
Last~
×Flashback on×
|.Satu minggu yang lalu.|
•Ricko POV•
Ketika aku pergi ke perpustakaan bersama Ratna untuk menyalin materi yang belum ku punya i dalam buku catatan ku, karena dalam waktu dekat ini akan di selenggarakan ujian kenaikan kelas.
Dan waktu aku di perpustakaan bersama Ratna, tidak ku sangka bahwa aku akan kembali bertemu dengan teman lama ku Siska~chan, teman satu kelasku di SMAN 2 Kyoto, di awal pertemuannya mereka sempat berselisih dan aku terlibat di dalamnya.
Tetapi tiba - tiba datanglah Shilla yang sudah salah paham dengan apa yang dia lihat.
•Ricko POV end•
"aku bukanlah siapa - siapa mu, aku hanyalah sebatas teman yang baru kau kenal, itupun tidaklah di sengaja, kamu tak berhak mengejar ku hingga sejauh ini, dan aku pun juga tak berhak melarang mu untuk dekat dengan siapapun." Ucap Shilla yang tidak menoleh ke arah Ricko
"tetapi aku hanyalah sebatas wanita lugu yang baru mengenal pria, tak ku sangka aku kagum dengan semua kebaikan yang telah kau tujukan kepadaku, tak ku sangka aku mempercayai pria seperti dirimu, tak ku sangka aku berharap lebih padamu, dan tak ku sangka aku sudah mulai menyukai semua yang ada pada dirimu, tetapi ternyata aku sudah salah menilai mu!" Ucap Shilla sampai kehabisan nafas
"aku bukanlah wanita rendahan seperti korban mu yang lainnya! jadi berhentilah mengejar ku, dan satu lagi terimakasih untuk semua waktu yang kita habiskan bersama dan maaf sudah merepotkan mu selama ini." Ucap Shilla berhenti sejenak mengambil nafas
"dan satu lagi, apapun alasannya jangan pernah temui diriku lagi, aku tidak ingin berurusan lagi dengan mu, karena sekarang...."
"aku sangat membencimu."
×Flashback Off×
•Back to story•
|.Pagi hari di sekolah.|
Hari pertama dilaksanakannya ujian kenaikan kelas di SMA Hokkaido Islami Center.
Sementara itu, Ricko mengalami dilema besar setelah mendapatkan beberapa masalah yang terjadi padanya satu minggu yang lalu, dan tiba - tiba Ratna datang menyapa Ricko.
"selamat pagi Ricko" Ucap Ratna menyapa Ricko yang tertunduk di meja
"pagi..." Jawab Ricko yang tertunduk di meja
"kamu kenapa? lemes banget" Tanya Ratna yang memperhatikan Ricko
"gapapa kok, paling cuma gara - gara belajar terlalu larut malam." Jawab Ricko
__ADS_1
"kamu ga sakit kan?" Tanya Ratna yang menyentuh dahi Ricko memastikan suhu badan Ricko
"aku sehat kok" Jawab Ricko yang melepaskan sentuhan tangan Ratna dari dahinya
"masih sakit ya?" Ucap Ratna yang menggoda Ricko
"aku sehat!" Ucap Ricko yang kesal
"tuh kan masih sakit hati karena di tolak Shilla kan? cowok macam apa kau ini?! semangat dong cewek bukan cuma dia tau." Ucap Ratna yang mengejek Ricko
"berisik ah!" Ucap Ricko yang kesal langsung menutup wajahnya
"sudah wajar sih kalau masih sakit hati, dan aku tau kau belum bisa melupakannya Ricko" Batin Ratna yang melihat Ricko tertunduk di meja
"udah mau bel lo ko, jangan sampai kau ketiduran loh ya." Ucap Ratna memberi tahu Ricko
"berisik, aku sudah tau." Balas Ricko yang masih kesal dengan Ratna
"apakah aku masih punya kesempatan?" Batin Ratna yang memandangi Ricko sedari tadi
"ya udah ku tinggal ke bangku ku yaa, selamat mengerjakan." Ucap Ratna memberi semangat sekaligus ingin meninggalkan Ricko
"ah mikir apaan sih aku, tentu saja ga ada kesempatan menang, sekarang yang ada di hatinya Ricko cuma ada Shilla." Batin Ratna yang berbalik arah dan akan pergi dari Ricko
"Ratna?" Panggil Ricko
"iya ada apa lagi?" Tanya Ratna tanpa menoleh ke arah Ricko
×
Ratna terdiam setelah mendengar apa yang Ricko katakan kepadanya.
