Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 15 " Keputusan Ratna "


__ADS_3

Last~


"kamu nungguin dia ya?." Tanya Ratna yang iseng tapi ada rasa cemburu


"dia siapa?." Tanya Ricko yang pura - pura ga mengerti


"kemarin, yang bareng sama kamu berangkat sekolah." Jawab Ratna yang memberitahu


"Shilla~chan?." Jawab Ricko


"jadi status hubungan kalian...." Ucap Ratna yang memberi pertanyaan menjebak


"dia cuma temen kok." Ucap Ricko


"cuma temen ya?... kapan ketemunya?." Tanya Ratna yang sudah duduk di tempat duduknya dan di ikuti dengan Ricko yang dibelakangnya


"ketemunya....hmm sudah satu pekan mungkin." Jawab Ricko yang panik akan interogasi Ratna


"oh... jadi kapan jadian?!." Ucap Ratna yang memberi pertanyaan menjebak


"kami belum jadian!." Ucap Ricko yang keceplosan


"oh begitu, ya udah lupakan." Ucap Ratna


"jadi kamu menyukainya ya ko, dari dulu kau memang ga pandai berbohong." Batin Ratna yang menatap mata Ricko


"aku penasaran reaksi mu sekarang gimana na?! apa kamu cemburu?! atau akan menjauhiku?!." Batin Ricko yang panik dengan kebohongannya yang ke bongkar


"seandainya dulu kamu tau perasaanku"


"seandainya dulu kamu tau perasaanku"


Batin mereka berdua


"mungkin status kita sekarang bukan sebatas teman na." Batin Ricko yang melihat mata Ratna


"apa aku sebaiknya menyerah ya?." Batin Ratna yang melihat mata Ricko


"nee Ricko." Panggil Ratna


"sebelum kamu jadian" Batin Ratna


~


"bisa nggak kita jalan berdua akhir pekan nanti."



•Back to story•


"akhir pekan? ga tau juga, aku sih biasanya akhir pekan membantu bunda di supermarket nya." Ucap Ricko


"oh jadi kamu sibuk, ya udah ga jadi." Ucap Ratna yang kecewa


×


Ricko yang melihat ekspresi Ratna yang menunduk kecewa, dan Ricko memutuskan.


"kalau ada yang mau ngajak jalan ya bisa diatur sih, aku di sana juga bebas kok." Ucap Ricko yang memberi kode


"besok jalan yuk." Ucap Ratna yang masih berharap


"kemana?." Tanya Ricko


×


Sebelum di jawab oleh Ratna, wali kelas sudah memasuki kelas dengan membawa informasi penting.


"anak - anak duduk di tempat kalian masing - masing, ibu ada informasi penting untuk kalian." Ucap ibu wali kelas yang ingin memberitahu sebuah informasi penting


"ujian kenaikan kelas akan di majukan dari jadwal semula di ubah menjadi kurang lebih dua minggu lagi, jadi persiapkan diri kalian masing - masing, untuk sekarang apa ada pertanyaan?." Ucap wali kelas memberi tahukan informasi


"apa?!" Ucap seluruh murid yang terkejut


×


Semua murid - murid di kelas sangat terkejut termasuk juga Ricko.


"apa?!! UKK? kayanya baru kemarin aku pindah ke sekolah ini, kok tiba - tiba udah UKK aja, apa yang di pikirin si Author sih, gue baru pindah woy!" Batin Ricko


"hemat timeline tampan, udah lah nurut aja." Isi hati si Author


"segitu saja informasi yang bisa saya bagi, jika ada tambahan informasi baru tentang ujian nanti, akan ibu sampaikan secepatnya."


"Sekiranya ga ada pertanyaan, ibu permisi.


Guru mapel kalian akan segera memasuki kelas jadi harap tenang ya." Ucap Ibu wali kelas mengakhiri pembicaraan di kelas

__ADS_1


"iya bu..." Ucap seluruh murid dengan kompak


×


Ibu wali kelas pun meninggalkan kelas dan Ratna kembali menghadap belakang, melihat ekspresi wajah Ricko.


