
"Pak,Saya Alisha",ucap Alisha saat hendak masuk ke ruangan.
Deg,"Alisha,apa Alisha?",batin Rangga.Rangga langsung mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang.Dan saat itu juga Alisha terkejut karena yang duduk di hadapannya adalah Rangga.Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Yang dia tahu kalau perusahaan ini adalah milik Pak Rahardian.
"Alisha",ucap Rangga yang masih tidak percaya bahwa yang jadi sekretarisnya itu adalah Alisha yang dia kenal.
"Kak Rangga?",Alisha yang masih berdiri mematung tidak percaya siapa yang di hadapannya.
"Kak Rangga kok bisa di ruangan ini?Bukannya ini?",Alisha tidak melanjutkan ucapannya.
Rangga berdiri dan menghampiri Alisha,"Iya,perusahaan ini milik Papa saya.Mulai hari ini saya yang akan menggantikan posisi Papa".
Alisha cuma bisa bengong,bingung mesti ngomong apa.
"Hei,Alisha?hello?kenapa bengong gitu?",Tanya Rangga.
"Hah?eh,iya.Mmmm...Maaf Kak,kalau begitu Alisha pergi.Alisha tidak jadi menerima pekerjaan ini".Alisha berbalik menuju pintu.Dna berjalan keluar.Saat beberapa langkah lagi menuju pintu,Rangga mengucapkan sesuatu.
"Yakin kamu tidak mau menerima pekerjaan ini?Mumpung ini kesempatan bagus loh.Kamu bisa bekerja di sebuah perusahaan tanpa tes,dan yang pasti bisa mengembangkan karirmu loh",ucap Rangga sengaja ingin mengubah pemikiran Alisha.
"Benar juga sih apa yang dikatakan Rangga.Aku juga butuh sekali pekerjaan ini untuk membantu perekonomian keluarga.Tapi,kenapa harus sama dia lagi?Ya Allah,kenapa aku harus ketemu dia lagi?Keputusan apa yang harus aku ambil?",batin Alisha.
Tanpa menjawab dan menghadap Rangga,Alisha langsung pamit pulang,"Aku mau pulang,permisi!Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam",jawab Rangga.
Setelah kepergian Alisha,Rangga duduk lagi di kursi kebesarannya.Membuka ponselnya,melihat kembali foto-foto Alisha yang tersimpan di ponselnya sambil bergumam seorang diri,"Alisha,kamu masih saja sama seperti dulu.Masih saja keras kepala,masih saja membenciku dan ingin jauh dariku.Tapi kamu makin cantik setelah bertahun-tahun kita tidak ketemu".Sejenak Rangga berpikir,"Oh iya,apa Rendy sudah tahu ya kalau sekretaris baru itu Alisha?aku akan menelponnya,menanyakan tentang hal ini".
"Hallo,Rendy.Ke ruanganku sekarang juga.Ada hal penting yang ingin aki bicarakan!".
"Baik Bos".jawab Rendy.
"Kebiasaan si Rangga itu,seenaknya saja kalau memerintah",gerutu Rendy.
Rendy masuk ke ruangan Rangga tanpa permisi.Meskipun Rangga adalah atasannya,tapi kalau cuma berdua begini mereka berbicara sebagai teman,bukan antara atasan dan bawahan.
"Ada apa kamu memanggilku?ada hal penting apa sih?baru juga sehari di kantor,sudah bikin orang susah aja".
"Udahlah,jangan banyak omong.Apa kamu tahu sekretaris baru itu adalah Alisha?",tanya Rangga.
"Iyalah,aku tahu semuanya.Orang aku kan dulu asisten Papamu.Emangnya kenapa?".
"Kenapa kamu nggak bilang dari awal sama aku?".
"Nggak boleh sama Papamu.Katanya mau bikin kejutan".
"Terus,apa Mama dan Clara juga tahu hal ini?".
