
•Back to story•
|.Keesokan harinya.|
Di SMA Hokkaido Islami Center, jam pelajaran telah di mulai dan Shilla hanya melamun di kelas memikirkan Ricko.
“keadaannya jadi seperti ini karena aku, karena hubungan ini.” Batin Shilla yang mengecek ponselnya dan di layar ponselnya menampilkan kontak bertuliskan boochan
“aku kangen kamu....”
“Ricko~kun.” Batin Shilla
×Flashback Shilla on×
Setelah ayahnya Ricko pergi dari ruang keluarganya, Ricko pun segera menuju ke kamarnya untuk mengambil barang yang masih tertinggal, dan Shilla mengikutinya di belakang.
“Ricko~kun.” Panggil Shilla yang berdiri di depan pintu kamarnya Ricko
“iya, ada apa?.” Tanya Ricko sambil mengambil barang yang ingin ia bawa
“maaf.” Kata Shilla
“maaf, karena apa?.” Tanya Ricko yang sedang repot sendiri
“karena aku, semuanya jadi seperti ini....”
“kamu sampai di usir dari rumah, dan bertengkar dengan ayahmu karena aku.” Ucap Shilla yang merasa bersalah
“bukan karena kamu juga kok....” Ucap Ricko yang masih mondar - mandir mencari sesuatu
“iya, ini karena aku, tentang hubungan kita yang.....” Ucap Shilla yang perkataannya terpotong
“ini tidak ada hubungannya dengan kamu!!.” Teriak Ricko yang membentak Shilla
×
Shilla melihat ke arah Ricko yang tiba - tiba terdiam dan tidak menatap wajah Shilla.
“kamu sedari tadi nampak tenang, aku tahu kau menyembunyikan perasaanmu dari semua orang.” Tanya Shilla yang berdiri di depan pintu kamarnya Ricko
“keluarkan semuanya sekarang!!.”
“tuangkan kepadaku semuanya!.” Teriak Shilla yang balik membentak Ricko
“ini tidak ada hubungannya dengan kamu.”
“aku sudah dari dulu ingin pergi dari sini, cuma belum menemukan momen yang tepat.”
“meskipun aku tak mengharapkan hal yang seperti ini terjadi.”
“membahayakan nyawa orang lain, membuat bunda menangis, dan melibatkan mu....”
“yang harusnya minta maaf itu aku Shilla....”
“maaf membuatmu terbawa dalam masalah pribadiku.” Ucap Ricko yang diam dan menghindari kontak mata dengan Shilla
“itu namanya aku terlibat boochan...” Ucap Shilla yang berjalan memasuki kamar Ricko
“aku sudah tidak kuat berada di keluarga ini...” Ucap Ricko yang terduduk
“iya aku tahu.” Ucap Shilla yang bersandar di punggung Ricko
“tapi aku sayang mereka, dan tak ingin membuat mereka khawatir.” Ucap Ricko
“iya aku tahu.” Ucap Shilla
“maafkan aku.....” Ucap Ricko yang menangis
__ADS_1
“iya aku juga.” Ucap Shilla
“aku mengerti apa yang kamu rasakan sekarang.”
“kamu itu kuat, dari kecil hingga sekarang...”
“meskipun kamu itu kuat, kamu pasti pernah berada di titik terendah.”
“dan sekarang, kamu berada di titik itu.”
“terimakasih sudah menunjukkannya, hanya kepadaku.”
“terimakasih.” Batin Shilla yang mendongakkan kepalanya ke atas bersandar di penggung nya Ricko
“udahan ah nangisnya, nanti ini kapan beresnya?.” Ucap Shilla yang mengintip wajah Ricko yang menangis
“aku ga nangis!!.” Teriak Ricko yang menghapus air matanya
“iya - iya boochan kan ga boleh nangis ya kan?.” Ucap Shilla yang menggoda Ricko
“tidak lagi, aku masyarakat biasa sepertimu sekarang.” Ucap Ricko yang tersenyum
“iya!.” Kata Shilla yang mengiyakan apa yang dikatakan Ricko
×
Shilla pun membantu Ricko merapikan barang yang ingin ia bawa.
Lalu suasana di antara mereka berdua menjadi hening karena mereka sibuk merapikan barang yang akan Ricko bawa.
Setelah sudah selesai merapikan dan memasukkan barang yang ingin Ricko bawa, Shilla pun angkat bicara.
