Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 36 " Kepikiran "


__ADS_3


•Back to story•


~Di SMA Hokkaido Islami Center~


Shilla yang duduk di bangku duduknya dan menyendiri di kelas, ia hanya terdiam memikirkan Ricko.


“sudah dua hari setelah peristiwa itu.” Batin Shilla yang menyenderkan dagunya sambil melihat keluar jendela


×Flashback Shilla on×


“kalian jadian?!!” Tanya bunda Rita yang terkejut dengan apa yang dikatakan Shilla


“i-iya bunda.” Jawab Shilla sembari melihat ke arah Ricko


“ini beneran?!.” Tanya bunda Rita yang akan mendesak Ricko


“be-benar bunda.” Jawab Ricko yang gugup


×


Lalu tiba - tiba datanglah Ken si wakil ketua Yakuza keluarga Wijaya mendatangi mereka bertiga.


“maaf saya menyela pembicaraan anda sekalian, berhubung acara disini sudah selesai, sebaiknya tuan muda dan bunda Rita segera pulang, ini perintah dari tuan Wijaya.” Ucap Ken yang memberitahu Ricko dan bunda Rita


“baiklah, Ken~san tunggulah di mobil nanti kami akan menyusul.” Ucap Ricko yang membawa Ken berjalan menjauhi Shilla dan bunda Rita


“baik tuan muda.” Jawab Ken dengan lugas


×


Ricko pun menghampiri Shilla yang sedang berbicara dengan bunda Rita.


“Shilla~chan, bunda pulang dulu ya, nanti akan bunda lanjut di rumah sidangnya, Shilla~chan hati - hati di jalan ya.” Ucap bunda Rita yang memeluk Shilla dan berpamitan


“iya bunda, bunda Rita juga hati - hati di jalan.” Ucap Shilla lalu tersenyum


×


Bunda Rita pun berjalan duluan ke mobil dan meninggalkan Ricko berduaan dengan Shilla.


“maafin bunda ya, bunda itu orangnya suka berisik kayak begitu.” Ucap Ricko yang masih di samping Shilla


“ah gapapa kok, bunda Rita itu orangnya hangat dan terbuka, mungkin nanti kita akan cocok.” Ucap Shilla sambil melihat ke arah bunda Rita yang sudah di mobil dan melambaikan tangannya


“syukur deh kalau kamu sudah cocok sama bunda.” Ucap Ricko yang juga melihat ke arah bunda Rita


“nee Ricko~kun, ayah mu itu orangnya seperti apa?.” Tanya Shilla yang mengganti topik pembicaraan


“oyaji?!.” Kata Ricko yang terkejut dengan pertanyaannya Shilla


“kamu manggilnya oyaji? Dia orangnya seperti apa? Galak? Tegas?.” Ucap Shilla yang memberi beberapa pertanyaan


“hmmm...” Kata Ricko yang bingung mau menjawab apa


“apa ayah mu akan menyukaiku nanti? Juga hubungan kita ini?.” Tanya Shilla yang membuat Ricko terdiam sejenak


“eh apaan sih hahahaha kita kan baru jadian, kok aku mikirnya sudah sampe sana hahaha lupakan apa yang kukatakan tadi, sudah - sudah pulang sana.....” Ucap Shilla yang salah tingkah dan menutupi wajahnya


“duhh kok keceplosan sih.” Batin Shilla yang tidak percaya dengan apa yang ia katakan barusan


“Shilla~chan?.” Panggil Ricko yang kelihatan malu sendiri


“hai!” Jawab Shilla yang membelakangi Ricko


“aku juga ingin menjalani hubungan serius denganmu, mengenal dirimu, keluargamu, dan aku.....” Ucap Ricko yang perkataannya terpotong dengan satu jari Shilla yang ia tempelkan di mulut Ricko

__ADS_1


“iya, kita berjuang sama - sama ya, boochan.” Ucap Shilla


×Flashback Shilla off end×


Shilla yang masih duduk sendirian di kelas.


“katanya berjuang bareng, tapi ini apa?! Dia menghilang tanpa kabar sedikit pun.” Batin Shilla yang kesal sendiri


×


Akhirnya jam pelajaran pertama pun dimulai, para murid pada berdatangan masuk kelas dan guru mapel pun juga masuk kelas.


“selamat pagi anak - anak.” Ucap guru yang memberi salam


“selamat pagi bu.” Jawab semua murid di kelasnya Shilla


“baiklah, materi kita hari ini adalah.....” Ucap guru yang memulai jam pelajaran


×Shilla POV×



“dia belum berangkat sekolah, apa dia masih terluka?.”


“apa dia di marahin sama bundanya?.”


“apa ayahnya melarang hubungan kita?.”


