
Suara ponsel Sinta berdering,dilihatnya ternyata ada panggilan dari Alisha.
"Iya,hallo.Ada apa,Sha?",tanya Sinta.
"Salam dulu kek atau apa gitu",tegur Alisha.
"To the point aja.Ada apa?",tanya Sinta karena udah malam begini Alisha telpon dia.
"Aku nggak bisa tidur,jadi mau ngobrol-ngobrol sama kamu".
"Hmmm... Pas nggak bisa tidur,kamu hubungi aku.Kalau lagi di kantor aja nggak ingat sama aku.Sibuk sama Rangga",sindir Sinta.
"Apaan sih,Sin?Besok libur nggak?",tanya Alisha sengaja mau ajak Sinta shopping.
"Besok kebagian jam malam sih.Emangnya kenapa?".
"Besok shopping yuk!",ajak Alisha.
"Emangnya kamu nggak kerja?",tanya Sinta karena merasa ada yang aneh.
"Malas,aku mau bolos kerja aja.Sebel sama tuh Rangga".
"Serius nggak apa-apa gitu kamu bolos kerja?".
"Aslinya sih nggak boleh sama Rangga.Tapi biarin,aku nggak peduli".
"Ok,aku mau.Besok aku jemput ya ke rumahmu".
"Ok,see you Sinta!".
"See you!".
...----------------...
Keesokan harinya
Sinta sudah sampai di rumah Alisha.Sesuai rencana,dia yang menjemput Alisha.
"Assalamu'alaikum",Sinta mengucapkan salam.
"Wa'alaikum salam",Ibu Alisha membukakan pintu."Sinta?mau ketemu Alisha?".
"Iya,Tante.Sudah janjian sama Alisha mau shopping".
"Ya sudah kalau gitu,masuk dulu.Tante panggilkan Alisha".
"Iya Tante".
Saat hendak masuk mau memanggil Alisha.Ibu berpapasan dengan Alisha."Ibu?Sinta sudah datang?".
"Iya,dia di ruang tamu",jawab Ibu.
"Kalau gitu Alisha langsung pamit saja ya Bu".
" Sebenarnya kalian mau kemana?",tanya Ibu lagi.
"Mau shopping saja sih,Bu".
"Emangnya kamu nggak kerja?",tanya Ibu.
"Sudah izin sama Pak Rangga kok kemarin.Santai saja Bu"
"Ya sudah kalau gitu.Hati-hati Loh!", pesan Ibu.
"Kalau begitu,kami berangkat Tante",pamit Sinta sambil mencium punggung tangan Ibu Alisha.
"Iya.Jangan ngebut ya Sinta!",pesan ibu kepada Sinta".
"Iya,tante",jawab Sinta.
Setelah menempuh waktu sekitar 45 menit,mereka sampai di sebuah Mall.Mereka nonton film di bioskop,lanjut belanja-belanja.Lalu mampir ke restoran untuk mengisi perut.Kali ini,Alisha yang traktir makan.Saat menunggu pesanan,Alisha tiba-tiba ingin kencing.
"Sinta,sebentar ya.Aku mau ke toilet dulu".
"Iya,jangan lama-lama!".
Alisha pun ke toilet,setelah selesai dia keluar dari toilet.Dia berjalan ke meja tempat dimana dia sama Sinta tadi.Dia melihat dari kejauhan,ada sosok lelaki yang sedang duduk di depan Sinta dan mengobrol dengan Sinta.
__ADS_1
" Itu siapa ya?kok sepertinya akrab sekali dengan Sinta",batin Alisha.
Tanpa berpikir panjang,rasa penasaran Alisha membuatnya terus berjalan menuju mejanya.Saat sampai di mejanya,dia berdiri di belakang lelaki itu,tapi dia tidak mengenali lelaki itu.
"Sinta",seakan bertanya kepada Sinta dengan isyarat mata mengarahkan kepada lelaki itu.
Mendengar suara Alisha,lelaki itu menoleh ke belakang."Alisha",sapa lelaki itu dengan senyumnya.
"Kak Fathan?Hmm... Salah,salah.Dokter Fathan",ucap Alisha dengan tersenyum.
"Apaan sih,Sha.Fathan aja kali",ucap Fathan dengan membalas senyum.
"Kok bisa ada disini?",tanya Alisha.
"Iya,tadi ada janji sama teman sesama dokter disini.Terus ketemu Sinta,jadi ikut gabung aja disini.Apa Kabar?".
"Alhamdulillah Kak,sehat.Kakak gimana?",tanya Alisha balik dengan posisi masih berdiri.
"Sama,Alhamdulillah.Ohya,jangan berdiri aja!.Duduk sini!",sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.
"Hehehe,iya",jawab Alisha sambil tersenyum.