"kenapa wajahmu suram begitu?." Tanya Ratna setelah melihat ekspresi Ricko


"UKK! buku catatan ku banyak yang hilang, materi pelajaran ku kurang!!!." Ucap Ricko yang putus asa


"mau aku bantu?." Tanya Ratna yang menawarkan bantuan


"serius kah?! kamu mau membantuku?!." Tanya Ratna yang melihat sedikit harapan


"iya kamu tinggal copy materi pelajaran semester ini, harus selesai hari ini, dan besok kita pergi ke perpustakaan mencari tambahan materi." Ucap Ratna mengusulkan ide


"maaf ya, rencana jalannya batal gara - gara aku." Ucap Ricko yang menyesal


"gapapa santai, kan kita tetap bersama besok." Ucap Ratna dengan senyuman di wajahnya


"makasih ya." Ucap Ricko yang membalas senyuman Ratna


"kelihatannya aku masih punya peluang untuk memilikinya." Batin Ratna yang melihat senyuman Ricko


×


Akhirnya jam pelajaran pertama pun dimulai, dan pelajaran pertama adalah geografi.


Guru mapel yang mengajar pun menjelaskan materi pelajaran tetapi Ricko tidak memperhatikan sang guru karena ia sibuk menyalin buku catatan yang di punya Ratna untuk melengkapi kekurangan materi nya.


"huft, banyaknya..." Batin Ricko yang mengeluh


×


Ricko yang sudah mulai menulis materi buku sejarah yang ia pinjam dari Ratna dan sudah menyelesaikannya di jam ketiga pelajaran, hingga bel istirahat pun berbunyi.


Tetapi Ricko sudah hilang tenaga.



"astaga capeknya!!..." Teriak Ricko yang mengeluh


"baru satu mapel lo, ini masih banyak tau." Ucap Ratna yang jengkel


"di fotocopy aja lah." Ucap Ricko yang kelelahan


"ga boleh, ini sekaligus kamu pelajari tau!" Perintah Ratna


"ga boleh kamu disini aja, mau titip apa akan ku bawakan kemari." Ucap Ratna


"aku masih ada bekal sedikit, beliin aja minuman." Ucap Ricko meminta di belikan minuman


"oke, selagi aku beliin, kamu nulis lo ya." Perintah Ratna yang beranjak pergi


"istirahat dulu lah! capek!." Ucap Ricko yang tertunduk di atas meja


×


Ratna pergi meninggalkan Ricko yang masih tertunduk lemas di meja, Ratna pergi membawa beberapa selembaran materi yang sudah ia fotocopy tanpa sepengetahuan Ricko dan sekalian ke kantin membeli minuman.


Sedangkan Ricko yang masih tertunduk di atas meja, tiba - tiba mendapat notif di handphonenya.


"siapa sih ini, ganggu orang istirahat." Ucap Ricko yang menggerutu dan mengecek hapenya


×


Dan ternyata ada pesan dari Shilla yang tidak masuk sekolah hari ini karena sakit.


|.Percakapan chat.|


"nee boochan, gimana sekolahmu? udah jam istirahat kan? cepet ke kantin makan sana.🤭 apa kamu takut ke kantin sendirian kah?.😋" Pesan dari Shilla


"hari ini sangat melelahkan, gara - gara ini aku ga sempet ke kantin.😩 kamu tau ga, UKK kurang dua minggu lagi katanya, ini aku lagi kejar materi jadi ga sempet ke kantin deh." Balas chat dari Ricko


"udah tau kok, tadi temenku udah kasih tau, hahaha kamu kasihan ya, mau aku bantuin?." Tanya Shilla menawarkan bantuan


"ga usah, aku bisa sendiri kok, kamu istirahat aja." Balas chat Ricko


×


Tetapi tiba - tiba Ratna masuk dan merampas hape Ricko yang sedang asik chattingan dengan Shilla.


"tadi aku suruh kamu nulis kan?! kenapa asik main hape ha?!." Ucap Ratna yang tiba - tiba marah kepada Ricko


"eh tunggu! hapeku..." Kata Ricko yang terkejut


×

__ADS_1


Ratna pun melihat isi hapenya Ricko yang membuat Ratna termenung sejenak.


