Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 14 " Status Hubungan "


__ADS_3


•Back to story•


|.Pagi hari di kediaman keluarga Wijaya.|


•Ricko POV•


Perkenalkan nama saya Ricko Putra Wijaya.


Saya putera dari ayah yang memiliki organisasi Yakuza dan ibu yang memiliki beberapa perusahaan supermarket di kota ini.


Ngomong - ngomong, baru - baru ini saya pindah sekolah yaitu di SMA Hokkaido Islami Center tetapi saya sekarang sudah mendapat masalah yang baru, bukan kenakalan lagi melainkan sekarang saya berada satu kelas dengan mantan saya Ratna.


•Ricko POV end•


Di rumah kediaman keluarga Wijaya, Ricko yang sedang bersiap untuk berangkat sekolah menggunakan sepeda motornya.


"selamat pagi tuan muda Ricko~sama!!."


"selamat pagi tuan muda Ricko~sama!!."


Ucap seluruh anak buah keluarga Wijaya yang memberi ucapan selamat pagi ke Ricko


"iya selamat pagi semuanya." Ucap Ricko yang membalas ucapan salam mereka


"apakah anda ingin di antar hari ini tuan muda?." Tanya wakil kepercayaan keluarga Wijaya Ken


"tidak perlu." Jawab Ricko yang berjalan menuju ke garasinya


"apa perlu kami kawal anda?." Tanya Ken yang mengikutinya dari belakang


"tidak perlu Ken~san, sudahlah lakukan saja tugasmu setelah ini. saya bisa jaga diri." Ucap Ricko


"apakah anda sudah sarapan?." Tanya Ken


"nanti aja, kalau udah mood." Jawab Ricko yang sudah menyalakan sepeda motornya


"maaf lancang, tapi saya mendapat pesan dari bunda anda untuk mengingatkan bahwa anda wajib sarapan." Ucap Ken dengan sopan


"iya nanti gampang di kantin." Ucap Ricko yang memanasi sepeda motornya


"apa anda membawa bekal yang sudah disiapkan oleh bunda anda hari ini?." Tanya Ken


"lo bunda bikin bekal hari ini?." Tanya Ricko yang terkejut setelah mengetahui ini


"meski dia sibuk, anda harusnya menghargai perasaan bunda anda yang masih memperhatikan kesehatan anda tuan muda." Ucap Ken menceramahi Ricko


"iya - iya tolong ambilkan dong." Ucap Ricko


|.Setelah mengambilkan bekal makan Ricko.|


"satu pesan lagi tuan muda." Ucap Ken mengingatkan Ricko


"cepat katakan?!." Jawab Ricko yang mulai kesal


mengingatkan


"mulai sekarang anda harus berlatih berbicara di depan umum. saya tau anda masih muda dan sudah berakhlak baik, tapi sudah seharusnya sebagai wakil kepercayaan keluarga mengingatkan anda bersiap dari sekarang itu bisa jadi persiapan yang bagus. ingat anda itu ahli waris satu - satunya keluarga Wijaya, seiring berjalannya waktu anda akan menggantikan peran....." Ucap Ken yang terpotong


"Ken~san." Potong Ricko yang berhasil membuat Ken terdiam


"saya tau tugas anda sebagai wakil di keluarga saya Ken, saya juga tau kewajiban saya di keluarga ini, dan saya juga tau status saya di keluarga ini, terimakasih sudah khawatir sejauh itu sampai dengan kesehatanku juga. saya sangat menghargainya."

__ADS_1


"tetapi sudah beberapa kali ku katakan ini kepadamu......" Ucap Ricko yang di depan tanpa melihat Ken


"saya tidak akan menjadi Yakuza!."



×


Ucapan Ricko berhasil membuat Ken wakil kepercayaan keluarga Wijaya itu terdiam.


"baiklah aku berangkat dulu ya, selamat bertugas." Ucap Ricko yang pamit ke sekolah


"hati - hati dijalan, semoga hari anda menyenangkan." Ucap Ken yang memberi hormat


"anda tidak mengerti tuan, tetapi saya yakin suatu saat anda akan mengerti dengan beban yang anda pikul suatu hari nanti." Batin Ken yang melihat Ricko berjalan keluar dengan sepeda motornya


×


Ricko berjalan meninggalkan Ken dan menuju ke sekolahnya, perjalanan menuju ke sekolah mungkin hanya menghabiskan waktu lima belas menit.


Dan akhirnya Ricko sudah sampai di sekolah.


|.Di halaman sekolah.|


Setibanya Ricko sampai di sekolah, ia berjalan masuk ke sekolah sendirian.


