
Last~
Ricko mendapat konflik dalam perjalanannya pulang bersama teman - temannya.
ia harus menghadapi serangan tujuh preman pasar karena mereka sudah menahan ukhti yang ada masalah dengan Ricko di kedai tadi.
Dan akhirnya Ricko yang menghadapi mereka seorang diri pun berhasil menyelamatkan sang ukhti yang berada dalam genggaman tujuh preman tersebut.
"kamu tidak apa-apa kan ukhti~san?." Tanya Ricko yang menggandengnya kembali ke tempat teman - temannya berkumpul
•Back To Story•
|.Di pinggir jalan raya.|
"kau baik - baik saja Ricko~san?." Tanya Sota yang dari tadi sudah khawatir
"gapapa kok cuma luka segini biasa." Jawab Ricko sambil tersenyum
"teman - temanmu ini terlalu khawatir tadi, padahal sudah ku suruh mereka tenang saja, tapi tetap saja rewel, kalau bukan temanmu sudah ku hajar mereka ini." Ucap Izaki yang geram
"hahaha maaf sudah membuat kalian khawatir." Ucap Ricko menenangkan semua teman - temannya.
"kau beneran gapapa kan Ricko~san?." Ucap Sota yang bertanya sekali lagi
"beneran, sebaiknya kalian pulang saja duluan, aku masih ingin istirahat dulu." Ucap Ricko
"daripada keadaanmu itu, aku lebih khawatir dengan tanganmu ko." Ucap Izaki yang melihat tangan Ricko
×
Seketika semua orang yang di sana langsung melihat ke arah tangan Ricko yang menggandeng si ukhti tersebut, dan mereka berdua langsung merah merona.
"kayaknya ga mau dilepas tu tangan?." Ucap Tomoya yang menggoda Ricko
"i- ini bukan seperti kalian pikir!!!! maksudku bukan gini!! a- aku tidak ingin dia lari lagi dan dapat masalah lagi tau!!." Teriak Ricko yang salah tingkah
"iya kami percaya tapi jika bunda Rita sampe tau anaknya diluar begini, berabe dah ini masalahnya." Ucap Izaki yang menakut nakuti Ricko
*cekrek *cekrek
"dah dapat barang bukti, laporin ah." Ucap Tomoya dengan polosnya
"hey kalian, jangan gitu dong!!!!." Teriak Ricko yang frustasi
*cekrek *cekrek lengkap dengan lampu flash nya.
"hey!!!." Teriak Ricko yang menutupi wajah Ricko dan sang ukhti dengan jaketnya
"maaf Ricko~san ini bakal jadi trending topik besok."
"ini bakal heboh di sosmed ku."
"ini bakal ku pasang di mading sekolah besok."
"seluruh siswa SMAN 2 Kyoto wajib tau kejadian hari ini."
Ucap seluruh teman-teman sekelasnya Ricko
"aib ini astaga." Ucap Ricko yang frustasi
"Ricko~san, kau tidak seperti apa kata orang yang bilang kau itu sombong dan memandang rendah orang lain."
__ADS_1
"tidak peduli dengan apa yang ada di sekitar mu, jujur selama ku menjadi temanmu, aku baru sadar dirimu itu seperti apa Ricko~san, yang ku lihat sekarang kau hanya seorang yang kesepian dan tidak tau memulai hubungan dengan seseorang."
"dan ketika kau sudah punya teman, kau akan sangat peduli dengannya sampai kau berubah menjadi iblis tadi. kau memang orang menarik Ricko~san." Batin Sota yang memandangi Ricko dan teman - temannya yang sedang bercanda
"ayo kita pulang duluan minna" Ucap Sota mengajak teman temannya
"tapi Sota." Ucap salah satu teman sekelasnya Ricko
"ayolah." Batin Sota yang memandangi teman - temannya
"aku mengerti." Batin semua teman - teman Ricko
"sampai bertemu lagi di lain waktu, aku senang bisa berteman denganmu, kapan - kapan kita bertemu lagi sebagai sahabat ya..... Ricko." Ucap Sota dengan tersenyum
"pasti!." Ucap Ricko yang membalas senyuman Sota
"ayo semuanya!." Ucap Sota mengajak teman - temannya pulang duluan
"hati - hati dijalan Sota~kun dan yang lain." Teriak Tomoya
"iya kalian juga jaaa." Teriak Sota yang beranjak menjauh dari Ricko dan kedua sahabatnya
×
Setelah Sota dan teman - teman sekelasnya Ricko pulang, yang tersisa hanya Ricko, Izaki, Tomoya dan ukhti itu saja.
