
Last~
"oh iya aku belum tau nama mu, nama kamu siapa?" Tanya Ricko
"namaku Ashilla"
•Back To story•
"Ashilla Nurussyifa, panggil saja Shilla." Ucap Shilla yang memperkenalkan diri
"nama yang bagus, kamu sudah tau namaku kan?."
Ucap Ricko
"sudah sih, tapi nama lengkap mu?." Tanya Shilla
"Ricko Putra Wijaya, panggil saja Ricko." Ucap Ricko yang memperkenalkan diri
"senang bisa berkenalan denganmu Ricko." Ucap Shilla
"anoo Ricko apa kamu masih lelah? ini sudah jam berapa? apa sebaiknya kita bisa pulang sekarang?." Tanya Shilla yang menyadarkan lamunannya Ricko
"eh iya sampai lupa waktu, sini naiklah ke motor ku, ku antar kamu pulang." Ucap Ricko yang mempersilahkan Shilla untuk membonceng Ricko
"b- baiklah." Ucap Shilla yang sudah naik motornya Ricko
×
Ricko pun memutuskan untuk mengantarkan Shilla pulang terlebih dahulu, dan diperjalanan suasana diantara mereka hening dan masih canggung untuk bicara.
"maaf."
"maaf."
Kata mereka secara bersamaan
"eh kamu duluan Shilla~chan." Ucap Ricko yang salah tingkah
"ti- tidak kamu duluan saja, eh chan?." Ucap Shilla yang salah tingkah juga
"ah hahaha maaf kalau sok akrab, karena terbiasa di sekolah manggil nama cewek dengan akhiran chan."
"ehh, maaf aku ga bawa helm dua? kamu gapapa kan?."
"ehh maaf aku kacau bicaranya!." Ucap Ricko terbata bata
"gapapa kok, santai." Ucap Shilla
"maaf juga, waktu di kedai tadi, soal aku menolak mu." Ucap Ricko yang menjelaskan kejadian di kedai tadi
"aku juga ingin meminta maaf juga karena kejadian tadi." Ucap Shilla
"aku gapapa kok, kamu ga mempermalukan ku." Ucap Ricko
"bukan itu, aku tidak bersungguh - sungguh tentang perasaanku tadi." Ucap Shilla
"maksudnya?." Tanya Ricko yang tidak mengerti
"iya sebenarnya tadi itu aku di kerjain sama teman - teman ku." Jawab Shilla
"di kerjain gimana?." Tanya Ricko
"begini ceritanya" Jawab Shilla
×Flashback Shilla on×
Shilla yang duduk bersama dua sahabatnya yang berada di sisi lain kedai kopi yang Ricko dan teman - temannya tempati.
"bosen ih ngapain gitu yuk." Kata teman Shilla yang jenuh
"la kamu ngajak kita kemari cuma buat lihatin kamu ngerjain tugas gitu?." Ucap teman Shilla yang satunya dengan nada kesal
"iya - iya ini bentar lagi kok." Ucap Shila yang mengerjakan tugasnya
"aku bosan sekali Shilla!." Ucap teman Shilla yang merengek
"baiklah ayo kita main games aja?." Kata Shilla mengajak teman - temannya main permainan
"main apa?."
"main apa?."
Tanya kedua teman Shilla secara bersamaan
"main yang lagi trending di sosmed, main tantangan atau kejujuran." Ucap Shilla menyebut nama permainannya
"yok yok main yok." Ucap teman Shilla dengan semangat
"cara mainnya la?." Tanya teman Shilla yang satunya
"begini, aku punya botol kita putar ini botol lalu ketika ujungnya berhenti di kamu, kamu boleh memilih diantara kita, tapi yang memilih tantangan dan kejujuran itu kita sendiri, soalnya tersedia di Instagram dan janji harus dijalani." Ucap Shilla memberitahu peraturan mainnya
"harus dijalani? aku jadi takut" Kata salah satu teman Shilla yang mulai takut
"ayolah ini akan menyenangkan." Ucap teman Shilla yang satunya lagi
"gimana, sudah siap?." Ucap Shilla sambil bersiap memutar botol
"ayo mulai Shilla." Perintah salah satu teman Shilla
"kita mulai." Ucap Shilla
×
Shilla memutar botol tersebut dan berhenti di Salah satu teman Shilla.