"ah jam berapa sih ini? masih sepi, kalau ke kelas sekarang nanti ketemu Ratna di kelas, ke kantin aja dulu deh." Batin Ricko yang menggerutu sendiri


×


Ricko memutuskan untuk ke kantin dulu sambil menunggu, Ricko yang duduk sendirian di kantin dengan memakan bekal yang dibuat bundanya tadi dan minuman yang terletak di atas meja, tiba - tiba dia kepikiran.


"Shilla udah berangkat belum ya? kayanya dari tadi belum liat dia ya." Batin Ricko yang makan di kantin


×


|.Percakapan chat.|


"pagi Shilla~chan, kamu sudah berangkat belum? kayanya dari tadi aku ga liat kamu di sekolah deh." Chat Ricko yang langsung ia kirim dan langsung dibalas oleh Shilla


"eh Ricko, pagi juga.. jangan nungguin aku😋


hari ini aku ga masuk sekolah karena sakit. maaf ya ga bisa nemenin kamu ke kantin hari ini😣." balas chat Shilla


"kamu sakit apa?." Tanya Ricko yang khawatir


"hanya demam biasa kok, mungkin besok juga dah baikan✌️." Balas chat Shilla


"kamu dah izin kan?." Tanya lagi Ricko


"udah kok😊" Balas Shilla


"ya udah kamu istirahat!, jangan main hape mulu!, jangan lupa makan!, minum obat!, dan minum air putih yang banyak!." Pinta Ricko


"ya ampun banyak nya😆 iya - iya siap boochan🤭." Jawab Shilla yang bercanda


"aku serius nggak bercanda ih!!🙄😤." Balas Ricko yang kesal


"iya jangan khawatir, kamu fokus aja belajar yah.😊" Balas Shilla yang menenangkan Ricko


"ya udah, ini sudah bel masuk sekolah, udahan yak kamu cepet sembuh😚🤭." Balas Ricko


×

__ADS_1


Dan Ricko pun mendapat pesan suara dari Shilla.


"selamat belajar, semangat ya.. boochan!😚" Pesan suara Shilla memberi semangat Ricko


"ih ini apaan sih! haduh damagenya!!." Teriak Ricko yang ga jelas


×


Ricko berlari ke kelasnya takut terlambat masuk jam pelajaran, dan secara kebetulan Ricko yang telah sampai di kelas bareng bersama Ratna yang bertemu di depan pintu kelas.


"loh Ricko? tumben kamu telat." Ucap Ratna yang menyapa Ricko duluan


"kita itu belum telat, gurunya aja belum datang." Ucap Ricko yang mengikuti Ratna dari belakang


"benar juga ya hehe, tapi kenapa kau berangkat kesiangan?." Tanya Ratna yang seiring berjalan ke bangku duduknya


"nggak kesiangan sih, cuma ke pagi-an dan males ke kelas, jadi ya nunggu di kantin dulu deh." Jawab Ricko yang mengikuti Ratna dari belakang


"kamu nungguin dia ya?." Tanya Ratna yang iseng tapi ada rasa cemburu


"dia siapa?." Tanya Ricko yang pura - pura ga mengerti


"kemarin, yang bareng sama kamu berangkat sekolah." Jawab Ratna yang memberitahu


"Shilla~chan?." Jawab Ricko


"jadi status hubungan kalian...." Ucap Ratna yang memberi pertanyaan menjebak


"dia cuma temen kok." Ucap Ricko


"cuma temen ya?... kapan ketemunya?." Tanya Ratna yang sudah duduk di tempat duduknya dan di ikuti dengan Ricko yang dibelakangnya


"ketemunya....hmm sudah satu pekan mungkin." Jawab Ricko yang panik akan interogasi Ratna


"oh... jadi kapan jadian?!." Ucap Ratna yang memberi pertanyaan menjebak


"kami belum jadian!." Ucap Ricko yang keceplosan


"oh begitu, ya udah lupakan." Ucap Ratna


"jadi kamu menyukainya ya ko, dari dulu kau memang ga pandai berbohong." Batin Ratna yang menatap mata Ricko


"aku penasaran reaksi mu sekarang gimana na?! apa kamu cemburu?! atau akan menjauhiku?!." Batin Ricko yang panik dengan kebohongannya yang ke bongkar



"seandainya dulu kamu tau perasaanku"


"seandainya dulu kamu tau perasaanku"


Batin mereka berdua


"mungkin status kita sekarang bukan sebatas teman na." Batin Ricko yang melihat mata Ratna


"apa aku sebaiknya menyerah ya?." Batin Ratna yang melihat mata Ricko


"nee Ricko." Panggil Ratna


"sebelum kamu jadian" Batin Ratna


~


"bisa nggak kita jalan berdua akhir pekan nanti."

__ADS_1


~


~Bersambung..


__ADS_2