
Karena mendengar berita kalau Alisha tidak jadi resign, Rangga hari ini semangat pergi ke kantor. Pagi-pagi benar dia sudah berada di ruangannya dan mulai pekerjaannya. Tak lama kemudian Alisha datang.
"Pagi, Pak!. Udah baikan?", tanya Alisha saat memasuki ruangannya, dia menanyakan hal itu dengan santai seakan tidak ada masalah dengan Rangga sebelumnya.
"Pagi juga, iya sudah baikan. Makanya hari ini bisa masuk kantor", jawab Rangga santai.
"Diantar Fathan?", tanya Rangga kepo.
"Iya".
"Hem".
"Emangnya kenapa Pak?".
"Nggak apa-apa".
Alisha langsung duduk di kursi tempat kerjanya, mengecek jadwal Rangga dan laporan yang lain. Setelah dilihat kalau hari ini ada 2 pertemuan,dia lalu berdiri dan menghampiri meja Rangga. Dia memberitahukan kepada Rangga tentang pertemuan itu.
"Pak, hari ini ada jadwal pertemuan dengan Pak Adi di Restoran A. Pertemuan kali ini guna membahas perkembangan kerja sama antara perusahaan kita dengan perusahaan beliau yang sudah kita sepakati waktu lalu".
"Jam berapa jadwalnya?".
"Jam 10,terus selanjutnya kita ada pertemuan juga dengan klien juga, jam 1 siang di hotel C".
"Iya, siapkan saja berkas-berkas yang kita butuhkan!".
"Baik Pak".
Saat Alisha hendak kembali ke meja kerjanya, Rangga mencegahnya.
"Tunggu!".
"Ada apa lagi Pak?", Alisha berhenti dan berbalik ke arah Rangga.
"Maaf ya atas semua yang telah terjadi yang mungkin sudah membuatmu marah".
"Sudah, lupakan saja,saya sudah tidak mempermasalahkan itu lagi. Sekarang kita disini sebagai atasan dan bawahan. Saya sudah mengesampingkan urusan pribadi saya dengan keluarga Bapak, terutama dengan Bapak. Kita sekarang jadi rekan kerja dan juga hubungan antara atasan dan bawahannya, tidak lebih".
Alisha kemudian berlalu menuju meja kerjanya, duduk di kursi dan melanjutkan pekerjaannya. Ada sedikit rasa sakit dengan ucapan Alisha tadi, tapi Rangga menciba menerimanya asal Alisha masih bekerja di perusahaanya dan bisa menjadi sekretarisnya. Dari meja tempatnya bekerja,di hanya bisa memandangi Alisha yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Saat jam menunjukkan pukul 09.00, Alisha menyiapkan berkas-berkas yang akan dibawa,demikian juga dengan Rangga yang bersiap dengan memakai jas kebesarannya. Kemudian mereka keluar dari ruangan,berjalan beriringan menuju tempat parkir mobil Rangga.
Rangga dan Alisha pergi bersama dengan satu mobil. Yah, mereka pergi berdua dengan mobil Rangga dan Rangga yang menyetirnya. Kali ini Rangga sengaja membawa mobilnya sendiri tanpa mengajak Rendy untuk menyetir, karena Rangga ingin mengambil kesempatan untuk bisa berduaan dengan Alisha.
Setelah sampai di tempat parkir, Alisha dan Rangga menuju mibil Rangga. Alisha membuka pintu mobil bagian belakang, saat hendak masuk dan duduk, Rangga mencegahnya.
"Alisha, duduk di depan saja. Nggak enak aja dilihatnya, berasa aku ini sopir pribadimu aja".
"Nggak usah Kak, aku duduk di belakang aja".
"Alisha, aku mohon. Kamu sendiri kan yang bilang kalau kita rekan kerja, berarti nggak seharusnya kamu duduk di belakang seperti sopir pribadi dan majikannya".
Alisha diam sejenak, lalu menutup kembali pintu belakang tersebut. Dia menuju pintu depan dan membukanya, tanpa banyak bicara dia langsung masuk dan duduk lalu memasang seatbelt.
__ADS_1
Demikian juga dengan Rangga, di ikut masuk ke dalam mobil, duduk dan memasang seatbelt Lalu mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan, selama perjalanan Alisha tidak banyak bicara, dia lebih fokus ke ponselnya.
Selama perjalan,Rangga melirik ke arah Alisha yang fokus membalas chat di ponselnya, sesekali dia tersenyum saat sedang menerima chat.
"Alisha terlihat begitu senang membalas chat itu, pasti dia sedang membaca pesan dari Fathan", batin Rangga.
"Ehem.. Ehem", Rangga berdehem sengaja untuk mencari perhatian Alisha.
Alisha menoleh ke arah Rangga.
"Ada apa Kak?sudah sampai?", tanya Alisha.
"Iya, sebentar lagi".
Beberapa menit kemudian,mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Adi ternyata sudah menunggu dan memesan tempat. Rangga dan Alisha menghampiri Adi.
"Maaf Pak, kami terlambat", ucap Rangga.
"Tidak apa-apa, saya juga baru beberapa menit sampai sini kok", jawab Adi.
"Silahkan duduk!", Adi mempersilahkan Rangga dan Alisha duduk.
"Iya Pak", jawab Rangga.
Kemudian Alisha dan Rangga duduk.