"aku pilih Shilla!." Ucap teman Shilla yang mendapat kesempatan melempar permainan
"dendam terselubung ini?." Ucap Shilla menghela nafas kesal
"ayo buka Instagram, kamu pilih tantangan atau kejujuran?." Tanya temannya Shilla
"jika aku pilih kejujuran pasti pertanyaannya tentang aib semua." Batin Shilla
"aku pilih tantangan aja deh." Ucap Shilla dengan mantap
×
Shilla akhirnya memilih tantangan dan yang tertulis adalah
"katakanlah pada lawan jenismu aku suka padamu, maukah kamu menjadi pasanganku. didepan umum." Ucap mereka bertiga secara bersamaan
"apa?!!! apa - apaan soal ini?!." Ucap Shilla yang terkejut, tidak percaya akan apa yang ia hadapi
"hahaha kamu harus jalani lo ya." Ucap teman Shilla yang meledek Shilla
"ga bisa, aku ga bisa, pass ganti soal." Kata Shilla yang berusaha lari dari kenyataan
__ADS_1
"jangan lari kamu, nanti kami kecewa lo." Ucap teman Shilla yang satunya dengan nada serius
"baiklah, tapi siapa?." Tanya Shilla yang masih ragu
"bagaimana kalau cowok di ujung sana? ganteng lo lihatlah." Ucap teman Shilla memberitahu
"kenapa harus dia?! ramai lo di sana!." Ucap Shilla yang merengek menolak itu
"lihat dia ketawa ih, manis banget senyumannya duh." Ucap Salah satu teman Shilla
"ayolah Shilla kita temani dari belakang." Ucap teman Shilla memberi semangat kepada Shilla
"baiklah ayo ke sana." Ucap Shilla dengan wajah yakin pasti bisa
•Shilla POV end•
×Flashback off×
"eh pas aku udah ngelakuin tadi, tapi mereka malah lari meninggalkanku sendirian, dah gitu aku ga bawa motor lagi." Cerita Shilla dengan kesal
"ku kira dia suka beneran sama aku, eh taunya tidak, kenapa perasaanku kecewa gini ya?." Batin Ricko yang kecewa
"Ricko." Shilla memanggil Ricko tetapi ia tidak terdengar
"Ricko!!." Panggil Shilla sekali lagi dengan nada lebih keras
"eh iya - iya ada apa?." Tanya Ricko yang sadar dari lamunannya
"kamu ga dengerin ceritaku?." Tanya Shilla
"dengerin kok, aku fokus di jalan aja." Jawab Ricko mencari alasan
"alasan, aku cerita apa coba?." Tanya Shilla
"alasan kamu tadi nembak aku, itu cuma permainan bukan beneran kan." Jawab Ricko dengan nada kesal yang pasti di dalam hatinya kecewa
"maaf." Ucap Shilla meminta maaf setelah mendengar nada ucapan dari Ricko sendiri
×
Suasana diantara mereka kembali menjadi hening karena percakapan tadi.
"jadi hening ya." Batin Shilla yang masih merasa ga enak
"anu, rumahmu ini dah dekat kan? masuk gang mana ini?." Tanya Ricko
"gang kedua, rumahku deket gang kok." Jawab Shilla menunjukkan arah rumahnya
×
Dan akhirnya mereka pun sampai di rumahnya Shilla.
"anu Ricko mau langsung pulang? apa ga mampir dulu?." Tanya Shilla yang masih ga enak karena obrolan tadi
"maaf lain kali saja, sudah malam kalo gitu aku permisi." Ucap Ricko pamit
×
Ketika Ricko menyalakan sepeda motor dan mau jalan, tiba - tiba ada wanita berlari kearah Ricko dengan membawa sapu di tangannya.
"jangan pergi dulu kamu!! dasar berandal!! jam segini baru pulang! kamu apakan anak saya hah?!!." Ucap wanita yang sambil di pukuli dengan sapu ditangannya
"aduh, aduh kami .... nggak ..... ngapa ...." Ucap Ricko yang kesakitan karena dipukuli pake sapu oleh wanita tersebut
"bicara dengan jelas! kamu apakan anak saya! dia sampai merenung begitu! kau pacarnya kan?!." Ucap wanita tersebut sambil memukuli Ricko
"hentikan umi!!!." Teriak Shilla
"jangan belain berandal ini Syifa sayang, kamu itu salah pergaulan, kamu bisa sesat jika pacaran sama....." Ucap umi Shilla yang murka
"kami ngga pacaran!!!." Teriak Shilla yang terdengar nyaring di telinga Ricko
"kita cuma teman! malah baru kenal." Ucap Shilla
"benar sekali, kita itu baru kenal, kenapa perasaanku sebenarnya?! kenapa aku jadi kecewa gini ya?." Batin Ricko yang terduduk lemas
"dia bukan anak nakal mi, Ricko yang menolong Syifa tadi waktu di goda in om - om di kota tadi." Ucap Shilla yang menjelaskan
"bukannya tadi kamu bersama teman - temanmu nak?." Tanya umi Shilla
"ceritanya panjang mi, nanti Syifa jelaskan." Ucap Shilla mengakhiri pembicaraan
×
Lalu Shilla menghampiri Ricko yang terduduk lemas karena habis menjadi pelampiasan kemarahan uminya Shilla.
