Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 32 " Turun Tangan "


__ADS_3

Last~


Kirishima berhasil menangkap Shilla yang berlari ke arah Ricko.


Dengan penangkapan Shilla sekaligus menghentikan tembakan beruntun tuan puteri mafia yang di arahkan ke Shilla.


~Akan tetapi~


Ricko yang melihat kekasihnya di sandera oleh musuhnya, ia langsung membereskan semua orang yang menghalanginya, dan sudah berada di depan Kirishima dan Shilla yang di sandera.


“musuh mu adalah aku, dia tidak ada hubungannya dengan ini.” Ucap Ricko yang meminta Shilla di lepaskan


“oh....memang benar musuh kami adalah anda, akan tetapi ojou kami punya urusan dengan wanita ini.”


“anda harusnya berterimakasih kepada kami karena telah menangkapnya, ojou menahan tembakannya.”


“jika saya melepaskannya dan kanojo~san berlari ke arah anda, kemungkinan ojou~sama akan menembaknya.” Ucap Kirishima yang tersenyum puas


“apa mau mu Hitto?.” Tanya Ricko yang tidak punya pilihan lain


“lempar katana mu, dan berlututlah.” Ucap Kirishima memutuskan pilihannya


×


Ricko pun melempar katana nya ke arah Kirishima hitto, lalu ia berlutut di tanah.


“kalian semua, serang dia.” Ucap Kirishima memberi perintah


“yokai taichou!.” Ucap para anak buah mafia


×


Pasukan mafia yang tersisa menghampiri Ricko dan mulai menghajarnya.


Brag!! Brag!! Bug!!pak!!


Dari pukulan sampai tendangan telah mereka layangkan ke arah Ricko hingga batuk darah.


Uhuk!! Uhuk!!


“Ricko~kun, sudah cukup hentikan!! Jangan sakiti dia!!kumohon....” Teriak Shilla yang histeris melihat kekasihnya tersebut di siksa


×


Kirishima dan anak buahnya menyiksa Ricko sampai batuk darah akan tetapi Tuan puteri dari mafia mencoba menghentikan kekejaman Kirishima.


“jangan siksa dia....lepaskan dia.” Ucap puteri mafia tersebut


“tidak bisa ojou~sama, dia ini musuh utama kita.” Balas Kirishima menolak permintaan tuan puteri mafia


“lepaskan dia!! Atau ku tembak kau dengan wanita ****** itu.” Ucap puteri mafia yang mengancam Kirishima


“tidak peduli dengan cara apapun, misi ini harus tuntas.” Batin Kirishima yang bersiap mengambil pistol


“tembak saja kalau itu mau mu ojou!!!.” Teriak Kirishima yang langsung melepaskan Shilla hingga terjatuh dan bersiap untuk menembak Ricko


“Kirishima!!!.” Teriak puteri mafia


“tidak!!!.” Teriak Shilla yang histeris


“Ricko Putera Wijaya!!!!.”


“matilah kau!!!.”



•Backstory•


“kumohon..... Shima~kun.” Ucap puteri mafia yang memohon ke Kirishima


×


Setelah mendengar permohonan dari tuan puteri nya, Kirishima pun seketika terdiam.


“ku-kumohon lepaskan pria itu, di-dia sudah tidak berdaya. Kemari lah bawa wanita itu kepadaku.” Ucap puteri mafia yang terdengar sangat lirih


“tapi kenapa ojou? Dia musuh kita?!.” Tanya Kirishima yang tidak mengerti


“ini perintah Shima~kun, cepat kemari.” Perintah puteri mafia tersebut


“apa yang terjadi di sana?!! Suara anda seperti ketakutan!!.” Tanya Kirishima yang khawatir dengan keadaan tuan puteri nya


“sa-saya baik - baik saja, saya Cuma tidak.....ch cepat bawa saja wanita itu kemari!.” Ucap puteri mafia yang gelagapan


“baiklah ojou, saya akan segera ke sana membawa wanita itu kepada anda, jaga diri anda ojou.” Ucap Kirishima yang mematuhi perintah tuan puteri nya