"ini! sudah aku fotocopy in buat kamu!." Ucap Ratna yang menyerahkan fotocopy materi dan hapenya


×


Ratna pun memasang wajah tidak peduli dan langsung meninggalkan Ricko yang berada di kelas.


"na, tunggu dulu!." Teriak Ricko yang mencoba menghentikan Ratna pergi



"suasananya jadi ga menyenangkan gini, bisa gawat kalau Ratna sampai membenciku." Batin Ricko yang merasa bersalah


×


Lalu Ricko mengecek balasan chat dari Shilla.


"kamu sekolahnya semangat ya jaa nee♥️🤭" Balas chat Shilla


"kenapa sekarang aku menjadi bimbang gini ya?." Batin Ricko setelah mendapat perhatian dari dari dua wanita yang sudah ia kenal.


×


Jam pelajaran pun di mulai kembali, yang diiringi guru pelajaran selanjutnya yang langsung memasuki kelas dan Ratna sudah duduk di bangkunya dan Ricko membisikinya.


"na... Ratna..." Panggil Ricko tetapi tidak di respon


"kamu marah? kamu harusnya tak perlu melakukan itu semua, untuk apa kamu melakukan itu, tadi kamu minta ini untuk ditulis semuanya?." Bisik Ricko


"karena.... itu keputusanku." Ucap Ratna tanpa menghadap Ricko


"keputusan untuk merebut kamu dari Shilla." Batin Ratna


"aku udah fotocopy pelajaran umum hari ini saja, nanti sepulang sekolah akan ku fotocopy buku ku yang di rumah, kamu tinggal nulis yang pelajaran wajib. besok akan ku bawakan buku - bukunya." Bisik Ratna supaya tidak kedengaran guru


"makasih." Ucap Ricko


"untuk?." Tanya Ratna yang tetap menghadap depan


"terimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan untuk membantuku, aku sangat menghargainya dan maaf atas kejadian tadi." Ucap Ricko yang masih merasa bersalah


"maaf? emang kamu salah apa?." Tanya Ratna lagi


"tadi kamu nyuruh aku nulis tapi aku malah asik chattingan, padahal kamu udah bela - belain fotocopy ini untuk aku." Ucap Ricko yang menyesal


"gapapa aku ngerti kok, kamu harus kabari dulu pacarmu kan?." Ucap Ratna yang seolah - olah baik - baik saja


"kami belum pacaran." Ucap


"ga perlu bohong, sakit tau dengarnya." Batin Ratna


"lebih baik kamu sekarang diam dan lanjut menulisnya." Ucap Ratna yang tersenyum kesal


×


Ratna diam saja selama jam pelajaran berlangsung hingga jam terakhir pelajaran hari ini telah selesai, bel pulang pun telah berbunyi.


"Ratna, ini bukunya sudah selesai semua, makasih." Ucap Ricko yang masih canggung


"iya sama - sama." Ucap Ratna


×


Lalu Ratna memasukkan semua bukunya, dan ia berdiri dan berbalik arah bersiap untuk pulang meninggalkan Ricko.


"eh tunggu na, besok jadi kan?." Tanya Ricko yang berhasil menghentikan langkahnya Ratna


"besok jam 8 kutunggu di perpustakaan Pendiknas" Ucap Ratna yang langsung pergi meninggalkan Ricko di kelas


"sebenarnya aku ingin bertanya kenapa kau tetap menolongku sampai sejauh itu? setelah kau tau, aku sedang mendekati cewek lain." Batin Ricko yang menatap punggung Ratna yang beranjak pergi


×


Ratna yang berjalan pulang sendirian, di setiap langkahnya dia berpikir dan di wajahnya yang penuh hasrat pun bertekad.


"aku melakukan semua ini karena ini keputusanku..."


"selagi ada peluang, aku akan tetap berusaha..."


"apapun endingnya aku tidak akan menyesal..."


"aku akan merebut dirimu dari genggamannya..."


"Karena aku cinta..."


"kamu"

__ADS_1


~


~Bersambung..


__ADS_2