
Last~
“keadaannya jadi seperti ini karena aku, karena hubungan ini.” Batin Shilla yang mengecek ponselnya dan dilayar ponselnya menampilkan kontak bertuliskan boochan
“aku tak boleh terus - terusan menyalahkan diri, aku juga harus mendukungnya bukan?.” Batin Shilla
×
Shilla yang berjalan sendirian menuju gerbang sekolah, dan ia kepikiran belum mengabari Ricko.
“aku lupa belum ngabarin dia hari ini....”
“kira - kira sekarang dia lagi ngapain ya?.” Batin Shilla yang berjalan ke pintu gerbang sekolah
×
Setelah keluar dari gerbang sekolah, Shilla pun dikejutkan dengan kedatangan.
“dor!!!!.” Teriak Ricko yang mengejutkan Shilla
“kamu kok di sini?.” Tanya Shilla
“bukannya aku sudah mengirimkan mu pesan, kamu belum membacanya?.” Kata Ricko
~
~
“iya aku juga!!.” Teriak Shilla yang malu - malu
“aku juga kangen kamu.” Ucap Shilla yang akhirnya mengakui
“ayok pulang.....” Kata Ricko yang tersenyum mengajak Shilla pulang
“iya.” Jawab Shilla dengan senyuman
•Back to story•
Dalam perjalanan pulang, Shilla memeluk Ricko dan menyenderkan kepalanya di bahu Ricko.
“kangen banget ya kamu.” Kata Ricko menggoda Shilla
“berisik ah!.” Bentak Shilla yang kesal
“ini juga karena kamu tau!.”
“kamu ga tau apa yang kurasakan hari ini.” Kata Shilla yang cemberut
“kamu kenapa hari ini? apa yang kamu rasain tadi?.” Tanya Ricko yang melihat kaca spion
“aku khawatir.” Kata Shilla
×
Ricko pun sontak terdiam, dan mengheningkan suasana diantara mereka berdua.
Ketika mereka melewati sebuah taman, kebetulan juga di sana ada penjual es krim keliling.
“kamu mau es krim?.” Tanya Ricko
×
Setelah mendapatkan dua es krim, Ricko pun berhenti di taman yang ada sungai terlentang arah barat dan banyak orang menonton matahari terbenam.
Mereka berdua pun mencari tempat duduk yang nyaman di pinggir sungai memakan es krim mereka dan menonton matahari terbenam.
Suasana di antara mereka masih hening, karena Shilla sedari tadi masih terdiam, Ricko pun gelisah dan mencoba bertanya.
“kamu kok diem terus kenapa? kamu mikirin apa?.” Tanya Ricko
“aku khawatir dengan keadaanmu hari ini.”
“di usir dari rumah.”
“berjuang hidup seorang diri.”
“pasti melelahkan bukan?.”
“menjalin hubungan bersamaku?.” Ucap Shilla yang tiba - tiba menangis
×
__ADS_1
Ricko yang duduk di samping Shilla, menempelkan es krimnya ke bibir Shilla.
“ini.”
“manis bukan?.” Ucap Ricko yang tersenyum
“hmmmm....hahhh....” Kata Ricko yang menghela nafas
“aku ada kabar baik dan juga kabar buruk.”
“kabar buruknya hari ini aku belum mendapat kontrakan.”
“tapi tenang saja, Izaki~kun masih mau menerimaku di tempatnya kok, ga bakal jadi gelandangan juga aku hahaha.”
“dan kabar baiknya, hari ini aku sudah mendapat pekerjaan paruh waktu.”
“di supermarket, lumayan dekat sekolah.”
“karena aku masih pelajar, jadwal hari senin sampai kamis itu aku dapat jatah jam tiga sore sampai jam sepuluh malam.”
“kalau hari jumat, aku ngambil jatah waktu siang, jam satu sampai jam delapan malam.”
“kalau akhir pekan, aku ngambil jam pagi, jam tujuh sampai jam dua siang.”
“tapi tenang, dalam sepekan aku boleh izin tidak masuk kerja sehari, jadi kita masih ada waktu bersama, menyenangkan bukan?.” Ucap Ricko yang menceritakan kejadian hari ini dengan semangat
“kenapa kita ga putus aja?.” Tanya Shilla
“kamu tuh kalo ngomong yang bener! kita ini jadian belum ada sebulan, masa mau putus gitu aja.”
“lagipula, aku sudah pernah katakan kepadamu.”
“semua ini terjadi bukan sepenuhnya karena kamu.”
“iya kamu terlibat, tapi keinginanku untuk pergi dari rumah dan berhenti menjadi yakuza itu jauh sebelum bertemu denganmu.”
