Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 37 " Jalan Hidup Yang Baru "


__ADS_3

Last~


Shilla yang menemui Ratna di koridor sekolah untuk menanyakan kabar Ricko.


“begini, apa Ricko~kun masih tidak masuk sekolah?." Tanya Shilla


“masih belum, eh tunggu dia tidak ngabarin kamu sama sekali apa? katanya kalian jadian?." Ucap Ratna yang memberi Shilla beberapa pertanyaan


“iya kami jadian, tapi belum sempat tukeran kontak line.” Jawab Shilla yang nampak lesu


“lalu apa rencana mu?.” Tanya Ratna


“aku mau kerumahnya.......”



•Back to story•


Ricko yang sedang sarapan dan ditemani Izaki di sampingnya.


“mau kerja paruh waktu?!.” Teriak Izaki yang terkejut dengan apa yang ia dengar


“tunggu, apa kau yakin? bersekolah sekaligus bekerja?!.”


“bukan masalah itu saja, apa kau mampu membagi waktumu?.”


“waktu sekolahmu, kehidupan masa muda mu, dan juga....”


“ukhti~san.” Ucap Izaki yang menyerang Ricko dengan beberapa pertanyaan


“yaaa itu juga yang aku pikirkan saat ini.” Ucap Ricko dengan tenang


“kalian baru saja jadian kan? apa kau sudah membahas ini dengannya?.” Tanya Izaki lagi


“belum, aku belum membahas ini ke siapapun.” Jawab Ricko sambil makan


“daripada itu, aku tidak enak lama - lama menumpang disini.” Ucap Ricko menambahkan


“ah syukurlah, sejujurnya ingin sekali aku mengusir mu Ricko.” Ucap Izaki yang berkata jujur


“jahat sekali ucapanmu itu.” Ucap Ricko yang tersenyum kecil


“tapi, jika ada sesuatu yang dapat ku bantu, katakan saja.” Ucap Izaki


“haa, makasih.” Ucap Ricko


×


Ricko yang sudah sarapan dan membersihkan piringnya tersebut, ia pun berjalan ke kamar mandi.


“ngomong - ngomong, bunda Rita sudah tau kalau kau ada di sini?.” Tanya Izaki yang masih di dapur


“oh iya aku lupa, tolong charger hapeku yang low dong.” Ucap Ricko yang sudah di dalam kamar mandi


“ah, menyesalnya aku bertanya....” Ucap Izaki yang cuma menuruti permintaan sahabatnya tersebut


“makasih kyodai.” Ucap Ricko di balik kamar mandi


×


Ricko yang sedang berendam di bak kamar mandi sendirian.


×Ricko POV×


“sudah dua hari ya?.”


“jujur sejak pergi dari rumah, badan ku sangat letih, pikiranku tak karuan dan emosi yang memuncak.”


“harusnya aku menelpon bunda dulu, bunda pasti khawatir.”


“dan juga Shilla.”


×Ricko POV end×


Setelah selesai mandi, Ricko mengambil hapenya yang sedang di isi daya.


“pertama, harus ngabarin bunda dulu.” Batin Ricko


“loh?....” Kata Ricko yang terkejut setelah menghidupkan hapenya


×


Ricko pun langsung berlari mencari Izaki.


~Sementara itu Shilla~


Yang sedang perjalanan ke rumah Ricko bersama Ratna yang menemaninya.


“senpai tau rumahnya kan?.” Tanya Shilla yang berjalan di depan Ratna


“ini sudah dekat, tapi kamu yakin nih kita ke sana?.” Tanya Ratna yang ragu dengan tekad Shilla


“saya cuma ingin melihat keadaannya saja.” Ucap Shilla yang jalannya cepat meninggalkan Ratna


“tak peduli nanti di usir.” Batin Shilla


“pelan - pelan dong jalannya.” Ucap Ratna yang mengeluh


×


Sementara itu di kediaman keluarga Wijaya, bunda Rita yang sedang duduk sendirian di kamarnya, memikirkan kabar RIcko.


“Rick~kun sedang apa ya?.” Batin bunda Rita yang khawatir dengan keadaan anaknya tersebut


×


Ken si tangan kanan Yakuza pun datang dan berdiri di depan pintu kamar bunda Rita.


