Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 43. Tiket Honeymoon


__ADS_3

Setelah kepergian Rangga, Alisha menutup kembali pintunya, dia hendak menuju ke kamar ingin membereskan tempat tidur dan membersihkan yang lain. Tiba-tiba terdengar suara bel.


"Siapa ya? Apa Kak Rangga balik lagi?", gumam Alisha.


Alisha berjalan menuju pintu dan membuka pintu.


"Mama? Clara?".


Alisha bersalaman dengan Mama mertuanya dan juga Clara.


"Silahkan masuk Ma!. Mama dan Clara silahkan duduk dulu!".


Mama Novi dan Clara pun duduk. Alisha ke dapur membuatkan minuman untuk mereka. Tak lama kemudian Alisha keluar menemui mertua dan iparnya dengan membawa nampan yang berisi cemilan dan juga minuman. Alisha meletakkannya di meja.


"Silahkan Ma, Clara!".


Alisha lalu ikut duduk di samping mertuanya.


"Alisha, Mama senang sekali kamu sudah kembali ke rumah ini".


Alisha diam dan menunjukkan kebingungan dengan apa yang diucapkan mertuanya. Dia berpikir kalau Rangga telah menceritakan semuanya kepada Mamanya.


"Nggak usah bingung begitu. Rangga sudah menceritakan semuanya sama Mama", ucap Mama sembari mengelus punggung menantu kesayangannya itu.


Alisha cuma bisa tersenyum.


"Maafkan Rangga ya. Rangga itu memang begitu sifatnya, Mama harap kamu bisa mengerti. Asal kamu tahu ya, Rangga itu sangat mencintaimu, dia tidak mau kehilanganmu. Kemarin pas kamu pergi dari apartemen, dia seperti orang gila. Dia takut kehilanganmu".


"Iya Ma, Alisha sudah memaafkan Kak Rangga kok".


"Iya Kak, Kak Rangga itu sangat mencintai Kakak. Perjuangan mendapatkan Kakak aja begitu besar. Nggak mungkin kan dia mengkhianati Kakak, dan nggak mungkin juga dia mau kehilangan Kakak", ucap Clara.


"Iya. Oh iya Ma, silahkan diminum dulu dan dicicipi makanannya!".


"Iya", Mama Novi meneguk sedikit minuman tersebut.


"Mama datang kesini itu sebenarnya mau ngasih ini sih", menunjukkan sebuah amplop coklat.


"Apa itu Ma?", tanya Alisha.


"Buka aja sendiri".


Alisha pun membuka amplop tersebut, dan kaget dengan isinya.


"Ma, ini?".


"Iya, itu kado pernikahan kamu dari Mama", ucap Mama Novi sembari mengelus punggung Alisha.


"Dan ini, kado dari aku Kak", ucap Clara sembari memberikan sebuah kotak kepada Alisha.


"Ini apa Clara?".


"Buka aja sendiri Kak, tapi bukanya nanti aja ya pas honeymoon", kata Clara tersenyum.


"Ya sudah Alisha, Mama sama Clara pamit pulang ya".


"Kok cepat mau pulang sih? Kan bisa disini lebih lama lagi".


"Kapan-kapan aja ya. Soalnya mau belanja sama Clara".


Alisha bersalaman dengan Mertua dan iparnya. Dan tak lupa saling memeluk.


"Assalamu'alaikum", ucap Mama Novi dan Clara bersamaan.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam", jawab Alisha.


Setelah kepergian mertua dan iparnya, Alisha masuk ke kamar dan meletakkan amplop dan kotak tadi di atas nakas.


Lalu melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat terhenti. Setelah beres semua, Alisha kembali ke kamar, menonton drakor di laptopnya dan tanpa sadar dia tertidur.


Saat bangun, Alisha bergegas membersihkan diri menyambut kedatangan suaminya. Kali ini Alisha berpenampilan sedikit berbeda dari biasanya. Kalau biasanya memakai baju yang selalu menutupi seluruh tubuhnya, kali ini dia memakai baju yang agak terbuka.


