
Seperti biasanya,Alisha kerja diantar Fathan.Setelah mengantar Alisha,Fathan langsung menuju rumah sakit tempat dia bekerja.Sepeninggal Fathan,Alisha masuk ke kantornya.Dia terus berjalan menuju lift,selama perjalanan menuju lift,senyum sumringah tampak di wajahnya.Rendy juga heran melihat Alisha yang tampak begitu bahagia.
"Hem..Hem..nampaknya bahagia sekali hari ini",ucap Rendy.
"Eh,iya Pak",jawab Alisha dengan malu.
"Boleh tahu nggak sih apa yang membuatmu bahagia?".
"Ini",Alisha menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya kepada Rendy.
"Cincin?",tanya Rendy.Rendy tidak mengerti maksud dari Alisha menunjukkan cincin itu.
"Iya Pak,cincin tunangan".
"Tunangan?kapan?dengan Rangga?".
"Kemarin,sama Kak Fathan".
"Fathan?serius kamu Alisha?".
"Iyalah Pak,masa' aku bohong sih".
"Selamat ya!semoga dilancarkan sampai hari H".
"Aamiiiin,makasih Pak.Ya udah saya kesana dulu Pak",sembari menunjuk ke arah lift.
Rendy mengangguk sebagai jawaban.
"Waduh,gawat.Gimana nanti kalau Rangga tahu soal pertunangan Alisha dan Fathan?",Rendy bermonolog saat sepeninggal Alisha.
Tak butuh waktu lama,Alisha sampai di depan ruangan.Alisha masuk ke ruangannya,dia duduk di tempatnya.Memandangi cincin di jarinya sembari senyum-senyum bahagia gitu.
Tanpa sepengetahuannya,Rangga masuk ke ruangan.Rangga melihat ada yang beda pada alisha.Alisha hari ini nampak bahagia,terlihat dari senyumnya.Namun Rangga belum melihat cincin yang dipakai Alisha.
Rangga kemudian menghampiri meja Alisha,"Alisha".
"Iya Pak".
"Kamu baik-baik saja kan?".
"Iya Pak".
"Ohya,berkas-berkas kemarin sudah kan?nanti bawa ke meja saya".
"Baik Pak".
Lalu Alisha memilih berkas yang akan diserahkan Rangga.Setelah ditata dengan rapi,dia mendatangi meja Rangga.Menyerahkan berkas yang diminta Rangga untuk diperiksa ulang
Saat Alisha menyerahkan berkas kepada Rangga,Rangga melihat ada cincin yang melingkar di jari Alisha.Deg,jantung Rangga berdetak."Ada cincin di jari Alisha?selama ini dia tidak pernah memakai cincin.Tapi sekarang ada cincin di jarinya.Apa cincin tunangan?",batin Rangga.
Rangga menerima berkas tersebut dan kemudian,"Alisha".
"Iya Pak,ada apa?",tanya Alisha saat hendak kembali ke mejanya.
"Itu cincin di jarimu?".
"Oh,ini?ini cincin tunangan Pak",sembari menunjukkan cincinnya ke arah Rangga.
__ADS_1
"Tunangan?sama siapa?".
"Sama Kak Fathan".
"Fathan?".
"Iya kemarin Pak,Kak Fathan ke rumahku bersama kedua orang tuanya melamar aku".
Bagai disambar petir.Tangan Rangga mengepal ingin marah,tapi marahpun percuma.Dia kembali ke Indonesia hanya untuk Alisha,namun kenyataannya Alisha lebih memilih Fathan.Hatinya terasa sakit mendengar berita itu.Dengan menahan amarah yang berkecambuk di dada,rasa cemburu yang menerpa dia masih mengucapkan selamat kepada alisha.
"Selamat ya!Kapan pernikahannya dilaksanakan?".
"InsyaAllah 2 bulan lagi Pak,besok datang ya di acara pernikahanku. Ya udah Pak,aku kembali ke mejaku melanjutkan pekerjaan lainnya".
