
"Hai bro!", ucap Rendy saat memasuki kamar Rangga.
"Masih betah aja tiduran di kamar?nggak mau ke kantor?".
"Malas ah, alisha jadi resign nggak?dia udah transfer uang ke rekeningku buat ganti pengobatan ayahnya".
"Nggak tau, belum ada surat pengunduran dirinya sih. Dia itu memang keras kepala ya dari dulu, pendiriannya sulit digoyahkan. Terus bagaimana kelanjutan kisah cintamu itu? ".
"Tau ah. Oh iya, ngapain kesini? Sana ke kantor, tangani semua pekerjaan selama aku tidak ngantor".
"Sampai kapan kamu begini terus? Move on lah Rangga".
"Ngomong sih enak, aku yang ngejalanin itu susah buat move on. Dia cinta pertamaku,susah melupakan dia. Sudahlah, sana pergi!", usir Rangga.
"Eh, dasar temen nggak punya akhlak. Dijenguk malah ngusir. Yasudah aku ke kantor aja kalau gitu", jawab Rendy.
Saat membuka pintu kamar Rangga hendak keluar, Rendy berpapasan dengan Mama Novi yang juga hendak masuk ke kamar Rangga dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
"Loh, mau kemana Nak?", tanya Mama Novi.
"Mau ke kantor Ma".
"Ya udah kalau gitu, hati-hati!".
"Iya Ma,Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam".
Sepeninggal Rendy, Mama Novi masuk ke dalam kamar Rangga.
"Rangga, ini Mama bawakan sarapan. Makan dulu ya Nak".
"Nggak mau Ma".
Mama Novi meletakkan nampan tersebut di atas meja di samping ranjang Rangga. Mama novi lalu duduk di atas tempat tidur Rangga,dia duduk di sebelahnya Rangga yang sedang berbaring.
"Nak, mau sampai kapan seperti ini?Ini tidak bisa menyelesaikan masalah. Kenapa kemarin kamu meminum minuman haram itu?. Itu bukan solusi, yang ada malah memperburuk keadaan. Lagian selama ini kamu kan nggak pernah menyentuh ataupun meminumnya. Kamu tahu kan apa hukumnya itu, Mama mohon ini yang pertama dan terakhir ya!. Jangan sampai mengulanginya lagi!".
"Terus apa yang harus Rangga lakukan?. Mama tahu kan, dia itu cinta pertama Rangga. Rangga sangat mencintainya Ma. Rangga nggak bisa melupakan dia, hidup Rangga hancur saat tahu dia tunangan sama Fathan".
"Rangga, kan mereka baru bertunangan, belum menikah kan?".
"Maksud Mama?", tanya Rangga tidak mengerti.
"Sebelum ada janur melingkar, kamu masih ada kesempatan loh".
"Aku harus merebut Alisha dar Fathan gitu".
"Tidak harus begitu. Ikhlaskan semuanya, cobalah berjalan ke depan. Pikirkan hal-hal yang positif yang ada di depan. Kamu percaya dengan jodoh kan?. Sejauh mana dia akan pergi, kalau yang namanya jodoh pasti akan berpihak pada kita. Maksud Mama, kamu harus tetap fokus sama pekerjaanmu, harus ikhlas dan selalu berdo'a sama Allah. Jika Alisha memang jodohmu, Allah akan menyatukan kalian meskipun dia sudah bertunangan dengan Fathan".
__ADS_1
"Tapi apa itu mungkin Ma?".
"InsyaAllah, percaya saja sama Allah. Oh iya, foto-foto Alisha yang terpajang di kamarmu ini apa perlu Mama ambil dan dibakar?".
"Jangan Ma!", cegah Rangga.
"Supaya kamu bisa ikhlas, supaya nggak kepikiran terus sama dia".
"Aku kalau kangen bisa lihatin foto dia. Tapi kali ini aku akan fokus ke masa depanku Ma. Aku akan mencoba ikhlas menerima semua ini. Makasih ya Ma".
Rangga dan Mama Novi berpelukan.
"Dimakan dulu ya makanannya. Apa perlu Mama suapin?".
"Nggak usah, tolong ambilkan Ma, biar Rangga makan sendiri saja!".
Mama mengambil nampan tersebut dan memberikannya kepada Rangga. Rangga mengubah posisinya dari berbaring jadi duduk,lalu meletakkannya nampan di pangkuannya, saat hendak mau makan ponselnya berdering. Ada panggilan masuk dari Rendy.
Rendy :" Hallo Bos. Ini aku sudah ada di kantor. Ini berita bagus buat Bos".
