
Last~
"untuk sekarang, yang ada di hatinya adalah kamu."
"apapun pilihanmu, itu adalah pilihan yang terbaik untuk kalian, jadi pertimbangkan lah kembali, tanyakan hatimu Shilla~san." Ucap Ratna yang memberikan semangat kepada Shilla yang sedang dilanda kebingungan
"Ricko pasti sedang menunggu jawabanmu." Ucap Ratna dengan senyuman terhias di wajahnya
"oh iya, kamu jangan cerita ke Ricko kalau aku ngasih tau identitas keluarganya ke kamu ya..." Ucap Ratna yang pamit pergi
×Flashback Shilla off end×
"apapun pilihanku, itu adalah pilihan terbaik untuk kita."
"aku akan menjawab pernyataan mu di hari itu."
~
Ricko~kun<3
~
~
•Back to story•
Di kala sebagian pasukan berlari membantu Ricko yang bertarung sendirian, Shilla mencoba menyampaikan sesuatu lewat walkie talkie.
"maaf jika saya menjelaskannya panjang dan rumit."
"pria yang saya ceritakan itu adalah Ricko, sang Yakuza keluarga Wijaya, lebih tepatnya ahli waris."
"saya tahu kau adalah anak seorang pemimpin Yakuza, saya juga tahu masa lalu mu, saya juga tahu selama ini kau selalu sendirian, saya tahu."
"dan juga perasaanmu...."
"tapi jangan khawatir, sebagai temanmu, saya tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi, Ricko~kun." Ucap Shilla yang melihat ke arah Ricko
×
Semua orang terkejut mendengar kata teman dari mulut Shilla, termasuk juga Ricko yang langsung menoleh ke arah Shilla.
"ya benar, teman..."
"setelah saya dengar kisah masa lalu mu, dan masalah yang saya hadapi sekarang, kita itu berbeda..."
"jadi saya pertimbangkan, dan saya yakin ini jawaban yang terbaik untuk kita...."
"kamu mau kan, menjadi teman hidupku." Ucap Shilla langsung merubah suasana setempat menjadi hening
"saya akan menjawab ungkapan mu kemarin, sebenarnya saya juga sama denganmu..."
"watashi wa daisuki, suki desu!." Ucap Shilla yang mengungkapkan perasaannya
×
Semua orang yang di sekitar Shilla melihat ke arahnya, sedangkan Ricko masih bertarung.
"awalnya, saya ingin melupakanmu, awalnya saya ingin menjauhi mu, dan setelah mengetahui bahwa dirimu itu seorang Yakuza, saya sadar menjauhi mu adalah keputusan yang benar, tapi semua itu sirna ketika kamu mengatakan ini kepadaku."
"dan setelah mengetahui kisah masa lalu mu membuatku semakin yakin, saya mampu menemanimu sebagai seorang kekasih."
"maaf telah menunggu jawabanku, jadi untuk sekarang kamu tidak perlu menunggu lagi, karena yang sekarang menunggu adalah aku."
"benar, menunggu kemenangan mu boo~chan." Ucap Shilla yang memberi semangat Ricko
"jadi untuk semua orang yang mendengar ini, saya boleh meminta sesuatu..."
"menang lah bersamanya, oke." Ucap Shilla mengakhiri pembicaraannya
__ADS_1
"haaa!!." Jawab seluruh pasukan Yakuza yang bersemangat setelah mendengarkan pernyataan Shilla
×
Sementara itu di sisi Ricko yang masih bertarung sendirian, tiba - tiba berhenti bertarung dan melihat ke arah Shilla.
"berhentilah mengoceh, ini memalukan tahu!" Teriak Ricko yang akhirnya menjawab pertanyaan Shilla yang bicara dari tadi
"hih kenapa sih dia itu..."
"aku udah tau dia itu juga suka padaku, tapi gausah di publikasi juga!."
"ini ketahuan beberapa orang penting itu masih wajar, tapi kalau sudah ketahuan seluruh pasukan begini, bagaimana jadinya nanti?." Batin Ricko yang masih melihat ke arah Shilla
"sempat - sempat nya kau lengah! rasakan ini!." Teriak salah satu anak buah mafia yang menyabet Ricko dengan katana
×
Ricko tetap diam tanpa melihat ke arah si mafia tersebut, tiba - tiba.
"jangan ganggu tuan muda!." Teriak salah satu anak buah Yakuza yang telah tiba di tempat Ricko dan memblokir serangan mafia
×
*bam!!!
Tembakan jarak jauh di lontarkan para snipper Yakuza ke arah org yang menyerang Ricko tadi.
