Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 27 " Kekhawatiran "


__ADS_3

Last~


"tolong hentikan!!!!!!" Teriak seorang wanita dari kejauhan yang terdengar tidak asing di telinga Ricko


~


~


"Ricko~kun!!!! hentikan!!!!"



•Back to story•


"kenapa wanita itu berlari kemari?"


"siapa dia itu? dia mengenal tuan muda." Ucap beberapa anak buahnya Ricko memperhatikan wanita yang berlari dan meneriaki nama Ricko


"Shilla?....kenapa kau kemari?"


•Shilla POV•


×Flashback on×


Ke pusat acara yang dimana acara dakwah Tabligh Akbar sudah dimulai dan dipimpin langsung oleh ustadz Syauqi, dan sekarang beliau sedang mengisi sesi tanya jawab dari para jamaahnya.


"baiklah, sekarang selanjutnya kita akan menjawab pertanyaan dari beberapa jamaah yang mengirim surat kepada kita." Ucap ustadz Syauqi kepada jamaahnya


"oke surat pertanyaan pertama...." Ucap ustadz Syauqi yang terdiam membaca kertasnya terlebih dahulu dalam hati


"ini pertanyaan anak muda sekali ini.." Ucap ustadz Syauqi yang melirik anaknya yang duduk paling depan


"oke pertanyaannya begini, assalamualaikum wr. wb. pak ustadz dan para jamaahnya, dalam tanda kutip namanya tidak ingin di sebut. saya bertanya pak ustadz.


begini pak, bagaimana hukum pacaran dalam agama pak, jika di larang bagaimana solusinya?" Ucap ustadz Syauqi membacakan pertanyaan salah satu surat dari jamaahnya


×


Setelah Shilla mendengar pertanyaan yang di bacakan oleh ustadz Syauqi, itu membuatnya menunduk dan merenungi apa yang akan ia pilih terhadap perasaannya dengan Ricko.


"begini ya bapak ibu, dan para adik - adik remaja sekalian, pacaran di agama kita itu hukumnya haram, jika yang pacaran itu bukan muhrimnya. karena bahwa sesungguhnya pacaran itu hanya akan mendekati zina. seperti yang terdapat dalam QS. Al Isra ayat 32 Allah SWT berfirman :


~


ولا تقربوز - زينة إناحي كانا فاسية ، وساعة سبيلا


(Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā)


~


Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.


~


Dalam hadits tersebut sudah menjelaskan bahwa dalam islam pacaran itu di anggap haram karena di dalam agama kita tidak mengenal yang namanya pacaran, pacaran sendiri dianggap hanya akan membawa kita pada perbuatan zina misalnya seperti pegang-pegangan, peluk-pelukan, pandang-pandangan dan lain-lain yang tidak jelas akan seperti apa, benar tidak jamaah?." Ucap ustadz Syauqi yang berceramah ke jamaahnya


"benar!" Sontak para jamaahnya mengiyakan


"jika ditanya solusi untuk mengatasi pacaran ini, saya bisa menjawab tidak ada, akan tetapi ada jalan lain, yaitu ta'aruf. karena sesungguhnya dalam Islam ta'aruf adalah proses perkenalan dengan lawan jenis, dan peran kita sebagai orang tua yang benar adalah mengawasi anak - anak kita dalam prosesnya ta'aruf tersebut, jika sudah waktunya untuk menikah, maka ta'aruf in dulu anak kita, baru di nikahkan.


jika belum siap untuk menikah, janganlah melakukan ta'aruf dulu, sebagai orang tua juga penting, untuk mengawasi pergaulan sang anak." Ucap ustadz Syauqi melanjutkan ceramahnya


×


Setelah mendengar dakwah tersebut, Shilla pun berdiri dan akan beranjak pergi meninggalkan tempat duduknya dan Bunda Rita.


Akan tetapi Bunda Rita langsung bertanya pada Shilla.


"Shilla mau kemana?" Tanya Bunda Rita



"Shilla sayang sama Ricko bi, maaf jika Shilla egois, tapi Shilla berhak memilih." Batin Shilla yang beranjak meninggalkan tempat duduknya


×


Tanpa memberi jawaban, Shilla pun meninggalkan Bunda Rita sendirian.


Dan ustadz Syauqi kembali berbicara.


"para jamaah sekalian, saya akan sedikit bercerita boleh ya..." Ucap ustadz Syauqi yang akan bercerita


"begini, saya memiliki satu orang putri, dia sekarang sudah beranjak remaja, dan mempunyai banyak teman di sekolahnya.