"Iya".
"Alisha,sebegitu tidak pedulinya kah tentang perasaanku kepadamu?tidak ada sedikit ruangkah di hatimu untukku?Sakit rasanya Sha,aku kembali ke Indonesia hanya untukmu.Namun kamu lebih memilih Fatahan.Hidupku terasa tiada arti Sha",batin Rangga.
Alisha dan Rangga sama-sama diam.Tidak ada obrolan sama sekali sampai jam kerja berakhir.
Semua kerjaan telah selesai dan waktunya pulang.Karena Fathan sudah chat Alisha sebelumnya kalau tidak bisa jemput karena pekerjaannya yang tidak bisa ditinggal.Tanpa menunggu lama,taksi itu datang.Alisha masuk dan langsung perjalanan menuju rumahnya.
Demikian juga dengan Rangga,Rangga menyalakan mesin mobilnya untuk segera pulang.Entah setan apa yang merasukinya,saat perjalanan pulang menuju rumahnya,dia melewati sebuah club.Dan dia langsung berhenti di depan club itu.Dia masuk,dia merasa asing dengan tempat tersebut karena memang ini pertama kalinya dia ke tempat seperti itu.
Mungkin karena terbawa perasaan sakit hatinya yang begitu dalam,dia terus masuk ke dalam tempat itu.Melihat sekelilingnya banyak wanita yang berpakaian minim bahan,banyak juga orang yang meneguk minuman beralkohol,tidak sedikit juga yang sudah pada mabuk.
Rangga duduk,dan memesan minuman haram itu.Saat pesanannya sudah sampai,Rangga langsung meneguknya.Ya,rasa aneh itulah yang dirasakan Rangga karena memang ini pertama kalinya dia meminum minuman itu.
Baru dua kali tegukan,dia sudah merasakan pusing.Namun dia tidak memperdulikan itu.Dia terus meminum minuman itu sampai habis beberapa botol hingga akhirnya dia terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Sementara penghuni rumah Rangga pada bingung karena Rangga belum juga pulang sampai larut malam.Mamanya khawatir akan hal itu,dia langsung menelpon Rendy.
Yah,Novianti adalah Mamanya Rangga,biasanya dipanggil dengan Mama Novi.
"Ada apa Mamanya Rangga menelpon malam-malam gini?",batin Rendy.
Rendy berpikir mungkin ada hal yang sangat penting sehingga membuat Mama Novi menelpon tengah malam begini.Rendy langsung menjawab panggilan tersebut.
"Hallo Ma,ada apa telpon malam-malam gini?",tanya Rendy heran.Mama,itulah panggilan Rendy kepada Mama Novi.Karena mereka sudah sangat akrab.Mama Novi menganggap Rendy seperti anaknya sendiri.
"Apa kamu masih di kantor?apa malam ini lembur?".
"Tidak Ma,nggak ada lembur kok.Udah pulang dari tadi".
"Terus,Rangga kemana?jam segini belum pulang.Mama berkali-kali menelpon nomernya tapi tidak diangkat juga".
"Serius Ma?".
"Iya Rendy.Mama boleh minta tolong,tolong kamu cari Rangga ya!.Mama khawatir takut ada apa-apa dengannya".
"Baik Ma,Aku akan mencari Rangga.Mama jangan khawatir ya!.Nanti aku kabari".
"Iya,terima kasih ya.Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam".
Rendy ambil jaket,langsung menyalakan mesin mobilnya.Dia mencoba telpon Rangga berkali-kali tidak diangkat.
__ADS_1
"Ini anak kemana sih?apa jangan-jangan dia sudah tahu kalau Alisha tunangan?apa dia frustasi ya?tqpi dia kemana?",Rendy bermonolog sambil menyetir.
Rendy mencoba mencari kesana kemari,sudah bertanya ke teman-teman Rangga juga tidak ada yang tahu.
