Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 30. Istikharah


__ADS_3

Hari ini pengajian 3 hari kepergian Fathan. Rendy dan Rangga ikut hadir dalam acara tersebut Demikian Alisha, ayah dan ibunya juga. Tidak lupa Sinta juga ikutan datang.


Meskipun sama-sama datang di acara pengajian 3 harinya Fathan, Alisha tidak sekalipun menyapa Rangga. Dia masih dalam masa berkabung dan masih bingung dengan situasi ini.


Setelah pengajian selesai, semua tetangga dan yang lainnya pamit undur diri. Tapi tidak dengan Alisha dan kedua orang tuanya. Alisha sengaja tidak langsung pulang karena ingin menceritakan apa yang dikatakan Fathan sebelum meninggal. Dia menceritakan kepada kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Fathan.


Tujuan Alisha menceritakan hal itu juga karena ingin meminta pendapat dari mereka. Jujur, saat ini Alisha memang sedang bingung apa harus dia lakukan. Dengan perlahan-lahan dan dengan air matanya yang jatuh di pipinya, dia menceritakan semuanya. Mereka sangat terkejut dengan penuturan Alisha. Mereka tidak menyangka kalau Fathan akan melakukan hal itu


"Terus apa keputusanmu Nak?", tanya Ibunya.


"Alisha juga tidak tahu Bu", jawab Alisha.


"Kalau itu memang sudah wasiat dari Fathan, Mama ikhlas kok jika kamu menikah dengan Rangga", kata Mama Indah.


"Satu sisi,wasiat itu memang harus dijalankan Ma. Tapi di sisi lain, Alisha tidak mencintai Kak Rangga", ucap Alisha sambil menangis.


"Begini saja Nak, kamu istikharah saja, minta petunjuk dari Allah. Minta yang terbaik dari Allah", saran Ayah Hendrawan.


"Iya Nak, apa yang dikatakan ayahmu itu benar. Kamu istikharah saja, meminta petunjuk dari Allah dan supaya kamu tidak bimbang. Dan andaikan setelah istikharah, kamu dapat petunjuk untuk keputusanmu ayah terima. Papa serahkan kepada kamu apapun keputusanmu. Kalau keputusanmu memang mau menikah dengan Rangga, Papa ikhlas", ucap Papa Sujatmiko.


Alisha menjawabnya dengan menganggukkan kepala sebagai tanda menyetujui saran mereka.


Setelah dirasa cukup pembicaraan mereka, Alisha dan kedua orang tuanya pamit pulang.


"Kalau begitu, kami pamit ya Pak, Bu", kata Ayah Hendrawan kepada orang tua Fathan.


Mereka bersalaman, diikuti Alisha yang juga bersalaman kepada kedua orang tua Fathan. Lalu, Mama Indah memeluk Alisha dengan erat. Pelukan penuh kasih sayang kepada Alisha.


"Assalamu'alaikum", ucap Alisha.


"Wa'alaikum salam", jawab Papa Sujatmiko dan Mama Indah bersamaan.


Kemudian Alisha dan kedua orang tuanya meninggalkan kediaman mereka.


Selama kepergian Fathan, tidak ada senyum yang terpancar di wajahnya. Alisha bahkan izin untuk tidak masuk ke kantor sampai tujuh harinya Fathan. Dengan penuh pertimbangan dan kebijakan, Rangga mengizinkannya karena Rangga tahu betapa sedihnya Alisha.


Setelah tiga harinya Fathan kemarin, Alisha melakukan sholat istikharah untuk memantapkan kebimbangan hatinya. Dia melakukannya sampai tiga kali. Dan akhirnya dia memutuskan pilihannya. Dia mantap untuk menikah dengan Rangga sesuai wasiat dari Fathan.


*


*


*


Setelah pengajian tujuh harinya Fathan, Alisha membicarakan hasil istikharahnya kepada orang tuanya dan juga orang tua Fathan.


"Ayah, Ibu, Mama dan juga Papa. Alisha sudah melakukan sholat istikharah. Sebelumnya, Alisha minta maaf sama Papa dan Mama karena keputusan Alisha. Alisha akan menikah dengan Kak Rangga sesuai dengan wasiat Kak Fathan".

__ADS_1


Mama Papa Fathan mengangguk menyetujui keputusan Alisha.


"Alhamdulillah, Papa senang mendengarnya. Papa lihat Rangga itu anak yang baik. Papa yakin dia bisa menjadi sosok suami yang baik untukmu. Kalau soal cinta, Papa yakin itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu", ucap Papa Sujatmiko.


"Terus, rencananya kapan pernikahannya?", tanya Ayah Hendrawan.


"Alisha tidak tahu yah. Alisha juga belum membicarakan hal ini kepada Kak Rangga".


"Iya, sebaiknya kamu beritahu Rangga dulu soal ini. Kalau boleh Mama mau minta sama kamu, kamu menikah dengan Rangga di tanggal yang sudah kita tentukan sebelumnya. Di tanggal dimana kamu dan Fathan akan menikah. Mama juga minta supaya kamu dan Rangga memakai wedding organizer, tempat dan lain-lain yang sudah kita pesan ya. Jadi semuanya tetap seperti rencana semula", permintaan Mama Indah.


"Tapi Ma, Alisha tidak bisa memutuskan itu. Alisha harus membicarakannya dengan Kak Rangga dulu".


