
Sesuai yang dibilang Fathan,hari ini Fathan dan kedua orang tuanya datang ke rumah Alisha untuk melamar Alisha.
Tok..tok..tok..
"Assalamu'alaikum",salam yang diucapkan Mama Indah saat hendak bertamu ke rumah Alisha.
"Wa'alaikum salam",jawab Ibu Almira sembari membukakan pintu."Silahkan masuk Pak,Bu".
"Silahkan duduk dulu,saya panggilkan Alisha dan Ayahnya.Maaf rumahnya keadaanya seperti ini".
"Tidak apa-apa, Bu",jawab Mama Indah.Mereka bertiga duduk sembari menunggu Alisha keluar.
Tak lama kemudian Alisha dan ayahnya keluar.Diikuti Ibu Almira dengan membawa nampan yang berisi makanan ringan serta minuman.
"Silahkan diminum dulu,cuma ada ini hidangannya",Ibu Almira meletakkan nampan tersebut di meja.
"Perkenalkan Pak,saya Sujatmiko.Ayah dari Fathan,panggil saja saya Miko.Dan ini istri saya Indah Nadia,panggil saja Indah.Kami datang kesini karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu",Papa Miko memulai pembicaraan dengan memperkenalkan diri.
"Iya,Pak.Saya ayah dari Alisha.Nama saya Hendrawan dan ini istri saya Almira".
"Kedatangan saya kemari untuk menjalin silaturrahmi dan dengan maksud yang lain.Saya ingin meminta Alisha untuk anak kami Fathan".
"Suatu kehormatan bagi kami Pak.Karena bapak sudah datang kesini.Seperti inilah Pak keadaan keadaan rumah kami Pak.Kalau soal maksud kedatangan Bapak kesini untuk meminta Alisha,saya tidak bisa memutuskannya.Saya pasrahkan semuanya kepada Alisha,karena nanti Alisha yang menjalaninya".
Fathan ikut berbicara perihal maksud dna tujuannya.
"Om,tante.Saya sengaja datang kesini mengajak orang tua saya untuk melamar Alisha.Maaf sebelumnya,mungkin ini bisa dibilang terlalu cepat dan mendadak.Tapi saya rasa kalau hal baik bukannya harus dipercepat?".
"Iya,om tahu itu.Om serahkan semua keputusan kepada Alisha".
"Saya sebenarnya sudah jatuh cinta sama Alisha sejak di bangku SMA.Tapi saya tidak mau pacaran,saya sudah berjanji pada diri saya kalau saya akan memantaskan diri dulu baru akan meminang Alisha.Dan saya rasa sekarang waktunya yang tepat untuk itu.Saya mau mengkhitbah anak Om,Alisha".
Alisha yang mendengarkan hal itu,merasa senang tapi juga malu.Dia hanya menundukkan kepalanya.Dia kemudian mengangkat kepalanya saat ayahnya berbicara kepadanya.
"Alisha,ayah tidak bisa memaksamu untuk menerima lamaran ini.Semua keputusan ayah serahkan kepadamu.Apapun keputusanmu,ayah akan mendukungmu.Bagaimana dengan perasaanmu?".
"Alisha,seperti yang aku bilang kemarin.Jika kamu menerima lamaranku,aku mau kamu memakai cincin itu.Tapi jika kamu menolak lamaranku,kamu bisa menolaknya dengan tidak memakai cincin yang sudah saya berikan kemarin",jangan ditanya apa yang dirasakan Fathan saat melamar Alisha di hadapan orang tuanya.Jantungnya berdetak kencang karena gugup dan juga takut ditolak Alisha.
"Kak,sebelumnya Alisha ucapkan terima kasih karena sudah memilih Alisha sebagai pendamping Kakak kelak.Jujur,sebenarnya Alisha juga sudah ada rasa sama Kakak saat pertama kali ketemu Kakak.Saat MOS waktu SMA dulu.Cuma Alisha sadar dan nggak mau berharap lebih karena Alisha tahu keadaan Alisha".
"Alisha sayang,kami tidak pernah menilai seseorang dari harta ataupun kasta.Yang penting dia seiman,baik dan sholehah.Asal kamu tahu ya,Fathan sangat mencintaimu.Padahal sempat tante jodohkan loh sama gadis lain,tetep nggak mau.Hatinya hanya untukmu",Mama Indah menjelaskan perasaan anaknya.
"Mama....",ucap Fathan kepada Mamanya karena dia malu Mamanya telah menceritakan semuanya.
"Alisha,bagaiman jawabanmu Nak?",tanya Ayahnya.
Alisha tersenyum sembari menunjukkan cincin yang sudah melingkar di jari manisnya,"Iya ayah,aku menerima lamaran Kak Fathan".
"Kak Fathan,aku sudah memakai cincin pemberian Kakak.Itu berarti aku mau jadi istri Kakak.Aku terima lamaran Kakak".
"Alhamdulillah,terima kasih ya",ucap Fathan.
"Oh iya Alisha,apa tidak ada acara pertunangan resmi dengan mengundang teman-temanmu dan juga teman Fathan?",tanya Mama Indah.
__ADS_1
"Menurut Alisha tidak usahlah Tante,besok saja pas acara pernikahannya saja".