“dan itu terjadi di momen yang tidak tepat.”
“yang salah disini itu aku, jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi, itu juga membuatku sedih tau!.” Ucap Ricko meyakinkan Shilla
“m-maaf.” Kata Shilla yang lirih setelah ia habis menangis
"maaf membentakmu." Ucap Ricko
“a-aww sakit!!.” Kata Shilla yang kesakitan
“jangan semudah nya kamu katakan putus seperti tadi, kamu tuh harus ngerti perasaanku juga.” Ucap Ricko
“iya maaf, aku juga ga ingin hubungan ini cepat berakhir.” Ucap Shilla yang merasa bersalah
“kita itu baru memulainya, katanya mau berjuang bareng.” Ucap Ricko
“iya aku tahu.” Ucap Shilla
“jika kamu sudah ada niatan untuk menyerah, aku akan meyakinkanmu....”
“dan jika aku yang ingin menyerah, tolong jaga keyakinan itu tetap ada.”
“kamu mau kan jalani hubungan yang serius bersamaku?.” Tanya Ricko
“aku mau, aku sangat mau....”
“kita mendukung satu sama lain ya.” Ucap Shilla
“ya, mulai sekarang mohon bantuannya ya.” Ucap Ricko
“iya aku juga.” Ucap Shilla
“ayo pulang.” Kata Ricko mengajak Shilla pulang
“iya.” Jawab Shilla
×
Ricko dan Shilla beranjak pergi dari taman tersebut karena hari sudah mulai gelap.
Dalam perjalanan pulang, Ricko pun bertanya.
“kita beli makanan dulu atau tidak?.” Tanya Ricko tapi tidak direspon oleh Shilla
“Shilla?.” Panggil Ricko yang melirik kaca spion
__ADS_1
×
Shilla tertidur bersandar di bahunya Ricko, ia nampak tersenyum setelah melihat Shilla yang tertidur.
×Ricko POV×
“bisa - bisanya dia tertidur di perjalanan seperti ini, kayak anak kecil saja.”
“kalau jatuh bagaimana nanti?.”
“sebetulnya yang kelelahan itu kamu Shilla.”
“terima kasih.”
“sudah menerimaku yang hina ini.”
“dan maaf sudah membuatmu terlibat dalam masalahku.”
“tapi sekarang, aku berjanji akan membuatmu bahagia....”
“bersamaku.”
×Ricko POV end×
Akhirnya mereka berdua pun sampai di depan gang yang dekat dengan rumah Shilla.
Karena Shilla yang masih tertidur, Ricko pun mencoba membangunkannya.
“Shilla~chan bangun.....”
“Shilla~san okite.....”
“kita sudah sampai puteri tidur.” Ucap Ricko yang menggoyang - goyangkan tubuhnya
“haa...” Kata Shilla yang belum tersadar penuh
“ini ga ngiler kan?.” Tanya Ricko
“hah!!! Gawat!! Aku ketiduran! Kok bisa?!!.” Tanya Shilla yang terkejut dan heran sendiri
“kamu aja bingung, apa lagi saya? tapi ini beneran ga basah kan bajuku?.” Ucap Ricko yang menanyakan keadaan baju yang ia kenakan
“huuuamb! ini sudah jam berapa?.” Tanya Shilla yang masih duduk di sepeda motornya Ricko
“jam enam malam, barusan adzan selesai.” Jawab Ricko dengan polosnya
“apa?!! jam enam!.” Ucap Shilla yang terkejut dan panik
“memangnya kenapa?.” Tanya Ricko yang ikutan panik juga
“nanti aku dimarahin abi, belum pulang jam segini.” Jawab Shilla
“kalau begitu, aku anterin aja sampe rumah, biar aku yang jelasin semuanya.” Kata Ricko yang memberikan pendapatnya
“jangan!!!.” Teriak Shilla yang langsung turun dari sepeda motornya Ricko
“kenapa?.” Tanya Ricko
“a-aku belum siap jelasin semuanya, maaf.”
“udah gapapa, aku bisa beri alasanku sendiri kok.” Ucap Shilla meyakinkan Ricko
“ya sudah, kalau begitu mah.” Kata Ricko yang nampak kecewa
“jangan kamu pikirin ya.” Ucap Shilla menenangkan Ricko yang nampak kecewa
“hmm iya, kalau begitu aku pamit ya.” Ucap Ricko yang ingin berpamitan
“iya!.” Jawab Shilla
×
Ricko yang menghidupkan mesin sepeda motornya, akan tetapi dari arah belakang mereka berdua, ada seseorang memanggil.
“Syifa.”
~
~
~
~Bersambung......
__ADS_1