Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 28 " Senyum Tulus Shirich "


__ADS_3

Last~


Setelah selesai mengobati Ricko, Shilla pun duduk di sebelah Ricko dan suasana di antara mereka menjadi hening, hingga akhirnya Shilla pun memanggil Ricko.


"Ricko~kun" Panggil Shilla


~


~


"iya, apa?" Tanya Ricko yang mengecek lengannya


"aku mau berkata jujur, mengenai perasaanku padamu..."



•Back to story•


"apa yang kau katakan tadi?" Tanya Ricko yang terkejut dengan apa yang di katakan Shilla


"aku mau jawab jujur tentang perasaanku ke kamu, dan alasan kenapa aku menjauhi mu selama ini." Ucap Shilla yang mengulangi perkataannya secara rinci


"sebenarnya aku..." Ucap Shilla yang tiba - tiba terhenti karena walkie talkie nya Ricko mendapatkan panggilan darurat


"lapor tim timur pada tuan muda, kami di serang se gerombolan para mafia yang kemungkinannya ini serangan susulan tuan." Ucap pemimpin pasukan Yakuza dari timur Satou Kiyoshi melaporkan situasi terkini kepada Ricko


×


Tidak sampai di situ, tiba - tiba datanglah sekelompok para mafia lain yang berdatangan dan bersiap untuk menyerang sisi barat yang di jaga oleh Ricko.


"tuan muda! serangan susulan telah datang!" Teriak salah satu anak buahnya yang mengejutkan Ricko dan yang lainnya


"apa yang harus kita lakukan tuan?!" Tanya Arima langsung mendekati Ricko yang sedang menggandeng tangan Shilla


×


Ricko seketika terdiam dan mempererat genggaman tangannya yang menggandeng Shilla, hingga akhirnya Ricko memutuskan pilihannya.


"semuanya, dengarkan saya, pertama tama sisi barat harus kita bereskan secepatnya dan untuk sisi timur bertahanlah dulu sampai bantuan datang." Ucap Ricko memberitahukan rencananya kepada pasukan yang di sisi barat dan timur melalui walkie talkie nya


"tim snipper saya izinkan kalian mengoperasikan semua senjata kalian, dan untuk yang lain kalian harus tetap waspada di posisi kalian masing - masing." Ucap Ricko yang melanjutkan penjelasan rencananya


"dan untuk Ken~san, kau pergilah ke timur, biar di barat serahkan pada saya di sini..." Ucap Ricko memberitahu Ken


"tapi tuan..." Ucap Ken yang tidak bisa menerimanya


"ini kondisinya darurat, saya tidak menerima pendapat lain, jadi laksanakan saja, ini perintah! saya ulangi ini perintah!." Teriak Ricko dengan tegas


"yokai sir!" Jawab seluruh pasukan dan para pemimpin pasukan yang telah ditugaskan oleh Ricko di posisinya masing - masing


×


Shilla yang melihat Ricko bersikap tegas selayaknya pemimpin, ia jadi terdiam dan memperhatikan Ricko.


"dan untukmu Shilla~chan, pergilah dari sini, kau akan lebih aman jika kembali ke pusat acara di sana." Ucap Ricko menyuruh Shilla untuk pergi ke tempat aman


"aku bukan anak buah mu yang bisa kau suruh - suruh ya..." Ucap Shilla yang membantahnya


"aku serius, ini demi kebaikanmu, ayolah kita ini sedang di serang, kau di sini hanya akan menghambat ku." Ucap Ricko yang melepaskan genggaman tangannya Shilla


"kamu khawatir kan?" Tanya Shilla yang menggoda Ricko


"aku serius....." Ucap Ricko yang terpotong


"aku juga serius, aku ingin di sini mengawasi mu, aku tak ingin melihatmu seperti tadi, aku sangat takut melihatmu seperti itu, tapi jangan khawatirkan itu...”