"kamu gapapa?." Tanya Shilla yang khawatir
"gapapa kok ini sudah biasa." Ucap Ricko yang ingin berdiri tapi terjatuh lagi
"gapapa nya gimana sih, kamu aja sampe lemes gitu!." Ucap Shilla memarahi Ricko
"haha maaf." Ucap Ricko dengan tersenyum menenangkan khawatirnya Shilla
"begini kamu bilang gapapa, ini merah lo." Ucap Shilla sambil membuka baju Ricko bagian belakang
×
Shilla yang menyentuh punggung Ricko yang terluka.
"aww, ittai!." Rintih Ricko kesakitan
"kamu tetap disini jangan pulang dulu! aku ambilkan obat dulu! umi tolong jaga dia bentar, jangan sampe dia lari." Ucap Shilla yang langsung lari ke rumah untuk mengambil obat
×
Ricko yang hanya berpapasan berdua dengan uminya Shilla, dan umi mendekati Ricko.
"nak." Ucap uminya Shilla
"maaf membuat anda khawatir tentang Shilla." Kata maaf yang reflek terucap dari mulut Ricko
"ehh yang harusnya minta maaf itu umi, sudah memanggilmu berandal, sudah langsung memukulimu, tapi terima kasih sudah menyelamatkan anak umi." Ucap umi yang menyesal
"iya sama - sama tante, seorang ibu sudah wajar khawatir dengan keadaan anaknya, bunda saya juga sering begitu kok." Ucap Ricko yang menerima semua dengan ikhlas
"panggil saja umi jangan tante nak." Ucap umi
"iya umi." Ucap Ricko
"ini salah umi karena terlalu khawatir, Syifa biasanya ga pernah pulang selarut ini, tapi kok Syifa ga pulang - pulang, dan waktu kalian sampe rumah umi terkejut." Ucap uminya Shilla menjelaskan
"dan yang paling membuat umi terkejut, ini kali pertama umi melihat Syifa membawa cowok ke rumah." Ucap umi yang berhenti karena kedatangan Shilla
×
Dan Shilla pun datang membawa peralatan dan obat - obatan.
"maaf menunggu, aku obat in kamu dulu." Ucap Shilla yang khawatir langsung mengobati luka Ricko
__ADS_1
"hey - hey tenang dong, pelan - pelan sakit tauk!." Ucap Ricko yang menahan sakit
"tadi bukannya kamu bilang gapapa, sudah biasa, tapi kenapa sekarang bilangnya sakit ha?!!!." Ucap Shilla yang marah - marah khawatir
"aku khawatir tau!." Ucap Shilla yang langsung menepuk punggung Ricko
"aww ittai! jangan di tepuk juga dong." Ucap Ricko yang kesakitan
"bodo amat." Ucap Shilla yang kesal
"Syifa sayang itu pipinya apa ga sebaiknya kamu kompres dulu?." Tanya umi Shilla
"oh iya kompresan nya kelupaan, aku ambil dulu." Kata Shilla yang kelupaan
"kamu disini saja, biar umi yang ambilkan." Ucap umi
"ga perlu umi ga perlu dikompres." Ucap Ricko yang menolak dan ingin segera pulang
"udah kamu diam saja sini! ihh." Ucap Shilla yang kesal menyuruh Ricko duduk
×
Umi berjalan masuk rumah untuk mengambilkan kompresan dan air.
"tadi kamu sama umi bicara in apa?." Tanya Shilla yang sambil mengobati punggung Ricko
"ga ngomongin apa - apa kok." Ucap Ricko yang mengelak
"tuh kan ga jujur lagi." Ucap Shilla yang gregetan langsung mencubit pipinya Ricko
"aku serius!." Teriak Ricko yang kesakitan
"ngomongin aku kan?!." Ucap Shilla yang merona salah tingkah
"bukan, ngomongin masalah tadi yang kamu nembak aku." Ucap Ricko yang bercanda
"ih kamu kasih tau umi tadi?! itu memalukan tau! aku ngambek pokonya aku ngambek." Ucap Shilla yang kesal
"apaan si ga jelas deh, tadi itu umi minta maaf itu doang kok." Ucap Ricko dengan senyuman
"aku tanyakan pada umi, kalau beda awas! pulang mu nanti tambah lama lo." Ucap Shilla yang tersenyum manis
"dia bisa ngomong lepas juga ya ternyata...." Batin Ricko
"loh aku kelepasan...." Batin Shilla
×
Mereka bercakap saling bercanda tanpa canggung tidak memikirkan kejadian yang mereka alami hari ini.
dan akhirnya uminya Shilla pun datang membawakan air dan kompresan kepada Shilla dan meninggalkan kedua sejoli ini lagi.