"Sin,pesanan sudah datang ya?",tanya Alisha karena melihat mejanya sudah penuh dengan makanan.
"Iya,dari tadi.Kamu sih ke toiletnya lama banget",jawab Sinta jutek.
"Idih...Jutek amat.Si Amat aja nggak jutek",jawab Alisha konyol.
"Kak Fathan nggak pesan makanan sekalian?",tanya Alisha.
"Nggak,sudah kenyang tadi makan sama teman.Silahkan kalian aja yang makan",jawab Fathan.
Alisha dan Sinta menikmati makanannya,sedangkan Fathan cuma duduk dan sesekali curi-curi pandang ke Alisha.
"Hem.. Hem.Kak Fathan,nggak usah curi-curi pandang gitu. Langsung sajalah",goda Sinta.
"Apa,Sin?",tanya Fathan aksi tidak tahu.Dan dengan muka merah karena malu.
"Apaan Sin?",tanya Alisha tidak mengerti.
"Tanya saja sama Kak Fathan tuh",jawab Sinta.
"Nggak,nggak ada apa-apa kok.Lanjutkan saja makannya".
Alisha dan Sinta melanjutkan makan dan sesekali mereka bertiga mengobrol tentang kerjaan dan lain-lain.
Sementara di kantor,Rangga kebingungan karena tidak melihat Alisha.Dia menelpon Rendy," Rendy,bisa ke ruanganku sebentar".
"Baik,Bos",jawab Rendy. Rangga langsung menutup telponnya.
"Selalu,punya bos kok aneh gini",ucap Rendy seorang diri.
"Ada apa Bos?",tanya Rendy saat sampai di ruangan Rangga.
"Alisha kemana?dari tadi nggak masuk ke ruangan?".
"Ya,mana ku tahu.Dari tadi juga aku nggak ngelihat dia".
"Ya sudah,kalau gitu aku mau keluar sebentar.Nanti kalau ada apa-apa di kantor,hubungi aku ya!",bergegas keluar ruangannya tanpa menunggu jawaban dari Rendy.
"Dasar aneh!.Mentang-mentang jadi bos,seenaknya sendiri.Apalagi kalau soal Alisha".
Rangga pergi ke rumah Alisha.Setelah menempuh waktu beberapa menit,dia sampai ke tujuan.
"Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam",jawab Ibu Alisha.
"Silahkan masuk,Nak!",ajak Ibu Alisha.
"Tidak usah Bu,terima kasih.Saya kesini cuma mau tanya.Kenapa Alisha tidak masuk kerja?Apa dia sedang sakit?".
"Alisha keluar sama Sinta katanya mau shopping gitu.Loh,tadi Alisha bilang kalau dia sudah izin sama Nak Rangga.Tapi kok sekarang Nak Rangga kesini?",Ibu Alisha jadi bingung tidak mengerti.
"Kira-kira mereka pergi kemana,Bu?",tanya Rangga ingin tahu.
"Waduh Nak,Ibu kurang tahu mereka kemana.Mereka cuma bilang mau shopping gitu".
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu Bu,saya permisi pamit pulang.Assalamu'alaikum",sambil mencium punggung tangan Ibu Alisha.
"Ya,wa'alaikum salam".jawab Ibu Alisha.
"Alisha itu bagaimana sih?katanya sudah izin sama Rangga. Tapi sekarang Rangga datang ke rumah menanyakan hal itu. Sebenarnya apa yang terjadi ya?",batin Ibu Alisha.
Rangga mencoba menelpon Alisha namun tidak diangkat.Dia coba kirim chat ke dia juga tidak dibaca.Ditelpon lagi tetap tidak diangkat
Di restoran,mereka masih asyik mengobrol.Dan terdengar suara ponsel berdering.Ya,ponsel Alisha yang dari tadi berdering.
"Sha,itu ponselmu dari tadi berdering.Nggak kamu angkat?barangkali penting",ucap Fathan.
"Nggak usah Kak,nggak penting",Jawab Alisha santai.
Namun,ponsel Alisha berdering lagi."Ihhh,ini orang kenapa telpon-telpon melulu sih?ganggu aja",batin Alisha.
"Angkat aja,Sha",ucap Fathan.
"Angkat ajalah Sha,berisik tahu.Dari tadi berdering terus",ucap Sinta juga."Emang dari siapa sih?",Sinta yang semakin penasaran.
"Kak Rangga",jawab Alisha dengan muka cemberut.Kemudian Alisha mengangkat telpon dari Rangga,"Iya Kak Rangga.Ada apa?".
"Kamu dimana?kok berisik sekali,emangnya kamu sama siapa?dan kenapa hari ini nggak masuk kerja?",beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Rangga.