"Iya lah,Clara yang ngasih tahu Papa dan Mama kamu tentang perasaan kamu kepada Alisha.Clara ternyata satu kampus dengan Alisha.Saat dia tahu kalau Alisha itu adalah orang yang sama dengan orang yang kamu cintai,dia langsung mendekati Alisha.Lalu dia menceritakan semuanya kepada Papa dan Mamamu.Dari situ,Papamu yang merencanakan ini semua.Dan sengaja tidak bilang ke kamu katanya mau kasih kejutan gitu".
__ADS_1
"Dan,kamu tahu?Saat Alisha tadi masuk ruanganku dan tahu ada aku.Dia menolak pekerjaan ini dan langsung pergi",ucap Rangga menceritakan sikap Alisha tadi kepada Rendy.
"Sebegitu bencinya dia ya sama kamu.Tapi yakinlah,suatu saat nanti kalau sudah mencintaimu,dia pasti bucin itu sama kamu",ucap Rendy menghibur Rangga.
Rangga lalu berdiri di dekat jendela,ternyata dia melihat Alisha keluar dari kantornya masih mengendarai motor bututnya.Rendy melihat Rangga yang menghadap keluar jendela tanpa berkedip,dia menghampiri Rangga,"Apa yang kamu lihat?".
"Itu",jawab Rangga dengan isyarat mata menunjukkan ke arah luar jendela.Rendy mengikuti arah pandang Rangga," Oh,Alisha?Pantesan aja.Tapi ngomong-ngomong,dia makin cantik aja ya".
Rangga langsung meninju perut Rendy."Au.. ",teriak Rendy.
"Awas kalau berani macam-macam dan berusaha untuk jadi sainganku,tunggu saja resikonya",ancam Rangga.
" Yaelah,sampai segitunya.Belum juga mendapatkan hati Alisha,sudah belagu.Dan ada peluang juga untukku",ucap Rendy dengan gurauan.
"Aku mau keluar,kerjakan tugas kantor dengan baik.Aku sudah nggak mood di kantor".
"Mau kemana?kalau papamu tanya,terus aku jawab apa?",tanya Rendy karena bingung dan takut sama Pak Rahardian.Kan Rangga baru hari ini kerja,tapi main pergi saja.
"Bilang saja aku keluar cari angin,malas di kantor.Tadinya berharap bisa berdua sama Alisha.Ternyata tidak sesuai harapan",Rangga lalu pergi dari ruangan.
Rangga pergi,dia mengendarai mobilnya.Ntah kemana tujuan yang akan dia datangi.Yang jelas ingin pergi dari kantor.Sesaat setelah perjalanan yang tadinya lancar,tiba-tiba setengah perjalanannya mengalami kemacetan.Dia menunggu sudah hampir setengah jam,namun kendaraan belum juga bergerak.Dia turun dari mobil melihat apa yang terjadi sehingga menyebabkan kecelakaan.Saat melihatnya,ternyata ada kecelakaan.Seseorang pengendara motor menjadi korban tabrak lari.
"Pak,kenapa pada diam semua tidak ada yang menolongnya?cepat bantu saya membawanya ke dalam mobil saya biar saya yang bawa dia ke rumah sakit",ucap Rangga meminta bantuan kepada orang-orang tersebut.
"Baik pak",jawab semua orang yang ada disana.Lalu orang-orang tersebut bergegas mengangkat korban kecelakaan itu ke dalam mobil Rangga.
Rangga melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
"Baik pak,saya akan membawa ke ruangan dan memanggil dokternya".
Tas orang tersebut dibawa oleh Rangga.Rangga mencoba mencari sesuatu yang ada di dalam tasnya.Rangga menemukan ponsel orang tersebut.Karena ponsel tersebut tidak memakai password,jadi Rangga bisa mencari petunjuk dari ponsel itu.Dia menemukan chat terakhir orang itu dengan anaknya.Rangga mencoba menghubungi nomor itu.Rangga kaget saat menelpon nomor tersebut,muncul foto profil Alisha.Namun,telpon tersebut tidak diangkat.
Di tempat lain,saat Alisha mengendarai motornya menuju arah rumahnya,ponselnya berdering.Dia menepikan motornya dan mau menerima telpon tersebut,namun keburu mati.Dia melihat ponselnya ternyata ayahnya yang menelpon.Perasaannya nggak enak,dia menelpon balik ayahnya.
