
Last~
"aku sangat menyukaimu dari pertemuan pertama kita di kedai itu, saat kamu menembak ku pertama kali, aku terpukau dengan keanggunan mu Shilla." Ucap Ricko yang mengungkapkan isi hatinya
"sebenarnya pada waktu itu, setalah ku tahu ungkapan perasaanmu itu palsu, aku sebenernya kecewa, tapi aku bisa mengerti karena kamu belum mengenalku, dan tiba - tiba mengungkapkan perasaan mu kan ga logis kan? hahaha, jadi aku mendekatimu karena aku ingin kamu mengenalku, aku di matamu seperti apa?, aku pria seperti apa?, bahkan keluargaku itu seperti apa?, aku ingin kamu mengenalku lebih jauh lagi. dan sekarang menurutku inilah waktu yang tepat aku mengungkapkan semuanya." Ucap Ricko yang percaya diri mengungkapkan semua perasaannya
"jujur aku ga pengalaman dalam masalah seperti ini, hahaha ini pertama kalinya dalam hidupku, mengungkapkan perasaanku pada wanita." Ucap Ricko yang sudah berkata jujur
"Shilla~chan, aku ingin berkata jujur mengenai perasaanku padamu, bahwa aku menyukaimu." Ucap Ricko yang berada di belakang Shilla dengan lantang percaya diri
"mau kah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Ricko setelah mengungkapkan semua perasaannya
×
Shilla yang se dari tadi hanya diam mendengarkan semua ungkapan perasaannya Ricko, akhirnya Shilla pun berbalik arah menghadap Ricko dan mulai angkat bicara.
"maaf, aku ga bisa."
•Back to story•
"ga bisa?" Tanya Ricko yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"hentikan!" Batin Shilla
"apa aku ga salah dengar?" Tanya Ricko yang masih tidak percaya
"kamu ga salah denger kok, Ricko~kun." Ucap Shilla yang menatap Ricko dengan serius
"aku ga sanggup mengatakannya!" Batin Shilla yang tersiksa karena harus berbohong
"aku tuh ga cinta sama kamu, aku ga ada perasaan apapun ke kamu..." Ucap Shilla yang tanpa ragu mengatakannya
"ini terlalu kejam" Batin Shilla yang menyesal
"aku cuma menganggap mu sebagai teman baikku saja, karena kamu orangnya baik banget padaku." Ucap Shilla yang berdiri dan bersandar pada tembok kecil di depannya menggunakan tangannya
"sudah cukup, aku nggak sanggup melihat wajahnya." Batin Shilla yang sudah ga kuat harus berkata seperti itu sambil melihat wajahnya
"aku nggak nyangka kau benar - benar menyukai ku, kukira kau masih menyukai mantanmu atau yang satunya itu hahaha." Ucap Shilla berbalik arah sambil tertawa
"maafkan aku..." Batin Shilla yang menyesal
"makasih kamu sudah mau jujur kepadaku, tetapi aku nggak bisa menjadi kekasihmu Ricko~kun." Ucap Shilla yang tiba - tiba meneteskan air mata tanpa sepengetahuan Ricko
"maafkan aku Ricko~kun" Batin Shilla yang menangis dalam diam
"setelah mendengar jawabanku pasti kau kecewa kan? Ricko~kun haha, pasti kau ga mau lagi menemui ku." Ucap Shilla yang mencoba tegar
×
Setelah dari tadi Ricko terdiam saja, akhirnya Ricko pun angkat bicara.