Dia memakai dress berwarna merah yang panjangnya selutut dengan lengan pendek, bagian lehernya agak lebar. Dengan tatanan rambut yang dicepol ke atas sehingga menampakkan lehernya yang begitu putih. Meskipun tanpa make up dan cuma memakai lip tin, sudah cukup membuat penampilan Alisha kali bakalan membuat Rangga tidak mampu berkedip.


Dia kemudian ke dapur membuat makanan untuk suaminya. Saat sedang asyik memasak, Rangga datang.


"Assalamu'alaikum", ucap Rangga saat memasuki rumah. Namun tidak ada jawaban dari Alisha.


Dia langsung menuju kamar, menaruh tas kerjanya di kamar. Namun disana dia tidak melihat adanya Alisha. Bergegas dia melepaskan jas kerjanya, melipat kedua lengan kemejanya sampai ke siku dan berlalu menuju dapur.


Dilihatlah sang istri sedang memasak. Rangga terkejut melihat Alisha. Bukan terkejut karena Alisha sedang memasak, namun dia terkejut dengan penampilan Alisha saat ini. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia melangkahkan kakinya mendekati Alisha.


Rangga sengaja tidak memanggil Alisha, dia terus berjalan ke arah Alisha dan memeluk Alisha dari belakang. Meletakkan kepalanya di bahu kiri Alisha sembari mencium aroma wangi tubuh Alisha. Alisha yang diperlakukan seperti itu sontak kaget dan sedikit berjingkat.


"Kak Rangga? Kapan datang? Kok tidak mengucapkan salam?".


Rangga tidak menjawab pertanyaan Alisha, dia masih dengan posisinya saat ini.


"Kak Rangga? Kalau ditanya itu dijawab. Jangan seperti lah Kak, gimana Alisha masaknya?".


Rangga melepaskan pelukannya dan berpindah posisi di sebelah Alisha yang sedang memasak.


"Aku tadi sudah mengucapkan salam, tapi kamu nya aja yang nggak dengar".


"Maaf", ucap Alisha sembari mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Rangga.


Saat Alisha hendak berbalik melanjutkan masaknya, Rangga merengkuh pinggang Alisha, hingga posisi mereka saat ini saling berhadapan. Alisha yang ditatap Rangga demikian membuat wajahnya merona.


"Kak, lepaskan! Alisha lagi masak nih".


"Kok dimatikan sih Kak?".


Rangga tidak menjawab,tangan kirinya kembali berada di pinggang Alisha.


"Kamu sengaja ya menggodaku dengan berpenampilan seperti ini?".


"Hmm... Nggak juga sih Kak. Ini kan wajar saja kalau pakai baju seperti ini".


"Bagiku ini tetaplah menggoda karena biasanya kamu selalu memakai baju yang menutupi seluruh tubuhmu".


Pelan tapi pasti, Rangga mendekatkan bibirnya ke bibir Alisha. Dia ******* bibir Alisha, dan sepertinya Alisha juga menikmatinya. Setelah cukup puas, Alisha mendorong Rangga secara halus.


"Kak, sudah ya aku mau masak dulu", tangan Alisha mulai menyalakan kompor, namun ditahan Rangga.


"Nggak usah masak".


"Terus nanti malam makan apa?".


"Makan di luar aja ya".


"Kak, tanggung juga Kak. Ini aku udah nyiapin semuanya buat dimasak".


"Sudahlah, nurut aja kenapa sih".


"Ya udahlah kalau gitu", Alisha mengembalikan bahan-bahan yang tadi urung dimasaknya ke dalam kulkas.


Rangga berlalu meninggalkan dapur hendak masuk ke kamar. Baru beberapa langkah berjalan, dia berbalik lagi ke arah Alisha.

__ADS_1


"Kamu juga siap-siap ya. Jangan pakai baju itu, ganti baju yang tertutup. Jangan lupa juga jilbabnya, aku nggak mau kamu berpakaian seperti itu saat di luar rumah. Hanya aku yang boleh melihat apa yang kamu punya".