Suatu ketika, saat anak saya sedang keluar malam bersama teman - temannya." Ucap ustadz Syauqi yang bercerita tersebut berhasil membuat Shilla menghentikan langkahnya


"anak saya di begal dengan segerombolan preman di jalan, akan tetapi datanglah seorang pria pemberani yang menolong anak saya, dia masih muda, mungkin seumuran dengan anak saya atau lebih tua sedikit, dan pria yang baik tersebut mengantarkan anak saya pulang." Ucap ustadz Syauqi melanjutkan kisahnya


"saat itu, kata uminya, dia selalu tersenyum sendiri ketika melihat si pria ini pulang, setelah mengantarkannya pulang ke rumah saya.


dan bisa saya simpulkan anak saya sedang jatuh cinta." Ucap ustadz Syauqi yang menyimpulkan sambil melihat ke arah Shilla


"pak ustadz, dimana kah anda saat itu? dari tadi saya menyimak kata uminya, apakah anda saat itu tidak di rumah." Tanya Bunda Rita yang kebetulan ia di dekat panggung


"benar sekali ibu, saya tidak di rumah, saya sedang mengisi acara di luar kota, si pria ini sudah bertamu ke rumah saya sebanyak dua kali, itupun saya tidak melihatnya sama sekali, dan kata uminya juga si pria ini seniornya dan sekarang satu sekolah dengan anak saya." Ucap ustadz Syauqi yang menjawab pertanyaan dari Bunda Rita


"pada saat saya di rumah, saya sering melihat anak saya tersenyum sendiri memandangi handphone genggamnya, sebagai ayah yang baik, saya memberanikan diri untuk bertanya." Ucap ustadz Syauqi


"saya bertanya: nak, apa kamu pacaran sama seniormu itu?" Ucap ustadz Syauqi bercerita kisahnya


"akan tetapi dia selalu menjawab: tidak Abi, kami ngga pacaran kok, begitu." Ucap ustadz Syauqi yang melihat Shilla yang akhirnya menoleh ke arahnya


"dan sering mengganti tema pembicaraan, ada yang sama kah bapak, ibu." Ucap ustadz Syauqi yang tersenyum ke arah Shilla yang berdiri di tengah - tengah para jamaah


"sama!" sontak para jamaah mengiyakan ucapan dari ustadz Syauqi


"dan saya sebagai ayah baik selalu berpesan kepada anak saya: janganlah kamu mendekati zina nak." Ucap ustadz Syauqi yang melihat Shilla akan pergi lagi dari acara tersebut


"sepertinya dia belum bisa menerimanya untuk sekarang..." Ucap ustadz Syauqi yang melanjutkan

__ADS_1


"dan saat itu saya juga ingin menambahkan: jangan lah engkau termakan oleh cinta nak, karena sesungguhnya mencintai makhluk yang melebihi penciptanya akan berakhir buruk." Ucap ustadz Syauqi yang tak melihat anaknya Shilla yang menghilang meninggalkan pusat acara tersebut


"akan tetapi seorang remaja berambut putih berkata pada saya malam ini bahwa...("jika dia bahagia menjalaninya kenapa harus paman larang?" Ucap Ricko yang membantah keras dengan apa yang ia lakukan pada putrinya.)ini tentang kebahagiaan anak saya katanya.


dan saya menjawab: mungkin bisa dibilang saya ini ayah yang sangat posesif, akan tetapi saya begini juga demi kebaikannya, tidak ada yang bahagia jika itu bukan di jalannya, sebagai ayah dan orang tua, saya hanya ingin meluruskan jalan anak saya." Ucap ustadz Syauqi yang langsung melihat ke atas


"kau benar nak, saya ayah yang posesif di matanya, hahhh... kuharap suatu saat Shilla akan mengerti dengan kekhawatiran seorang ayah ini." Batin ustadz Syauqi yang melihat ke atas


×


Shilla pun akhirnya pergi meninggalkan pusat acara dakwah dan berjalan - jalan di stand Tabligh Akbar lagi, dan merenungkan diri.


"apa aku terlalu termakan perasaan ya?." Batin Shilla yang merenungi apa yang ia lakukan


*Bam!!!


×


Tiba - tiba terdengarlah suara tembakan jarak jauh, dan Shilla pun melihat sosok snipper di atas gedung yang menembakkan senapan jarak jauh mengarah ke barat.


"kenapa ada snipper di sini? apa terjadi kerusuhan? aku harus lapor sama Abi!" Batin Shilla yang ingin kembali ke tempat Abi nya


"tidak, aku harus mengeceknya terlebih dahulu." Batin Shilla yang memutuskan untuk berputar arah menghampiri tembakan yang diarahkan para snipper itu tadi


×


Shilla berlari ke arah barat, menuju ke tempat kejadian, dan ternyata benar, setelah Shilla tiba di sana, ia melihat terjadinya kerusuhan di bagian barat acara tabligh Akbar meskipun jaraknya masih cukup jauh.