"semua itu bohong kan?" Tanya Ricko yang tetap tenang setelah mendengar alasan dari Shilla
"kenapa dia masih keras kepala sih" Batin Shilla yang heran
"aku bisa mendengar semua kata hatimu" Ucap Ricko yang mencoba mendesak Shilla
"aku dengar kau yang berteriak Hentikan! aku juga dengar kamu bilang Aku nggak sanggup mengatakannya dan kau tak perlu meminta maaf padaku." Ucap Ricko yang mencoba membaca situasi di antara mereka berdua
"apa sebelumnya aku punya masalah, jangan - jangan kamu begini karena sudah mengetahui bahwa keluarga adalah Yakuza ya? atau..." Ucap Ricko yang mendesak Shilla untuk berkata jujur
"bukan!, bukan karena itu" Ucap Shilla yang memotong pembicaraan dan ia pun menangis lalu mulai berkata jujur
"lalu apa alasanmu menolak ku?" Tanya Ricko yang menghadap Shilla yang berada di depannya
×
Tetapi Shilla hanya terdiam tak bisa bicara apapun.
"hah baiklah jika kau enggak mau cerita sekarang, enggak apa - apa aku mengerti, tetapi..." Ucap Ricko yang berpaling untuk meninggalkannya
"aku akan tetap menunggu jawabanmu" Ucap Ricko yang berjalan meninggalkan Shilla sendirian
"kamu nggak ngerti situasinya Ricko~kun" Batin Shilla yang bingung harus berkata apa
×
Dan jam ujian kedua pun segera dimulai, setelah jam istirahat pertama sudah selesai tetapi Shilla masih kepikiran dengan kejadian yang tadi.
"aku mencintainya, tapi aku nggak bisa, karena..." Batin Shilla yang duduk mengerjakan soal
"abi melarang ku pacaran"
×Flashback on×
•Shilla POV•
Pada waktu Shilla jatuh sakit sampai ia tak masuk sekolah dalam beberapa hari yang lalu, setelah chattingan dengan Ricko, Shilla tiba-tiba tersenyum - senyum sendiri, sampai ia tidak sadar bahwa ayahnya berada di belakangnya.
"Shilla!" Panggil ayahnya Shilla menyadarkan khayalan Shilla dari tadi
__ADS_1
"loh! abi masuk sejak kapan?! ketuk pintu dulu dong kalau masuk ke kamarku bi" Ucap Shilla yang terkejut akan kedatangan sosok ayah yang ia panggil Abi ini
"sudah abi ketuk dari tadi, kamu nya saja yang tidak dengar, dan ngomong - ngomong kenapa kau dari tadi senyum - senyum sendiri begitu?" Tanya sang Abi yang langsung mendesak anaknya tersebut
"hahaha gapapa kok hahaha" Ucap Shilla yang nggak tau harus ngomong apa
"baiklah, Abi mau tanya satu hal ke kamu nak? boleh?" Tanya sang Abi yang duduk di ranjang anaknya tersebut
"iya boleh, Abi mau tanya apa?" Ucap Shilla yang memperbolehkan
"jawab jujur ya nak, kamu nggak pacaran kan nak?" Tanya Abi yang langsung mendesak Shilla
"hahaha kok Abi bisa berpikiran seperti itu sih" Ucap Shilla yang mencairkan suasana yang mulai tegang
"kata Ummi, kamu kemarin pulang diantar cowok ya, kata Ummi dia pacarmu?" Tanya lagi sang Abi
"hahaha Ummi ngawur itu kami aja baru kenal loh bi hahaha" Ucap Shilla
"iya Abi percaya sama Shilla, Abi cuma mau ingatkan jangan pacaran." Ucap Abi yang melarang Shilla untuk pacaran
"kamu tahu kan dosa pacaran itu apa?" Tanya Abi yang menegaskan
"iya Abi, Shilla tau itu." Jawab Shilla yang tertunduk sedih
"jangan membuat Abi kecewa ya nak, Abi bicara begini juga demi kebaikanmu." Ucap Abi yang memberi saran yang baik pada anaknya
"iya bi..." Jawab Shilla yang masih tertunduk
~
~
"janganlah mendekati zina"
Ucap Abi yang langsung pergi meninggalkan Shilla sendirian di kamar
|Keesokan harinya|
Shilla ingin pergi sendiri ke perpustakaan Pendiknas untuk mencari tambahan materi pelajaran sekaligus menenangkan kan diri, tetapi tidak di sangka dia malah bertemu dengan Ricko yang di hampit dua cewek.
