Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa

Jatuhnya Hati Sang Putera Penguasa
Chapter 24 " Ketenangan Jiwa "


__ADS_3

Last~


Setelah berbincang dengan pria yang tidak di kenal, Ricko langsung mendapat panggilan masuk.


"ada apa Ken~san?" Tanya Ricko


"anda dimana tuan? anda baik - baik saja kan?" Ucap Ken yang khawatir


"saya baik - baik saja, kenapa? ada apa?!" Tanya Ricko lagi


"syukurlah kalau begitu, kemari lah tuan, kita akan mulai diskusi tentang rencana anda malam ini." Ucap Ken mengajak Ricko untuk diskusi


"baiklah, saya segera ke sana." Ucap Ricko yang langsung menutup teleponnya


×


Berpindah dari Ricko yang akan pergi ke tempat Ken untuk berdiskusi rencana misi pengawalan ini.


Ibundanya Ricko yaitu Bunda Mawarita berada di stand buku, ia sedang sibuk memilih buku sebelum ia masuk ke tempat Tabligh Akbar tersebut.


Tetapi Bunda Rita nampak kebingungan dengan buku yang ia cari itu tidak ada, dan tiba - tiba ia menyapa sosok perempuan yang kebetulan sedang mencari buku juga.


"bisa bantu saya cari buku ga nak?" Ucap Bunda Rita yang meminta tolong kepada perempuan tersebut


"buku tentang apa tante?" Tanya perempuan tersebut


"buku doa - doa gitu, sama buku cerita tentang suami yang bertanggung jawab, dan buku cara mendidik anak menjadi Soleh." Ucap Bunda Rita dengan polosnya


"kelihatannya ini masalah serius." Batin perempuan tersebut yang kasihan


"mari saya bantu tante" Ucap perempuan tersebut yang ingin membantu


"kalau kamu sendiri sedang cari buku apa nak? kelihatannya kau juga sedang kebingungan?" Tanya Bunda Rita ke perempuan tersebut


"ah hahaha bukan masalah penting kok tan, cuma mau nyari buku tentang memasak dan resep - resepnya." Jawab perempuan tersebut sambil mencari buku yang mereka cari


"wah asyiknya, mau jadi menantu idaman ya, hmm jadi teringat masa muda yak." Ucap Bunda Rita yang menggoda perempuan tersebut sambil mencari buku yang mereka cari


"ah tante bisa aja, masih lama tante, saya masih kelas satu SMA." Ucap perempuan tersebut


"jangan panggil tante dong, panggil aja bunda gitu, Bunda Rita." Ucap Bunda Rita yang kesal


"hahaha oke siap bunda" Ucap perempuan tersebut yang menurut


"eh ngomong - ngomong nama mu siapa nak?" Tanya Bunda Rita


"lo eh lupa memperkenalkan diri yak hahaha"


"nama saya Shilla"



•Back to story•


"Ashilla Nurussyifa" Ucap Shilla memperkenalkan diri


"Shilla, nama yang cantik, seperti orangnya." Ucap Bunda Rita yang memuji kecantikan Shilla


"makasih, Bunda juga terlihat anggun dengan pakaian itu, selera Bunda sangat lah baik." Ucap Shilla yang membalas pujian Bunda Rita


"hahaha Shilla pandai merangkai kata pujian ya hahaha" Ucap Bunda Rita yang nyaman bersama Shilla


×


Bunda Rita dan Shilla akhirnya memutuskan untuk mencari buku bersama - sama, supaya lebih cepat ketemu dan menghemat waktu.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka berdua berhasil menemukan buku yang mereka cari masing - masing, dan sekarang berjalan menuju ke pusat acara.


Berpindah lagi ke posisi Ricko yang dimana dia sedang berjalan sendirian memasuki pusat acara dan Ricko sudah berada di dalam acara, dimana Ricko sedang mencari tempat duduk sekaligus mencari dimana bundanya berada.


"Bunda dimana sih? pasti keluyuran ini dah." Batin Ricko yang masih memantau


×


Dan Ricko mengambil walkie talkie dalam sakunya untuk menghubungi seseorang.


"Shirich pada pengawal, jawab pengawal." Ucap Ricko menghubungi seseorang dengan walkie talkie


"tim pengawal pada Shirich, Roger"


"tim pengawal pada Shirich, Roger"

__ADS_1


"tim pengawal pada Shirich, Roger"


"tim pengawal pada Shirich, Roger"


"tim pengawal pada Shirich, Roger"


Ucap tim pengawalan yang berada di sekitar lokasi tersebut untuk menjadi tim pengawal Bunda Rita


"yang melihat Bunda, laporkan pada saya dimana lokasinya." Ucap Ricko memberi perintah


"siap Roger!!"


"siap Roger!!"


"siap Roger!!"


"siap Roger!!"


"siap Roger!!"


Balas serentak tim pengawal dengan kompak


×


Ricko yang masih berdiri, memutuskan untuk berhenti mencari dan dia ingin menikmati acara tersebut yang akan segera di mulai.


Ketika Ricko melihat ke arah panggung, dan ternyata pria yang ia temui tadi adalah salah satu tokoh penting di acara ini, dan pria tersebut duduk di tengah - tengah para ustadz lainnya.


Ricko yang nampak mencolok dengan pakaian samurainya mendapat sorotan dari syekh Syauqi dan ia pun tersenyum ke arah Ricko.



"pria itu..." Batin Ricko yang juga melihat ke arah syekh Syauqi dan Ricko membalas dengan senyuman


×


Ketika Ricko ingin mencari tempat duduk, tiba - tiba.