"Bagaimana menurutmu Fathan?",tanya Mamanya.
"Fathan sih terserah Alisha saja Ma".
"Ya sudah kalau gitu.Berarti sekarang kita harus menentukan tanggal pernikahannya".
"Sebulan lagi saja Ma pernikahannya dilangsungkan",usul Fathan.
"Maaf Kak,bukannya Alisha menolak ya.Apa nggak terlalu cepat itu?.Alisha mau 2 bulan lagi aja ya!".
"Ya sudah kalau itu mau kamu,aku ikut aja".
Setelah perbincangan tentang tanggal pernikahan selesai.Kedua orang tua masing-masing saling bercengkrama sambil menikmati makanan yang disuguhkan Ibu Almira.Mereka mengobrol kesana kemari.Sesekali tertawa bersama entah apa yang mereka bicarakan.
Sementara,Alisha dan Fathan pindah ke teras depan rumah.Duduk santai disana sambil mengobrol santai.
"Sha,makasih ya sudah mau terima lamaranku",ucap Fathan memulai pembicaraan.
Alisha tersenyum,"Iya Kak,Alisha yang berterima kasih sama Kakak karena sudah memilih Alisha sebagai pendamping hidup Kakak".
Fathan membalas dengan anggukan dan senyuman.
Setelah puas mengobrol dan bercengkrama dengan calon besan,orang tua Fathan pamit pulang.Begitu juga dengan Fathan yang juga pamit pulang.
Setelah kepulangan mereka,Ibu Almira membereskan meja tamu tadi,dan melanjutkan pekerjaan rumah lainnya.Ayah Hendrawan santai sambil menonton TV.Sedangkan Alisha masuk ke kamarnya dia langsung mengambil ponselnya.Dia langsung menelpon Sinta mengabarkan berita bahagia itu.
"Assalamu'alaikum"
"Sinta,hari aku senennnng banget.Tadi Kak Fathan sama orang tuanya kesini".
"Emangnya ngapain?".
"Dia melamar aku",sambil senyum-senyum bahagia
"Serius?",Sinta yang kaget dan nggak percaya dengan hal itu.
"Iyalah".
"Pasti seneng banget ya?".
"Iyalah Sin,secara gitu loh.Aku dari dulu kan udah naksir sama Kak Fathan".
"Duh,beruntung kamu ya Alisha.Kak Fathan itu udah ganteng,baik, tajir lagi".
"Alhamdulillah ya".
"Ada acara lamaran resminya nggak?undang teman-teman gitu".
"Aku nggak mau,cukup lamaran antar keluarga aja sih".
"Ya,nggak seru.Berarti langsung nikah gitu nanti ya?".
__ADS_1
"Iya,tadinya aku mau nikah secara sederhana aja sih.Tapi Kak Fathan nggak mau".
"Ya iyalah,secara gitu ya.Kak Fathan kan seorang dokter,punya banyak teman dan juga dari golongan orang kaya.Pastinyalah Kak Fathan dan keluarganya ingin acara yang mewah,apalagi Kak Fathan anak tunggal".
"Iya sih.Acara pernikahan kita dilaksanakan 2 bulan lagi.Nanti undangannya nyusul ya!".
"Siiippp...".
"Ya udah Sin,ini ada panggilan masuk dari Kak Fathan.Aku angkat telpon dari Kak Fathan dulu.Nanti aku telpon kamu lagi".
"Ciye..ciye..yang dapat telpon dari calon suami.Ya udah deh kalau gitu.Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam".
Alisha langsung mematikan sambungan telpon dengan Sinta.Saat hendak mau terima telpon dari Fathan,eh keburu mati.
"Ya,mati.Aku telpon balik nggak ya?apa aku chat dulu aja?ah,tapi malu juga sih.Gimana ya?",Alisha bermonolog.
Dan saat dia masih bimbang dengan hal itu,ada chat masuk dari Fathan.
"Lagi apa?sibukkah?".
"Nggak kok Kak",baru saja Alisha membalas chat dari Fathan.Fathan langsung menelpon Alisha.
"Assalamu'alaikum Kak".
"Wa'alaikum salam.Tadi aku telpon kamu loh.Tapi kamu dalam panggilan lain.Emangnya lagi telponan sama siapa?".
"Eh,iya.Tadi telponan sama Sinta.Ohya,ada apa Kak kok nelpon Alisha?".
"Emangnya nggak boleh telpon ya?aku kan calon suami kamu",Fathan yang sudah mulai ngegombal.
"Eh,nggak gitu Kak.Kakak sudah sampai rumah?".
"Iya barusan,makanya langsung telpon kamu.Udah kangen aja sih sama kamu".
"Kan barusan ketemu,masa' udah kangen?"
"Iya,emangya nggak boleh?".
"Mmmm....boleh sih,tapi....".
"Tapi apa?".
"Ah,sudahlah lupakan".
"Besok aku antar ke kantor,sekalian aku jemput pas pulangnya ya!".
"Iya Kak".
"Ya udah kalau gitu.I love you Alisha.Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam",Alisha sengaja tidak menjawab ucapan cinta dari Fathan karena dia masih malu.Ya,Alisha memang tipe gadis yang jaim soal perasaannya kepada Fathan.Tapi pemberani dalam hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1