Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 13 " Putri Tidur "


__ADS_3

Last~


"anoo Ricko." Panggil Shilla yang bersandar di bahunya Ricko


"iya ada apa?" Jawab Ricko yang sambil cek hapenya


"anu mengenai hubungan dengan Ratna... apa.... kembali seperti dulu? maksudku, apa kamu berniat mengejar dia lagi?" Tanya Shilla yang terlarut suasana hening


"hahaha kenapa kamu bertanya gitu?, aku dan Ratna cuma berteman, ya emang benar aku dulu menyukainya tetapi sekarang perasaanku sekarang telah berubah terhadapnya..." Ucap Ricko terpotong setelah melihat Shilla tidur di bahunya


"perasaanku yang berubah ini, mungkin karena kehadiranmu..... Shilla." Batin Ricko



•Back to story•


"yah dasar, kebiasaan kalau aku cerita pasti tidak pernah di dengar." Ucap Ricko yang menggerutu kesal sendiri


"lalu aku harus bagaimana nganterin dia pulang ini?." Batin Ricko yang bingung


×


Ricko memandang wajah Shilla yang tertidur pulas di pangkuan Ricko dengan penuh perasaan.


"dia cantik sekali ya tuhan, duh kalo lama - lama posisi gini, aku ga kuat menahannya." Batin Ricko yang penuh hasrat


"tidak ada pilihan lain, terpaksa aku harus melakukannya." Batin Ricko yang bersiap menelpon seseorang


~Percakapan dalam telepon~


"ken~san! aku butuh bantuan mu." Ucap Ricko


~Hingga akhirnya~


"Shilla." Suara samar seseorang memanggil namanya yang terdengar di telinga Shilla


"bangun Shilla." Ucap Ricko yang membangunkan Shilla yang tidur di pangkuannya


"duh pegalnya leherku, eh Ricko?!!!." Ucap Shilla yang terkejut tertidur dipangkuan Ricko


"ehh!!! a- apa yang telah kamu lakukan padaku?!!" Teriak Shilla yang panik langsung bangun dari pangkuannya Ricko


"haa?! kamu tidur sendiri tau, kamu tu kelelahan." Ucap Ricko menjelaskan fakta yang sebenarnya terjadi


"lalu ini dimana kita?." Tanya Shilla yang masih linglung


"kita sudah sampai di rumahmu, kamu hilang ingatan atau gimana sih?." Ucap Ricko yang bingung sendiri


"oh iya itu rumahku." Ucap Shilla yang melihat keluar mobil


"dasar, ayo cepat turun." Ucap Ricko yang menyuruh Shilla turun mobil


"hehehehe maaf ya aku ngerepotin kamu lagi." Ucap Shilla seiring ia turun dari mobilnya Ricko


"iya udah biasa." Ucap Ricko yang turun dari mobilnya juga


"tapi ngomong - ngomong kamu beneran ga berbuat macem - macem kan?." Ucap Shilla yang menuduh


"kamu ga percaya padaku? tanyakan aja sama mereka berdua." Ucap Ricko yang kesal


"iya aku percaya padamu kok, eh tapi mereka siapa?." Tanya Shilla seiring dia jalan menuju rumahnya


"mereka tangan kanannya ayah di yakuza" Ucap Ricko memberi tahu


"iya ya, aku lupa sudah bergaul dengan orang yang paling berbahaya di kota ini." Batin Shilla

__ADS_1


"kenapa diam?." Tanya Ricko


"eh gapapa kok, ya udah aku masuk rumah dulu." Ucap Shilla yang sadar dari lamunannya


"eh bentar, ini martabak manisnya." Ucap Ricko memberi martabak manis


"eh iya lupa." Ucap Shilla


"ya udah kamu masuk gih, umi pasti khawatir dari tadi." Ucap Ricko


"Ricko." Panggil Shilla


"iya." Jawab Ricko


"terimakasih untuk hari ini, dan maaf sudah merepotkan mu, jangan bosen bersamaku ya.... bou~chan(bos kecil)." Ucap Shilla yang tersenyum lalu meninggalkan Ricko


"ehhhh!!....." Kata Ricko yang terkejut


"sampai besok jaa nee." Ucap Shilla pamit


"jaa." Ucap Ricko yang berjalan menuju mobilnya kembali


×


Dan akhirnya Ricko masuk mobil kembali.


"terimakasih sudah datang ken~san, tapi tadi itu lama sekali, duh pegal ini badan rasanya." Ucap Ricko yang pegal - pegal


"m- maaf tuan muda, nanti saya minta orang untuk cari tukang pijat." Ucap Ken dengan sopan


"ya udah, ayo kita pulang sekarang." Perintah Ricko


"baiklah tuan" Ucap anak buah yang jadi sopir mobil


×


×Flashback on×


•Ricko POV•


Ricko yang kebingungan dengan apa yang menimpanya hari ini.


