Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 05 " Kejutan yang tidak terduga "


__ADS_3

Last~


Malam hari dimana Ricko dan teman - temannya merayakan pesta perpisahan.


Dan selain itu, Sota dan teman - teman sekelasnya Ricko sudah menyiapkan kejutan pada pesta tersebut.


Tetapi, sebuah insiden terjadi, diluar rencana Sota dan teman - temannya.


Terjadi di kedai kopi malam itu, ada seorang gadis yang berdiri dihadapan Ricko dengan jelas mengungkapkan perasaannya kepada Ricko.


"Akhi~kun, aku suka padamu. maukah kamu menjadi pacarku?." Ujar si ukhti yang menunduk menyodorkan secarik kertas sebagai ungkapan perasaannya kepada Ricko



•Back To Story•


"A-apa?!!!." Teriak semua orang yang terkejut dengan kejadian di hadapan mereka, termasuk juga Ricko.


×


Semua teman - teman Ricko dan beberapa pengunjung pun ikut berkumpul untuk melihat momen ini.


"apa ini rencana kejutan yang kau maksud Sota?!." Tanya salah satu teman sekelasnya Ricko


"tidak, ini bukan rencananya.


lagipula siapa wanita itu? aku tidak pernah melihat sebelumnya, dia bukan dari sekolah kita." Jawab Sota sambil melihat wajah si ukhti dari kejauhan


"lihatlah reaksi Ricko~san Sota!." Kata salah satu teman sekelasnya Ricko


"iya benar, pernyataannya tersebut berhasil membuat wajah dinginnya Ricko~san menjadi tercengang seperti itu, baru kali ini juga aku melihat ekspresi terkejutnya seperti itu." Ucap Sota yang melihat raut wajah si Ricko


×


×Sota POV×


Dari ekspresinya Ricko~san, itu sudah menunjukkan betapa terkejutnya dia atas apa yang terjadi di depan matanya tersebut.


Ini bukan pertama kalinya ia di tembak oleh gadis, tetapi ini pertama kalinya Ricko~san di tembak oleh gadis anggun layaknya ukhti dan itu pun di depan umum.


×Sota POV end×


Semua orang terdiam terpana melihat momen ini termasuk juga Ricko.


"apa aku ga salah dengar? bajunya saja sudah anggun begitu, dia ukhti kan? apa dia ga punya malu? masa dia senekat ini? dia menyatakan perasaannya kepadaku? apa aku sedang bermimpi? aku harus apa? apa yang harus kukatakan?." Batin Ricko yang masih terdiam


×


Ricko pun berkeringat dingin serta gemetar ingin menyentuh si ukhti yang masih tertunduk itu, tetapi ia tak punya keberanian dan pada akhirnya.


"A-anooo ukhti~san A-apa yang kamu lakukan?


apa kamu serius?." Tanya Ricko dengan nada bicara yang gemetar tetapi tidak ada jawaban


"angkat kepala mu ukhti~san dengarkan aku, sebelumnya maaf aku tidak bisa menerimamu, bahkan kita belum saling mengenal, aku tidak bisa menjadi pasanganmu, bukannya aku menolak mu, justru aku menghormatimu, tapi kita masih bisa berteman dulu kok, perkenalkan nama saya Ricko Putra Wijaya." Ucap Ricko yang menjelaskan tanpa menyentuhnya


×


Tiba - tiba suasana menjadi hening karena semua orang terdiam.


Hingga si ukhti ini pun akhirnya mengangkat wajahnya dan mulai berbicara.


"Ricko...maaf!." Teriak si ukhti lalu berlari meninggalkan kedai tersebut


"haa?!!!!!." Teriak semua orang kecuali Ricko


"Ri-Rick~kun kamu baik - baik saja?." Tanya Tomoya yang khawatir melihat keadaan Ricko yang pucat setelah mendengarkan ucapan dari si ukhti tadi


×


Tetapi Ricko terlarut dalam lamunannya.



•Ricko POV•


Sebelum si ukhti berteriak Ricko sempat melihat raut wajah si ukhti dan Ricko pun terpukau.


