Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 29 " Jawaban "


__ADS_3

Last~


"mungkin sekarang ini beliau bertarung sambil tersenyum memikirkan anda kanojo~san." Ucap Arima


“Ricko~kun, aku baru tahu, betapa beratnya beban hidupmu menjadi pewaris Yakuza.”


“maaf, telah lama membuatmu menunggu jawabanku Ricko~kun.”


“tapi kau tak perlu khawatir lagi, karena sekarang aku akan selalu bersamamu kok.”


Batin Shilla yang memberanikan diri melihat Ricko yang berhasil memukul mundur musuhnya seorang diri


“sekarang sudah aman, kita dapat bagi pasukan menjadi dua bagian, sebagian tetaplah di sini, dan sebagiannya lagi majulah bersama shirich.” Kata Arima memberi perintah


“Yokai sir!” Teriak beberapa pasukan Yakuza di sana


“Hikkkehhh!” Teriak Arima memberi perintah menyerang


“haaa!!!” Teriak seluruh pasukan yang langsung maju barisan depan


×


Seluruh pasukan barat kembali di bagi menjadi dua, sebagian maju menyerang bersama shirich di barisan depan, sedangkan sebagiannya lagi tetap berjaga serangan jarak jauh sembari menjaga Shilla, sementara itu Shilla...


~


“paman, bolehkah saya meminta sesuatu...”



•Back to story•


Tiba - tiba Shilla meminta suatu permintaan dan membuat Arima kebingungan.


"meminjam walkie talkie? untuk apa kanojo~san?"


Tanya Arima yang tidak mengerti dengan apa yang direncanakan oleh Shilla


"saya pinjam bentar" Ucap Shilla yang memohon


"baiklah, saya beri waktu dua menit." Ucap Arima yang memberi izin


"terima kasih Arima~san" Ucap Shilla yang senang sudah dipinjamkan walkie talkie nya Arima.


×


Sementara itu di tempat Ricko yang sedang bertarung melawan mafia.


Ricko yang bertarung sendirian dan hanya bersenjata katana richdai mikadzuki berhasil merusak strategi dan persenjataan para mafia tersebut.


Di kala Ricko sedang bertarung, sesungguhnya Ricko sedang memikirkan hal lain.


"rasanya ga enak ya ditembak cewek di tempat seperti ini." Batin Ricko yang sedang menari - nari menyerang pertahanan musuhnya


×


Sementara itu di sisi Shilla, setelah mendapat izin meminjam dari Arima, Shilla pun diajari cara menggunakan walkie talkie dengan benar oleh Arima.


"tenang Shilla..." Batin Shilla sembari menarik nafas dalam - dalam


"tes - tes, apa ini menyala?." Ucap Shilla melalui walkie talkie nya


"sebelumnya maaf telah mengganggu semua orang yang terhubung di sini, harap dengarkan apa yang ingin saya sampaikan dalam dua menit ke depan."


"nama saya Ashilla nurussyifa, saya seorang siswi SMA yang kebetulan berkunjung di sini." Ucap Shilla memperkenalkan diri


"ini kedua kalinya saya bertemu Yakuza, lebih tepatnya ditolong oleh Yakuza."


"dulu saya pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan."


"pada saat itu saya sendirian yang berjalan untuk pulang ke rumah, akan tetapi malam itu saya di hadang oleh segerombolan preman pasar."


"saat itu saya takut, saya pasrah, akan tetapi, ketika harapan saya sudah tiada."


"datanglah sesosok pria yang se usia dengan saya."


"dia datang menolong saya dan mengantarkan saya pulang sampai rumah."

