Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 25 " Perang Dan Strategi "


__ADS_3

Last~


Ricko pun berlari ke arah barat di mana tim yang di serang sesuai dengan laporan Ken.


"ku kira tidak ada kekacauan di malam ini..."


"tidak akan kubiarkan mereka mengacaukan acara yang menenangkan ini..."


"sudah saatnya." Batin Ricko sambil berlari


~


~


"perang di mulai."



•Back to story•


Ricko berlari ke arah barat yang menjadi pusat penyerangan para mafia tersebut.


Setelah Ricko tiba di lokasi, sedang terjadi adu tembakan antara keluarga Wijaya dan para mafia tersebut.


Ken yang melihat Ricko telah tiba, ia langsung memanggilnya dan Ricko yang mendengar suara Ken langsung menghampirinya.


"ini katana anda tuan" Ucap Ken memberikan katana nya Ricko


"terima kasih, bagaimana situasinya sekarang?" Ucap Ricko yang langsung menanyakan situasi terkini


"mereka memberi perlawanan jarak jauh dengan spartan tuan, tetapi pihak kita masih mampu meladeni perlawanan mereka yang dengan jumlah tidak seberapa itu." Ucap Ken melaporkan situasi terkini


"yang harus kita lakukan adalah tetap meladeni mereka, akan tetapi kita harus main hemat peluru, kita main bertahan dulu dan saat tiba mereka kehabisan peluru, kita langsung serang mereka dengan jarak dekat, jika di perlukan, kita panggil saja sebagian pasukan yang berjaga di selatan dan timur untuk menyergap mereka dari belakang, bagaimana pendapat anda tuan?." Ucap Ken yang menjelaskan rencana strategi perangnya


"saya tidak setuju dengan rencana mu Ken~san" Ucap Ricko yang berbeda pendapat dengan Ken


"ini kesannya kita meremehkan mereka, ini bisa saja hanya umpan atau pengalih perhatian saja, supaya kita fokus pada mereka dan melonggarkan pasukan yang berjaga bagian lain, kita tidak tau jumlah pasukan mereka itu sebanyak apa? resiko dari rencana mu adalah sisi pasukan kita yang lain akan di serang dengan serangan susulan oleh pihak musuh." Ucap Ricko yang menjelaskan resiko dari rencana Ken


"jika saya perhatikan, mereka kurang lebih dua puluh lima orang, kurasa kita mampu membereskan mereka dengan lima belas pasukan, lagi pula pihak kita ada snipper dan saya juga di sini." Ucap Ricko yang menilai kekuatan musuhnya


"lalu apa rencana anda tuan?" Tanya Ken

__ADS_1


"seluruh pasukan yang kita bagi tadi, biarkan mereka tetap di sana, untuk berjaga - jaga saja, tetapi jangan lengah, kita harus tetap waspada, yang kemungkinannya ada serangan susulan." Ucap Ricko memberi perintah


"apa kalian semua dengar?" Ucap Ken yang diam - diam menghidupkan walkie talkie nya dan membuat seluruh pasukan mendengar apa yang Ricko sampaikan


"yokai" "yokai"


"yokai" "yokai"


"yokai" "yokai"


"yokai" "yokai"


Ucap seluruh pasukan keluarga Wijaya dengan serentak


"saya belum selesai bicara, kita yang di sini harus menyelesaikan mereka dengan cepat, tim katana di sini bersiaplah saya akan maju barisan depan membuka ruang untuk kalian" Ucap Ricko memutuskan keputusan yang egois


"itu sangat berbahaya tuan! anda bisa..." Ucap salah satu anak buah keluarga Wijaya yang mengkhawatirkan Ricko


"tidak bisa begitu tuan, jika terjadi sesuatu dengan anda, kami akan..." Ucap salah satu anak buahnya yang lain


"jika kalian meragukan ku di sini, itu terserah kalian, tapi di sini saya pemimpin kalian, saya yang bertanggung jawab di sini." Ucap Ricko dengan tegas dan bersikap seperti selayaknya pemimpin


"kita lakukan tuan! kami tim snipper pastikan siap melindungi anda dari kejauhan, jadi serahkan pada kami tuan." Ucap pasukan dari tim snipper yang setuju dengan keputusan Ricko


"berhati - hatilah tuan!"


"beritahu kami jika terjadi sesuatu tuan!"


"jangan bertindak egois yang berdampak lebih buruk tuan!"


"jangan sampai kalah tuan!"


"kami mengandalkan anda, tuan muda!"


"semoga berhasil tuan muda!"


Ucap para kapten yang bertugas di beberapa bagian acara Tabligh Akbar


"hahaha terima kasih pengertian kalian semua..." Ucap Ricko senang mendapat dukungan dari pasukannya


"saya tidak khawatir dengan keselamatan anda..." Ucap Ken yang tiba - tiba memotong pembicaraan Ricko dan mematikan walkie talkie nya

__ADS_1


"lalu apa yang kau khawatirkan Ken~san?" Tanya Ricko


"saya khawatir iblis dalam diri anda kembali dan semua orang di sini melihat anda..." Ucap Ken yang khawatir


"jika saya membantai mereka, tembak lah saya ken~san." Ucap Ricko yang membuat sebuah permintaan


"anda kira saya berani melakukan hal tersebut tuan?!" Ucap Ken yang membentak Ricko


"saya tau kau akan berkata begitu dan setahu saya kau juga selalu taat akan namanya perintah bukan? dan ini adalah perintah, jadi kumohon laksanakan wakil ketua." Ucap yang bersiap maju membawa katana nya


"dilaksanakan tuan muda! saya tidak akan segan tuan!" Ucap Ken yang akhirnya menuruti keegoisannya Ricko


"good job, sudah sewajarnya wakil ketua seperti itu." Ucap Ricko yang tersenyum dan mulai berdiri


×


Ricko berjalan melewati Ken yang masih tertunduk, dan setelah melewatinya Ken memanggil Ricko.


"Shirich!!" Teriak Ken dengan keras yang terdengar jelas di telinga Ricko


"berhati - hatilah, saya akan menjaga anda dari sini, semoga berhasil." Ucap Ken yang memberi pesan ke Ricko


"ku mohon tahan hasrat membunuhmu itu tuan" Batin Ken yang melihat Ricko berjalan maju dan menyiapkan senjatanya


×


Ricko berjalan mendekati para mafia tersebut.


"yokai" Ucap Ricko yang berjalan dan mencabut katana nya dan tersenyum


"sudah lama sekali ya, richdai mikadzuki." Ucap Ricko yang mulai bersiap untuk menyerang


~


~



"aku akan menikmatinya..."


~

__ADS_1


~Bersambung...


__ADS_2