
•Back to story•
|.Keesokan harinya.|
|.Di tempat Ricko bekerja.|
Terlihat Vania senior dari Ricko waktu sekolah dasar dan di tempatnya bekerjanya sekarang sedang melayani pembeli.
“terimakasih sudah berbelanja, datang lagi...” Ucap Vania dengan senyuman
×
Setelah para pembeli itu pergi, Vania masih mencoba mengingat - ingat siapa rekan kerjanya yang mengaku - ngaku adik kelasnya ini.
Setelah beberapa menit kemudian, Vania mulai teringat.
“chubby?! tunggu dulu! ga mungkin dia itu chubby, dulu chubby imut banget, kenapa sekarang....” Batin Vania
×
Vania yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri, tiba - tiba orang yang di pikirin muncul juga.
“konichiwa manajer..” Ucap Ricko yang memberi salam ke manajer supermarket sembari memasuki supermarket
“siang Rick~chan, segera ganti baju ya.” Ucap pak manajer
“siap bos.” Kata Ricko yang berjalan melewati pak manajer
×
Dan di depannya sudah ada Vania yang berjongkok tapi tatapannya ke arah Ricko.
“kamu dapat sift pagi ya senpai, konichiwa.” Ucap Ricko yang menyapa seniornya tersebut
×
Akan tetapi, Vania hanya bisa terdiam mengamati wajah Ricko yang sudah sangat berbeda dengan Ricko yang ia kenal dulu.
“senpai?.” Panggil Ricko yang berjongkok didepan Vania tapi masih tidak di respon
×
Karena Vania yang tidak menjawab salamnya, Ricko pun berjalan melewatinya.
Tetapi Vania tiba - tiba memanggil.
“chubby....”
“ka-kamu chubby kan?.” Tanya Vania yang masih ragu tidak percaya
“kan dari dulu sudah ku bilang, aku tidak suka nama panggilan itu senpai.” Ucap Ricko yang tetap berjalan
“tapi benar kan?.” Tanya Vania yang mengikuti Ricko dari belakang
“ya, syukurlah kau mengingatku senpai.” Ucap Ricko yang masuk ruang ganti dan menutup pintunya
“maaf.....” Kata Vania yang menunggunya di balik pintu yang tertutup
“apa?!.” Tanya Ricko yang masih di dalam
“ma-maaf...” Kata Vania yang mengulangi perkataannya dan malah menjadi gugup
“baru kali ini, aku mendengar mu mengatakan kata maaf, senpai.” Ucap Ricko yang membuka pintunya dan muncul dihadapan Vania dengan keadaan telanjang dada
“ti-tidak ada!! tu-tutup pintunya kalau kau belum selesai bodoh!!.” Teriak Vania yang reflek mendorong Ricko masuk kembali ke ruang ganti dan menutup pintunya
“apa yang terjadi padamu, kau terlihat....” Ucap Ricko yang terjatuh di dalam ruang ganti
__ADS_1
“tidak ada, aku cuma ingin minta maaf.” Potong Vania
“ka-karena pernah menjahili mu waktu kecil.” Ucap Vania
~
•maaf aku yang dulu pernah menghilang darimu.•
×
Berpindah ke Rio yang perjalanan pulang kebetulan melewati SMA Hokkaido Islamic Center dengan sepeda motornya.
Dan secara kebetulan juga ia bertemu dengan Shilla yang sedang berjalan bersama teman – temannya.
“Shilla.” Panggil Rio
“kak Rio...” Sontak teman - temannya Shilla yang terkejut dengan pria yang tiba - tiba memanggil Shilla
“halo kalian semua, apa kabar?.” Ucap Rio yang menyapa para juniornya itu
“kyaaa!!! kerennya kak Rio!!!.” Teriak semua teman yang bersama Shilla itu
“kak Rio, pulang kuliah?.” Tanya Shilla
“iya, kamu mau bareng sekalian ga?.” Tanya Rio yang menawarkan tumpangan ke Shilla
“maaf, setelah ini aku mau mampir sebentar ke tempatnya Ricko~kun bekerja.” Ucap Shilla memberi alasan menolak ajakan Rio
“ohh baiklah.” Kata Rio yang nampak kecewa
“kak Rio pulang bareng sama aku aja kak, aku mau kok.” Ucap salah satu temannya Shilla
“tidak, sama aku aja kak Rio.” Ucap salah satu temannya Shilla satu lagi
“tidak, sama aku!.”