“permisi, Rita~san.” Ucap Ken yang berada di depan pintu kamar bunda Rita


“bagaimana pencarian kalian?.” Tanya bunda Rita


“maaf, tuan muda masih belum di temukan, nanti saya coba hubungi orang - orang terdekatnya tuan muda.” Ucap Ken melaporkan hasil pencariannya


“ya sudah.” Jawab bunda Rita yang dingin


“anu, maafkan saya, apa anda sudah makan siang hari ini?.” Tanya Ken yang masih di depan pintu kamarnya bunda Rita


“haa, nanti saja.” Jawab bunda Rita yang suaranya terdengar lesu


“anda sebaiknya jaga pola makan anda Rita~san, jangan sampai anda jatuh sakit.” Ucap Ken yang khawatir dengan keadaannya bunda Rita


“haaa, terimakasih sarannya.” Ucap bunda Rita


×


Tiba - tiba salah seorang anak buah Yakuza keluarga Wijaya menghampiri Ken yang masih didepan pintu kamarnya bunda Rita.


“sumimasen!!! maaf atas kelancangan saya!.” Teriak anak buah Yakuza tersebut ingin melaporkan informasi


“ada apa?.” Tanya Ken


“di depan rumah ada tuan muda Ricko~sama.” Ucap anak buah Yakuza tersebut


“Rick~kun?.” Tanya bunda Rita


“benar nyonya.” Jawab anak buah Yakuza tersebut

__ADS_1


×


Di depan rumahnya, Ricko sedang menunggu seseorang dengan duduk di sepeda motor Izaki yang ia pinjam tadi.


Ricko pun ditemani para anak buah dan para pemimpin Yakuza.


“tuan muda, kemana saja anda selama ini, kami semua khawatir dengan keadaan anda tuan.” Ucap Yuzaki Arashi yang menyapa Ricko duluan


“bunda Rita, dan kita semua di sini khawatir dengan keadaan anda.” Ucap salah satu pemimpin Yakuza Satou Kiyoshi yang menghampiri Ricko


“anda tinggal dimana sekarang?.” Tanya Suzuki Murayama yang juga menghampiri Ricko


“nanti akan saya jelaskan semuanya, sekarang saya sedang menunggu seseorang.” Jawab Ricko yang duduk di sepeda motor Izaki


×Flashback Ricko on×


Ricko melihat hapenya yang mendapat pesan dari Ratna.



“yoo Ricko, kamu bolos lagi ya hari ini?.”


“itu bukan urusanku sih.....”


“ngomong - ngomong, hari ini Shilla khawatir dengan keadaanmu, dia memaksaku untuk mengantarnya ke rumahmu.”


“kamu dirumahkan?.”


“kita naik bus, kalau kamu tak di rumah, cepat pulang tehee."


“sampai ketemu nanti.” Kata chat dari Ratna


×


Ricko pun langsung berlari mencari Izaki.


“Izaki~kun!!.” Teriak Ricko


“ada apa??!!.” Tanya Izaki


“jelasinnya nanti saja, aku pinjam motormu dulu, ini gawat.” Ucap Ricko yang panik sendiri


“yaaa, bawa saja itu.” Ucap Izaki yang mengizinkan


“haaa makasih kyodai.” Ucap Ricko yang mengambil kunci motor dan langsung lari ke garasi motor


“hati - hati!!.” Teriak Izaki yang melihat sahabatnya terburu - buru


×Flashback Ricko off end×


Dan datanglah Shilla bersama dengan Ratna yang berjalan kaki dari ujung gang sana sampai rumahnya Ricko.


Ricko yang melihat Shilla, ia langsung menanyainya.


“mau apa kamu kemari?!.” Tanya Ricko ke Shilla


“masih nanya?! aku nyari kamu lah! kamu nya aja menghilang tanpa kabar.” Jawab Shilla


“sebaiknya kau pergi dari sini.” Ucap Ricko yang menyuruh Shilla pergi


“memangnya kenapa?!!.” Tanya Shilla yang inginkan penjelasan


“sebaiknya kau pergi sebelum.....” Ucap Ricko yang terpotong


×


Datanglah Wijaya yang menaiki mobil pribadinya, dan ia turun di depan Ricko dan yang lain.


