
Last~
Di ruangan kepala sekolah Ricko dan Ibu Kepala Sekolah Ibu Aisyah Bintari berbincang.
"apa maksud dari pertanyaan anda bu?." Tanya Ricko
"dulu saya penggemar rahasianya Wijaya~senpai." Kata Ibu Aisyah
•Back to story•
×Flashback Ibu Aisyah on×
Waktu bu Aisyah masih kelas satu SMA dan Ayahnya Ricko kelas dua SMA.
Aisyah dan teman - temannya ngobrol sambil melihat segerombolan para cowok yang bukan lain tidak bukan, ia adalah Wijaya dan para geng nya.
"dia itu ya hobinya berantem mulu heran dah, bajunya itu lo selalu berantakan,
pernah di didik orang tua nya ga si?!." Kata Aisyah yang kesal
"ya ampun Syah kamu sangat memperhatikan mereka ya Aisyah, apa kamu tertarik pada kakak senior di sana?." Ucap teman Aisyah yang menggoda Aisyah
"apaan si?! mana mungkin gue tertarik pada berandal seperti dia." Kata Aisyah membantahnya
"dia?!!! siapa namanya?!." Tanya temannya lagi sekaligus menggoda Aisyah
"Wijaya~senpai....ehh!!." Aisyah yang keceplosan menjawab
"nah loh, kamu bahkan tau nama senior lho syah." Goda temannya Aisyah
"memendam perasaan itu ga enak lho Syah?! ya kan hahahaha." Goda temannya Aisyah
"wajahmu memerah lo syah." Goda temannya lagi
"ihh berhentilah menggodaku teman - teman, aku tidak tertarik pada berandal itu titik." Kata Aisyah yang membantah.
×
•Ibu Aisyah POV•
Faktanya si iya.
Aku tertarik pada Wijaya~senpai, aku diam - diam memperhatikannya.
hidupnya yang ga teratur itu membuatku penasaran.
kenapa dia melakukan itu?.
berantem mulu, cari masalah mulu, rasanya aku ingin merubah dia kejalan yang lebih baik.
tetapi sifatnya yang kasar itu, membuatku takut untuk mendekatinya.
sekedar untuk menyapanya pun tidak ada keberanian di dalam diriku.
sikapnya itu dingin, dia tidak pernah memandang gender.
apa lagi ada rumor, dulu dia pernah membentak perempuan yang pernah menyukainya.
itu semakin membuatku takut, dan pada akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan hanya menjadi pemuja rahasianya.
•Ibu Aisyah POV End•
×Flashback off end×
"apa?!!! dulu ibu Aisyah......" Kata Ricko yang terkejut akan pernyataan lbu Aisyah
"iya benar, dulu saya kagum sama ayahmu dan ingin merubahnya, tapi saya terlalu takut."
__ADS_1
"maka dari itu, saya bertanya mengenai ibu mu.
ibumu itu seperti apa?." Kata Ibu Aisyah
"bagi saya ibu saya adalah malaikat."
"dia baik, bekerja keras, setiap ucapan darinya adalah motivasi untuk saya."
"mungkin benar saya itu bukanlah anak yang baik,
tetapi saya sudah berusaha agar tidak seperti ayah saya."
"dan saya juga berusaha menjadi pria yang bertanggung jawab, ya supaya menjadi lebih baik dari ayah saya." Ucap Ricko yang menceritakan kekagumannya pada ibunya ke ibu kepala sekolah
"mengenai apa yang membuat ayah bisa memilih ibu saya, saya juga tidak tahu apa penyebab ayah saya bisa menyukai wanita seperti ibu saya, karena apa? toh sifat mereka juga berbeda."
"tetapi yang saya tahu fakta dari ibu saya, ketika dia marah wajahnya lebih mengerikan dan berhasil membuat ayah saya tak berkutik."
"dan sekarang saya ga bisa membayangkan nanti malam dimarahin kaya gimana saya nanti." Ricko yang menceritakan lengkap
"hahahaha jadi baru sekarang kamu takut, dari kemarin kamu ga mikirin ini kamu?!" Kata bu Aisyah sambil tertawa
"jangan tertawa lah bu, ya jelas kepikiran dari kemarin." Kata Ricko yang resah
"jadi begitu, ya sudah sekarang kamu boleh kembali ke kelas."