__ADS_1


“suaranya....berbeda dengan yang tadi, ada apa denganmu ojou? apa yang terjadi?.” Batin Kirishima sambil menghampiri Shilla


“la-lari Shilla!!!.” Teriak Ricko yang masih tergeletak di tanah


"nggak! lepaskan saya!.” Ucap Shilla yang mencoba berdiri namun Shilla sudah tertangkap lagi


“Shilla!!!!.” Teriak Ricko yang melihat kekasihnya di tarik paksa


"apa dia mengkhawatirkan Ricko?.” Batin Kirishima sambil menarik Shilla secara paksa


“Ricko~kun!!!!” Teriak Shilla yang ditarik paksa oleh Kirishima


“dia memiliki dendam pribadi dengan wanita ini?.”


“apakah??......” Batin Kirishima yang berusaha menemukan apa maksud dari tuan puteri nya tersebut


×


Sementara itu Ricko berusaha untuk bangkit dan berdiri, itu membuat kirishima terkejut dan berhenti sejenak.


“tidak akan kubiarkan kau membawa Shilla. Hitto!!” Teriak Ricko yang mampu berdiri


“Ricko~kun!!!!.” Teriak Shilla yang melihat kekasihnya yang mampu berdiri


“kau sangat hebat tuan muda, saya sangat mengagumi anda.” Ucap Kirishima sambil menggenggam tangan Shilla


“tapi sayang.... habisi dia!.” Perintah Kirishima ke pasukannya


×


Ricko yang mampu berdiri lagi, langsung di datangi beberapa anak buah para mafia tersebut.


Akan tetapi....


Brak!!! Brak!!!


Semua dikalahkan oleh Ricko dengan tangan kosong.


“lepaskan dia!!.” Teriak Ricko yang sudah marah besar


“tahan dia!!! Saya harus ke tempat ojou.” Perintah Kirishima yang berusaha pergi dari sana


“Ricko~kun!!!.” Teriak Shilla yang di tarik paksa oleh Kirishima


“Shilla!!!.” Teriak Ricko yang mengejarnya


×


Brag!!!!


Ricko di hantam bongkahan kayu dari belakang oleh anak buah mafia tersebut hingga terjatuh ke tanah lagi.


“hentikan!!! Jangan sakiti dia lagi.” Teriak Shilla yang histeris setelah melihat Ricko terjatuh ke tanah lagi


“aku akan menyelamatkanmu, Shilla.” Ucap Ricko yang berusaha bangkit kembali akan tetapi ia terjatuh lagi


“sudah cukup, Ricko~kun! Jangan memaksakan diri.” Batin Shilla yang melihat kekasihnya tersebut tidak berdaya


“ayok!!” Ucap Kirishima yang menarik paksa Shilla


×


Akan tetapi Shilla tiba - tiba menggigit tangan Kirishima sehingga ia dapat melepaskan diri dari Kirishima.


Shilla pun berlari dari Kirishima yang masih mengeram kesakitan.


“hah...dasar wanita kurang ajar, awas saja kalau tertangkap akan ku siksa kau.” Ucap Kirishima yang sambil memegangi tangannya


×


Ketika Kirishima ingin mengejar Shilla, tiba - tiba walkie talkienya Kirishima mendapat panggilan.


Dan ketika Kirishima menjawab panggilan tersebut, yang menghubunginya ternyata bukanlah tuan puteri nya, melainkan seorang lelaki.


“hentikan semua ini anak muda.” Ucap seorang pria yang asing di telinga Kirishima


“siapa?” Tanya Kirishima yang tidak mengenali siapa yang menghubunginya tersebut


“jika kau masih melanjutkannya, nyawa ojou akan dalam bahaya disini.” Ucap seorang pria yang mengancam Kirishima


“apa mau mu pengecut?!" Tanya Kirishima memberi pilihan


“apa ojou? Anda ingin bicara? Oke silahkan.” Ucap pria tersebut


“enggg.... enggg....” Ucap ojou yang tengah di sandera oleh pria asing tersebut

__ADS_1


“ojou??!!Lepaskan dia!” Kata Kirishima yang khawatir


“apa mau mu?!!” Teriak Kirishima yang mulai emosi


“apa mau ku? Baiklah, kita gencatan senjata, lepaskan mereka, dan saya akan membiarkan ojou di sini, maka dari itu, tarik semua pasukan mu untuk mundur sekarang, dan selamatkan ojou di sini.” Ucap pria tersebut memberitahu pilihannya ke Kirishima