“sama aku!.” Ucap para teman temannya Shilla yang malah berselisih
“tunggu Shilla!!.” Teriak Rio yang berhasil keluar dari kerumunan dan berhasil menghentikan langkah kakinya Shilla
“kemarin, tidak terjadi sesuatu kan....”
×Flashback Shilla on×
“aku mau jelasin masalah kemarin, kenapa aku harus berbohong sama ummi mengenai status kita.....” Ucap Shilla
×
Ricko tetap diam saja mendengarkan dan memperhatikan apa yang Shilla bicarakan.
“Karena sebenarnya aku di larang untuk berpacaran.” Ucap Shilla melanjutkan perkataannya
“dilarang berpacaran?!.” kata Ricko yang terkejut setelah mendengar pernyataannya Shilla
“iya.” Kata Shilla yang menunduk tak melihat ke arah Ricko
“lalu hubungan ini mau ke arah mana hah?!.” Tanya Ricko yang naik darah
“aku tahu....” Ucap Shilla yang masih menunduk
“kalau kamu tahu, kenapa kamu memulainya hah!!.” Bentak Ricko
“dengerin aku dulu, dengerin alasanku dulu baru kamu bicara.” Ucap Shilla yang menangis sejadi jadinya
×
Shilla menggenggam tangannya Ricko, tetapi Ricko melepaskannya karena ia terlanjur kecewa.
Dan Ricko melangkah melewati Shilla, Shilla pun bicara.
“apa kamu mendengarkan dakwah tabligh akbar di malam itu?.”
__ADS_1
“dakwah malam itu membahas larangan untuk berpacaran....” Ucap Shilla di belakang Ricko
“lalu....” Kata Ricko yang berhenti melangkah
“di keluargaku sangat menjunjung tinggi ajaran agama....”
“dan dari kecil aku sudah diajarkan untuk mengutamakan ajaran agama dan semua yang sudah tercantum dihukum agama, wajib aku taati.....” Ucap Shilla yang terpotong
“tunggu, apa kamu dilarang pacaran sama ayah mu?.” Tanya Ricko yang langsung menyerobot penjelasan Shilla
“iya...” Jawab Shilla
“ayah kamu orang penting di sana kemarin?.” Tanya Ricko yang meluruskan atas semua yang dia tahu
“iya, abi itu pendakwah, namanya ustad Syauqi kenapa?.” Ucap Shilla yang berbalik bertanya
“ti-tidak - tidak ada.” Kata Ricko yang menyembunyikan sesuatu
“ayah Shilla ternyata orang asing itu....” Batin Ricko yang ternyata sudah pernah bertemu dengan abi nya Shilla
“sebenarnya aku dulu sudah menahan untuk tidak berlebihan dalam berteman kepada siswa manapun....”
“mereka tertarik, dan aku tidak merespon perasaan mereka.....”
“supaya aku tidak pernah merasakan apa yang namanya jatuh cinta.”
“tapi, semua itu runtuh ketika aku mengenalmu....”
“dari pertama kita bertemu aku sudah penasaran tentang kamu....”
“dari kejadian malam itu, aku semakin peduli kepadamu....”
“dari perjuanganmu itu, aku juga berjuang untukmu....”
“dan dari pernyataan sukamu kepadaku.....”
“yang telah membuatku jatuh cinta kepadamu.” Ucap Shilla yang berterus-terang
“ka-kamu.....”
“la- lalu ini solusinya bagaimana?.” Tanya Ricko yang sempat linglung karena pernyataan Shilla
“aku maunya kita pacaran senormalnya aja, pacaran yang sehat.” Ucap Shilla
“ma-maksudmu apa?!.” Tanya Ricko yang malah salah paham
“aku tahu, mungkin ini semakin berat untuk kita, tapi aku masih ingin hubungan ini berlanjut, bersamamu.” Ucap Shilla yang meraih tangan Ricko
×Flashback Shilla off end×
“tidak terjadi sesuatu kok kak, sudah ya, permisi.” Ucap Shilla yang pamit
×
Shilla pergi meninggalkan Rio bersama teman - temannya.
Shilla pun berjalan menuju ke supermarket tempat Ricko bekerja, Shilla menyempatkan mampir membeli bakso bakar untuk dirinya dan satu lagi untuk Ricko.
Setelah membeli dua bungkus bakso bakar, Shilla lanjut berjalan, dan sesampainya Shilla di tempat kerjanya Ricko.
Shilla terkejut dengan apa yang ia saksikan dengan bola matanya sendiri.
“Ricko~kun.”
~
~
~
__ADS_1
~bersambung.....