"kok diam sih na?" Panggil Ricko dari bangkunya
"eh hahaha apaan sih pake makasih segala sudah sewajarnya kan kita kan teman dan apa maksudmu tadi, apa kau menghina ku atau kau lupa kah?! aku dari SMP itu selalu rangking satu kau ingat? jadi jangan ucapkan kata - kata semacam itu...lebih baik kau menghawatirkan dirimu, dasar baka!" Ucap Ratna yang meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Ricko
"jadi beginilah akhirnya.." Batin Ratna atas apa yang ia dengar
"hahaha benar juga ya" Ucap Ricko masih terduduk di kursinya
"jadi teringat waktu SMP, dulu kau selalu bersamaku, dan selalu belajar bersamaku, pertama kalinya aku mendapat teman perempuan yaitu kamu loh hahaha. ya karena aku kurang pergaulan sih, pertama kupikir kedekatan kita itu beda, aku berpikir kau dulu menyukaiku hahaha, ternyata aku salah..." Ucap Ricko
"tidak, itu benar ko." Batin Ratna yang terpaku dalam diam
"dan ternyata kau berpacaran dengan sahabatku, tetapi ketika kudengar kau putus dengannya, aku sempat bimbang..." Ucap Ricko tertunduk
"karena aku sudah menemukan seorang yang baru di hatiku." Ucap Ricko yang tertunduk
__ADS_1
"sebenarnya aku sadar, kau ada perasaan padaku, tapi maaf na..." Ucap Ricko yang terpotong
"maaf atas..." Tanya Ratna
"atas semua ke-naif-an ku, aku...." Ucap Ricko yang menyesal
"udah.. tak perlu kau pikirkan itu." Ucap Ratna tidak ingin mendengar apapun lagi
"makasih kau sudah jujur mengatakannya Ricko, aku harap kau juga dapat menjawab persoalan yang kau alami ko. mengenai Shilla~san, semoga kau mendapat kebahagiaan." Batin Ratna yang menerima kenyataan dengan tegar
"kalau begitu aku kembali ke bangku ku ya, jaa nee." Ucap Ratna pamit pergi
"semangat ya na" Ucap Ricko memberi Ratna semangat
"iya kau juga" Ucap Ratna melihat ke arah Ricko dan memberinya senyuman tulus.
"dan apapun pilihanmu, apapun jawabanmu, tugasku sekarang, selalu mendukungmu, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu ada untukmu ko, karena kita teman kan?." Batin Ratna yang beranjak pergi meninggalkan Ricko
×
Dan waktu pun tak terasa berjalan dengan cepat, dari jam ujian pertama hingga istirahat pertama pun telah tiba.
Dan Ricko pun berjalan sendirian entah menuju kemana, tetapi tiba - tiba di tengah ia berjalan sendirian, dia bertemu dengan Shilla yang juga berjalan sendirian dari arah lain.
"ohayoo Shilla~chan" Ucap Ricko memberi ucapan selamat pagi
×
Shilla tetap diam dan terus berjalan melewati Ricko, tetapi tiba - tiba Shilla berhenti.
"pagi Wijaya~senpai" Ucap Shilla membalas salam dari Ricko dengan sopan dan langsung meninggalkannya
"sakit sekaleeee!!!!" Batin Ricko yang berteriak dan menjadi batu seketika itu juga
×
Ricko pun berjalan dengan keadaan lemas menuju ke taman belakang sekolah yang sepi dan di sana ada bangku kosong.
"dia membenciku ya" Batin Ricko yang menatap langit
×
Sementara itu Shilla yang sedang berjalan sendirian di koridor sekolah, tetapi tiba - tiba sekali lagi bertemu dengan seseorang.
"nee Shilla~san, boleh kita bicara sejenak?."
~
__ADS_1
~
~Bersambung.