
Last~
•Ricko POV•
"dia menolak ku, tapi aku memaksanya untuk menerimaku.."
"pasti sekarang dia sangat membenci ku." Ucap Ricko yang bermimpi Shilla berada di depannya tetapi Shilla tidak melihat ke arahnya.
•Ricko POV end•
Tiba - tiba ada seseorang yang membangunkan Ricko.
"tu- tuan muda.." Ucap salah satu anak buah Yakuza yang membangunkan Ricko
"ada apa?!!" Teriak Ricko yang terbangun karena panggilan si anak buah Yakuza tersebut
"a- anda disuruh turun sama tuan Wijaya" Ucap si anak buah tersebut yang masih ketakutan
"ya udah baiklah, saya akan segera turun." Ucap Ricko
"baiklah tuan!" Ucap si anak buah tersebut dengan tegas dan langsung turun duluan
×
Setelah Ricko bangun, ia langsung turun ke bawah untuk menemui ayahnya.
"ada apa otou~sama?" Tanya Ricko yang penasaran
"Aku punya misi untukmu."
•Back to story•
"misi? misi apa? bukan kah ayah..." Tanya Ricko yang terpotong
"memberhentikan mu dalam misi Yakuza kan?" Potong Wijaya Ricko yang sedang berbicara
"setelah ayah lihat, kamu sudah dewasa, kamu pasti lebih bijaksana sekarang, dan sudah saatnya kau kembali nak." Ucap Wijaya memuji perkembangan sang anak
"tapi, Ricko masih ujian kenaikan kelas otou~sama." Ucap Ricko memberi tahu ayahnya
"misi ini tepat di hari terakhir ujian mu ko, dan misi ini adalah misi pengawalan di acara Tabligh Akbar di pusat kota." Jawab Wijaya memberitahu Ricko dan seluruh anak buahnya
"apa sebelumnya kita pernah menerima misi seperti ini, otou~sama?" Tanya Ricko yang merasa aneh dengan misinya
"benar tuan, tumben ada yang menyewa kita dalam acara seperti itu, biasanya kita mendapat misi pengawalan perusahaan tentang bisnis ilegal." Ucap salah satu anak buah Yakuza yang heran dengan misi mereka kali ini
"lagi pula acara seperti itu biasanya di kawal kepolisian saja sudah cukup kan?" Tanya Ricko yang masih heran dengan misinya
"iya memang kalian semua benar, ini pertama kalinya kita mengawal acara seperti ini, dan salah satu ulama yang mengisi acara tersebutlah yang memintaku secara pribadi, yang sekaligus penyelenggara acara tersebut, dia adalah teman baik ku, mana mungkin bisa ku tolak." Ucap Wijaya menceritakan semuanya
__ADS_1
"pemimpin Yakuza berteman dengan ulama?!" Batin seluruh keluarga Yakuza Wijaya dan Ricko itu pun sendiri
"sungguh tidak bisa dipercaya..." Batin Ken yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"bukannya kamu sendiri yang di suruh mengawal temanmu itu ya Anata? kenapa kau menunjuk anakmu ini?" Tanya Bunda Rita yang memotong pembicaraan keluarga Yakuza tersebut
"hahaha itu anu, saya punya tugas lain hahaha" Ucap Wijaya yang mencari alasan
"misi sendirian? kau mencoba membohongi istri mu ini ya Anata?" Tanya sang Bunda yang duduk di sebelahnya dengan tatapan menyeramkan
"tidak - tidak, aku menunjuknya supaya dia bisa menjadi pemimpin yang bijaksana, dan bisa melanjutkan bisnis keluarga kita ini, gitu loh Anata." Ucap Wijaya yang berusaha meyakinkan istrinya tersebut
"alasan! bilang saja kepanasan dengerin orang mengaji, iya kan?" Ucap Bunda Rita yang membongkar sebuah rahasia
"benar - benar iblis" Batin seluruh keluarga Wijaya termasuk juga Ricko
"jika ayahmu tidak ikut, biarkan Bunda yang ikut, sudah lama juga bunda tidak mengunjungi acara pengajian seperti itu." Ucap Bunda Rita yang memutuskan
"tapi Anata, ini misi berbahaya?!" Ucap sang suami yang melarang istrinya
"bahaya apanya?! cuma misi pengawalan kan?! kau kira aku ini lemah?! aku jauh lebih kuat daripada dirimu Wijaya~sama!" Jawab Bunda Rita yang sangat meyakinkan
"hilang sudah martabatnya" Batin seluruh keluarga Wijaya termasuk juga Ricko
"aku serius! maka dari itu aku menunjuk Ricko yang memimpin, jika ini misi biasa, Ken saja sudah cukup untuk menjalankan misi ini.." Ucap sang suami yang mencoba meyakinkan istrinya
"nyonya Rita, maaf saya lancang, yang dikatakan Wijaya~sama itu benar, di kota saat ini sedang memanas, perlu anda ketahui, kelompok kita sedang berkonflik dengan segelintir mafia yang bergerak di belakang kita, kita tidak tahu berapa jumlah mereka. dan jika saya sendiri yang mengambil tugas ini, saya tidak yakin mampu nyonya." Ucap Ken menjelaskan kebenaran ke Bunda Rita
"kenapa kau sangat keras kepala sih?!!" Ucap Wijaya yang kesal dengan sikap istrinya tersebut
"tidak apa - apa otou~sama, jika Bunda ingin menghadiri acara tersebut, biarlah ia hadir." Ucap Ricko yang memperbolehkan Ibunda nya yang sangat ingin menghadiri acara Tabligh Akbar tersebut
"harusnya ayahmu yang berkata seperti itu nak, hih dasar baka!" Ucap Bunda Rita yang mengejek suaminya tersebut
"diam!" Ucap Wijaya yang kesal dengan sikap istrinya
×
Sentakan Wijaya membuat semua orang yang berada di sana pun terdiam, termasuk juga Bunda Rita.