“okashira.” Kata salah satu anak buah Yakuza keluarga Wijaya


“ada apa ini? menghadang pintu masuk.” Tanya Wijaya yang lewat di depan semua orang


“oh, ada tamu ya? Kenapa tidak masuk?.” Tanya Wijaya yang terlihat ramah


“lama tak berjumpa Wijaya~san....” Ucap Ratna yang menyapa ayahnya Ricko duluan


“ohhh, kau kah itu Ratna? lama tak jumpa, sudah besar ya kamu sekarang.” Ucap Wijaya yang juga menyapa Ratna


“ayo - ayo kita masuk ke dalam rumah, maaf atas sambutan yang buruk dari keluarga ini hahaha.” Ucap Wijaya mempersilahkan Ratna dan Shilla masuk ke rumah


×


Ratna dan Wijaya masuk duluan ke dalam rumah, di ikuti dengan seluruh pasukan Yakuza keluarga Wijaya kecuali Ricko dan Shilla yang masih tetap di depan rumah keluarga Wijaya.


Tetapi bos Yakuza tersebut memanggil anaknya.


“hey kau.....” Panggil Wijaya yang memanggil Ricko


“apa kau akan tetap di sana membiarkan pacarmu kepanasan sepeti itu.” Ucap Wijaya yang sinis


“suruh dia masuk.”


“bunda mu pasti sudah menunggumu.” Ucap Wijaya yang berjalan masuk rumah


“ayo Shilla, jangan takut.” Ucap Ratna yang menghampiri dan mengajak Shilla untuk masuk rumah


“i-iya, permisi...” Ucap Shilla yang masuk rumah keluarga Wijaya


×


Shilla dan Ricko pun memasuki rumah bersama - sama.


Dan ketika mereka semua sampai di ruang keluarga, bunda Rita yang dari tadi menunggu langsung berjalan menghampiri Ricko.


*Plak!!!!


Bunda Rita menampar wajahnya Ricko dan membuat semua orang terkejut kecuali Wijaya.


“pergi dari rumah udah lewat dua hari tanpa kabar, kamu pikir itu keren anak muda.” Ucap bunda Rita yang marah kepada Ricko


“bunda khawatir kamu kenapa - napa di luar sana nak.” Ucap bunda Rita yang tiba - tiba terduduk dan menangis


“maaf.” Ucap Ricko yang ikut duduk dan memeluk bundanya tersebut


×


Masih pada momen haru seorang ibu dan anak, tapi Wijaya menghampirinya dan merusak momen tersebut.


“tidak ada gunanya mengkhawatirkan anak tidak berguna sepertimu....”


“memalukan keluarga, membahayakan nyawa orang lain, membuat ibundanya menangis, kamu tuh bisanya apa?.” Ucap Wijaya yang merendahkan Ricko tapi Ricko tetap diam memeluk bundanya tersebut


“benarkan, Ricko?.” Tanya Wijaya


“sudah cukup!!.” Teriak Shilla yang tiba - tiba memotong Wijaya yang sedang mendesak Ricko


“kanojo~san?.” Batin Ken yang terkejut karena Shilla angkat bicara


“tidak sepantasnya sosok ayah berkata seperti itu kepada anaknya sendiri.”


“jika dia melakukan kesalahan seperti yang anda katakan, harusnya anda memberitahu dimana letak kesalahan anak anda, bukan mencaci dan merendahkannya.”


“anda itu harusnya berkaca, cara anda mendidiknya itu salah.”


“di sini anda itu menjadi sosok ayah, bukan Yakuza.” Ucap Shilla yang menasehati Wijaya sang bos Yakuza


“Shilla.” Ucap Ricko yang tercengang dengan apa yang Shilla katakan

__ADS_1


×


Setelah Shilla bicara seperti itu di hadapan Wijaya, suasana di sana seketika menjadi hening dan mencekam.


Dan Wijaya pun memecah keheningan dan menghampiri Shilla.


“kau....”


“pacarnya Ricko kan? siapa namamu?.” Tanya Wijaya yang mendekati Shilla


“A-Ashilla Nurussifa.” Jawab Shilla yang sedikit tertekan


×


Wijaya pun mendekatkan diri dan berbisik di telinganya Shilla.


“kau itu terlalu ikut campur, ini bukan urusanmu kuso gaki.” Bisik Wijaya


“jika kau sangat peduli dan sayang padanya, ambillah!!.”


“bawa saja ke rumahmu dan lakukan sesuatu untuknya.”


“Wijaya~san!!!.” Panggil Ken tapi tak dihiraukan Wijaya


“anda.....” Ucap Shilla yang geram dan mengangkat tangannya


*Plakk!!!


Sebelum Shilla ingin menampar Wijaya, bunda Rita sudah mendahuluinya untuk menampar sang bos Yakuza tersebut.


“kau sangat memalukan...”


“yang Shilla katakan itu benar, anak kita seperti sekarang karena kau yang tidak bisa menjadi sosok ayah dengan benar.”