“ahhhhh!!! Udahlah Shilla! berhentilah memikirkannya! kamu ini sedang belajar!.” Batin Shilla yang kesal sendiri karena masih kepikiran Ricko


“tapi. aku ingin tahu, sekarang dia sedang apa?.”


×Shilla POV end×


×


“hey Ricko, apa kau tidak mau pergi dari sini? wajahmu sudah seperti mayat kau tahu itu?.” Ucap Izaki yang membangunkan Ricko dan melihatnya tidur


“lima menit bunda.” Ucap Ricko yang mengigau


“woy bangun!!!!” Teriak Izaki yang kesal sendiri


×Izaki POV×


×Flashback Izaki on×


Malam hari dimana Izaki yang tinggal sendirian di villa ayahnya.


Ketika Izaki sedang menonton film horor, ia ketakutan karena ia menontonnya sendirian di villa tersebut, akan tetapi tiba - tiba terdengar suara.


Tok tok tok


“bunyi apa itu?!.” Ucap Izaki yang sontak terkejut


×


Izaki berjalan menuju pintu keluar dan mengecek siapa yang bertamu di tengah malam ini, akan tetapi tiba - tiba.


“beri saya tumpangan tidur sahabatku.” Ucap seseorang yang berpakaian serba putih di depan mata Izaki


“setan!!!.” Teriak Izaki yang ketakutan dan langsung lari masuk ke dalam villa


“hey tunggu Izaki~kun!! Ini aku Ricko!.” Teriak Ricko yang masuk mengejar Izaki yang kabur darinya


×Flashback Izaki off×


“dia pingsan seharian karena mengejar ku, pada akhirnya ku panggil dokter."

__ADS_1


"yang membuatku kepikiran, kata dokter ia cuma kelelahan, meskipun begitu ada bekas luka sayatan katana di tubuhnya.”


“dan tengah malam berikutnya ia terbangun cuma ingin buang air dan makan.”


“dia belum cerita lengkapnya sih, katanya dia kabur dari rumah.”


“awas saja jika alasannya tidak bagus, akan ku tendang dia dari rumah ini.” Batin Izaki yang kesal melihat Ricko yang malas - malasan.


×Izaki POV end×



“huuuaambh, hari ini sarapannya apa?.” Tanya Ricko yang masih mengantuk


“ada telur dan mie instan bikin sendiri sana.” Ucap Izaki yang main hapenya sendiri


“huuuambh hai hai...” Ucap Ricko yang bangun dari tidurnya dan berjalan ke dapur


“hey, kau tahu hari tidak?! Sudah berapa hari kau berada disini ko, apa kau tidak kepikiran sekolah mu apa?.” Tanya Izaki yang mengingatkan sahabatnya yang mati suri kemarin


“hey! Kau juga tidak masuk sekolah hari ini, jangan sok menasehati begitu lah, sok suci banget.” Ucap Ricko yang menghidupkan kompor


“aku ga berangkat sekolah itu karena kamu bangsat!!.” Teriak Izaki yang kesal sendiri


“ohhh hahahaha maaf, sayang deh.” Ucap Ricko yang menghampiri Izaki dan menggodanya


“lalu apa yang terjadi padamu?.”


“sampai kau kabur dari rumah dengan keadaan terluka, sampai kau pingsan seharian?.” Tanya Izaki yang ingin tahu kelanjutan cerita yang belum sempat Ricko ceritakan


“sebenarnya, kemarin itu aku berdebat dengan oyaji karena misi Yakuza.....”



“dan aku berhenti menjadi Yakuza.” Ucap Ricko


×


Berpindah di sisi Shilla yang sudah waktunya jam istirahat makan siang, ketika ia berjalan di koridor sekolah, kebetulan ia bertemu dengan Ratna.


“Ratna~senpai.” Panggil Shilla dari kejauhan dan berlari menghampiri Ratna


“eh Shilla, kau sudah pandai berbahasa jepang ya?.” Ucap Ratna


“a-apa senpai?.” Tanya Shilla yang terengah - engah nafasnya dan tidak dengar apa yang Ratna katakan


“gapapa ga perlu dipikirkan, ngomong - ngomong kamu ada perlu apa?.” Tanya Ratna


“begini, apa Ricko~kun masih tidak masuk sekolah hari ini?." Tanya Shilla


“masih belum, eh tunggu, dia tidak ngabarin kamu sama sekali apa? Katanya kalian jadian?." Ucap Ratna yang memberi Shilla beberapa pertanyaan


“iya kami jadian, tapi belum sempat tukeran kontak line.” Ucap Shilla yang merenung lesu


“lalu apa rencana mu?.” Tanya Ratna


~


~


~


~


~aku mau kerumahnya.......


~Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2