Rangga :"apaan?".
Rendy :"Tadi Alisha ke kantor menyerahkan surat pengunduran dirinya".
Rangga :"Itu bukan berita bagus bodoh, itu berita buruk namanya".
Rendy :"Dengerin dulu. Jadi gini, Alisha tadi datang ke kantor kan, menemui bagian HRD untuk memberikan surat pengunduran dirinya. Tapi staf HRD tidak serta merta mengiyakan pengajuan Alisha. Staf HRD bilang, kalau Alisha resign berarti Alisha harus membayar denda karena Alisha sudah tanda tangan kontrak kerja selama 1 tahun".
Rendy :"Setelah dipikir-dipikir dia nggak jadi resign. Dia mau melanjutkan kerja di kantor kita sesuai kontrak".
Rangga :"Baguslah, jadi tiap hari aku masih bisa bersama dia, bisa melihat wajah cantiknya sebelum dia benar-benar menikah dan jadi milik Fathan".
Mama Novi yang mendengar itu cuma bisa geleng-geleng kepala.
Rendy :"Ya sudah kalau gitu aku tutup telponnya".
Rangga :"Ok".
Tanpa mengucap salam, Rangga memutuskan panggilan tersebut.
"Ya sudah, cepat sarapan tuh nanti keburu dingin. Mama mau lanjut ke dapur sama Bi Iyem".
"Iya Ma".
#Sebelumnya saat di kantor
Alisha menemui staf HRD, Bu Rini namanya.
"Permisi Bu!".
__ADS_1
"Iya, ada apa Bu Alisha?. Ada yang bisa saya bantu?",tanya Bu Rini.
"Saya kesini mau menyerahkan ini Bu", jawab Alisha sembari menyerahkan amplop coklat kepada Bu Rini.
"Ini apa Bu?", tanya Bu Rini.
"Surat pengunduran saya Bu".
"Maaf Bu Alisha, waktu Bu Alisha diterima kerja disini kan sudah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan ini. Dan kontrak itu selama setahun, sedangkan Bu Alisha baru bekerja beberap bulan. Kalau Bu Alisha mau resign, harus membayar denda sesuai yang sudah disepakati dalam surat kontrak kerja itu".
"Tapi Bu?", saking emosinya dia sampai tidak memikirkan itu. Dia melamun memikirkan hal itu.
"Kalau aku resign, aku harus membayar denda sebesar itu. Terus nanti bagaimana caranya aku membayar dendanya?. Kalau masih tetap kerja di sini, bakalan selalu ketemu Rangga. Apa aku nggak jadi resign aja ya?", batin Alisha
Melihat Alisha melamun, Bu Rini menegurnya.
"Bu Alisha, jadi gimana Bu?".
"Ma-maaf Bu, setelah saya pikir-pikir Bu, saya nggak jadi resign aja. Maaf ya Bu".
"Iya Bu".
"Ya sudah kalau begitu Bu,saya permisi!", pamit Alisha.
Rendy yang hendak ke ruangan staf lain, dia melihat Alsiha keluar dari ruangan HRD. Karena penasaran, dia masuk ke ruangan HRD.
"Tok..tok", Rendy mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk".
"Iya, silahkan masuk", jawab Bu Rini mempersilahkan Rendy masuk".
*Bu, tadi saya lihat Alisha masuk ke ruangan ini. Memangnya ada perlu apa Bu?".
" Tadi dia kesini mau memberikan amplop dan rencana mau resign. Tapi setelah saya jelaskan tentang denda yang harus dibayar kkaau dia resign sebelum habis masa kontraknya dia berubah pikiran, dia tidak jadi resign".
"Syukurlah kalau begitu Bu. Makasih informasinya Bu".
"Sama-sama".
"Ya sudah Bu, kalau begitu saya permisi", dengan wajah senang, dia langsung mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Dia langsung menghubungi Rangga karena berita bagus ini.
*
*
*
*
Di kamar Rangga, Rangga masih menikmati sarapan yang dibuatkan ibunya. Dia tidak berhenti tersenyum mendengar berita bagus itu. Dia masih punya kesempatan untuk bertemu dengan Alisha di kantor meskipun dia tunangannya Fathan.
__ADS_1
"Alisha, selalu ada jalan ya buat kita untuk selalu dipertemukan. Apa ini mungkin kita berjodoh sepeti yang diucapkan Mama tadi?", Rangga bermonolog sembari memandangi foto Alisha yang terpajang di dinding kamarnya.