"apa aku jatuh cinta sepihak ya? kenapa rasanya sakit gini melihatnya bersama yang lain, mungkin benar kata Abi." Batin Shilla yang ingin pergi dari sana
"maaf sudah mengganggu" Ucap Shilla yang langsung pergi
"tunggu Shilla!" Teriak Ricko yang melihat kepergiannya Shilla
"kenapa dia mengejar ku sih?!" Batin Shilla yang lari dari kejaran Ricko
"Shilla tunggu!, ini tidak seperti yang kau lihat!." Teriak Ricko yang berada jauh di belakang Shilla
"berhentilah sebentar, kita bicarakan ini secara baik - baik." Teriak Ricko yang tetap lari mengejar Shilla
"kenapa aku harus lari?! ini waktu yang tepat ku mengatakannya." Batin Shilla yang memutuskan untuk berhenti
×
Dan akhirnya Shilla pun berhenti, dan ketika Ricko berusaha mendekati Shilla.
"tahan perasaan mu Shilla! kau harus memutuskan semua ini, sebelum perasaan ini semakin jauh." Batin Shilla yang berdebat dengan dirinya sendiri
"berhentilah di situ!" Teriak Shilla
"jangan lari dulu Shilla~chan, aku bisa jelaskan semuanya..." Ucap Ricko yang ingin menjelaskan semua kebenaran yang terjadi
"tenangkan dirimu Shilla dan hina lah dia, dia pasti akan membenci dan melupakanmu." Batin Shilla yang memantapkan hati
"ku bilang diam lah di situ!" Ucap Shilla yang tidak menatap wajah Ricko yang berada di belakangnya
|.Waktu jam istirahat pertama tadi.|
"Watashi wa anata ga sukidesu" Ucap Ricko dengan bahasa Jepang
"lagi - lagi itu! apa sih artinya?!" Tanya Shilla yang kesal dengan permainan bahasa ini
"aku suka kamu" Ucap Ricko yang berdiri di depan Shilla dengan malu - malu
Deg.. Deg.. Deg..
"apa?! dia juga menyukaiku?!, kenapa aku menjadi bahagia gini ya, aku harus gimana?...." Batin Shilla yang kebingungan
×Flashback off×
•Shilla POV end•
"apa aku harus pacaran ya sama Ricko~kun, ku pikir dia cowok yang baik, nggak mungkin kan dia mau merusak ku dan mengajakku berbuat yang tidak - tidak, meski begitu gimana dengan perasaan Abi, pacaran kan tetap juga pacaran." Batin Shilla yang duduk menatap lembar ujian yang ada di mejanya
"jika Aku menolaknya, dan ku beritahu alasan ku yang sebenarnya, bagaimana reaksinya ya, aku takut dia tetap keras kepala dan berbuat nekat semaunya sendiri." Batin Shilla yang termenung
"tapi aku juga ga mau semua berakhir seperti ini, karena..." Batin Shilla yang gelisah sendiri
"Aku mencintainya."
×
Waktu berjalan dengan cepat hingga pulang sekolah pun tiba, Ricko keluar kelasnya dan berjalan sendirian menuju ke tempat parkir sepeda motornya.
__ADS_1
Dan di tengah perjalanan Ricko menuju ke tempat sepeda motornya, Ricko bertemu dengan Shilla yang kebetulan berjalan pulang sendirian juga.