"Apa Rangga datang ke sebuah club malam ya?Biasanya orang yang lagi patah hati,frustasi tujuannya ke tempat itu.Tapi sepertinya nggak mungkin dia kesana.Dia nggak pernah ke tempat seperti itu.Tapi nggak ada salahnya sih aku coba cari kesana",Rendy lagi-lagi bermonolog.
Rendy melanjutkan perjalanannya menuju club yang dimaksud.Saat turun dari mobilnya,dia melihat mobil Rangga terparkir di depan tempat itu.
"Bener dugaanku,Rangga ada disini.Rangga,kenapa kamu harus ke tempat beginian coba?".
Tanpa menunggu lama,Rendy masuk ke dalam club tersebut.Dia mencari-cari keberadaan Rangga.Yah,Rangga tak sadarkan diri dengan beberapa botol minuman keras di meja yang ada di depannya.Dengan bantuan pegawai disana,Rendy memapah Rangga menuju mobilnya.
Dia membaringkan Rangga di mobilnya di bagian belakang.Bergegas dia melajukan mobilnya menuju rumah Rangga.Sesampainya di rumah Rangga,Rendy memapahnya masuk ke rumah Rangga.
Ting..tong..
Sura bel berbunyi.Mama Novi membukakan pintu.Begitu terkejutnya Mama Novi melihat keadaan anaknya.
"Ya Allah Rangga?Rendy,apa yang terjadi sama Rangga?".
Clara dan juga papanya ikut terkejut melihat keadaan Rangga.Mereka bertiga sengaja begadang hanya untuk kedatangan Rangga.
"Ma,nanti saja aku jelaskan.Aku mau bawa Rangga ke kamarnya dulu".
"Iya Ren.Papa,bantu Rendy Pa".
"Iya Ma".
Rendy dan Papa Rahardian memapah Rangga menuju kamarnya.Setelah membaringkan Rangga,Rendy dan Papa Rahardian keluar dan menuju ruang keluarga.Disana ada Clara dan Mama Novi.
Rendy menjelaskan apa yang terjadi pada Rangga,dan mereka terkejut mendengar penjelasan Rendy.
"Apa Rangga sudah sering mabuk-mabukan seperti ini Ren?",tanya Mama Novi dengan menangis.
"Setahu Rendy sih nggak pernah Ma.Biarpun sifat Rangga yang keras kepala dan nakal tapi dia tahu batasan agama,Rendy rasa ini baru pertama kalinya Rangga begini".
"Tapi kenapa dia sampai begini?hiks..hiks.. ".
"Apa mungkin karena Alisha?".
"Alisha?",Clara,Papa dan Mamanya kaget dan menyebut nama Alisha barengan.
"Maksudnya apa Kak Rendy?",tanya Clara.
"Tadi pagi,Alisha kan ke kantor seperti biasanya.Cuma tadi aku lihat dia memakai cincin di jarinya.Pas aku tanya,dia bilang kemarin tunangan.Dan cincin yang dipakainya itu cincin tunangan dari Fathan".
"Apa mungkin Rangga sudah tahu itu?Sehingga dia bertindak seperti ini?".
"Bisa jadi sih Ma.Tapi dia tahu dari mana?padahal aku belum kasih tahu dia",ucap Rangga yang juga heran.
"Ya Allah Pa,terus bagaimana ini Pa?",Mama Novi bertanya kepada Papa Rahardian meminta pendapat.
"Entahlah Ma,Papa juga bingung.Karena ini menyangkut perasaan Ma".
"Kak Rangga memang sangat mencintai Alisha.Begitu besar cintanya untuk Alisha.Tapi Alisha lebih memilih Kak Fathan.Tapi apa yang bisa kita lakukan.Kita juga tidak bisa memaksa alisha untuk mencintai Kak Rangga kan?Kasian Kak Rangga".
"Ya sudah Ren kalau begitu.Terima kasih banyak ya",ucap Mama Novi.
__ADS_1
"Iya Ma,sama-sama.Kalau begitu,Rendy pamit pulang ya.Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam".