang kok jadi nyesel ya?.
ngapain juga sih aku mau jadi pemimpin mereka.
dia mundur beneran kan.
sampai dia nangis pula.
masuk televisi pula.
kasian banget dia.
kaya nya ini harus minta maaf." Gerutu Ricko sambil berjalan hingga sampai ke tempat pemimpin upacara dan mengambil mikrofon.
•Ricko POV end•
__ADS_1
"Bu Aisyah, saya orang yang anda cari.
saya dalangnya!!!." Ricko berkata dengan tegas
"kyaaa Ricko~senpai!!! keren bingitss." Teriak fans Ricko yang mayoritas adik kelas nya
"dia pasti gila, dia akan dikeluarkan." Kata kakak kelas Ricko
"dia jauh lebih berani daripada kau, dia tipe gw bgt, sayang banget dia juniorku haduhh." Jawab siswi seniornya Ricko
"anak itu lagi." Kata seorang guru
"saya sudah menduga pasti dia, sudah wajar sih karena dia putera Wijaya~san." Kata guru lain
×
Keributan terjadi karena pernyataan Ricko lalu semua berubah menjadi hening ketika ibu kepala sekolah mulai bicara.
"Ricko~kun ya?! jadi kamu dalangnya ya?." Tanya Ibu Aisyah
"iya bu." Jawab singkat Ricko
"terimakasih kamu dengan berani menyerahkan diri, Ricko~kun." Kata Ibu Aisyah
"tidak, saya hanya tidak tega melihat seorang wanita menangis karena ulah saya."
"jadi saya harus bertanggung jawab." Jawab Ricko dengan senyuman tulusnya
×
Ibu kepala sekolah tertegun melihat ekspresi Ricko
"sebagai ucapan terima kasih akan keberanian mu dan kejujuran mu."
"saya tidak akan mempermalukan mu di publik. sebagai gantinya, seusai upacara temui saya di ruangan kepala sekolah." Ucap lantang dari Ibu Aisyah
"saya mengerti, terimakasih banyak." Jawab Ricko
×
Lalu Ricko di hampiri dua guru dan menggandengnya untuk meninggalkan lapangan upacara.
"kamu akan dapat masalah bocah." Kata seorang guru
"saya suka cara mu nak, pantas kamu putera dari Wijaya~san." Kata guru lainnya
"hahaha tidak saya cuma terpaksa." Kata Ricko sambil tersenyum.
×
Ricko berjalan ke tepi lapangan dengan sangat sunyi tidak ada suara keramaian hinaan atas perilakunya tersebut.
~
__ADS_1
~
~Bersambung....