"oh iya sampaikan salam ku kepada Wijaya~senpai dan ibu mu ya." Kata Ibu Aisyah mengakhiri pembicaraan
"terimakasih bu, nanti akan saya sampaikan, kalo begitu saya permisi dulu." Ricko pamit
×
Ricko keluar dari ruangan kepala sekolah dan segera menuju ke kelasnya, dan ketika Ricko memasuki kelasnya ia pun langsung di kerumuni beberapa teman - teman sekelasnya.
"gimana Ricko~san?!!!."
"apa kamu akan dikeluarkan?!."
"apa kamu akan dipenjara?!."
"apa dia mengancam mu?!."
Ucap beberapa teman Ricko yang menghampiri dan bertanya pada Ricko
"tunggu sebentar teman - teman, beri saya ruang dan waktu untuk menjawab semua pertanyaan dari kalian oke, ku beritahu semuanya kok." Kata Ricko yang gerah
×
Setelah semuanya tenang akhirnya Ricko pun menjelaskan.
"sebelumnya teman - teman, saya minta maaf mungkin kita akan berpisah sekolah."
"soalnya saya akan dikeluarkan dari SMAN 2 Kyoto ini."
"terima kasih atas semuanya, kenangan kita bersama, suka maupun duka kita jalani bersama."
"kalian tidak akan ku lupakan minna." Ucap Ricko memberi ucapan perpisahan
×
Setelah mendengarkan ucapan dari Ricko, semua teman - temannya langsung menangis.
"Ricko~san!!!!."
"yang harusnya di keluarkan itu kami!."
"kenapa hanya kamu saja yang di keluar kan?!."
"kita kan merencanakan ini bersama kan?!."
__ADS_1
"sekarang siapa yang memimpin kita?!."
"apa kamu melindungi kami semua?!." Tanya semua teman - teman Ricko
×
Ricko pun terdiam sejenak karena diserang beberapa pertanyaan dari teman - temannya.
dan temannya yang bernama Sota pun bertanya.
"Ricko~san, apa kamu terpaksa melakukan semua ini?." Tanya Sota
"harusnya kami tidak menaruh semua beban ini di pundak mu sendirian kan?!."
"harusnya kami tidak memaksamu pada hari itu." Ucap Sota
×
Ricko tertunduk dan berkata.
"terpaksa?......"
"tidak kok, ini kan keinginan kita bersama. sudahlah teman - teman, kalian aman kok, aku sudah cerita semuanya ke ibu Aisyah tadi." Ricko menjelaskan
"mengenai pemimpin, kan masih ada ketua kelas kan? yang memutuskan keluar itu murni keinginanku sendiri bukan perintah dari kepala sekolah."
"rencananya sih nanti aku akan dipindahkan ke sekolah yang ibu Aisyah pimpin nanti, dan yang meminta supaya kalian tidak ikut dikeluarkan itu juga permintaan ku, jadi kalian tenang saja semuanya aman."
"jangan juga bersedih ya, harusnya kalian bahagia loh."
"rencana kita berhasil, kita membuat sejarah di sekolah ini."
"ini kenangan kita bersama."
"jika kalian sedih aku juga jadi ikut sedih minna." Kata Ricko yang menenangkan teman - temannya
×
Karena ucapan dan suasananya, Ricko tertunduk membendung air matanya supaya tidak terjatuh.
"Ricko~san, tenanglah Ricko~san." Ucap teman Ricko yang menenangkan
"teman - teman bagaimana jika besok malam kita pergi rayakan perpisahan kita bersama Ricko~san!!." Teriak Sota
"tunggu!, apaan perpisahan segala, kita kan masih bisa bertemu diluar sekolah kan?!." Kata Ricko yang menolak.
"tidak Ricko~san, justru ini sekaligus ucapan terimakasih kami atas semua jasamu selama ini."
"benarkan Siska taichou?!." Kata Sota
"benar sekali, ini untuk membalas semua usahamu Ricku!." Ucap si ketua kelas Siska
"ya baiklah, jika kalian memaksa." Kata Ricko yang setuju
"siapa saja yang mau ikut?!!." Ucap Sota dengan keras
"aku!!!." Jawab serentak dari teman - teman sekelasnya Ricko
"hahaha dasar kalian ini, jadi ngomong - ngomong kalian mau nyewa tempat mana?." Tanya Ricko
"Kedai Kopi Ngiyup!"
~
~
~Bersambung.....
__ADS_1