
Last~
Ricko dan teman - temannya memutuskan pulang dan ada yang pulang bersamanya.
Tetapi tiba - tiba Ricko berhenti setelah melihat diujung jalan ada satu gadis yang dikerumuni para preman.
"Rick~kun lihatlah itu, bukankah dia ukhti tadi?!." Tanya Tomoya
"aku tahu, kalian semua tetaplah disini, biar aku sendiri yang ke sana." Ucap Ricko
"tapi mereka berjumlah tujuh orang Ricko~san!." Kata Sota yang khawatir
"tenang saja Sota~kun, Rick~kun itu kuat kok." Ucap Tomoya yang menenangkan Sota
×
Ricko berjalan sendirian menuju ke ujung jalan menghampiri si ukhti yang dikerumuni para preman.
"woy ossan!!!." Teriak Ricko
•Back To Story•
"siapa kau bocah? ada perlu apa? kau ganggu kesenangan kami tau?." Tanya salah satu preman
"osssan!! aku punya masalah dengan wanita itu. tolong jangan kau apa - apakan dia?." Jawab Ricko dihadapan para preman
×
Para preman menganggap remeh setelah melihat tatapan santai Ricko yang meminta baik - baik sang ukhti.
"baiklah lepaskan dia." Perintah pemimpin para preman tersebut
"maaf sudah menahan mu ukhti." Kata preman yang mulai melepaskan genggaman tangannya
×
Sang ukhti pun langsung berlari menuju ke tempatnya Ricko, akan tetapi tiba - tiba tangan sang ukhti langsung di cengkram oleh pemimpin preman tersebut.
"kyaaa Ri-Ricko!!!!!." Teriak si ukhti yang kesakitan akibat cengkraman preman tersebut
"teriakan mu enak sekali di telinga nona." Goda pemimpin preman tersebut
"hey gozoooo! jika kau menginginkannya, kesini rebut lah!." Ucap pemimpin preman tersebut
×
Ricko yang menyaksikan pemandangan yang menyedihkan seperti ini membuatnya menjadi naik darah.
"menarik sekali." Ucap Ricko dengan tatapan iblis nya
"Ricko tolong aku....." Ucap si ukhti yang ketakutan sambil menatap Ricko dari kejauhan
"Ricko selamatkan aku hahaha." Hina pemimpin preman tersebut
"tenang saja, aku akan segera ke sana."
"AKU AKAN MELINDUNGI MU"
Batin Ricko seiring melihat sang ukhti yang ditangan para preman tersebut
×
Ada tiga preman berusaha mendekati Ricko.
"ossan, jangan sampai saya bertindak kasar cuma untuk merebutnya ya." Kata Ricko dalam mode serius
"berani sekali kau mengancam kami bocah!." Kata salah satu preman tersebut
"kalian cuma tujuh orang, jangan sampai kalian pulang - pulang dengan tubuh memar lo." Ucap Ricko meremehkan para preman tersebut
"jangan banyak bacot, yang akan kesakitan itu kau bocah!!!!." Teriak salah satu preman sambil melancarkan serangan ke arah Ricko
×
Tetapi Ricko mampu menangkisnya dan menonjok balik preman itu.
|.Dari kejauhan.|
"Ricko~san dikeroyok! ayo kita bantu dia Tomoya~san!." Ucap Sota yang cemas dengan keadaan Ricko
"Rick~kun itu kuat, percayalah." Ucap Tomoya meyakinkan Sota
"izaki~san?." Panggil Sota
"Ricko biasanya melawan lima belas orang sendiri, ini juga baru tujuh, jadi tenanglah dan lihatlah baik - baik." Ucap Izaki yang menenangkan Sota
×
Ricko berhasil menumbangkan enam anak buah preman jalanan tersebut dalam sekejap dan sekarang yang tersisa hanya satu orang saja, yaitu pemimpin preman tersebut.
__ADS_1
"hahaha kamu hebat juga ya bocah, kamu se begitu pedulinya sama wanita ini, siapa dia? saudarimu? atau kerabat mu?.....atau temanmu?...... atau pacarmu?." Tanya pemimpin preman tersebut sambil menggenggam erat tangan si ukhti
~Ricko dan ukhti sama - sama merona~
"tentang hubunganku, itu tidak ada kaitannya denganmu paman?." Jawab Ricko
"begini saja bocah, aku akan lepaskan pacarmu ini, asalkan kau mau bergabung dengan kelompokku." Siasat pemimpin preman menawarkan pilihan
"kau mengancam ku dengan wanita? dimana wibawa kemimpinan mu?." Ucap Ricko yang merendahkan pemimpin preman dihadapannya ini
"di peraturan Yakuza, jika ingin merekrut seseorang harus mengalahkan orang tersebut, jika ingin menguasai wilayah juga harus mengalahkan penguasa daerah tersebut." Ucap Ricko menjelaskan
"apa maksud mu gaki?!." Tanya pemimpin preman yang tidak mengerti
"maksudku, kau tau kan ini daerahnya siapa?." Kata Ricko yang berbalik nanya
"keluarga Wijaya?." Batin pemimpin preman yang mulai merinding
"dan kabarnya mereka terkenal kejam sama sekelompok yang mengusik wilayahnya."