Bagaimana Ricko mengantarkan Shilla pulang sedangkan Shilla yang tertidur pulas.


"mikir ko mikir Ricko." Batin Ricko yang gelisah


"kak pesanannya sudah siap." Ucap si penjual martabak manis dengan keras


"sstth!!" Reflek Ricko menyuruh si penjual untuk tidak berisik


"terpaksa suruh Ken~san kesini." Batin Ricko yang putus asa


×


Ricko memutuskan untuk menelpon wakil kepercayaan ayahnya Ken si tangan kanan Yakuza keluarga Wijaya untuk menjemputnya.


~Percakapan telepon~


"halo tuan muda ada apa?." Tanya Ken


"jemput gua sekarang! ini darurat! bawa 2 orang bersamamu dengan mobil sekarang!." Perintah Ricko


"anda dimana?! anda diserang?." Tanya Ken yang panik


"jangan banyak bacot! cepat kesini! udah gue SMS in lokasi gua! pegel gua!" Ucap Ricko yang putus asa

__ADS_1


~Setelah 15menit kemudian~


Akhirnya Ken dan dua temannya telah tiba di lokasi Ricko berada.



"kami datang tuan muda!." Ucap Ken yang telah tiba bersama dua temannya dengan gagah dan keren


"lama sekali kisama!!!!!!!." Teriak Ricko yang marah karena tubuhnya mati rasa


"go- gomennasai!!! tuan muda!." Ucap Ken dan dua temannya bersamaan


"itu.... bukankah Ken si Yakuza yang terkenal itu kah?." Tanya penjual martabak manis yang terkejut dengan apa yang ada di hadapannya


"Yakuza yang menakutkan di kota itu kah?." Tanya seseorang yang di sana


"iya benar sekali Yakuza keluarga Wijaya, tapi kenapa dia tunduk pada anak itu?." Tanya sang penjual lagi


"jangan - jangan!!!...." Ucap si penjual yang baru sadar


"hah... kalian bicara in apa hah..." Ucap salah satu anak buah keluarga Wijaya


"hey, jangan ganggu mereka! ini bayarkan martabak manisnya, dan cepat tolong bantu aku angkat Shilla masuk ke mobil!." Ucap Ricko dengan tegas


"penculikan!!!!." Batin semua orang yang di sana termasuk juga tiga anak buah keluarga Wijaya tersebut


"jangan berpikir yang tidak - tidak!! woy!!." Teriak Ricko yang kesal dengan tatapan yang mereka tujukan kepada Ricko


"apa yang harus kita lakukan Ricko~sama." Tanya salah satu anak buah keluarga Wijaya


"dua di antara kalian ikut bersamaku masuk mobil antar dia pulang ke rumahnya, dan satu lagi bawa motorku pulang ke rumah, tapi sebelum itu ..." Ucap Ricko yang menjelaskan


"kalian harus berjanji seumur hidup kalian jangan sampai orang tua ku tau kejadian hari ini.. jika kejadian ini sampai bocor. kalian juga harus bersiap siap bocor juga kepala kalian." Ucap Ricko yang mengancam dengan mode iblis nya


"kami berjanji!!." Ucap janji mereka bertiga dengan serentak


"cepat angkat dia." Perintah Ricko yang lalu ia berdiri membenarkan kakinya yang kesemutan dari tadi


"kayanya dari tadi berisik dan dia diangkat begitu kok tidak bangun ya? dia itu pingsan atau tertidur sih?." Batin Ricko yang heran


"Ricko~sama, apa tidak sebaiknya anda masuk mobil duluan, supaya ojou~sama dapat tidur di pangkuan anda kembali?." Ucap salah satu anak buah keluarga Wijaya yang memberi saran


"ide bagus, sebentar dulu ini masih pegal, eh apa tadi? ojou!! dia itu cuma temen!!." Ucap Ricko yang terkejut dengan cara mereka memanggil Shilla


×


Setelah Ricko masuk mobil, lalu Shilla di letakkan kembali di pangkuannya Ricko dan mereka pun jalan menuju rumahnya Shilla.


"ini baru pertama kalinya ada cewek yang tidur di pangkuan ku." Batin Ricko yang sambil memandangi Shilla yang masih tertidur di pangkuannya


"lihatlah dirimu Shilla~chan, kau begitu letih dengan kegiatanmu, aku kasihan dengan keadaan mu, dia cantik banget sih kalau lagi tidur, fotoin ah." Batin Ricko yang punya ide jahat


×Flashback off×


•Ricko POV end•


Ricko yang memandangi fotonya Shilla yang tertidur.



"aku dapat wajah manismu, shilla~chan..


aku tidak akan melupakan kejadian hari ini,


dasar Putri Tidur..." Batin Ricko yang memandangi hapenya

__ADS_1


~


~Bersambung..


__ADS_2