"dimana polisinya?! apa Abi tidak meminta bantuan polisi untuk menjaga tempat ini? akan tetapi mereka itu seperti menjaga tempat ini deh." Batin Shilla yang mengamati dari kejauhan


×


Setelah Shilla mengamati apa yang terjadi di depan matanya, Shilla menemukan seseorang yang tak asing di mata Shilla.


"eh tunggu, dia kan... bukannya itu orangnya Ricko~kun ya?" Batin Shilla yang sepertinya melihat Ken si wakil keluarga Yakuza Wijaya


"jika orang itu berada di sini, pasti Ricko~kun juga ada di sini." Batin Shilla yang bertanya pada dirinya sendiri


×


Karena tidak menemukan sebuah jawaban, Shilla berlari ke arah Ken untuk bertanya langsung kepadanya.


"paman, orangnya Ricko~kun kan?" Tanya Shilla yang menghampiri Ken yang berlindung dan memantau tembakan jarak jauh


"anda?.... kenapa anda disini?!" Ucap Ken yang sangat terkejut dengan kehadiran Shilla


"kenapa anda disini kanojo~san?! di sini sangat berbahaya, kembalilah!" Tanya Ken dan ia meminta Shilla untuk mundur saja dari pertempuran itu


"itu tidak penting! dimana Ricko~kun?! dia di sini kan?!" Tanya Shilla yang khawatir dan mendesak Ken


×


Dan tiba - tiba ada yang berbicara.


"kita menang, tuan muda berhasil memukul mundur semua musuh kita sampai tak tersisa!!!." Ucap salah satu anak buahnya


×


"tunggu!!!" Teriak Ken yang membiarkan Shilla lolos


"Ricko~kun!!!!" Teriak Shilla yang sampai terdengar oleh Ricko yang bersiap menebas Kirishima


"tolong hentikan!!!!!!"


×Flashback off×


•Shilla POV end•


Kembali ke Ricko yang sedang menodongkan katana nya ke arah Kirishima, dan siap untuk menebasnya.


"sayonara Kirishima, sinnehh!!" Ucap Ricko yang siap menebas Kirishima


×


Tetapi Ricko tiba - tiba ia berhenti setelah mendengar suara Shilla dengan jelas di telinganya.


"ada yang memanggil, siapa itu?"


"Shilla? tidak mungkin! dia kemari?" Batin Ricko yang hilang fokus melihat sosok Shilla tersebut


"Ricko~kun!! hentikan!!" Teriak Shilla yang sudah dekat dengan Ricko


×


Terkejut dengan kehadiran Shilla yang berlari ke arahnya, itu membuat Ricko lengah dan menjatuhkan katana nya, dan itu pun tidak di sia - siakan oleh Kirishima untuk menyerang balik Ricko dengan menebasnya dengan richdai mikadzuki.


*slashhhh!!!


Akan tetapi, Ricko yang gesit dan refleknya bagus, ia mampu melompat untuk menghindari serangan telak dari Kirishima, meskipun lengannya terkena sayatan dari katana nya tersebut.


Ketika jarak Ricko dan Kirishima sudah jauh, tim snipper langsung menembak Kirishima hingga terjatuh kembali ke tanah.


Tidak berhenti di situ, tiba - tiba salah satu mafia ada yang bangkit dan mencengkram tangan Shilla.


"berhentilah berlari gadis mungil...." Ucap si mafia yang mencengkram tangan Shilla dengan erat meskipun ia sendiri sedang sulit untuk bangkit


"kyaaa! Ricko~kun..." Teriak Shilla yang ketakutan


*bam!!


Tidak tinggal diam, tim snipper pun menembak bahu si mafia yang menyandera Shilla dengan sangat akurat.


Dan ketika cengkraman si mafia itu terlepas dari Shilla, Ken langsung menunjukkan skill menembaknya dengan sangat jitu dan akurat mengarah ke lutut si mafia hingga ia terjatuh tersungkur di tanah.


"bagus Ken~san" Batin Ricko yang mengambil katana nya dan berjalan menuju ke tempat Shilla berada


×


Shilla pun langsung dijaga anak buahnya Ricko, yang kebetulan berada di dekatnya dan berkata.

__ADS_1


"pergilah dari sini nona, di sini sangat berbahaya." Ucap salah satu anak buah dari keluarga Wijaya


"sudah cukup, kita sudah aman sekarang, segera panggil polisi dan bereskan semua sampah ini." Ucap Ricko yang memberi perintah sambil berjalan memegangi lengannya yang terluka tersebut dan melewati Shilla begitu saja


"yokai sir!" Ucap seluruh pasukan barat yang maju bersama Ricko di sana dan berpencar termasuk yang menjaga Shilla tadi


×


Ricko pun melewati Shilla tanpa sedikit pun menyapanya, Shilla yang terlewati Ricko begitu saja, ia pun memanggil nama Ricko.