"terserah sih percaya atau tidak, saya juga tidak mau gunakan nama ayah saya jadi tameng untuk melindungi saya sendiri." Ucap Ricko mengancam
"ka- kau pasti berbohong, berhentilah bercanda bocah!." Bentak pemimpin preman tersebut yang geram
"aku punya taruhan, gimana kita gunakan sistem Yakuza yang mana jika aku kalah aku akan jadi anak buah mu, jika aku menang jadilah anak buah ku?." Ucap Ricko memberi pilihan kepada sang pemimpin preman tersebut
×
Sejenak para preman pun terdiam menelan ludah dengan apa yang mereka dengar barusan.
"tenang saja aku tidak akan melaporkan kejadian ini kepadanya, kita akan bersenang - senang disini." Ucap Ricko sambil tersenyum
×
Tiba - tiba ada dua preman yang mampu bangkit dan langsung menahan pergerakannya Ricko.
"sekarang bos." Teriak salah satu dari preman yang memegangi Ricko tersebut
×
Bos preman tersebut langsung melepaskan tangan si ukhti dan langsung maju untuk mengajar Ricko.
"ayo kita mulai nak!!." Bentak pemimpin preman tersebut yang langsung memukuli perut Ricko
|.Dari kejauhan.|
"hey! Ricko~san dikeroyok itu!." Teriak salah satu teman Ricko
"kalian ke sana hanya membebani Ricko! dia sudah terbebani gara - gara adanya wanita itu, dia masih menahan diri, menahan kekuatan penuhnya."
"jika dia masih mampu berdiri, dia pasti mampu mengalahkan mereka." Ucap Izaki dengan dingin dan menenangkan
"kenapa kau se yakin itu?." Tanya Sota
"karena aku adalah sahabatnya." Ucap Izaki
"lagi pula kita sering berantem dengan sekelompok orang dan cuma kita hadapi bertiga, tapi biasanya Rick~kun lah yang paling banyak menghajar orang, terlihat jelas saat ini dia menahan diri." Ucap Tomoya menambahkan
"sabarlah dan lihatlah sendiri, kau akan tau siapa itu Ricko." Ucap Izaki kepada Sota dan kawan - kawan
×
Ricko menerima beberapa pukulan dari pemimpin preman tersebut.
"matilah kau gaki!! hahahaha." Ucap pemimpin preman tersebut yang tertawa puas dengan apa yang ia perbuat
"osssan, pu-pukulan mu itu seperti pukulan anak kecil, hah ji- jika kau berniat mengalahkan ku, ha- harusnya kau menikam ku dengan pisau mu itu." Ucap Ricko yang ter engah - engah nafasnya dan wajahnya terlihat tersenyum meremehkan
"bacot gaki!!." Teriak pemimpin preman yang memberi pukulan terakhir di wajahnya Ricko
×
Ricko sedikit batuk darah setelah menerima pukulan tersebut.
Ricko masih mampu berdiri meski pergerakannya masih ditahan oleh kedua anak buah preman tersebut. tetapi Ricko tertunduk sambil melihat kearah ukhti.
"oouh silau sekali dia, berhentilah menangis, gara - gara liatin dia hah rasanya jadi ngantuk...."
"eh tunggu jangan pingsan dulu, aku harus selamatkan dia dulu, kenapa ya aku berbuat sejauh ini?." Batin Ricko yang terjebak dalam lamunannya meski cuma sebentar
"hahaha ossan, sekarang giliran ku menyerang" Ucap Ricko yang perlahan bangkit
×
Ricko menendang perut pemimpin preman dengan keras sampai ia jatuh terjungkal ke belakang, lalu Ricko membanting kedua anak buah preman yang menahan pergerakannya hingga terjatuh dan tak mampu bangkit lagi.
Setelah itu Ricko pun berjalan menghampiri bos preman tersebut.