“untuk sekarang aku lebih takut kehilangan kamu. jadi izinkan aku di sini mendukungmu sebagai kekasih....oke." Ucap Shilla meyakinkan Ricko


"apa aku tidak salah dengar?" Tanya Ricko yang tidak percaya


"kau ingin mendengar langsung dari mulutku kan?...tak perlu khawatir, aku sayang kamu kok Ricko~kun." Ucap Shilla meraih tangan Ricko dan menarik ke pelukannya


“ini beneran?!” Tanya Ricko yang masih tidak percaya


“beneran lah, keadaan sangat genting gini, masa aku bercanda.” Ucap Shilla yang di pelukannya Ricko


“makasih, dan maaf telah membuatmu khawatir, aku....”


"Ssttt... udah, aku sayang kamu boo~chan, berjuanglah, jangan sampai kalah ya." Ucap Shilla yang memberi semangat kepada Ricko dan melepaskan pelukannya


"yokai!" Jawab Ricko yang langsung berbalik arah dan maju bersiap untuk menyerang


×


Ricko berjalan melewati Arima si pemimpin pasukan dari barat dan berbicara padanya.


"kita lakukan seperti tadi, saya akan maju merusak senjata dan konsentrasi mereka, kalian tetap disini menjaga pergerakan ku dengan sisa peluru senapan kalian, setelah saya berhasil merusak pertahanan musuh, bagi kelompok menjadi dua bagian, yang satu membantu saya menyerang barisan depan, yang satunya lagi tetap berjaga di sini." Ucap Ricko yang memberitahu strateginya ke Arima


"satu lagi Arima~san, kau jagalah Shilla di sini." Ucap Ricko memberi perintah


"yokai tuan muda, saya akan mengorbankan nyawa saya untuk melindungi kanojo~san." Ucap Arima menerima perintah dari Ricko


"saya mengandalkan mu." Ucap Ricko melewati Arima dan bersiap untuk maju menyerang

__ADS_1


"Ricko~kun!" Panggil Shilla dari belakang Ricko dan Ricko pun berhenti melangkah karena panggilannya tersebut


"jangan sampai kalah, aku menunggumu di sini!." Teriak Shilla yang masih mengkhawatirkan Ricko


"haaa, aku akan segera kembali." Jawab Ricko dengan tenang tanpa melihat ke arah Shilla


×


Ricko maju menerobos pasukan mafia dengan semangat karena setelah mendengar jawaban cinta dari Shilla.


Dan sementara itu di sisi Shilla.


“anak itu egois sekali, tapi saya suka dia menjadi lebih dewasa, apalagi dengan adegan seperti itu.” Ucap Ken yang bicara dengan Arima sambil melirik Shilla


“tuan muda bukan anak kecil lagi Ken~san, beliau sudah menjadi laki – laki dewasa yang siap memerintah mu kapan saja hahaha.” Ucap Arima yang sambil bercanda


×Flashback Ken on×


Ken yang sedang berjalan di koridor rumah, dan bersiap berangkat patroli harian, dan tiba - tiba di panggil Ricko kecil.


"Ken~chan!!" Panggil Ricko kecil yang berhasil menghentikan langkah Ken


"mau kemanak?!" Tanya Ricko kecil


"sudah berapa kali saya katakan, tuan muda harus memanggil saya Ken~san, bukan Ken~chan." Ucap Ken yang kesal dengan Ricko


"hiyak hiyak, Ken~chan tetap Ken~chan." Ucap Ricko yang memegangi kakinya Ken


"saya mau patroli tuan, anda bermainlah sana sama yang lain dulu." Ucap Ken yang kakinya di pegang oleh Ricko dengan erat


"ga boleh, nggak boleh!."


"Ken~chan ga boleh pergi!" Teriak Ricko kecil yang merengek ke Ken untuk tidak pergi.



×Flashback off end×


“hahaha kau benar juga, ya sudah saya berangkat dulu, ku serahkan di sini kepadamu.” Ucap Ken yang berjalan melewati Arima


“haaa, anda juga bertahanlah di sisi timur, kami akan segera membantu setelah selesai dengan urusan di sini.” Ucap Arima yang berdiri membelakangi Ken


“tak perlu, tadi kau dengarkan, kau di perintahkan untuk menjaga kanojo~san bukan?, tak perlu mengkhawatirkan ku, jaga saja malaikat kami, nanti akan saya hadiahkan berita kemenangan di sisi timur kepadamu.”