__ADS_1


"setelah itu kami berkenalan." Ucap Shilla yang bercerita tentang pengalaman hidupnya


"hey nak, jangan bercerita disini, kita sedang berkonsentrasi di sini." Ucap pemimpin tim snipper yang bernama Yuzaki Arashi


"ku kira ada informasi penting, kau itu sangat mengganggu." Ucap pemimpin pasukan selatan yang marah - marah ia bernama Suzuki Murayama


"Minna, dengarkan saja ceritanya..." Ucap Ken yang menenangkan semua orang


"tapi Ken~san..." Ucap pemimpin selatan Murayama yang keberatan


"kalian hanya perlu mendengarkan, tidak perlu berkomentar..."


"tetaplah fokus dalam posisi kalian masing - masing..."


"lanjutkan Shilla~sama" Ucap Ken yang menceramahi anak buahnya


"terima kasih Ken~san" Ucap Shilla berterima kasih melalui walkie talkie nya


"setelah kejadian itu, saya mulai tertarik pada pemuda itu, dan saya ingin mengenalnya lebih jauh lagi."


"entah ini kebetulan atau apa, dia sekarang satu sekolah dengan saya."


"saat di sekolah, dia itu sangat penyendiri, saya kasihan melihatnya yang selalu sendirian, saya mencoba ngobrol, dan akhirnya berteman dengannya. dan mulai di sana kita jadi akrab satu sama lain." Ucap Shilla yang bercerita sendiri menggunakan walkie talkie


×


Shilla bercerita di tengah semua orang di sana sedang berperang, tidak ada orang lain yang bicara, termasuk juga Ricko yang hanya mendengarkan kisah yang di ceritakan oleh Shilla.


"ada satu momen yang paling saya ingat, ini cukup memalukan sih hahaha..."


"saat itu, ketika saya jalan bareng dia..."


"saya ketiduran di bahunya...." Ucap Shilla menceritakan saat itu yang membuat Ricko tersenyum di sana


×


Beralih ke Ricko yang sedang bertarung sendirian.


"ohh saat itu ya...." Batin Ricko


Setelah Ricko menelpon Ken untuk mencari bantuan, Ricko diam tidak bergerak supaya Shilla tidak terbangun.


Akan tetapi Ricko mendengar Shilla yang sedang mengigau.


"mooo jangan lah, jangan sekarang, kita tu masih sekolah...." Ucap Shilla yang bicara sendiri saat tidur


"eh dia mengigau, dia sedang mimpi in apa ya? mimpi in siapa?" Batin Ricko yang melihat Shilla yang tidur sambil bersandar di bahunya


"Ricko~kun...." Ucap Shilla yang menyebut nama Ricko


"eh, dia mimpi in aku" Batin Ricko yang terkejut


"kubilang jangan sekarang!! nanti kan kita bisa melakukan itu lain kali kan hih...." Ucap Shilla yang mengigau lagi


"dia mimpi in apaan sih...." Batin Ricko yang melihat langit


×Flashback off end×


Ricko yang sedang bertarung tiba - tiba tersenyum.


"jadi teringat saat itu ya..."



"dasar putri tidur..." Batin Ricko yang tersenyum setelah mengingat kejadian itu


×


Sementara itu Shilla melanjutkan ceritanya.


"setelah itu, tiba - tiba saya terbangun di pangkuannya dan sudah di depan rumah saya bersama om - om yang wajahnya menyeramkan." Ucap Shilla yang melanjutkan ceritanya lewat walkie talkie


"dan keesokan harinya... saya mendengar dari tetangga saya bahwa ada sekelompok Yakuza yang datang di kampung halaman saya."


"setelah saya amati dan saya pikir - pikir lagi, apa mungkin dia itu seorang Yakuza? akan tetapi saya mengabaikan itu karena saya percaya dia adalah orang yang baik." Ucap Shilla melanjutkan ceritanya


"setelah itu, semakin lama kita semakin dekat dan saya sadar kedekatan ini bukan sekedar teman, dan perasaan ini lebih dari perasaan peduli lagi, ini perasaan yang lebih besar."

__ADS_1


"benar... saya jatuh cinta kepadanya." Ucap Shilla mengungkapkan perasaannya


"akan tetapi, di keluarga saya, menjunjung tinggi ajaran agama Islam, dan di agama tidak diperbolehkan untuk pacaran."