"gimana paman? kamu baru menerima satu tendangan lo. kok sudah kesakitan sampai tidak mampu berdiri hah hahaha." Ucap Ricko menghina musuhnya tersebut
|.Dari kejauhan.|
__ADS_1
"inilah yang kutunggu dari Ricko." Ucap Izaki dengan senyum psikopat nya memberitahukan ke semuanya bahwa Ricko sudah tidak menahan diri
"kuharap preman itu takut melihat senyumannya Rick~kun, jika dia tak mau mati." Ucap Tomoya menambahkan
"memang Ricko~san pernah membunuh?." Tanya Sota
"belum sih, itu karena kita menahannya. ini situasinya berbeda, kita jauh darinya.
kuharap preman itu lari dari sana." Ucap Izaki
|.Kembali ke Ricko.|
"cabut pisau mu paman!! kau sangat butuh senjata sekarang." Teriak Ricko dengan senyum mengerikannya
×
Bos preman tersebut mampu bangkit tapi seluruh tubuhnya bergetar karena melihat senyuman Ricko yang terlihat sadis.
Dan tiba - tiba di ukhti berlari ke arah Ricko merebut pisau yang ditangan preman tersebut dan membuangnya jauh dari Ricko dan preman tersebut yang kembali terjatuh ketakutan.
"mooo hentikan Ricko!!!!." Teriakan ukhti yang menyadarkan Ricko
"tolong hentikan! jangan berbuat lebih keji lagi!." Ucap ukhti yang memegang tangan si Ricko
"maaf." Kata yang terucap di mulut Ricko
×
Akhirnya Ricko pun mampu tenang dan terkendali kembali setelah hampir berbuat sadis.
"sejujurnya aku tidak suka berkelahi, apa lagi melawan orang tua sepertimu paman, Salah sendiri paman sekalian yang memancing amarahku." Ucap Ricko
"m- maaf aku sudah menyakiti pacarmu, ini kesalahan kami." Ucap pemimpin preman yang terduduk berbaris rapi
"tidak, dia bukan pacarku." Ucap Ricko membantah meski dia tetap menggandeng si ukhti
"tapi sebagai anak muda harusnya aku yang bilang, maafkan aku sudah menghajar kalian." Ucap Ricko meminta maaf kepada para preman tersebut dengan menundukkan kepalanya.
"eh tidak - tidak jangan menunduk begitu okashira! kami yang salah." Ucap pemimpin preman yang terkejut dengan perbuatan Ricko
"kita sama - sama saling memaafkan saja paman." Ucap Ricko dengan polos senyumnya
"hahaha okashira orangnya polos ya, setelah perilaku kami terhadap anda, tapi anda bisa seperti itu." Kata seorang preman yang berbicara dengan bercanda
×
Tiba - tiba Ricko kembali terdiam dan tertunduk dan membuat suasana sekitarnya merinding.
tetapi si ukhti mempererat genggaman tangannya yang dapat menenangkan si Ricko kembali.
Dan si ukhti ingin menarik Ricko untuk segera pergi dari sana.
"baiklah, sebagai pemimpin baru kalian, dengarkan perintahku." Ucap tegas Ricko sebagai pemimpin
"baik okashira!." Ucap seluruh kelompok preman tersebut
"bubar lah!." Perintah Ricko
"loh!!!! kenapa?!." Tanya pemimpin preman yang lama
"bubar lah dan kembali pulang lah ke rumah, kalian boleh kumpul - kumpul biasa, asal jangan macam-macam di wilayah ini, saya tidak ingin kalian dihabisi dengan brutal oleh para Yakuza yang menguasai wilayah ini." Ucap Ricko menjelaskan alasan membubarkan kelompok preman tersebut
"baiklah! perintah okashira akan kami laksanakan!." Ucap dengan tegas pemimpin preman yang lama
"berhentilah memanggilku dengan sebutan okashira, panggil saja namaku, Ricko!." Ucap Ricko yang tidak suka dengan pemanggilan namanya
"baik Ricko~sama!." Ucap serentak kelompok preman tersebut
"hah, terserah kalian lah." Batin Ricko yang pasrah
"baiklah bubar ya, paman - paman sekalian, aku pulang duluan ya oke." Ucap ricko yang pamit kepada para preman tersebut
×
Ricko berjalan menuju ke tempat teman - temannya dengan menggandeng si ukhti bersamanya.
"hati - hati dijalan!!."
"pegangan dengan erat ey ukhti."
Teriak beberapa preman tersebut
"dia memiliki kepribadian ganda, aku yakin yang kulihat, ketika emosinya berada di titik puncaknya dia akan berubah seperti sang iblis, semoga dia bisa menjadi pemimpin yang bijaksana kelak dimasa depan." Batin sang pemimpin preman yang lama sambil memandangi Ricko yang kembali ke tempat teman - temannya.
~
~
__ADS_1
~Bersambung...