“Hahaha anda benar juga, saya tak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu, tugas saya di sini lebih penting.” Ucap Arima yang melihat Shilla yang melihat Ricko maju berlari sendirian


“kalau begitu.. Jaa nee.” Ucap Ken yang langsung berlari ke sisi timur


×


"kanojo~san, berlindung lah di benteng yang kami bangun ini, dan duduklah baik - baik di sana, saya akan melindungi anda." Panggil Arima meminta Shilla untuk berlindung di benteng


"sebenarnya arti kanojo~san apa sih paman?" Ucap Shilla yang bertanya dengan polosnya dan mendekati Arima


"kanojo itu dari bahasa Jepang, yang memiliki makna pacar." Jawab Arima yang menjelaskan


"apa?! apa semua orang di sini mengetahui ini?" Ucap Shilla yang bertanya pada orang yang menjaganya tersebut


"saya rasa belum, saya saja baru mengetahuinya dari Ken~san tadi." Jawab Arima yang sambil menyiapkan senjatanya


"hmm jadi begitu ya... sebenarnya kita baru jadian sih, kalau paman tahu dari orang itu wajar sih." Ucap Shilla yang duduk menggerutu sendiri di samping Arima


×


Shilla yang tak ingin melihat Ricko menyerang musuhnya, hanya duduk diam sebagai gadis baik, akan tetapi sekarang ia sudah mulai bosan, dan mulai bertanya kepada orang yang menjaganya tersebut.


"eh paman, apa Ricko pernah punya pacar?." Tanya Shilla yang bosan dan mengganggu konsentrasi Arima


"saya mohon, jangan bertanya - tanya dulu kanojo~san, kita saat ini sedang berperang, jadi tetaplah duduk dengan tenang di sini." Jawab Arima dengan nada kesal


"ouhm baiklah, maaf telah mengganggu." Ucap Shilla yang merajuk


×


Arima yang melihat Shilla yang ngambek, akhirnya bercerita dengan Shilla.


"hah.... perlu kanojo~san tahu, tuan muda itu sejak masih kecil dia selalu penyendiri, apa anda tahu apa alasannya?." Ucap Arima yang akhirnya menceritakan apa yang ia tahu tentang Ricko


"bukannya emang dia suka menyendiri ya?, tapi dia memiliki beberapa teman sih tapi mereka tidak satu sekolah juga sih." Ucap Shilla yang mencoba mengingat lagi


"setahu saya, tuan muda itu mempunyai dua sahabat, setelah itu tidak ada yang mau berteman dengannya." Ucap Arima bercerita


"kenapa begitu?" Tanya Shilla yang di sebelah Arima


"itu karena tuan muda adalah pewaris Yakuza." Jawab Arima dengan jelas


“memangnya kenapa kalau dia pewaris Yakuza?” Tanya Shilla yang tidak mengerti


“di sini, Yakuza selalu di pandang buruk, berbeda saat di tempat kami dulu, saat ini kami berusaha mengambil kepercayaan masyarakat, bahwa kami akan melindungi mereka.”


“memang benar kami di sini banyak bertugas untuk mengawal pihak bisnis, seperti ini contohnya, tetapi di balik layar, kami sudah mengambil kepercayaan beberapa pasar di kota dan membantu perekonomian mereka, tapi masih banyak rumor yang berkata buruk tentang kami.” Ucap Arima yang menjelaskan


“lalu hubungannya dengan Ricko~kun?” Tanya Shilla yang mencoba memahami apa yang di ceritakan Arima

__ADS_1


"sejak kecil tuan muda adalah anak yang periang, banyak bicara, dan mudah berbaur dengan siapapun, waktu kecil dia mudah mendapatkan teman, akan tetapi..." Ucap Arima yang menembaki musuhnya dan sambil menceritakan masa lalu Ricko


"semua temannya meninggalkannya kan?" Tanya Shilla yang mencoba menebak


"benar, anak - anak yang berteman dengan tuan muda di larang berbaur dengan tuan muda, setelah orang tua mereka tahu siapa ayahnya tuan muda, mereka melarang anak - anaknya untuk bermain bersama tuan muda."


"setelah itu tuan muda jarang keluar rumah, dan hanya bergaul dengan orang dewasa seperti kami, dia pun di latih seni bela diri, dan seni ber pedang."