"Tanya itu satu-satu kek.Kayak polisi aja yang lagi mengintrogasi penjahat.Lagian Kak Rangga itu bukan siapa-siapa kau tahu.Satu lagi,aku kemarin kan sudah minta izin ke Kakak kalau hari ini aku nggak masuk kerja.Aku kan juga bilang mau refreshing.Sekarang aku lagi sama Sinta lagi makan di restoran.Sudah puas kan dengan jawaban aku?",semakin kesal dengan Rangga yang telah mengganggunya,Alisha langsung mematikan telponnya tanpa mau mendengar apa yang akan dibicarakan Rangga.
"Alisha,posisi kamu sekarang dimana?Alisha?Alisha?",Rangga mencoba bertanya lagi tapi tidak ada jawaban dari Alisha.
"Aarrrgh,pakai dimatikan segala telponnya",Rangga juga kesal dengan sikap Alisha.Saking kesalnya dia memukul setir mobilnya dengan keras.Kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor.
"Alisha,nggak baik loh kayak gitu",tegur Fathan ke Alisha karena melihat sikap Alisha kepada Rangga melalui telpon tadi.
"Biarin,kesal aku sama dia Kak.Ntah,kenapa hidupku dipertemukan lagi sama dia",umpat Alisha.
"Mungkin kamu dan dia itu berjodoh.Meskipun sering berantem,tapi ada aja jalan untuk bertemu kan?.Dia cinta banget loh sama kamu.Dia pernah ngomong sama aku waktu masih SMA dulu",Fathan dengan bijaknya memberi tahu Alisha.
"Eh,kenapa jadi bahas dia sih Kak?Lagian aku juga nggak pernah ada rasa sama dia",karena merasa kesal,Alisha meminum minuman yang ada di depannya untuk menghilangkan rasa kesalnya.
"Kalau ada orang lain yang mencintaimu bagaimana?",pertanyaan Fathan yang sontak membuat Alisha batuk-batuk karena dia sedang minum dan kaget dengan pertanyaan Fathan.
"Pelan-pelan kalau minum",ucap Fathan sambil tersenyum.
Nggak kebayang ya senyum Fathan semanis apa?Pengen deh Author jadi Alisha saja.
"I-ya Kak",jawab Alisha dengan senyum malu.
"Kalau aku gimana?",tanya Fathan yang masih berbelit-belit.
Dan muka Alisha langsung merah seperti kepiting rebus,tapi dalam hati dia berharap Fathan adalah jodohnya."Hmmm...gimana apanya Kak?",tanya Alisha sok lugu.Belum sempat dibalas Fathan,Sinta main potong aja tuh pembicaraan mereka.
"Sudah,sudah.Kita pulang sajalah.Daripada disini lama-lama aku jadi iri sama kalian",ucap Sinta ingin mengakhiri percakapan Alisha dan Fathan.
"Ya sudah kalau gitu kita pulang saja",jawab Alisha.
"Sha,aku antar pulang?",Fathan menawarkan diri.
"Nggak usah Kak,terima kasih.Tadi aku kan perginya bareng Sinta.Jadi aku pulangnya bareng dia juga",jawab Alisha menolak tawaran Fathan.
"Ya sudah kalau gitu,hati-hati!.Aku ke parkiran duluan ya!.Assalamu'alaikum",Fathan pamit pulang duluan.
"Iya,Wa'alaikum salam",salam Alisha dan Sinta bebarengan.
"Kamu kenapa nggak bareng Kak Fathan aja?",tanya Sinta.
"Kamu nggak lihat apa mukaku merah begini?.Kalau aku bareng dia,semakin merah ini muka karena malu.Masa' lama nggak ketemu,sekalinya ketemu satu mobil sama dia?. Nggak banget deh",jawab Alisha.
"Sok jaim kamu tuh,padahal emang berharap kan?Gitu kan enak,rumah kamu dan Kak Fathan kan satu arah.Kalau rumahku beda arah dengan rumahmu",ucap Sinta.
"Nggak ikhlas nih ceritanya nganter aku pulang?.Aku bayar deh berapa yang kamu mau",tantang Alisha.
"Gaya,mentang-mentang sekarang punya banyak uang".
"Ya sudahlah,ayo kita pulang",ajak Alisha.
Mereka bergandeng tangan,tertawa bersama menuju parkiran.
Persahabatan mereka sangat erat.Meskipun kadang suka saling mengolok-olok satu sama lain,tapi disitulah kenyamanan yang mereka rasakan.Tanpa perhitungan berapa banyak dapat memberi.Mereka saling melengkapi satu sama lain.Saling curhat meskipun sekarang berbeda tempat kerja.Saling kasih kabar meskipun jauh.
__ADS_1
Setiap persahabatan memiliki keunikan tersendiri.Dan dari situlah kadang kenyamanan itu mereka dapatkan.