"ko, dari tadi dia diam mulu, masih hidup ga si?." Tanya Izaki yang melihat si ukhti
"dia mungkin masih trauma karena kejadian tadi, tangannya aja ini gemetaran." Ucap Ricko
"itu gemetaran karena tangannya kau genggam Rick~kun." Ucap Tomoya yang menggoda Ricko
"hih dah lah, kalian juga pulang duluan sana! aku masih nganter dia pulang dulu." Ucap Ricko yang mengusir kedua sahabatnya tersebut
"oh iya nanti kau lewat jalan mana Tomo?." Ucap Izaki yang memanas - manas i Ricko
"yang pasti kita lewat rumahnya bunda Rita sih, tapi aku takut." Ucap Tomoya yang kompak dengan Izaki mendesak Ricko
"takut kenapa Tomo?." Tanya Izaki
"aku takut nanti di paksa berhenti bunda Rita, apa yang harus aku jelaskan nanti Izaki~kun." Ucap Tomoya sambil berjalan menuju ke motornya
"kau tinggal kasih tau aja Ricko pulang bareng cewek hari ini." Goda Izaki yang melirik Ricko dan ukhti
"mooo yamettee korre!!!." Teriak Ricko yang gelisah
"kalian sahabatku kan?!! jangan kasih tau bunda kejadian hari ini!, aku sudah dapat masalah sekolah hari ini, kalo bunda sampe tau dia pasti marah besar, apa lagi bunda melarang ku pacaran sebelum usiaku beranjak 18 tahun." Ucap Ricko dengan wajah ingin menyerah
"hahaha emang kau tadi serius Izaki~kun?." Tanya Tomoya
"aku ga serius, emang kelihatan serius? ini kan cuma buat ancaman biar dia traktir kita makan, ya kan Tomo." Ucap Izaki dengan senyum sinis nya
"aku punya barang bukti lo ya, rahasia mu ku pegang Rick~kun." Ucap Tomoya yang memberi peringatan ke Ricko
"awas saja kalau kau keceplosan Tomo~chan!, ku bantai kau nanti!." Teriak Ricko mengancam
"ayo pulang Tomo." Ajak Izaki yang sudah menaiki sepeda motornya
"ukhti~san nanti pulangnya pegangan sama Ricko yak." Ucap Tomoya yang lari mendekati Ricko dan ukhti lagi
×
Tetapi si ukhti tetap diam dan hanya meliriknya saja.
"Rick~kun dia cantik sekali sumpah." Bisik Tomoya ke Ricko
__ADS_1
"aku tau." Ucap Ricko mengiyakan
"hayakeee Tomo debaa!." Teriak Izaki yang lelah menunggu
"baiklah, kalian berdua hati - hati dijalan yak, jangan lupa kenalan dan tukeran nomer hape yak jaa." Ucap Tomoya segera menaiki sepeda motornya dan meninggalkan Ricko dan ukhti
"yaa kalian juga hati - hati." Ucap Ricko
"kami duluan ko" Ucap Izaki
×
Dan sekarang hanya tinggal Ricko berdua saja dengan si ukhti yang berada di pinggir jalan.
"hah akhirnya mereka pulang juga, maaf ya teman - teman ku memang orangnya gitu." Ucap Ricko yang melepaskan genggaman tangannya ke ukhti
"kamu duduk disini dulu, ku belikan minuman disana oke." Ucap Ricko
×
Ricko meninggalkan si ukhti untuk membeli dua minuman yang kebetulan ada toko terdekat.
setelah selesai membeli minuman Ricko pun segera kembali ke tempat ukhti dan membagi minuman yang ia beli.
"ini di minum." Ucap Ricko yang memberi minuman dan duduk disebelahnya si ukhti yang masih terdiam
"apa kamu masih takut?." Tanya Ricko
×
Bukannya dijawab si ukhti malah mendekap pergelangan tangan Ricko dan memeluknya dengan erat.
"ehh ukhti~san! kamu aman bersamaku kok, tenang saja! jadi lepaskan..." Ucap Ricko yang panik
"aku takut kamu kenapa - kenapa karena aku!, aku takut kamu mati karena aku!, kamu di hajar habis - habisan sampai keluar darah begitu dan...." Teriak si ukhti yang terpotong
"hey! hey! hentikan! aku gapapa kok oke tenanglah, ini sudah biasa kok, cemas in aja dirimu sendiri oke." Ucap Ricko menyela negatif thinking nya ukhti
"aku juga khawatir in kamu Ricko!." Ucap ukhti dengan tegas
×
Deg... Deg...
Ukhti yang sudah merangkul Ricko lalu meletakkan kepalanya untuk bersandar di bahu Ricko.
"apa - apaan ini?! kenapa jantungku berdegup kencang sekali." Batin Ricko
"aku beneran khawatir tadi." Ucap si ukhti yang mengeratkan pelukannya
"maaf sudah bikin kamu khawatir." Ucap Ricko meminta maaf ke ukhti
"yang harusnya minta maaf itu aku!, kita belum saling mengenal tapi aku sudah mempermalukan mu di depan teman - temanmu, dan membuatmu babak belur begini cuma karena melindungi ku, dan...." Ucap ukhti yang terpotong mengambil nafas
"hey, aku juga ingin menanyakan kejadian tadi itu, kenapa kau melakukan itu?." Tanya Ricko
"oh iya aku belum tau nama mu, nama kamu siapa?." Tanya Ricko
"Ashilla"
~
~Bersambung
__ADS_1