"katanya baru kenal, tapi sudah se akrab itu, duh melihat mereka jadi teringat masa muda ih, ga nyangka anakku sudah sebesar ini ya, dah berani bawa cowok ke rumah, jadi kangen suara Abi, telpon Abi ah." Batin umi Shilla seiring meninggalkan mereka berduaan didepan rumah
×
Setelah Shilla sudah mengobati luka pada diri Ricko, Ricko pun pamit untuk pulang.
"makasih ya sudah diobatin." Ucap Ricko yang berterima kasih
"sama - sama, makasih juga sudah nganterin, dan maaf sudah merepotkan mu sejauh ini." Ucap Shilla yang menunduk
"maaf mulu santai aja kali, udah yak aku pulang dulu dah malem." Ucap Ricko yang menyalakan sepeda motornya
"Ricko!... hati - hati." Ucap Shilla yang malu malu
"iya.. assalamualaikum." Ucap salam dari Ricko
"waalaikum salam." Balas salam dari Shilla
"Apa kita bisa bertemu lagi ya?." Batin mereka berdua berharap bisa bertemu lagi
×
Shilla masuk ke dalam rumah lalu menutup pintunya dan meninggalkan senyuman yang membekas di wajah cantik Shilla.
"cie, ada yang lagi kasmaran nih." Ucap umi yang menggoda Shilla
"umi!! sejak kapan umi disitu?!" Ucap Shilla yang terkejut
"kamu suka kan sama nak Ricko, ga perlu boong sama umi, sudah terlihat jelas di wajahmu sayang.
ketika bersama dia, tersenyum mulu kayak lagi kasmaran, tadi awalnya umi nyangkanya kalian udah pacaran eh kamu bilang baru kenal, tapi tadi kelihatan akrab sekali kayak udah pacaran aja." Ucap umi yang menggoda Shilla
"umi apaan si, emang baru kenal tau." Ucap Shilla yang salah tingkah
"coba ceritain pada umi, Ricko orangnya seperti apa? kok bisa kenal gimana? katanya dia selamatkan kamu dari para preman itu gimana? ceritain semuanya." Tanya umi yang penasaran
"awal bertemu?!! hmm dimulai dari mana ya..." Ucap Shilla yang bingung harus mulai cerita dari mana
"Ricko itu...."
×
Ricko dalam perjalanan pulang dengan sepeda motornya hingga sampai lah ia di depan rumahnya dan Ricko langsung di sambut oleh beberapa anak buah ayahnya Ricko.
"selamat datang tuan muda."
"anda tidak apa - apa kan?!!."
"siapa yang berani membuat anda seperti ini?."
Tanya beberapa anak buah keluarga Wijaya yang menghampiri Ricko
"tenang saja aku gapapa, ini sudah diobati kok, permisi saya mau langsung istirahat." Ucap Ricko dengan raut wajah yang sangat lelah
"s- selamat beristirahat tuan muda." Ucap anak buah keluarga Wijaya dengan sopan
×
Ricko masuk rumah tanpa salam tanpa permisi.
"oyaji pasti ini sudah pulang, aku harus gimana ngomongnya nanti." Batin Ricko yang kebingungan
×
Ricko berjalan masuk dan sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya di hadapan Ricko.
"kau habis dari mana? jam segini baru pulang, kenapa keadaanmu seperti itu?!." Tanya ayah Ricko, Wijaya~sama
"aku hari ini lelah, bicara in ini nanti saja, aku mau langsung ke kamar." Ucap Ricko yang melewati kedua orang tuanya
"bunda ingin bicara serius denganmu Rick~kun!." Ucap bunda Rita yang berhasil membuat langkah Ricko berhenti
"tentang apa bunda?." Tanya Ricko tanpa melihat wajah bunda nya karena dia sudah menebak jawabannya itu adalah
"bunda ingin membicarakan masalah kepindahan sekolahmu hari ini."
~
~Bersambung....
__ADS_1