"ayok bunda, kita ke depan." Ucap seseorang yang suaranya tak asing di telinga Ricko


×


Tanpa di sadari dan pantauan para anak buahnya, muncullah Bunda Rita yang sedang di tarik seorang perempuan yang tidak asing di mata Ricko.


Ricko yang melihat sosok Shilla jadi terpukau karena kecantikannya hari ini, sekaligus terkejut karena Bundanya bisa bersama Shilla.


"Shilla~chan cantiknya"


"kok bisa ia bersama Bunda ya?" Batin Ricko


"tapi sungguh malam ini kau sangat cantik, Shilla~chan." Ucap Ricko yang terpukau dan terkejut dengan kedatangan Shilla


×


Tiba - tiba Shilla menoleh ke arah Ricko tetapi Ricko sudah menghilang dari tempat tersebut.


"perasaan tadi ada yang memanggilku?" Batin Shilla yang tiba - tiba berhenti berjalan


"jangan cepat - cepat Shilla~chan, bunda capek." Ucap Bunda Rita yang kelelahan


"eh maaf Bunda" Ucap Shilla yang masih mencari - cari seseorang.


"Shilla sayang sedang mencari siapa? kenapa kamu berhenti di sini? katanya kita duduk di depan?" Tanya Bunda Rita


"tidak apa - apa Bunda, ayok jalan lagi." Jawab Shilla yang menghindari desakan Bunda Rita


"kenapa perasaanku berkata bahwa dia di sini ya?" Batin Shilla yang bertanya pada dirinya sendiri



"mungkin perasaanku saja" Batin Shilla yang terus berjalan ke depan bersama Bunda Rita


"belum waktunya kau tau"


"Shilla~chan" Batin Ricko yang bersembunyi sambil melihat Shilla kembali berjalan ke depan


×


Sementara itu, Ricko yang berhasil menghindari Shilla, Ricko memutuskan untuk pergi ke belakang, supaya ia tidak ketahuan Shilla.


Dan Ricko pun mengambil walkie talkie yang berada di sakunya untuk menghubungi anak buahnya.

__ADS_1


"Shirich pada tim pengawal ganti!" Ucap Ricko dengan nada kesal


"tim pengawal di sini ganti" Balas salah satu di antara yang lain


"tugas kalian itu ngapain?!! di minta beri laporan kalau melihat bunda, tapi kalian tak melaporkan apa - apa?! hah!!" Teriak Ricko membentak anak buahnya sampai jadi pusat perhatian di sekitarnya Ricko


×


Ricko yang tak mempedulikan sekitarnya, yang semua orang memandanginya karena Ricko berpakaian aneh sendiri, yang selayaknya samurai tanpa katana dan teriak - teriak dengan walkie talkie nya.


"Bunda sudah di dalam! ia duduk paling depan, kalian awasi Bunda dengan benar!" Teriak Ricko dengan walkie talkie nya


"kenapa kalian diam saja?! jika terjadi apa - apa dengan Bunda, nyawa kalian bayarannya, jawab baka!." Ucap Ricko mengancam


"ma- maaf atas kelalaiannya kami tuan, kami akan melaksanakan tugas dengan benar sesuai perintah anda." Ucap salah satu anak buahnya yang meminta maaf


"dasar baka" Ucap Ricko yang langsung menutup walkie talkie nya


×


Ricko yang masih keadaan emosi, mencoba untuk menenangkan diri dan acara dakwah Tabligh Akbar di mulai.


Si pria yang di temui Ricko tadi, ia adalah ustadz Syauqi, membuka acara yang di awali dengan shalawat bersama.


"Alloohumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman 'alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka." Lantunan shalawat yang di pimpin ustadz Syauqi dan di ikuti seluruh jamaah


"aku paham di sini begitu ramai, jadi beginilah rasanya..." Batin Ricko menikmati lantunan shalawat


×


Dan ceramah dari sang ustadz Syauqi pun di mulai, dan Ricko di sini mendengarkan dengan sangat antusias.


"menghangatkan sekali..."


"nyaman sekali berada disini." Batin Ricko yang menikmati suasana di sana


"Jiwaku terasa tenang"


×


Ketika Ricko sedang menikmati dan menyimak apa yang ustadz Syauqi sampaikan hari ini.


Tiba - tiba Ricko mendapat panggilan dan sontak Ricko langsung menjawabnya.


"di sini Shirich" Ucap Ricko menjawab panggilan tersebut


"tuan muda, anda dimana? kita di serang, di bagian barat segeralah kemari tuan." Ucap Ken memberi laporan


"baiklah, saya segera ke sana." Ucap Ricko yang langsung keluar acara tersebut dan bertemu dua anak buahnya


"tolong jaga Bunda dan beritahu rekan kalian yang di dalam untuk waspada." Ucap Ricko yang melewati dua orang anak buahnya tersebut


"siap tuan!" Balas dua anak buah keluarga Wijaya dengan tegas


"Shirich pada snipper jawab snipper" Ucap Ricko yang berlari sambil memanggil tim snipper lewat walkie talkie nya


"di sini tim snipper" Balas salah satu tim snipper


"tetap fokus, ke arah manapun, tetaplah fokus, serangan jarak jauh, saya serahkan pada kalian, tim snipper!" Teriak Ricko memberi perintah


"siap tuan!" Jawab seluruh tim snipper dengan serentak


×


Ricko pun berlari ke arah barat di mana tim yang sedang di serang sesuai dengan laporan Ken.


"ku kira tidak ada kekacauan di malam ini..."


"tidak akan kubiarkan mereka mengacaukan acara yang menenangkan ini..."


"sudah saatnya." Batin Ricko sambil berlari


~


~


"perang di mulai."


~


~

__ADS_1


~Bersambung...


__ADS_2