"saya serahkan Bunda yang cerewet ini pada kalian, jagalah dia." Ucap Wijaya yang penuh dengan perhatian
"siapa yang kau panggil cerewet hahaha!
harusnya yang menjagaku itu kamu sendiri. baka!" Ucap Bunda Rita yang gemas dengan sikap suaminya dan langsung mencubit pipi suaminya tersebut
"hey hentikan! ga enak di lihatin sama yang lain!" Ucap Wijaya yang malu dengan sikap istrinya tersebut
"romantisnya" Batin seluruh keluarga Wijaya termasuk juga Ricko
__ADS_1
×
Setelah perdebatan suami istri itu pun berakhir, Ricko kembali ke kamarnya untuk istirahat kembali dan di ikuti oleh Ken yang berada di belakangnya.
"rencana anda, mau bawa berapa orang?" Tanya Ken mengenai rencana apa yang akan Ricko siapkan untuk misinya kali ini
"apa misi ini berbahaya ken~san?" Ucap Ricko yang balik tanya
"sesungguhnya tidak berbahaya, tetapi di kota sedang ada mafia yang belum kita basmi, satu sisi tuan Wijaya tidak bisa menolak permintaan temannya tersebut, dan satu sisinya lagi tuan Wijaya takut jika kita mengawal acara tersebut akan bakal mengacaukan acara tersebut." Ucap Ken yang menjelaskan situasi yang mereka hadapi
"memang benar, misal kita tidak mengawal acara tersebut, mungkin para mafia tidak tertarik mengacaukannya. jika sampai para mafia itu mengetahui kita mendapat misi tersebut, pasti mereka akan menyerang kita dan membuat nama kita terlihat buruk di kota." Ucap Ricko yang menyimpulkan inti masalah mereka
"hai, dan itulah yang saya takutkan tuan, nama kita akan terlihat buruk di kota dan pemerintahan akan memusuhi kita lagi." Ucap Ken yang mengikuti Ricko dibelakangnya
×
Ricko tiba - tiba berhenti berjalan dan berkata.
"jadi musuh kita para mafia ya?" Ucap Ricko menghela nafas
"apa anda kepikiran meminta bantuan kepolisian tuan?" Ucap Ken memberi saran
"tidak, itu tidak perlu, kita mampu menghadapi situasi ini." Ucap Ricko yang percaya diri
"lalu apa rencana anda?" Tanya Ken yang ingin mengetahui rencana Ricko
"bawa saja pasukan 20 sampai 25 orang, dan juga senapan pistol biasa, katana, dan juga bawa katana ku." Ucap Ricko yang memberi tahu apa rencananya
"richdai mikadzuki" Batin Ken yang terkejut perintah Ricko yang di suruh membawa katana nya
"apa ini tidak terlalu sedikit tuan? jumlah yang anda minta tidak lebih dari separuh pasukan kita tuan, dan juga persenjataannya kenapa cuma pistol biasa dan katana?." Tanya Ken tidak percaya dengan rencana Ricko
"aku ingin menghukum mereka dengan tanganku sendiri, dan tenang saja Ken~san....." Ucap Ricko cengengesan percaya diri terpotong
"jangan meremehkan mafia tuan!!!" Teriak Ken yang serius dengan sikap tuannya yang masih seperti anak kecil
"saya tau anda itu kuat, ahli bela diri anda, bahkan seni ber pedang anda sangat mengagumkan. tapi musuh kita itu berbahaya tuan..." Ucap Ken yang berhasil membuat Ricko menghentikan langkahnya di depan pintu kamarnya
"Ken~san..." Ucap Ricko memotong Ken yang sedang berbicara
"baiklah, jika kau tak yakin dengan rencana ku, kau bebas tentukan rencananya, untuk berapa jumlah pasukannya, senjatanya, ku serahkan padamu." Ucap Ricko tanpa melihat ke arah Ken
"tetapi aku minta satu hal..." Ucap Ricko berbalik arah melihat Ken yang terdiam saja
"Berhentilah mengkhawatirkan ku seperti anak kecil!"
~
~
__ADS_1
~Bersambung..