“Ricko~kun.” Panggil Shilla
“iya?.” Jawab Ricko rebahan di samping Shilla yang duduk istirahat
“boleh tidak, aku minta nomer line kamu?.” Tanya Shilla yang malu - malu
“a-anoo bukan apa - apa, kita kan sudah pacaran, masa aku ga punya nomer kamu? maka dari itu aku kemari.”
“ha-habisnya kamu ga ada kabar dua hari setelah perang itu kan.” Ucap Shilla yang salah tingkah
“kamu khawatir?.” Tanya Ricko yang senyum - senyum menggoda Shilla
“a-a-ya jelas khawatir lah!! Hih!!!.” Ucap Shilla yang mencubit perut Ricko
“aww-aww iya - iya maaf, sakit tau!.” Ucap Ricko yang kesakitan
“kamunya juga gitu.” Ucap Shilla yang cemberut
“nih....” Kata Ricko yang memberikan hapenya ke Shilla
×Flashback Shilla off end×
“aku tak boleh terus - terusan menyalahkan diri, aku juga harus mendukungnya bukan?.” Batin Shilla
×
Shilla yang diam - diam ingin mengirimkan pesan ke Ricko, tapi dia cuma menatap layar ponselnya saja.
“nanti aja deh.”
“takutnya ganggu, dia kan sibuk nyari kerja paruh waktu.” Batin Shilla yang menutup ponselnya dan berusaha fokus pada jam pelajaran
×
Waktu pelajaran sekolah berjalan sangat cepat bagi Shilla, yang bersikeras untuk tidak memikirkan Ricko.
Sepulang sekolah, ia mampir dulu ke ruang osis dan mengerjakan berkas - berkas yang sudah di tugaskan kepada dirinya.
__ADS_1
Tanpa sadar, waktu sudah menunjukkan jam lima sore, Shilla yang lupa waktu pun segera menyelesaikan tugasnya dan segera pulang.
Setelah semuanya selesai, Shilla pun akhirnya pulang.
Shilla yang berjalan sendirian menuju gerbang sekolah, ia teringat bahwa ia belum mengabari Ricko.
“aku lupa belum ngabarin dia hari ini....”
“kira - kira sekarang dia lagi ngapain ya?.” Batin Shilla yang berjalan ke pintu gerbang sekolah
×
Setelah keluar dari gerbang sekolah, Shilla pun dikejutkan dengan kedatangan....
“dor!!!!.” Teriak Ricko yang mengejutkan Shilla
“aaa!!!.” Kata Shilla yang terkejut dengan kehadiran Ricko
“hahaha rencana sukses.” Ucap Ricko yang tertawa puas
“kamu kok di sini?.” Tanya Shilla
“bukannya aku sudah mengirimkan pesan, kamu belum membacanya ya?.” Kata Ricko
×
Shilla pun membuka ponselnya dan melihat pesan dari Ricko yang baru masuk.
“aku kangen kamu, kamu pulang jam berapa?, nanti aku jemput ya pake motor, sekalian aku mau memberitahukan kabar baik.” Kata Ricko dikirim dari jam 13.00
“kamu udah pulang belum? aku sudah di depan gerbang sekolah nih.” Kata Ricko dikirim dari jam 15.00
“aku masih menunggu, tehe😋...” Kata Ricko dikirim dari jam 16.00
“kamu di osis kan hari ini? selama aku belum melihat batang hidungmu, aku tidak akan pulang.” Kata Ricko dikirim dari jam 17.00
×
Shilla yang fokus membaca semua spam dari Ricko yang sedari tadi menunggunya pulang, sampai tidak sadar Ricko mengintip layar ponsel Shilla.
“kamu juga kangen?.” Tanya Ricko yang mengintip layar ponsel Shilla
“ng-nggak, kamu salah lihat!.” teriak Shilla terkejut dengan keberadaan Ricko yang ada di dekatnya
“nah itu apa? sedang mengetik....” Ucap Ricko yang menggoda Shilla
“ng-nggak-nggak, aku nggak kangen!!!.” Teriak Shilla yang salah tingkah dan tidak mengakuinya
“oh.... begitu.” Kata Ricko yang berpura - pura ngambek dengan naik sepeda motor dan menyalakan mesin
“iya aku juga!!....” Teriak Shilla yang malu - malu
“aku juga kangen kamu.” Ucap Shilla yang akhirnya mengakui
“ayok pulang.....” Kata Ricko yang tersenyum mengajak Shilla pulang
“iya.” Jawab Shilla dengan senyuman
~
~
~
~“iya, hari ini aku sangat merindukanmu....”
__ADS_1
~“ricko kun.”
~Bersambung....