"jangan harap kau bisa menyentuh tuan muda." Ucap Arashi setelah melepaskan tembakan
"hikezo boochan!."
"lindungi tuan muda Ricko~sama!!." Teriak salah seorang beberapa bala bantuan Yakuza yang sudah tiba
×
Ricko yang masih melihat ke arah Shilla yang jauh di sana, ia mengambil walkie talkie nya dan mulai bicara.
×
Shilla yang berada di sisi Arima, ia tersenyum setelah mendengar balasan Ricko melalui walkie talkienya.
"tapi ngomong - ngomong, kamu cantik malam ini."
Sambung Ricko melanjutkan perkataannya
×
Shilla yang mendengarnya pun langsung tersipu malu dan menutupi wajahnya, sementara itu salah satu anak buah Yakuza Wijaya yang mendengar ini langsung mengingatkan.
"maaf lancang tuan muda, tapi sebaiknya anda fokus dulu ke medan tempur, anda jangan sampai lengah, anda itu di incar banyak musuh." Ucap Arashi yang mencoba mengingatkan Ricko sambil menembaki para mafia
"haloo...shilla~san, dengar tak?." Ucap Ricko yang memanggil nama Shilla tanpa menggubris anak buah yang mengingatkannya
×
Dan Shilla pun masih tidak menjawab pujian dari Ricko.
"baiklah kalau begitu, ayo kita akhir i semua ini." Ucap Ricko yang akhirnya mulai serius kembali
"minna~san, menjauh lah dari sekitarku, dan matikan semua walkie talkie kalian setelah ini." Ucap Ricko yang mengarahkan semua anak buahnya
"paman, bahasa jepangnya bodoh itu apa?." Tanya Shilla ke Arima
×
Semua anak buah Yakuza keluarga Wijaya menuruti apa kata Ricko yang meminta menjauhinya dan mematikan walkie talkie nya, dan Ricko sudah langsung di kepung oleh para mafia yang masih bertahan.
"beraninya kau meremehkan kami!!."
__ADS_1
"kau akan menyesal telah meremehkan kami!."
"akan ku kirim kau ke neraka!!."
"sinehh!!." Teriak seluruh pasukan mafia yang mengepung Ricko dan hendak menyerangnya
"intoryu ogi...." Ucap Ricko yang bersiap menyerang
×
Sementara itu, Shilla berlari ke depan dan bersiap untuk berteriak.
"Ricko....bakaaaaaaa!!!!!!!." Teriakan Shilla sangat keras bahkan tanpa walkie talkie Ricko pun mendengarnya.
×
"munraito wa Shinda!."
Selayaknya cahaya yang membutakan lawannya dan di akhiri dengan serangan kejut yang membuat lawannya berhenti bergerak, serangan Ricko yang bersamaan shilla berteriak.
"ini sudah berakhir." Ucap Ricko yang melihat semua musuhnya sudah tumbang
×
Ketika semua orang berpikir perang ini sudah berakhir, akan tetapi.
bam!!! bam!!! bam!!!
Tembakan jarak jauh ditembakkan ke arah para yakuza.
Ricko, Arima, dan semua anak buah Yakuza langsung melihat puncak gedung tertinggi yang sekarang ini di tempati para snipper Yakuza Wijaya yaitu yuzaki Arashi.
"hey Arashi~san! apa yang terjadi? Arashi~san! jawab aku!." Teriak Ricko yang mencoba menghubungi Arashi melalui walkie talkie nya tapi tidak ada jawaban
×
Sementara itu arima mengambil teropongnya untuk melihat kondisi Arashi dan tim snipper nya.
"tuan muda! Arashi sedang di serang oleh seseorang." Ucap Arima melaporkan pengamatannya kepada Ricko melalui walkie talkienya
×
Tidak lama setelah itu, terdengar lah suara wanita di walkie talkie semua orang.
"konbanwa tuan muda shirich~kun, kamu pria yang tangguh, selamat ya." Ucap wanita tersebut melalui walkie talkienya Arashi
"siapa kau?!!." Teriak Ricko melalui walkie talkienya
"siapa aku? yang jelas aku musuhmu.... Shirich~kun hiyak bukan, maksudku Ricko~kun."
"waktunya serangan balasan." Ucap wanita tersebut
"mungkin kah?." Batin Arima yang berfirasat buruk
×
Arima pun berlari ke arah Shilla dan menyelamatkannya, akan tetapi...
bam!! bam!!
~
~
"Arima~san!!!!!"
~
~Bersambung....
__ADS_1