"Shilla~chan" Panggil Ricko menyapa Shilla
"Ricko~kun, gimana ini aku belum bisa menjawabnya." Batin Shilla yang hanya diam saja
"gimana ulangan mu tadi, lancar?" Tanya Ricko yang mencairkan suasana di antara mereka berdua
"hahaha lumayan sulit sih tapi aku yakin nilainya memuaskan" Jawab Shilla yang sudah mulai akrab lagi dengan Ricko
"oh begitu ya, bagus deh kalau gitu." Ucap Ricko
"kalau begitu kita berpisah di sini, aku pulang duluan ya" Ucap Ricko yang pamit langsung berlari belok arah ke tempat parkir
"segitu doang?" Batin Shilla yang terkejut dengan sikap cueknya Ricko
"pasti dia membenciku?" Batin Shilla
"hati - hati di jalan" Teriak Shilla karena Ricko sudah jauh darinya
"ah aku nggak sanggup melihatnya" Batin Ricko yang sudah jauh dari Shilla
×
Ricko berjalan pulang ke rumahnya sendirian.
Dan sesampai nya ia di rumah, Ricko hanya disambut beberapa anak buah Yakuza yang menjaga rumahnya.
"selamat siang tuan muda!!" Sambutan seluruh anak buah Yakuza Wijaya
"siang semuanya, oh ya dimana Ken~san?" Tanya Ricko
"beliau sedang mendampingi tuan Wijaya dalam misi penjagaan" jawab salah satu anak buahnya Wijaya dengan sopan
"misi mengawal siapa?" Tanya Ricko yang melepas atribut sekolahnya
"pengawalan bos besar perusahaan ternama di kota" Jawab si anak buah keluarga Wijaya dengan sopan
"oh begitu pantesan di rumah sepi, hampir semua orang menjalankan misi tersebut ya?" Ucap Ricko yang meregangkan ototnya
"hai...begitulah tuan!" jawab anak buah tersebut
"ya sudah, saya mau langsung ke kamar, kalau ada apa-apa bangunkan saja saya." Ucap Ricko yang memberitahu anak buahnya tersebut
"mem- membangunkan anda?" Tanya anak buah tersebut yang merinding
"iya tinggal membangunkan saja kan, saya kelelahan di sekolah tadi." Ucap Ricko yang berjalan menuju kamarnya dan diikuti satu anak buah di belakangnya
"apa sekolah anda hari ini menyenangkan?" Tanya anak buah tersebut kepada Ricko dengan sopan
"ah sedikit ada masalah yang membuat ku jenuh tadi, tapi bukan masalah serius, aku nggak mau menceritakannya." Jawab Ricko yang sudah tiba di depan kamarnya
"maaf atas kelancangan saya tuan" Ucap anak buah Yakuza tersebut yang meminta maaf
"gapapa, ada lagi yang ingin kau sampaikan?" Tanya Ricko
"bunda anda berpesan, anda harus makan siang dulu sebelum istirahat." Ucap anak buah Yakuza tersebut menyampaikan pesan dari bunda Rita
"iya - iya, aku kembali ke dapur, kau boleh kembali menjalankan tugasmu." Ucap Ricko yang akan menjalankan amanah ibunya
"hai...siap dimengerti!" Jawab anak buah tersebut dengan tegas
×
Ricko yang berjalan sendirian menuju ke dapur untuk mengambil makanan dan lalu dibawa ke kamarnya kembali.
Setelah Ricko memakan makanannya, ia pun tertidur sampai malam.
Dan tiba - tiba ada seseorang yang membangunkan Ricko.
"tu- tuan muda.." Ucap salah satu anak buah Yakuza yang ketakutan membangunkan Ricko
"ada apa?!!" Teriak Ricko yang membentak si anak buah Yakuza tersebut
"a- anda disuruh turun sama tuan Wijaya" Ucap si anak buah tersebut yang masih ketakutan
"ya udah baiklah, saya akan segera turun." Ucap Ricko
"baiklah tuan!" Ucap si anak buah tersebut dengan tegas dan langsung turun duluan
"huh lega, untung tidak terjadi apa - apa, biasanya barbel sampai melayang, untung hari ini dia lagi baik hati." Batin anak buah Yakuza tersebut yang merasa lega
×
Setelah Ricko bangun, ia langsung turun ke bawah untuk menemui ayahnya.
"ada apa otou~sama?" Tanya Ricko yang penasaran
"Aku punya misi untukmu."
~
~
__ADS_1
~Bersambung..