"astaga tuhan, di-dia cantik sekali... dia sangat bersinar, tetapi dia menangis? apa aku salah bicara lagi?." Batin Ricko yang merasa bersalah


•Ricko POV end•


"Ricko~san!." Suara semua orang yang terdengar samar di telinga Ricko


"Ricko!!." Panggil Izaki sambil menepuk pundak sahabatnya tersebut


"haa ada apa?!." Tanya Ricko yang tersadar dari lamunannya


"kamu melamun apa?! dia lari tuh." Ucap Izaki menyuruh Ricko mengejarnya


"lebih baik tidak usah di kejar Rick~kun, kasihan dia, kayanya dia tulus." Ucap Tomoya


"justru itu, makanya harus dikejar!." Ucap Izaki


×

__ADS_1


Ricko pun berlari ke depan kedai dan diikuti kedua sahabatnya tersebut, tetapi si ukhti sudah tidak menampakkan bayangannya sedikit pun.


"dia kenapa ya?." Batin Ricko yang menanyakan atas semua yang terjadi pada dirinya


"jangan dipikirkan Rick~kun, anggap saja ini tidak pernah terjadi." Kata Tomoya yang menenangkan


×


Bukannya dapat menenangkan, tetapi perkataan sahabatnya tersebut malah membuat amarah Ricko meninggi.


Ricko kembali masuk ke kedai dan berdiri di hadapan Sota yang diikuti Izaki dan Tomoya dibelakangnya, Ricko pun bertanya kepada Sota dalam mode serius.


"Sota~kun!! apa ini rencana mu?!!." Tanya Ricko yang naik darah sambil memukul meja


"jawab!! Sota~kun!." Teriak Ricko yang murka


"ma-maaf ini bukan rencana kita, ba-bahkan saya tidak mengenal gadis tadi, serius." Jawab Sota dengan gemetar karena ketakutan melihat betapa mengerikan emosinya Ricko yang belum pernah ia lihat


"tenanglah ko, temanmu sudah berkata jujur." Kata Izaki yang menenangkan Ricko


"aku ingin mengejarnya." Kata Ricko yang emosi


×


Ketika Ricko mau berbalik badan, sudah ada Siska si ketua kelas yang membawa kue tar berdiri dihadapan Ricko.


"ini kejutan untukmu Ricku." Ucap Siska


"rencana yang kami rencanakan itu, ini Ricko~san." Ujar Sota


×Flashback Sota on×


Pagi harinya di kelas Sota untuk membicarakan rencana nanti malam bersama teman - temannya.


"teman - teman, berhubung Ricko~san hari ini sudah tidak masuk sekolah, jadi kita dapat mendiskusikan rencana nanti malam sekarang saja."


"jadi ada yang berpendapat atau punya ide silahkan utarakan." Kata Sota membuka pembicaraan


"gimana kalau kita buat kejutan." Saran dari salah satu siswi


"bagaimana menurutmu Siska~san?." Tanya Sota kepada ketua kelas


"Bagaimana dengan kue?." Ucap Siska memberi saran


"boleh saja sih." Kata Sota yang menyetujuinya


"ada pendapat lain?." Tanya Sota


×


"baiklah, jika tidak ada pendapat lain, jadi siapa yang mau pesan kue nya, dan siapa membawanya ke kedai nanti?." Tanya Sota


"kamu saja Siska~chan, biar Ricko~san terkesan gitu sama kamu." Goda sahabatnya Siska


"boleh, biar aku saja." Ucap Siska mengakhiri pembicaraan


×Flashback Sota off end×


"kami sudah mempersiapkan ini dari pagi, dan yang tadi itu di luar rencana kami." Ucap salah satu teman sekelasnya Ricko


"ka-kalian, maafkan aku karena ku emosi sekaligus malu tadi." Ucap Ricko sambil menutup wajahnya karena malu


"ngapain kamu malu Ricku?." Tanya Siska sambil membuka wajah Ricko


"dia malu karena ini pertama kalinya di tembak gadis feminim seperti itu." Ucap Izaki yang memberitahukan kebenaran ke semua orang


"woy!!!." Kata Ricko yang geram


"dan ini juga kali pertama Rick~kun menolak gadis yang termasuk tipenya." Ucap Tomoya yang menambahkan


"karena Ricko itu pemuja ukhti." Kata Izaki menambahkan


semua hening


"apa?!!! dia pemuja ukhti!!." Teriak seluruh teman - teman Ricko


"woy Korra!!! jangan teriak! gua malu!." Ucap Ricko yang geram


"ku kira dia tidak tertarik pada wanita." Ucap salah satu teman ceweknya Ricko


"akhirnya aku tau tipenya Ricku, tapi aku ga peduli itu."