“siapa kau sebenarnya?! berani mengancam kami dengan menyandera ojou, kami akan ke sana menghabisi mu segera.” Ucap Kirishima yang balik bertanya dan mengancam pria asing tersebut


“saya Wijaya, pemimpin Yakuza, jika kalian tidak menerima apa yang saya tawarkan, majulah! akan saya habisi kalian semua.” Ucap pemimpin Yakuza Wijaya memperkenalkan diri dan mengintimidasi musuhnya


“jadi, sayangilah nyawamu, anak muda.” Ucap Wijaya mengakhiri pembicaraan


×


Kirishima yang merasa terintimidasi akhirnya memutuskan untuk menarik semua pasukannya.


“semuanya!!! Mundur!! Kita selamatkan ojou~sama.” Teriak Kirishima memberi perintah ke anak buah nya


“tapi taichou, bagaimana dengan mereka, kita sudah menang di sini.” Ucap salah satu anak buah Kirishima


“lepaskan mereka semua, nyawa ojou lebih berharga untuk saat ini, hubungi juga pasukan bagian timur untuk mundur, kita akhiri perang hari ini.” Ucap Kirishima yang memberi arahan komando


“yokai sir!!” Ucap salah satu anak buah Kirishima yang ada di dekatnya


×


Seluruh pasukan mafia pergi meninggalkan Ricko, Shilla dan seluruh pasukan Yakuza di bagian barat yang sudah kalah telak.


Mereka semua masih terkapar tidak berdaya dengan kekalahan kotor ini, termasuk juga Ricko yang masih tergeletak di tanah.


Sementara itu, Shilla yang masih mampu bertahan, ia berlari menghampiri Ricko.


“Ricko~kun!!!” Teriak Shilla dari kejauhan


×


Shilla pun akhirnya sampai di samping Ricko, dan menaruh kepala Ricko di pangkuannya.



“Ricko~kun! Ricko~kun! Bertahanlah!” Teriak Shilla yang panik karena Ricko tidak sadarkan diri


“tuan muda!”


“bertahanlah Ricko~sama.” Teriak beberapa anak buah Yakuza yang ada didekat Ricko dan Shilla


×


Akan tetapi....


“berhentilah berteriak dan jangan menangis.” Ucap Ricko yang masih memejamkan matanya


“itu berisik tau, maaf membuat kalian khawatir, aku baik - baik saja.” Ucap Ricko melanjutkan perkataanya


“Ricko~kun!!!!” Teriak Shilla yang menangis bahagia sejadi - jadinya karena melihat Ricko yang masih sadarkan diri


“yogatha!!” Ucap salah satu anak buah Yakuza yang bersyukur setelah melihat Ricko baik baik saja


“sudahlah....” Ucap Ricko yang masih terbaring di pangkuannya Shilla


“syukurlah.....syukurlah.” Ucap Shilla yang menutupi wajahnya karena menangis bahagia


“maaf, malam ini sudah membuatmu menangis, maaf....” Ucap Ricko yang terpotong


“cukup, yang lebih penting kamu baik - baik saja sekarang ini, aku akan tetap menemanimu.” Ucap Shilla yang memotong perkataan Ricko


×


Sementara itu di sisi menara tertinggi yang di tempati para snipper Yakuza, sekarang ini di jadikan tempat untuk menyandera tuan puteri mafia setelah pemimpin Yakuza Wijaya meringkus gadis tersebut dan membebaskan para snipper nya.


Sekarang ini pemimpin Yakuza sekaligus ayah dari Ricko menggunakan teropong untuk melihat anaknya yang sedang bermesraan bersama seorang wanita di sana.


"kekalahan ini sangatlah memalukan...."


"pasukannya sampai berantakan karena satu wanita...."


"sampai saya turun tangan sendiri...."


~


~


~


__ADS_1


“dasar anak sialan.....”


Bersambung.....


__ADS_2