Saat Rangga duduk menunggu orang itu diperiksa dokter,ponsel orang tersebut berdering.Dilihat Rangga ada panggilan dari anaknya.Rangga langsung menerima telpon itu.
"Assalamu'alaikum ayah.Ada apa?maaf,tadi Alisha di jalan.Saat mau angkat telpon ayah,keburu mati",ucap Alisha.
"Alisha,aku Rangga.Tadi ayahmu kecelakaan dan menjadi korban tabrak lari.Aku membawanya ke rumah sakit", jawab Rangga.
"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.Terus sekarang bagaimana keadaan ayahku?.Dibawah ke rumah sakit mana?share lock ya!".
"Ayahmu masih ditangani dokter.Ya,nanti aku sharelock rumah sakitnya".
"Ya sudah,assalamu'alaikum".Setelah menerima pesan lokasi rumah sakit.Alisha pulang terlebih dahulu untuk menjemput ibunya,karena memang jarak ke rumahnya sudah dekat.Setelah sampai dan memberitahukan kabar itu kepada ibunya,mereka langsung berangkat menuju rumah sakit.Sesampai di rumah sakit,Alisha bertanya ke suster.Setelah itu,mereka menuju ruangan dimana ayahnya diperiksa.
"Kak Rangga,kok bisa Kakak yang membawa ayah kesini?.Apa jangan-jangan Kakak yang menabrak ayah?",Tanya Alisha mengintrogasi.
"Alisha,kok begitu sih?nggak sopan itu",cegah ibu Alisha.
__ADS_1
"Nak,terima kasih ya sudah menolong suami saya.Kalau boleh tahu,bagaimana kronologi kejadiannya?",Tanya ibu Alisha.
"Saya sendiri juga tidak tahu bu.Yang saya tahu Bapak ini sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di jalan.Kata saksi mata sih korban tabrak lari".
"Ya Allah,terima kasih banyak ya nak.Untung ada kamu nak".
"Iya,sama-sama bu".balas Rangga.
Alisha hanya mondar-mandir menunggu kabar dari dokter. Khawatir dengan keadaan ayahnya.Sedangkan ibunya duduk di kursi depan ruangan,ibunya juga begitu sangat sedih.
Beberapa menit kemudian,dokter keluar dari ruangan."Pak,bagaimana keadaan ayah saya pak?".tanya Alisha.
"Banyak luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.Dan ada tulang yang retak di bagian lengannya tapi tidak begitu parah.Dan sudah saya tangani,meskipun tidak parah,ayah anda masih harus tetap dirawat dulu ya sampai kondisinya benar-benar pulih".
"Iya dok,terima kasih.Apa kami boleh masuk dok?",tanya Alisha lagi.
"Iya,silahkan mbak!".
Mereka bertiga masuk ke ruangan itu untuk melihat keadaan ayah Alisha.
"Bagaimana keadaan ayah?",tanya ibu.
"Tidak apa-apa bu.Untungnya tadi ada yang menolong ayah.Terima kasih ya Nak".
"Iya,sama-sama pak",jawab Dokter.
Hari sudah mulai sore,Alisha,ibu dan Rangga masih berada di ruangan itu.
"Bu,sebaiknya ibu pulang saja.Biar Alisha yang jaga ayah.Ibu istirahat saja di rumah,supaya badan ibu tidak ikutan sakit",ucap Alisha kepada ibunya.
"Tapi nak?".
"Nggak apa-apa bu.Alisha pesankan ojek online saja bu".
"Nggak usah sha,biar aku saja yang antar ibumu",ucap Rangga.
"Nggak usah Kak,biar aku pesankan ojek online saja".
"Nggak apa-apa.Kasian ibumu nanti kalau naik ojek online.Mari bu,saya antar ibu pulang!".
Ibu Alisha pulang diantar Rangga.Dan setelah beberapa menit,akhirnya sampai di rumah Alisha.
"Terima kasih banyak ya nak".
"Iya bu,sama-smaa.Saya pamit pulang!".
Rangga pulang ke rumahnya.
Alisha menjaga ayahnya di rumah sakit.
__ADS_1
...****************...