"semakin lama tuan muda semakin berubah, dia semakin dingin dan jarang sekali bicara, karena itu pula, beberapa anak buah tidak nyaman kepadanya."


"hingga saat itu tiba, misi Yakuza pertama Ricko~sama." Ucap Arima yang melanjutkan


×flashback Arima on×


(misi pertama tuan muda memanglah mudah, cuma memberantas sekelompok preman kecil yang meresahkan kota, tapi malah menjadi malam pembantaian....)


“tuan muda hentikan!!!”


"Ken~san! tolong hentikan Ricko~sama"


"kita tidak di perintahkan untuk membunuh seseorang, lagipula ini terlalu dini untuknya, tuan muda..." Teriak salah satu pasukan keluarga Wijaya


"tenang saja, dia juga tahu apa yang di perintahkan ayahnya." Ucap Ken yang tetap tenang


(tuan muda melewati batas dari perintah ayahnya, dan Ricko~sama bertindak selayaknya malaikat maut di malam itu.)


*Jlebbb!!


"kyaaaahhh!!!" Teriak si pemberontak yang kesakitan setelah di tusuk katana nya Ricko


"tolong siapapun, selamatkan saya!!"


"tuan muda hentikan!!!"



(Untuk anak se-usianya, tuan muda termasuk anak yang berbakat, akan tetapi ini terlalu cepat untuknya dan mentalnya, di malam itu juga tuan muda di juluki shirich, yang bermakna Ricko si putih.)


"Ken~san ini sudah kelewatan!, lihatlah tatapannya, dia sangat berhasrat ingin menghabisi pemberontak itu?." Ucap Arima yang tidak tahan melihat pemandangan mengerikan itu


"ka-kasihanilah saya tuan.." Ucap si pemberontak yang memohon ampun ke Ricko yang menindih tubuhnya



"sudah kubilang kan, mereka memanggilku untuk menghabisi mu." Ucap Ricko yang tiba - tiba menarik katana nya dari bahu si pemberontak tersebut


"kyahh!!!" Teriak si pemberontak yang sangat kesakitan


(malam itu, adalah malam yang tak terlupakan bagi tuan muda maupun kami yang berada di sisinya saat itu, hingga akhirnya ayahnya memberhentikannya menjalani misi Yakuza hingga sekarang.)


×Flashback off×


"jujur untuk saat ini saya sempat khawatir, jika iblis dari tuan muda bangkit kembali, kejadian malam itu terulang kembali, namun kelihatannya saya tak perlu mengkhawatirkan itu lagi.” Ucap Arima yang berada di samping Shilla


“kenapa begitu?” Tanya Shilla yang masih penasaran


“Karena anda kanojo~san, anda adalah anugerah terindah yang di kirimkan tuhan kepada Ricko~sama.”


“Karena anda lah, tuan muda kami menjadi periang lagi, saya bersyukur dapat melihat kembali senyum tulus di wajahnya.” Ucap Arima yang sedang fokus menembak musuhnya



"mungkin sekarang ini beliau bertarung sambil tersenyum memikirkan anda kanojo~san." ucap arima


“Ricko~kun, aku baru tahu, betapa beratnya beban hidupmu menjadi pewaris Yakuza.”


“maaf, telah lama membuatmu menunggu jawabanku Ricko~kun.”


“tapi kau tak perlu khawatir lagi, karena sekarang aku akan selalu bersamamu kok.”


Batin Shilla yang memberanikan diri melihat Ricko yang berhasil memukul mundur musuhnya seorang diri


“sekarang sudah aman, kita bagi pasukan menjadi dua bagian, sebagian tetaplah di sini, dan sebagiannya lagi majulah bersama shirich.” Teriak Arima memberi perintah


“Yokai sir!” Teriak beberapa pasukan Yakuza di sana


“Hikkkehhh!” Teriak Arima memberi perintah menyerang


“haaa!!!” Teriak seluruh pasukan yang langsung maju barisan depan


×


Seluruh pasukan barat kembali di bagi menjadi dua, sebagian maju menyerang bersama shirich di barisan depan, sedangkan sebagiannya lagi tetap berjaga serangan jarak jauh sembari menjaga Shilla, sementara itu Shilla...


~


“paman, bolehkah saya meminta sesuatu...”


~


~Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2