“karena, sosok inspirasi seorang anak laki - laki dari kecil adalah ayahnya!.”


“dia tidak berguna karena kau sering memanjakannya!.” Teriak Wijaya yang menyalahkan bunda Rita


“aku keras padanya karena kelak dia adalah pewaris.....” Ucap Wijaya yang terpotong


“sudah cukup!!.” Teriak Ricko


“jangan kau membentaknya kuso jiji!.” Ucap Ricko yang murka


“pertikaian ini tak perlu di lanjutkan Wijaya~san.” Ucap Ken yang berusaha menengahi


“tak apa Ken~san, saya juga akan pergi setelah ini.” Ucap Ricko yang melangkah mendekati bunda Rita dan juga ayahnya



“semuanya!!.”


“maaf membuat kalian semua khawatir.”


“selama dua hari ini, saya menginap di rumahnya Izaki~kun.....”


“rencananya saya akan mencari kontrakan untuk saya tinggal dan mencoba mencari lowongan kerja paruh waktu, untuk mengarungi hidup saya.” Ucap Ricko yang berbicara di depan semua orang


“kenapa tuan muda? apa maksud anda?.” Tanya salah satu anak buah Yakuza


“karena, saya ingin hidup mandiri, hidup tanpa keluarga ini.”


“saya akan tetap pergi dari sini!.”


“boleh kan bunda?.” Ucap Ricko yang memberitahu niatnya pergi dari rumah dan bertanya ke bunda Rita


“tentu, tentu saja boleh.” Jawab bunda Rita yang menyetujui permintaan anaknya tersebut


“makasih bunda.” Ucap Ricko yang memeluk dan berterimakasih kepada bunda Rita di depan Wijaya


“untuk semuanya terimakasih sudah mengkhawatirkan saya...”


“seperti yang oyaji katakan, maaf jika saya sudah sangat merepotkan kalian semua,dan terima kasih!.” Ucap Ricko menghadap ke semua seluruh pasukannya


“dan untuk Shilla~chan”


“saya kembali karena kamu yang nekat ke rumah, ah tapi saya terlambat.”


“maaf sudah membuatmu khawatir selama dua hari ini tanpa kabar, dan makasih sudah membelaku tadi.” Ucap Ricko menghadap Shilla dan Wijaya pergi dari mereka bertiga


“dan untuk oyaji, sekarang saya tidak membutuhkan fasilitas mu, harta mu, bahkan nama besar mu.”


“saya juga tidak pernah menganggap mu sebagai sosok panutan dalam hidupku.”


“bahkan seorang ayah sekalipun.”


“tapi asal kau tahu oyaji, saya selalu berusaha melakukan hal yang terbaik hanya untuk sekali saja kau mengakui keberadaan ku sebagai anakmu.”



“hahahaha tapi itu cuma harapan yang sia - sia.” Ucap Ricko yang di abaikan Wijaya yang tetap berjalan menjauh


“oyaji!!!.” Panggil Ricko yang berhasil membuat Wijaya berhenti melangkah


“bolehkah saya meminta satu permintaan terakhir....”


“apa?!.” Tanya Wijaya yang melepas baju yang ia kenakan


“bolehkah saya pergi, dan tidak melanjutkan bisnis keluarga ini.” Jawab Ricko


×


Setelah mendengar perkataan Ricko, semua orang terkejut kecuali bunda Rita yang masih terduduk.


"apa saya tidak salah mendengarnya?."


"apa maksud yang anda katakan, tuan muda?."


"kenapa?!." Tanya beberapa anak buah Yakuza keluarga Wijaya


"saya ingin menjalani hidup yang baru, di luar kehidupan Yakuza." Jawab Ricko dengan tekad yang mantap



"lakukan sesukamu....." Ucap Wijaya yang langsung memalingkan wajahnya


×


Wijaya pun berjalan ingin meninggalkan semua orang yang ada di sana, akan tetapi tiba - tiba ia berhenti kembali.


"dengan ini, saya mencoret mu dari ahli waris keluarga Wijaya."


"jika tidak ada keperluan lagi, segera kemasi semua barang mu, dan pergilah dari hadapanku." Ucap Wijaya yang melirik ke arah Ricko


×


Ricko tersenyum dengan apa yg ia dengar, dan memanggil ayahnya sekali lagi.


"oyaji!!!"


"maaf telah mengecewakanmu selama ini, dan....."


~


~


~

__ADS_1


"terimakasih......"


~bersambung......


__ADS_2