"Iya, Mama mengerti. Kapan rencananya mau bicara sama Rangga?", tanya Mama Indah.


"InsyaAllah besok Ma, besok Alisha masuk kerja lagi, sekalian bicara sama Kak Rangga".


"Ya sudah kalau begitu. Semoga dimudahkan semuanya ya".


"Amiin".


Selesai pembicaraan tersebut, Alisha dan kedua orang tuanya pamit pulang.


*


*


*


"Wa'alaikum salam", jawab Rangga.


"Bagaimana kabarmu?", tanya Rangga basa basi.


"Baik", jawab Alisha singkat, lalu dia duduk di kursi kerjanya.


Melihat ekspresi dan jawaban singkat Alisha, Rangga berpikir kalau Alisha tidka akan mau menikah dengannya.


"Apa keputusan yang akan diambil Alisha ya?. Apa Alisha akan menolaknya?. Mmmm...apa sebaiknya aku menanyakan hal ini kepadanya?. Ah, tidak, tidak, lebih baik aku menunggu dia ngomong sendiri ke aku", batin Rangga.


Setelah meletakkan tasnya di meja, Alisha kemudian menghampiri meja Rangga. Tanpa basa basi, dia langsung duduk di kursi yang ada di depan meja Rangga. Rangga pun kaget dengan kedatangan Alisha tersebut.


"Ada apa Sha?", tanya Rangga.


"Aku mau ngomong sama Kakak".


"Soal?".


"Soal wasiat Kak Fathan".

__ADS_1


Rangga menarik napas panjang, lalu berdiri dari tempat duduknya. Menjauh dari mejanya, dia berjalan menuju ke jendela dan melihat ke arah luar jendela.


"Apa keputusanmu Sha?", tanya Rangga tanpa menghadap ke arah Alisha.


"Kak, aku kan disini mau ngomong sama Kakak. Kenapa Kakak malah menghadap ke sana?".


Lagi-lagi, Rangga menarik napas panjang. Dan kemudian kembali duduk di kursi kerjanya.


"Rangga, kamu harus siap apapun keputusan Alisha", batin Rangga.


Sekarang ganti Alisha yang menarik napas panjang.


"Aku sudah melakukan sholat istikharah. Aku mau menikah dengan Kak Rangga. Aku akan laksanakan wasiat dari Kak Fathan".


"Kamu serius?".


"Iya".


"Kamu nggak terpaksa kan ambil keputusan ini?".


"Nggak tahu, aku cuma menyakini hasil istikharah ku".


"Kalau itu keputusan kamu, aku juga bersedia. Aku juga sudah berjanji sama Fathan untuk itu".


"Tapi Kak, Mamanya Kak Fathan punya permintaan".


"Permintaan apa?".


"Beliau mau, kita menikah di tanggal pernikahan aku dengan Kak Fathan. Terus pakaian, tempat, dan lain-lain kita memakai jasa yang sudah kita pesan kemarin. Jadi Mama Indah tidak akan membatalkan semuanya. Dia akan tetap memakainya untuk pernikahan kita besok"


"Aku sih terserah, aku ngikut saja. Asal semuanya tidak merugikan semua pihak dan membuat Tante Indah bahagia".


"Ya sudah kalau gitu, Alisha kembali ke meja kerja alisha. Dan nanti Alisha akan membicarakan hal ini ke Mama Indah".


Dirasa sudah cukup pembicaraan itu, Alisha berniat kembali ke meja kerjanya. Namun saat Alisha beranjak dari tempat duduknya, Rangga mencegahnya.


"Alisha", cegah Rangga. Dan Alisha menoleh ke arahnya.


"Apa tidak sebaiknya kita berdua yang ngomong langsung kepada orang tua Fathan?. Nanti pulang kerja kita ke rumahnya".


"Ya udah terserah Kakak", jawab Alisha pasrah. Lalu Alisha kembali ke meja kerjanya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang kemarin sempat tertinggal.


Setelah jam kerja berkahir, Alisha bersama Rangga pergi ke rumah Orang tua Fathan. Alisha kali ini mau satu mobil dengan Rangga menuju rumah orang tua Fathan. Alisha duduk di depan samping Rangga, selama perjalanan tidak ada percakapan antara keduanya.


Sesampainya di rumah orang tua Fathan, mereka berdua mulai membicarakan hal tersebut kepada kedua orang tua Fathan. Mereka ingin menyampaikan kesediaan mereka untuk menikah sesuai wasiat dari Fathan. Mereka juga menyetujui permintaan Mama Indah.


Betapa bahagianya orang tua Fathan mendengar hal itu. Dengan tangis bahagianya, Mama Indah memeluk erat Alisha dengan penuh kasih sayang. Alisha juga membalas pelukan itu dengan berlinang air mata. Air mata yang tidak bisa diartikan oleh Alisha, entah itu air mata bahagia apa air mata kesedihan.

__ADS_1


Alisha saat ini hanya ingin melaksanakan wasiat Fathan juga dari hasil istikharahnya. Alisha tidak tahu apa yang terjadi ke depannya jika sudah berumah tangga dengan Rangga. Karena sejatinya Alisha menikah dengan Rangga bukan karena cinta, melainkan karena wasiat dan hasil istikharahnya.


__ADS_2