"di saat itulah saya dilema."


"pada awalnya saya hanya ingin berterimakasih padanya, akan tetapi saya semakin peduli kepadanya, berteman dengannya, hingga perasaan ini semakin lama semakin dalam."


"saya salah mencoba untuk mendekatinya, saya salah karena mencoba untuk peduli kepadanya, saya salah karena hanya saya yang mencintainya."


"saya juga sempat bertanya pada diri saya sendiri, kenapa saya bisa jatuh hati kepadanya? dan apa dia merasakan apa yang juga saya rasakan?."


"dan pada saat itu..." Ucap Shilla yang melanjutkan ceritanya


×Flashback Shilla on×


Ricko di taman belakang sekolah bersama Shilla yang duduk sendirian di sana.


"Watashi wa anata ga sukidesu" Ucap Ricko dengan bahasa Jepang


"lagi - lagi itu! apa sih artinya?!" Tanya Shilla yang kesal dengan permainan bahasa ini


"aku suka kamu" Ucap Ricko yang berdiri di depan Shilla dengan malu - malu


Deg.. Deg.. Deg..


×


Shilla reflek langsung ikut berdiri dan berpaling dari tatap muka dengan Ricko yang berada di depannya.


"aku sangat menyukaimu dari pertemuan pertama kita di kedai itu, saat kamu menembak ku pertama kali, aku terpukau dengan keanggunan mu Shilla." Ucap Ricko yang mengungkapkan isi hatinya


"sebenarnya pada waktu itu setalah ku tahu alasan ungkapan perasaanmu itu palsu, aku sebenernya kecewa, tapi aku bisa mengerti karena kau belum mengenalku, dan tiba - tiba mengungkapkan perasaan mu kan ga logis kan? hahaha, jadi aku mendekatimu karena aku ingin kamu mengenalku, aku di matamu seperti apa?, aku pria seperti apa?, bahkan keluargaku itu seperti apa?, aku ingin kamu mengenalku lebih jauh lagi. dan sekarang menurutku inilah waktu yang tepat aku mengungkapkan semuanya." Ucap Ricko yang percaya diri mengungkapkan semua perasaannya


"jujur aku ga pengalaman dengan masalah seperti ini, hahaha ini pertama kalinya dalam hidupku


mengungkapkan perasaanku pada wanita." Ucap Ricko yang sudah berkata jujur


"Shilla~chan, aku ingin berkata jujur mengenai perasaanku padamu, bahwa aku menyukaimu." Ucap Ricko yang berada di belakang Shilla dengan lantang percaya diri


"mau kah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Ricko setelah mengungkapkan semua perasaannya


×Flashback Shilla off end×


"dia juga ada perasaan yang sama denganku, tentu saja aku senang mendengar langsung dari mulutnya, karena cintaku ini tidak bertepuk sebelah tangan." Ucap Shilla yang melanjutkan ceritanya



"saat itu saya semakin bimbang dan harus menjawab apa kepadanya."


"akan tetapi, ada seniorku berkata...."


×Flashback Shilla on×


"untuk sekarang, yang ada di hatinya adalah kamu."


"apapun pilihanmu, itu adalah pilihan yang terbaik untuk kalian, jadi pertimbangkan lah kembali, tanyakan hatimu Shilla~san." Ucap Ratna yang memberikan semangat kepada Shilla yang sedang dilanda kebingungan


"Ricko pasti sedang menunggu jawabanmu." Ucap Ratna dengan senyuman terhias di wajahnya


"oh iya, kamu jangan cerita ke Ricko kalau aku ngasih tau identitas keluarganya ke kamu ya..." Ucap Ratna yang pamit pergi


×Flashback Shilla off end×


"apapun pilihanku, itu adalah pilihan terbaik untuk kita."


"aku akan menjawab pernyataan mu di hari itu."


~


~


Ricko~kun<3


~


~Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2