"Ricko~kun" panggil Shilla yang memastikan bahwa itu Ricko dan panggilannya tersebut berhasil membuat Ricko berhenti melangkah


"kenapa kau berada di sini?!, di sini sangat berbahaya, jika terjadi sesuatu padamu....." Ucap Ricko yang belum selesai mengomel karena tiba - tiba


×


Shilla berlari ke arah Ricko dan memeluknya dari belakang dengan erat.


"aku sangat mengkhawatirkan mu, aku takut, kumohon jangan lakukan hal seperti itu lagi, itu sangat mengerikan!" Teriak Shilla yang menangis di pelukan Ricko


"maaf" Ucap Ricko yang berputar dan memeluk Shilla yang sedang menangis


"jangan berbuat sadis lagi seperti tadi, itu sangat mengerikan, sungguh mengerikan." Ucap Shilla yang tetap menangis di pelukan Ricko


"maaf" Ucap Ricko yang meminta maaf dan mencoba menenangkan Shilla yang masih menangis


"kenapa kau tak memberitahuku, kalau kau ada di sini?" Tanya Shilla yang masih menangis


"kenapa aku harus memberitahumu?" Ucap Ricko yang berbalik bertanya


"aku serius hih!!!" Ucap Shilla yang kesal dalam pelukan Ricko


"hahaha maaf..." Ucap Ricko yang tertawa karena tingkah Shilla


"maaf mulu!" Ucap Shilla yang sudah tenang dan tidak menangis lagi


"ya udah, makasih deh." Ucap Ricko yang mempererat pelukannya


"makasih atas..." Ucap Shilla yang nyaman diperlukannya Ricko


"makasih sudah datang untuk menyadarkan ku, dan maaf sudah membuatmu khawatir." Ucap Ricko melanjutkan perkataannya


"maaf mengganggu anda tuan, tapi bukankah luka anda harus segera di obati tuan?" Ucap Ken yang tiba - tiba datang di dekat Ricko dan Shilla dengan membawa peralatan pengobatan pertama


"ehh.." Kata Ricko yang terkejut dengan keberadaan Ken


"lepasin ah! malu dilihatin orang!" Ucap Shilla yang melepaskan diri dari pelukan Ricko


×


Ricko pun melepaskan pelukannya, dan langsung duduk di sebelah Shilla.


"jangan khawatir, ini cuma tebasan kecil." Ucap Ricko yang memegangi lengannya yang terluka dan penuh akan darah


"darahmu keluar terus itu, pasti lukanya lebar, sini aku obati!" Ucap Shilla yang khawatir dengan keadaan Ricko dan meminta peralatan yang dibawa Ken


×


Lalu Ken meninggalkan kedua pasangan sejoli tersebut yang sedang bermesraan, dan berusaha membangunkan Arima yang pingsan karena pukulan Ricko tadi.


"oyy arima~kun okiteee..." Ucap Ken membangunkan Arima dengan menampar pipinya dengan pelan


"eh Ken~san... apa yang telah terjadi?." Ucap Arima yang perlahan bangkit


"kau pingsan tadi." Ucap Ken yang memberitahukan apa yang telah terjadi terhadapnya


×


Arima pun melihat ke arah Ricko yang sedang di obati oleh seorang wanita di sana.


"siapa gadis itu?." Tanya Arima yang melihat Ricko bersama seorang wanita


("katanya malu dilihatin orang...") Teriak Ricko yang menggoda wanita tersebut sampai terdengar di telinga Arima dan Ken


("kamu nya keras kepala sih, mau gimana lagi.") Ucap wanita tersebut yang kesal sampai terdengar di telinga Arima dan Ken


"dia itu Shilla, pacarnya tuan muda." Ucap Ken memberitahu Arima


"apa?!! tuan muda sudah mempunyai kanojo!" Teriak Arima yang terkejut setelah mendengar apa yang Ken katakan


×


Ricko dan Shilla tidak mendengar teriakan dari Arima, karena mereka sedang sibuk berdebat sendiri.


"kata orang, kalau cewek suka marah - marah itu sedang jatuh cinta hihihihi..." Ucap Ricko yang menggoda Shilla


"hih!" Kata Shilla yang kesal dan langsung mengencangkan balutan perban pada Ricko


"ittai! ittai!" Teriak Ricko yang kesakitan



"makanya jangan godain, hih!" Ucap Shilla yang kesal dengan tingkah Ricko


"maaf" Ucap Ricko yang tersenyum


×


Setelah selesai mengobati Ricko, Shilla pun duduk di sebelah Ricko dan suasana di antara mereka menjadi hening, hingga akhirnya Shilla pun memanggil Ricko.


"Ricko~kun" Panggil Shilla


~


~


"iya, apa?" Tanya Ricko yang mengecek lengannya


"aku mau berkata jujur, mengenai perasaanku padamu..."

__ADS_1


~


~Bersambung...


__ADS_2