"Aku juga tahu itu kali Kak".


"Iya, aku juga percaya itu kok", jawab Rangga sembari tersenyum.


Rangga melanjutkan langkahnya menuju ke kamar lebih dulu. Alisha yang baru selesai membereskan semuanya itu ikut masuk ke kamar mengekori Rangga di belakangnya.


Saat mereka berdua sudah ada di kamar, Rangga melihat ada sebuah amplop dan juga sebuah kotak.


"Alisha, ini amplop apaan?", tanya Rangga sembari memegang amplop itu.


"Dari Mama. Katanya kado buat kita, kado pernikahan kita".


Rangga mengambil isi dari amplop itu. Sontak membuat Rangga tidak percaya apa yang dilihatnya. Dia tidak menyangka kalau Mamanya perhatian sekali dengannya dan Alisha.


"Mama tahu aja nih. Pakai ngasih kado seperti ini", batin Rangga.


Amplop itu berisikan tiket honeymoon ke Turki untuk Alisha dan Rangga. Siapa sih yang nggak seneng ya kalau punya Mama seperti Mama Novi. Alisha juga sangat beruntung punya mertua sebaik Mama Novi.


"Terus kotak ini isinya apa?", tanya Rangga lagi.


"Aku juga nggak tahu, itu dari Clara. Katanya boleh dibuka saat sudah ada di Turki saat honeymoon".


Yah, kado dari Mama Novi tadi itu tiket honeymoon ke Turki. Dan berangkatnya lusa. Memang itu terlalu mendadak sih buat Alisha, namun tidak untuk Rangga. Dia sangat bahagia mendapatkan kado itu. Apalagi berangkatnya lusa.


"Kok jadi penasaran isinya apa. Itu anak ada-ada aja sih pakai ngasih kado dan pakai rahasia segala isinya apa".


"Ya sudahlah Kak, biarin aja kenapa. Katanya mau ngajak dinner di luar? Cepatlah mandi dan ganti baju".


"Mandi bareng yuk!", ajak Rangga menggoda Alisha.


"Malas", jawab Alisha singkat.


Selama Rangga di kamar mandi, Alisha mempersiapkan diri. Dia berganti pakaian, kali ini dia memakai rok panjang warna putih dan atasan pink. Baju yang dipakai Alisha saat ini adalah baju yang pernah ia beli dengan Rangga beberapa waktu lalu.


Dia juga mempercantik penampilannya dengan memakai pasmina pink yang senada dengan atasannya. Dia juga memoles wajahnya dengan make up tipis, tapi membuatnya terlihat begitu cantik.


Rangga keluar dari kamar mandi, seperti biasa dia masih memakai handuk di pinggangnya. Mendekat ke arah Alisha yang masih duduk di depan meja rias.


"Cantiknya istriku".


Alisha membalas dengan senyuman.


"Ya udah Kak, Kakak ganti baju aja dulu. Alisha keluar kamar duluan".


"Nggak usah, kamu tetap disini".


"Ya udah buruan!".


Rangga sudah siap dengan kaos lengan panjang yang warnanya senada dengan gaun Alisha. Serta memakai celana jeans warna putih dengan tatanan rambut agak berantakan. Rangga sengaja tidak memakai pakaian formal, dia ingin menikmati malam ini dengan kebahagiaan bersama Alisha dengan pakaian non formalnya.


Alisha terpesona dengan penampilan suaminya, dia sampai tidak bisa berkedip.


"Jangan seperti itu menatapku. Karena emang dari dulu aku itu sudah ganteng".


Alisha menanggapinya dengan muka jeleknya. Tapi dalam hati kecilnya ia mengakui ketampanan suaminya.


"Ya udah, ayo berangkat!".


...****************...


Maaf ya, author telat update..

__ADS_1


Karena banyak yang harus dikerjakan sama author..


Terima kasih atas dukungannya ya!!!


__ADS_2