"aku yakin suatu saat nanti aku akan bisa menjadi....." Batin Siska


"Ricku ayo kita lanjutkan ini, tiup lilinnya lalu kita potong kuenya." Ucap Siska


"padahal aku kan ga ulang tahun." Ucap Ricko yang bingung dengan kue yang ada lilinnya tersebut


"tentu saja ini kan spesial." Kata Siska


"makasih Siska~chan." Ucap Ricko dengan tersenyum lebar


"....kekasihnya." Batin Siska


__ADS_1


"ayo kita lanjutkan Minna!." Sorak Ricko meneriaki semua teman - temannya


"yaaa." Sorak semuanya membalas sorakan Ricko


×


Setelah beberapa menit mereka memotong dan memakan kue, mereka pun mengakhiri pesta tersebut dan pulang bersama - sama.


"sampai jumpa lain waktu ya Minna." Ucap Ricko


kepada teman - temannya


"yaaa Ricko~san sampai ketemu lagi."


"sukses untuk kedepannya Ricko~san."


"jangan nakal lagi nanti di sekolah baru."


Ucap beberapa temannya Ricko seiring mereka meninggalkan Ricko


"hahaha kalian juga." Teriak Ricko dengan senyuman


×


Ricko mengobrol sama kedua sahabatnya dan juga teman - temannya yang tersisa, dan si Siska menghampiri Ricko.


"Ricku." Panggil Siska dari belakang Ricko.


"eh kamu, kamu ga pulang Siska~chan?." Tanya Ricko


"anoo...kamu sukses ya di sekolah barumu. jangan nakal lagi. jangan lupakan kami. kami akan selalu merindukanmu." Kata Siska memberi ucapan perpisahan


"iya kamu juga, aku tidak akan melupakan kalian, aku juga tidak akan melupakanmu taichou." Ucap Ricko sambil memakaikan Siska topi milik Ricko


"ini untukmu." Kata Ricko yang memberikan hadiah ke Siska



"ini kali pertama dia memanggil nama depanku." Batin Siska yang senang dengan panggilannya Ricko terhadapnya


"makasih, aku pulang ya, sayonara." Ucap Siska


"sayonara, hati - hati." Ucap Ricko


×


Siska pun meninggalkan Ricko dan beberapa temannya.


"kita juga harus pulang Izaki, Tomo." Kata Ricko mengajak kedua temannya pulang


"Ricko~san bolehkah kita pulang bersamamu, kebetulan rumah kita kan searah?." Ucap Sota yang ingin menemani Ricko dan kedua sahabatnya pulang bareng


"bareng aja malah bagus toh." Ucap Tomoya


×


Ricko berjalan pulang bersama Izaki, Tomoya, dan beberapa teman - teman sekelasnya yang kebetulan rumahnya searah dengan Ricko.


Tetapi ketika di tengah perjalanan Ricko pun berhenti karena melihat sesuatu yang berada diujung jalan.


"Rick~kun lihatlah itu, bukankah dia ukhti tadi?!." Tanya Tomoya


"aku tahu, kalian semua tetaplah disini, biar aku sendiri yang ke sana." Ucap Ricko


×


Diujung jalan sana ada gadis berparas ukhti yang punya masalah dengan Ricko waktu di kedai tadi, sekarang sedang dikerumuni para laki - laki besar yang sedang mabuk.


"kita belum selesaikan urusan kita, tapi kau sudah bikin masalah baru lagi." Gerutu Ricko seiring berjalan ke arah si ukhti


"ukhti~san!!!!! aku masih ada masalah denganmu dan ada beberapa pertanyaan untukmu tapi kau sudah bikin masalah baru!." Teriak Ricko yang langsung menjadi pusat perhatian para preman tersebut


"siapa kau bocah? ada perlu apa kau? kau ganggu kesenangan kami tau?." Tanya salah satu preman


"osssan!! aku punya masalah dengan wanita itu. tolong jangan kau apa - apakan dia?." Ucap Ricko kepada para preman


"rebut lah dia jika kau mampu bocah." Ucap bos preman menantang Ricko


"menarik sekali." Ucap Ricko dengan tatapan iblis nya


"Ricko tolong aku....." Batin si ukhti yang ketakutan sambil menatap Ricko dari kejauhan


"tenang saja ukhti~san."


"aku akan segera ke sana."


~


~


"AKU AKAN MELINDUNGI MU."


~


~

__ADS_1


~Bersambung......


__ADS_2