"Bu Alisha, bagaimana kabar anda?sehat kan?", tanya Adi.
"Alhamdulillah sehat Pak", jawab Alisha.
"Santai saja Pak Rangga, jangan tergesa-gesa. Lagian saya juga sudah memesan makanan untuk kita bertiga, sekalian kita tunggu pesanan saya datang".
"Sembari nunggu pesanan datang, kita bisa mulai sekarang. Karena setelah ini saya juga ada pertemuan lagi Pak", jawab Rangga.
"Baiklah", jawab Pak Adi.
Mereka bertiga membahas perihal kerjasamanya waktu lalu. Dalam pertengahan pembahasan itu,pelayan datang mengantar pesanan.
"Permisi, Pak, Bu, ini pesanannya",ucap pelayan sembari meletakkan pesanan itu di atas meja.
"Iya,terima kasih",jawab Pak Adi
Dan tidak butuh waktu lama, akhirnya apa yang mereka bahas selesai. Karena merasa semuanya sudah beres,Rangga berniat berpamitan kepada Pak Adi, namun Pak Adi mencegahnya.
"Kalau begitu saya pamit pulang duluan Pak".
"Makan dan minum ini dulu, mubadzir nanti!",ajak Pak Adi sembari menunjuk makanan dan minuman yang ada di meja.
Alisha dan Rangga saling memandang, Rangga menganggukkan kepala pertanda memberi isyarat kepada Alisha untuk menyantap hidangan tersebut.
Akhirnya mereka menikmati hidangan itu sambil mengobrol santai.
"Pak Rangga, kalau di luar jam kantor gini nggak usahlah panggil saya Pak. Cukup panggil Adi saja, kita kan seumuran", pinta Adi.
__ADS_1
"Baiklah, Adi".
Adi sesekali memperhatikan Alisha yang sedang makan, tiba-tiba dia fokus ke jari Alisha.
"Alisha, itu cincin tunangan?", tanya Adi dengan menunjuk ke arah jari Alisha.
"Iya Pak, ini cincin tunangan".
"Jangan panggil saya Pak, panggil Adi saja".
"Iya".
"Boleh tahu, dengan siapa kamu bertunangan?".
"Dengan Kak Fathan".
"Oh... Fathan yang seorang dokter itu?".
"Iya, anda kenal?", tanya Alisha.
"Jangan terlalu formal berbicara denganku, biasa aja. Kenal sih nggak ya, cuma tahu saja karena Papanya Fathan itu teman dari Papa saya. Mmm... Jadi ini yang menyebabkan Fathan patah hati sampai-sampai dia mencicipi minuman haram itu?".
"Uhuk... Uhuk.. ", Rangga tersedak makanan saat mendengar ucapan Adi.
"Kak Rangga?pelan-pelan lah makannya! Ini minum dulu!", Alisha memberikan minuman kepada Rangga.
"Pelan-pelan kalau makan itu Rangga", ucap Adi dengan nada menyindir.
"Kita sama-sama patah hati karena Alisha lebih memilih Fathan. Aku pikir dia masih jomblo, aku ingin mendekatinya. Aku jatuh cinta pada Alisha saat kita bertemu".
"Uhuk.. Uhuk.. ", ganti Alisha yang tersedak makanan mendengar ucapan Adi. Tapi Alisha dengan cepat mengambil minuman dan meminumnya.
Alisha kaget dengan ucapan Adi tadi, dia tidak menyangka kalau Adi mengatakan hal itu di hadapan Rangga dan dirinya.
"Tapi aku ikhlas kok dia lebih memilih Fathan, selama dia bahagia dengan Fathan aku juga ikut bahagia melihatnya".
"Sudah selesai kan? Kalau gitu kami pamit pulang",ucap Rangga.
Rangga sengaja pamit pulang untuk menghindari Adi, dia malas mendengarkan ocehan Adi. Lebih tepatnya dia juga cemburu dengan Adi yang suka memperhatikan Alisha, Rangga tidak rela dengan hal itu.
"Kenapa terburu-buru sih? Kan kita bisa lebih lama lagi ngobrol-ngobrol santai disini",ucap Adi.
"Maaf, kita ada pertemuan lagi. Lain kali saja kita bisa ketemu", jawab Rangga.
Rangga dan Alisha berdiri dari tempat duduknya, begitu juga dengan Adi yang ikut berdiri. Rangga dan Alisha bersalaman dengan Adi untuk berpamitan. Lalu mereka berdua pergi meninggalkan Adi yang masih betah di tempat itu.
Adi duduk kembali, hanya bisa menatap punggung Alisha dan Rangga yang semakin menjauh.
"Aku lebih rela kalu Alisha memilih Fathan daripada Rangga. Aku nggak rela kalau seandainya Alisha memilih Rangga. Aku tidak mau kalau Rangga bisa mendapatkan semuanya termasuk Alisha. Kalau Alisha tidak memilihku, demikian juga dengan Rangga", Adi bermonolog sembari menatap kepergian Alisha dan Rangga
Sementara itu, Alisha dan Rangga menuju ke lokasi kedua yaitu pertemuan dengan perusahaan lain.
...----------------...
__ADS_1
Maaf ya, author baru bisa up lagi karena kemarin mendadak sakit gigi. Dan tidak bisa fokus bikin kelanjutan ceritanya.
Terima kasih untuk semua readers yang masih setia menunggu karya saya.